
Hening.
Tak ada yang berani membuka bersuara di sebuah ruangan itu.Semua keluarga sedang berkumpul disana.Bahkan ayah anya pun tak berani membuka suara.Dia hanya takut,anaknya semakin sedih dan shock setelah mengetahui keadaan kaki nya.
Kelumpuhan!.Yah,kakinya mengalami kelumpuhan.Kata dokter, kelumpuhan yang dialaminya hanya bersifat sementara,atau dapat disembuhkan. Namun,tentu saja butuh waktu cukup lama.Dengan beberapa cara penyembuhan,harus ia lakukan.
"Sudah puas?melihat aku seperti ini?"
tanya anya dengan menatap ke depan.
Ucapannya tentu saja membuat dito tertegun.Dia tak setuju dengannya.
"Apa kamu sudah puas hah!"ucap anya dengan lantangnya.
"Sayaaang,kamu tenang...jangan sakiti diri kamu sendiri nak"ucap papi sedih.
"Sekarang,...aku ga akan mengharapkan kamu lagi!,dan kamu ga perlu menjaga ku lagi!,kamu bebas mau pergi kemanapun tanpa memikirkan aku.... asalkan pikirkan kedua orang tua kamu"ucap anya tanpa menatap dito.
"Maaf"ucap dito.
"Engga perlu minta maaf....meminta maaflah kepada kedua orang tua kamu"
balas anya dingin.
"Aku sudah mendapatkannya...aku hanya butuh kata maaf dari kamu"ucap dito.
"Kamu sudah tau,dari dulu aku sudah memaafkan kamu...setiap kamu datang,
aku selalu memaafkanmu"ucap anya.
Ucapannya membuat dito menghembuskan napasnya panjang.Dia menjadi teringat dengan kesalahannya.
Semakin membuatnya merasa bersalah.
"Kali ini aku bener bener minta maaf anya,maaf ...aku telah menyakiti hati kamu dan aku yang buat kamu kayak gini...coba aja ka-"
"Aku memaafkan kamu"ucap anya memotong ucapan dito,yang membuatnya terdiam.
"Sudahkan?!"tanya anya.
Dito mengangguk.Yang ia maksud bukan hanya maaf dari mulutnya,tapi juga sikapnya kepadanya.Tapi dia sadar, kesalahannya memang sangat besar yang membuatnya butuh waktu untuk memaafkannya.Namun tetap saja sikapnya sangat berubah kepadanya.
Cklekk
Suara pintu terbuka membuat perhatian mereka.Terlihat ada seorang pria dan wanita yang tentu saja mereka kenal.
Mereka masih diam di tempat, sambil menatap anya.Dan anya,dia mempersiapkan diri dengan menutup telinganya,seakan ada suara yang sangat keras memekakkan telinganya.
"Anyaaa kamu sudah sadar?... syukurlah kamu ga jadi mati!!!"pekik fifi.
"Sayaaang,jangan teriak teriak"tegur suaminya.
Dengan cepat fifi meletakan buah yang ia bawa di meja,lalu dia memeluk erat anya dengan bahagianya.Ucapannya barusan membuat semuanya ingin tertawa.
Tingkahnya sangat bar bar,juga membuat anya memutarkan bola matanya malas.
Dasar sahabat durhaka!.
__ADS_1
"Gue sesek anjir"ucap anya.
"Hehe maap,...lagian lo buat gue takut ga si anya!!,ih..."ucap fifi.
"Takut apa?takut gue mati terus ga ada temen debat lo lagi?hah"ucap anya bergurau.
"Hehe iya ...tapi jujur,aku sedih melihatmu seperti ini"ucap fifi sambil melihat kaki anya.
"Engga papa,aku udah terima... walaupun
begitulah"balas anya tersenyum miris.
"Gue tau,lo kuat kok"ucap fifi kembali memeluknya.
"Eh btw,maap banget ya semuanya...saya ganggu kalian...tapi ga papa dong,kita kan bestie nih"ucap fifi kepada mereka.
Lagi lagi membuat anya menggelengkan kepalanya.Memang,temennya ini tidak cocok untuk pemain drama yang serius.
Membuatnya tertawa.Sangat lucu.
"Lo ganggu pake banget!"ucap dito membuat fifi langsung menatapnya.
"Engga, maksud gue suami lo"lanjut dito.
"Eh kok gue!,....lo kali!dasar pria ga waras!"ucap tino seraya merangkul lehernya,dia menjepit lehernya di ketiaknya.
"Anjir!...lepasin gue woi!"ucap dito.
"Nih nya,udah gue beri pelajaran si brengsek ini!"ucap tino semakin gencar membuat dito tersiksa.
Hal itu membuat semuanya tertawa.
Terutama anya,tentu saja ayahnya senang melihat anaknya bisa tertawa lagi.Temannya memang ga ada akhlak,
dengan itu mereka bisa membuatnya tertawa seperti ini.Sama dengan dito,
dia juga bahagia melihatnya.Walaupun karena temannya ini,dia sangat berterima kasih.Karena dia yakin,dirinya sangat sulit membuatnya tersenyum, apalagi tertawa.
"Anya...om pamit dulu yah,kamu cepet sembuh,jangan lupa bersabar"pamit ayah dito.
"Iya om, makasih udah jenguk yah"balas anya.
Ayah dito mengangguk tersenyum.
"Sayang,sekali lagi maafin anak tante yah...maafin tante juga"ucap ibu dito sambil mengelus rambutnya.
"Ih tante mah,minta maaf mulu...tante ga salah"ucap anya.
"Hmm....ya udah tante pulang dulu yah,
cepet sembuh"ucap ibu dito.
"Makasih tante"ucap anya tersenyum.
Ibu dito mengangguk.
"Sayang,papi mau anterin mereka dulu yah"ucap ayah anya.
__ADS_1
Anya mengangguk.Para orang tua pun keluar dari ruangan tersebut.Tak lama kemudian,pintunya terbuka kembali,
menampilkan dua pasangan unik yang saling bergandengan mesra.Tentu saja sang calon pengantin.
"Anyaaaa aku seneng dapat kabar kalo kamu udah sadar"ucap nita seraya memeluknya.
"Iyaa,gue juga ga nyangka,gue idup lagi"
balas anya terkekeh kecil.
"Ngawur lo!,nih gue bawain buah segar dan sehat buat lo"ucap nita,dia meletakan sebungkus buah ke meja.
"Kenapa si?,jenguk orang sakit harus buah,kenapa engga seblak,atau yang pedes pedes gitu?!"kesal anya.
"Lo aneh banget sumpah!,lo lagi sakit bestie,astaga ..."balas nita.
"Hehe makasih ya kalian udah jenguk gue"ucap anya.
"Udah dari kemarin malam nya,kita jenguk lo"sahut bima.
"Hehe mbl mbl"ucap anya.
"Makasih banget lhoooo"lanjut nita, fifi dan anya bersamaan.Membuat mereka tertawa bersama.Hahaha.
Cklek
Lagi lagi pintu terbuka.Selanjutnya ada
sahabatnya lagi yang percintaannya penuh lika liku seperti anya.Persis!.Tapi kali ini mereka bersama pria,yang tentunya teman teman dinda tau.Lagi lagi senyum anya mengambang di wajahnya.
"Anya...lo ga papa?,masih sakit?...masa lo lemah gini si"ucap alan.Dia mengambil tangan anya agar berjabat tangan dengannya,lalu ia arahkan ke jidatnya.
Seakan anya menghormati dirinya yang lebih muda darinya.
"Sialan lo!"sarkas anya terkekeh.
Melihat keakraban mereka, membuat hati dito panas.Wajahnya berubah menjadi datar penuh kecemburuan.Dia tau,itu tunangan dinda,tapi kenapa dia sangat akrab dengan anya!.Apa mereka juga sahabatan?!.Sepertinya dinda tak menjaga calon suaminya itu!.
"Anya,nih gue bawain buah,dimakan ya"
ucap dinda sambil meletakkannya di meja.
"Buah lagi?arghh...bisa jualan buah nih gue"ucap anya membuat alan dan dinda tertawa kecil.
"Buah itu cocok buat keadaan lo sekarang anya"ucap alan.
"Iya iya"balas anya.
"Btw,para calon kepala rumah tangga disini,mukanya kek mau nelen orang ga si ges"sahut tino melirik varo dan dito.
Para temannya langsung paham soal menjulidi temannya itu.Sedangkan dinda dan anya,mereka cuek karena tak paham apa yang mereka katakan.
"Kayaknya panas deh...padahal ada AC disini"ucap bima sambil menyenggol lengan varo.
Varo masih diam dengan wajah dinginnya.Dia kesal karena dari tadi,dia hanya menjadi saksi keromantisan dinda dengan calon suaminya itu.Awalnya dia malas menerima ajakan dinda untuk menjenguk anya bersama dengan pria itu.Tapi dia kalo membiarkan mereka berdua bersama,membuat hatinya tidak tenang,membuatnya menerima ajakan itu.Tak tau nya, dirinya yang sial.
"Bisa diam gak!"sarkas varo dan dito.
__ADS_1