
"Makanya jangan asal tangkap,malu sendiri kan!"tutur Dito seraya menyentil pelan keningnya.
Anya mendengkus kesal dengan bibir yang mengerucut gemas.Jelas jelas dirinya sedang malu dengan apa yang dirinya lakukan.
Lalu dia menatap wanita yang ada di samping kanannya.Dia menyengir memamerkan gigi putihnya.Toloong! wajahnya ingin ia tenggelamkan saat ini.
"Engga papa sayang,kakak paham kok"ucap Difa terkekeh pelan.Dia paham dengan kedua orang ini yang sedang jatuh cinta.
"Hehe maap ya kak,aku ga tau soalnya"ucap Anya.
Difa mengangguk.
"Nyenyenye....lain kali cari kebenarannya dulu,
jangan main cemburu dulu"ucap Dito.
"Siapa yang cemburu"sewot Anya.
"Kamu tuh"balas Dito.
"Engga yah"ucap Anya, menurutnya itu bukan cemburu,tapi dirinya hanya tidak suka Dito bersama wanita lain.
Gengsi nih!.
"Hemm,iya in aja deh biar seneng"ucap Dito tertawa kecil.Betapa menggemaskannya wanita ini.
Difa yang mendengar interaksi mereka,hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.Sangat lucu.
Itulah definisi orang yang sedang kasmaran tapi ketutup gengsi.Yah,dia percaya selama ini adiknya benar benar sangat mencintai wanita ini.Hanya satu.Dan mereka, sekedar kesenangan sesaat saja.
"Ternyata pacar adik kakak ini sangat cantik yah,sama seperti di foto"puji Difa.
"Emm itu dulu kak...tapi sekarang ga cantik lagi"balas Anya.
Dia masih terpikir dengan keadaannya sekarang.Rasa sedih tentang hal itu entah kapan hilangnya.Sepertinya sangat setia tertanam di hatinya.Setiap melihat orang orang di luaran sana,membuatnya insecure dan tidak pede berada di antara mereka.
"Sayaaang"tekan Dito.
"Apasi sayang sayang,emang nyatanya gitu kan"balas Anya.
"Engga,bagaimana keadaan kamu,kamu itu selalu sempurna di mata aku,kamu cantikku"
ucap Dito seraya menangkup wajahnya.
"Stop bilang aku sempurna Dito,aku itu wanita cacat!"ucap Anya melepaskan tangannya dari wajahnya.
Tentu saja membuat Dito menghela napasnya panjang.Entah apa yang harus dirinya lakukan agar dia tidak terus putus asa seperti ini.
"Eh eh,anyaa...benar kata Dito,kamu tidak boleh berkata seperti ini...,ucapanmu barusan bukan untuk kamu menyerah,tapi untuk kamu lebih semangat,...stop bilang hal ini!"ucap Difa seraya menggenggam tangannya.
"Aku udah berusaha kak,tapi ..."
"Huftt...banyak yang mendukung kamu nya,
terutama ayah kamu,dia pasti sedih melihat kamu terus seperti ini,kamu ga mau kan ngecewain semua orang yang sayang sama kamu?"tanya Difa.
Anya mengangguk kecil.
"Baguslah,jadi harus semangat.... pasti selalu ada jalan untuk mengembalikan keadaan kamu seperti dulu lagi"ucap Difa menyemangatinya.
Anya pun memeluknya.Walaupun dirinya baru saja kenal dengan kakaknya Dito,tapi melihat kebaikan dan ketulusannya membuatnya langsung nyaman dengan begitu mudahnya.
__ADS_1
"Ya udah ya kakak pamit"ucap Difa.
"Kok cepet banget kak,ga nanti aja"balas Anya.
"Lain kali lagi ya kakak main ke sini"ucap Difa.
"Mau liburan tuh sama mama"cibir Dito.Setiap kakaknya pulang pasti selalu keluar entah berapa uang yang keluar juga.Pemborosan!.
Sama seperti dirinya si.
"Hehe kamu tau aja,ya udah ya sayang,Kakak pulang byee"ucap Difa seraya melangkah keluar dari rumah Anya.
"Okee hati hati kak"ucap Anya.
"Siyap!"
Setelah Difa keluar, disitulah Anya merasa canggung dengan Dito.Dirinya merasa malu telah marah marah ga jelas dan kesal padanya dengan alasan yang jelas jelas salah besar.
Memalukan!.
"Keluar yuk"ucap Dito, membuat Anya menatapnya.
"Kemana?"tanya Anya.
"Maunya kemana?"ucap Dito tanya balik.
"Emm"Anya merasa bingung.
"Sana siap siap"ucap Dito.
"Tapi kemana?"tanya Anya.
"Siap siap atau ga jadi nih?"tanya Dito.
Dito terkekeh pelan.
"Biiiii bibiii"panggil Dito.
Belum juga ada sahutan dari sang bibi.
"Bibi mana?"tanya Dito.
"Engga tau, kayaknya di belakang deh,jadi ga denger dianya"balas Anya.
"Ya udah deh aku aja yang bantuin kamu ganti baju"ucap Dito.
"Dih ngawur!"sahut Anya.
"Engga dong kan udah biasa"ucap Dito terkekeh.
"Engga!,ih jangan bahas itu!"ucap Anya.
Mengingat itu membuatnya malu sendiri.
"Salahnya dulu kamu mau"ucap Dito.
Seketika mata Anya melebar, menatapnya tak percaya.Padahal dia yang memaksanya.Dengan sifat tempramental nya membuatnya takut dan menurutinya saja.Bila tidak,dia akan marah dan menyakitinya.
"Bangsat!"sarkas Anya.
Dito hanya tertawa kecil.Dia sadar, dirinya sangat keterlaluan.Dirinya telah menodai gadis yang polos ini.Memaksanya dan menyakitinya setiap hari.Tapi dia adalah rumahnya, hidupnya dan tanpa dia dirinya tak bisa.
__ADS_1
Basi!.
Engga!,ini seriusan.
"Pantai?"
"Kamu suka?"balas Dito.
"Suka banget,udah lama ga kesini soalnya"
balas Anya semangat.
Dito pun mendorong kursi rodanya menuju ke pinggir pantai.Namun belum juga sampai,tiba tiba kursi rodanya berhenti dan sulit di gerakan.
Karena pasir, membuat Anya menggerutu kesal.
"Engga bisa,ya udah kita pulang aja"ucap Anya.
"Dih nangis?,cengeng!"ucap Dito yang melihat mata Anya memerah menampung air yang mulai keluar dengan bibir mengerucut.
Melihat itu membuat Dito tertawa gemas.Lalu dia menggendong Anya ala bridal style.Dia membawanya lari mendekat ke air laut yang terus berkejaran dengan senangnya.
"Aaaa turunin akuuu ditoooo!!"pekik Anya terkejut.
"Kamu suka kan?"tanya Dito
"emm suka hehe"balas Anya menyengir kuda.
Dito semakin kencang membawanya berlari dan berputar sambil tertawa riang.Begitu saja membuat Anya tertawa bahagia.Dia sangat senang saat itu.Suasana yang sangat ia impikan selama ini akhirnya tercapai.Awalnya dia sudah tak mengharapkan lagi,karena tau keadaannya.Tapi, sekarang dia tau,apapun keadaannya pasti apa yang diinginkan tercapai.
Kuncinya adalah bersabar dan menerima.
"Duduk sini,aku mau pulang"ucap Dito mendudukkan Anya di atas pasir basah.Yang tentunya air laut akan segera menghampirinya.
"Ditooo,aku nangis nih!"rengek Anya.
Apa?.Dito benar benar meninggalkannya.Lebih tepatnya dia berlari menjauhinya dan berhenti di sana,sekitar enam langkah.Ya begitulah sekiranya.
"Aaaa dingiiin"air laut benar benar membasahi celananya.
"Hiksss ditooo kamu jahat!"kesal Anya.
"Hahaha,kasihan deh"teriak Dito tertawa semakin membuat Anya kesal padanya.Apa maksudnya ini.Apakah dia sedang mempermainkannya?.
Lagi?.
Tega!.
Pikiran negatif tentangnya mulai menghampiri pikirannya.
"Ditooo?kamu becanda kan?"tanya Anya tidak percaya.
"Engga,aku serius"balas Dito.
"Huaaa papiiii Dito jahat lagi!"ucap Anya segera menangis.
"Papi papi papi,kamu tuh Cepu banget sih"ucap Dito.
"Hiks tapi kan kamu jahat Dito!,kamu tega!"
balas Anya.
__ADS_1
"Hampiri aku kalo bisa!"