
"Keluar var!"tekan dinda yang geram kepadanya.
Bukannya menurut,malahan varo terkekeh pelan.Membuat dinda tertegun.Tawa itu menyakinkan dirinya,
kepada sikap varo yang sama sekali tidak berubah.Dia pria yang pemaksa dan sangat ngeyel.
"Gadisku eh...wanitaku memang bukan wanita pembohong yang handal"ucap varo tersenyum miring.
Yaah,dia bukan gadisnya sekarang.Tapi wanitanya.Dia tumbuh dengan baik.Fisik
yang semakin mempesona,apalagi kesuksesannya pun menyertainya.Tapi menurutnya sikapnya tidak terlalu baik.
Dia masih wanita yang bodoh dalam berbohong,wanita yang pemarah tapi menggemaskan di matanya,dan juga dia wanita yang pembangkang.Itulah kesukaannya.
"Menjauh dari gue!"sarkas dinda.
Bagaimana tidak,tiba tiba varo membalikan kursinya,lalu dia mencondongkan tubuhnya dengan meja sebagai penahannya.Otomatis jarak wajah mereka sangat dekat.Apa apaan dia!.
Dinda pun memundurkan tubuhnya, menjadi bersender kursi,agar lebih jauh darinya.Tapi malahan dia juga memajukan lagi tubuhnya,menjadi posisinya sama seperti tadi.Bahkan dia tersenyum miring di depan wajahnya.
Dasar buaya!.
Tak hanya itu,varo juga semakin mendekatkan wajahnya,dinda tau dari arah pandang matanya,yang tertuju pada bibirnya.Beraninya dia!.Datang kesini hanya untuk mencabulinya?..jangan harap!.Anehnya dia tidak ada rasa canggung dengannya,secara sudah lama tidak bertemu.
"Gue bukan wanita lo!"ucap dinda.
Dinda tidak tinggal diam,dia keluar dari kurungannya lewat bawah.Merendahkan tubuhnya adalah caranya.Sungguh, otaknya sangat pintar.
"Pergi!"tekan dinda seraya menunjuk ke arah pintu.
"Lo bukan wanita ku?...okee tapi lo milikku"ucap varo,dengan gaya cool nya,
dia kembali berdiri tegak, dengan tangan ia masukkan ke saku celananya.Tak lupa tatapannya indahnya ia berikan padanya.
Tentu saja tatapan yang membuat wanita siapa saja terpesona.
"Gila!"ucap dinda.Benar,varo semakin gila.Dia masih tidak mendengarkan apa yang dirinya bicarakan.
"Gue bukan milik lo!...lagian gue tidak mau jadi milik pria yang sudah berkeluarga!"ucap dinda yang akhirnya mengatakan apa yang ada dipikirannya.
"Berkeluarga?"gumam varo.
"Maksudnya?"tanya varo.
Wah,dia masih tidak mengakuinya.
"Gue ga nyangka"gumam dinda.
Tiba tiba ada seseorang masuk ke ruangan dinda.Dia seorang pria muda dan tampan.Dinda menyambutnya dengan senyumannya.Yang tanpa ia sadari membuat varo menatapnya tajam.
"Hey baby"panggil pria itu.Seketika varo terkejut dengan ucapannya yang memanggil dinda dengan panggilan 'baby'.
"Ngapain kesini?"tanya dinda seraya menghampirinya,dan memeluknya,tak lupa dengan cipika cipiki nya.
What!!pelukan?....lagi?...di depan matanya!,dengan sengaja!,sangat romantis!.Apaan ini.Varo sedang dilanda rasa emosi.
"Tadi aku telpon kamu ga diangkat"ucap pria itu seraya menggenggam tangannya.
Semakin membuat varo geram padanya.
__ADS_1
Tangannya mengepal kuat melihatnya.
Apalagi mendengar panggilan mereka Aku-Kamu,bahkan dengan dirinya pun,
masih lo-gue.Menyebalkan.
"Maap,emang ada apa?"tanya dinda.
"Eh...nanti aja,kamu lagi ada tamu kan?"
tanya pria itu seraya melirik pria yang tadinya sedang mengobrol dengan dinda.
Hmmm,dia merasa aneh dengan pria itu.
Tatapannya sangat mengerikan.
"Owh kamu disini aja,dia juga mau pulang kok"ucap dinda seraya mendorong pelan pria itu untuk duduk di sofa.
Dirinya saja tidak diladeni seperti itu!.
"Tunggu sini ya"ucap dinda.
Dia pun menghampiri kembali ke varo.
"Siapa dia?!"tanya varo dengan penuh penekanan.
"Hustt,lo keluar!"ucap dinda menarik lengannya keluar dari ruangannya.
"Kamu mau berduaan sama dia?...engga!"protes varo.
"Apaan si lo!,lagian kita udah ga ada urusan apa apa lagi!"ucap dinda menarik paksa tangannya.
Memang sangat berat,tapi dinda sudah tidak mau bertemu dengannya lagi!.Rasa cinta dan rindu padanya sudah hilang seketika.Memang aneh,tapi ini tentang perasaan.Sudah cukup dirinya menderita karena rasa yang lima tahun ia rasakan.
"Lo tidak perlu tahu!"balas dinda.
"Aku harus tau dinda!,kamu masih pacar aku!,tidak seharusnya kamu deket deket pria lain tanpa sepengetahuanku!"ucap varo.
"Pacar lo?sejak kapan?...terus lo kemana lima tahun ini var?... sudahlah mending lo pergi"ucap dinda mendorong pelan punggungnya.
"Beritahu aku dia siapa dinda!"tekan varo.
Daripada semakin banyak karyawan yang menyaksikan perdebatan mereka,dinda akan menjawabnya!.
"Dia!...calon suami gue!"ucap dinda.
Setelah mengucapkan itu,dia pun kembali masuk ke ruangannya.
Sedangkan varo,dia masih terbungkam oleh ucapannya barusan.Apa ini sambutan darinya untuknya?.Padahal dirinya menemuinya ingin memperbaiki kesalahannya,dan menurutnya dia masih pacarnya.Dia miliknya!,wanitanya!,tidak ada yang akan bisa merebutnya darinya!.
Sungguh!.
Awalnya memang dirinya lah yang salah.
Saat setelah tau kebenarannya, dirinya tidak menemuinya segera.Tapi itu bukan berarti dirinya melupakannya dan putus hubungan dengannya.Seperti yang ia katakan, dirinya akan menemuinya setelah apa yang dirinya inginkan tercapai.
Namun,saat dirinya sangat bersemangat untuk menemuinya, dirinya malahan di kejutkan dengan respon darinya yang sangat membuatnya kecewa.Dia marah kepadanya,dia memang memaafkannya,
tapi dia menolaknya.Apalagi,dia bilang dia sudah mempunyai calon suami.
__ADS_1
Sial!.
"Pantesan dia nolak lo"celetuk bima.
"Why?"tanya varo.
"Rambut lo kek kakek kakek gitu"balas bima langsung mendapatkan tampolan dari tino dan dito.Mereka sedang nongkrong di kafe.Para pemuda sukses berkumpul.
"Ga ada hubungannya anjing!"ucap dito.
"Btw,kata si dinda lo udah berkeluarga?,
maksudnya?"tanya tino.
"Gue tau,gue juga bingung apa maksud dia"balas varo seraya menyeruput minumannya.
"Gue yakin dia salah paham"ucap dito diangguki setuju oleh para temannya.
"Apa perlu gue tanya ke CEO cantik nan seksi itu?"tanya bima, langsung mendapatkan tatapan tajam dari varo.
"Memuji salah kah?"gumam bima kesal.
"Tapi gue salut si,secara di negara itu banyak bule cantik,masa sih ga ada yang tertarik di mata lo?"tanya tino heran.
"Engga"balas varo.
Jujur,dirinya sempat berusaha melupakan dinda,dengan kenalan sama cewek lain,jalan bareng,dan lain sebagainya.Tapi tetap saja, dirinya tidak nyaman dengan mereka.Saat jalan bersama, dirinya hanya diam pikirannya entah kemana.Berkenalan pun,harus si cewek yang mengawali obrolannya.
Dirinya seperti sedang diladeni para cewek.Bukan pria yang meladeni ceweknya.
Tentu saja membuat mereka bosan dengannya.Ada juga yang sakit hati karena di ghosting olehnya.Bahkan ada yang menyebutnya pria bajingan.Dirinya tidak peduli, akhirnya dia memutuskan untuk tetap mencari tau tentang dinda.
Dan disitulah, dirinya tau kebenarannya.
Lima tahun dirinya dipenuhi rasa bersalah dan menderita tentunya.
"Gila si ini"ucap dito.
"Dit,contoh tu si bule baru"timpal bima.
"Apaan si lo,kok gue?!"balas dito.
"Kan hubungan lo sama anya yang putus nyambung putus nyambung kayak taek!"
ucap bima.
"Sampai kapanpun,gue gak akan ngelepasin anya!"balas dito.
Ucapannya membuat varo tersenyum miring.Milikku tetaplah milikku!.
"Yee sa ae lo anying"ucap bima.
"Lanjutkan perdebatan kalian,gue mau pulang dulu...btw ini makasih var oleh olehnya,besok gue ke rumah lo ngambil lagi oke....bye"ucap tino seraya melenggang pergi membawa oleh oleh yang varo berikan untuk para temannya.
"Dih"
Membuat varo menggelengkan kepalanya.
"Woy buru buru amat!"teriak dito.
__ADS_1
"Mau olahraga malam gue!!"balas tino.
"Taeeek loo!"