Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 108


__ADS_3

"APAAA!"


Suara bariton itu membuat tino dan fifi terjingkat.Mereka terus menunduk, bukannya malu tapi mereka gugup dan tegang.Melihat wajah semua keluarganya yang kecewa,membuat mereka takut tidak sesuai keinginan mereka.Dari responnya saja,tidak sesuai yang mereka mau.


"Papa mengizinkan kalian selalu bersama itu untuk saling menjaga satu sama lainnya!,bukan untuk berbuat ga baik kayak gini!"ucap ayah fifi dengan lantangnya.


Suasana di rumah fifi semakin menegangkan.Disana ada ayah fifi dan kedua orang tua tino.Mereka sedang berkumpul di ruang tamu.Fifi terus memeluk lengan ibu tino.Ayahnya orang yang tegas, membuatnya takut kepadanya.


"Maaf om,ini salah aku"ucap tino.


"Yah!,ini salah kamu!, seorang pria yang bertanggung jawab,tidak akan pernah menyakiti seorang wanita,bukan setelah menyakiti baru tanggung jawab!"ucap ayah fifi.


Sebisa mungkin,tino harus bertahan menghadapinya.Walaupun ada sedikit rasa tidak terima,dia berpikir kenapa jadi dirinya yang di marahin dan di bentak oleh ayahnya fifi.Tapi dia harus berusaha menghilangkan pikiran itu.Ini memang salahnya.


"Ma-af om,tap-"


"Maaf?,bilang maaf itu mudah tino, apalagi setelah kamu menghancurkan hidup anak om dengan menodainya sampai mengandung anak kamu!"ucap ayah fifi dengan emosi yang membuncah.


Ayah fifi sudah rela meninggalkan pekerjaannya yang penting,dan tentunya jauh...hanya untuk mendengarkan berita ini,yang membuatnya marah dan semakin pusing.Tak hanya itu,dia juga sedih.. dirinya merasa gagal menjadi orang tua yang baik untuk anak anaknya.


"Paa,udah...hiks..aku ga papa"tangis fifi.


"Ga papa kamu bilang?,sayang...,papa ga terima anak perempuan papa!!anak satu satunya papa!disakiti oleh pria brengsek ini!"ucap ayah fifi frustasi.


"Om,maafin tino om,ini memang salah aku,aku tidak sengaja,aku tidak menjaga anak om...tapi please om, izinkan aku menikahi fifi"ucap tino memohon.


"Tidak!!,om tidak mau anak om menikah dengan pria bajingan seperti mu!"balas ayah fifi menusuk.


"Paaa..maaa"ucap tino menatap ayahnya, untuk meminta bantuan padanya.


"Papa juga kecewa denganmu tino"ucap ayah tino.


Mereka juga terkejut,tiba tiba disuruh berkumpul oleh anaknya karena ada hal yang penting yang harus mereka katakan.Awalnya mereka menganggapnya hal yang sepele, secara


tino dan fifi baru saja pulang dari bali.


Namun,mereka berdua tetap memaksanya.Membuat dirinya terpaksa meninggalkan pekerjaannya.


Dan saat berkumpul,lagi lagi tino dan fifi mengejutkannya kembali dengan kabar,

__ADS_1


fifi hamil dengannya.Tino sudah menceritakan semuanya dari awal sampai akhir,yang semakin membuatnya merasa kecewa dan marah kepada anaknya sendiri.


"Kalian itu sudah seperti keluarga,lebih tepatnya saudara,tapi kenapa kamu melakukan hal itu kepada saudara kamu sendiri tino!,kamu tidak menepati janjimu untuk menjaganya!"jelas ayah tino.


Tino bener bener bingung saat ini.Apalagi melihat fifi yang terus menangis, membuatnya khawatir padanya. Semuanya terus menyalahkannya, pastinya dirinya akan kalah oleh mereka.


Dirinya takut, mereka tidak memperbolehkan dirinya menikahi fifi.


"Kamu tidak tau seberapa berharganya seorang wanita tino!,kamu ga lihat betapa menyakitkan yang fifi rasakan!"


timpal ibu tino sambil mengelus punggung fifi yang ada di pelukannya.


"Stop!!,stop nyalahin tino!,dia sudah mau bertanggung jawab,dia akan menikahiku"


ucap fifi.


Dia mengingat betapa,sedih dan marah, mahkotanya direbut paksa oleh tino.Saat itu dia langsung meninggalkan apartemen tino tanpa pamit ataupun permisi.Dia memang bersikap biasa saja kepadanya tapi tidak hatinya.Dia tidak ingin orang orang tau masalah ini yang membuatnya malu.Dia juga tidak ingin masalah ini diperpanjang,malahan dia berharap tino tidak mengingat kejadian itu.Namun,kenapa berakhir seperti ini!.


"Tidak!,saya tidak mengizinkan mereka menikah!,saya yakin kebahagiaan akan datang ke anak saya dan juga calon cucu saya!"tolak ayah fifi.


Tentu saja membuat tino dan fifi terkejut dengan ucapan ayahnya.Yang mereka takutkan ternyata terjadi.Fifi hanya protes di dalam hati,dia tidak mau buka suara.


Pihak wanita tergantung pihak laki laki.


"Tidaak!!om pleasee,maafin aku!!,aku serius mau nikahi anak om,aku janji ga akan nyakitin fifi lagi om,aku tidak mau terlarut dalam kesalahan ini om... "ucap tino memelas.


"Benar van,saya memang kecewa kepada anak saya,tapi tidak seharusnya saya


menyalahkannya terus,secara tino mau tanggung jawab atas kesalahannya"ucap ayah tino kepada ayah fifi.Dia juga tak tega melihatnya sangat sedih seperti itu.


"Tidak!!, keputusan saya sudah bulat!, lagian saya sudah punya calon buat anak saya yang menerimanya dengan tulus,


terutama menerima keadaan fifi yang sedang hamil"ucap ayah fifi.


"Hikss papaaa,aku ga mau...hiks"tangis fifi.


"Tidak sayang,ini demi kebaikan kamu"


ucap ayah fifi seraya menarik tangan anaknya,dan membawanya masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


Tentu saja fifi hanya menurut.Tapi tidak dengan hatinya, dia berharap tino tidak menyerah begitu saja.Tidak mungkin seorang cewek mau menikah dengan pria yang tidak ia cintai,bahkan pria yang bukan ayah dari calon anaknya.Dia merasa kasihan kepada anaknya nanti.


Yaa,dia mengakui kalo anak yang ia kandung bukanlah dari kesalahan,tapi dia anugerah dari tuhan untuknya.Dia sama sekali tidak berpikir untuk menggugurkan kandungannya.Tino juga tidak.Dia juga tak menyangka,tino tidak mempermasalahkan kehamilannya.


Yang ia tau dari sinetron,pasti kebanyakan pria yang tidak bertanggungjawab ataupun menyuruh wanitanya menggugurkan kandungannya.Korban sinetron!.


"Om!, tidak!!,aku ingin menikah sama anak om!!"racau tino yang akhirnya meneteskan air matanya.


Mereka sudah saling bergantung,yang membuat mereka sulit berpisah. Walaupun tanpa ada perasaan cinta, mereka merasa ....mau bagaimana lagi?!.


"Paa,maa!,ini gimana?!"tanya tino kepada kedua orangtuanya.


Ayah dan ibu tino hanya menatapnya malang.Pihak pria tidak bisa berbuat apapun.Apalagi anaknya lah yang jelas jelas bersalah.Tapi mereka juga kasihan kepadanya.Tino sudah mengakuinya, bahkan mau bertanggung jawab.Namun pihak wanita tidak menyetujuinya.


Mereka hanya pasrah.


"Papaa!!,aku ingin tino!!,aku ga mau nikah sama orang lain, selain ayah dari calon anak aku!hiks"ucap fifi, membuat ayahnya menghentikan langkahnya.


"Ini demi kebaikan kamu sayang"lagi lagi kata inilah yang keluar dari mulutnya.


"Paa,..ya memang demi kebaikan aku!,


tapi papa juga ingin aku bahagia kan pa?,


papa ga mau liat aku sedih kan pa?"tanya fifi.


"Kenapa kamu tanya seperti ini sayang,


tentu saja papa ingin kamu bahagia"


balas ayahnya.


"Tapi kenapa papa melakukan ini!, melarang fifi menikah dengannya!,apa papa juga tidak memikirkan calon cucu papa?"tanya fifi.


Membuat ayahnya terdiam.Ucapannya membuat dirinya berpikir dua kali.Dirinya mau anak dan cucunya bahagia.


Melarangnya,sama saja dirinya menghalangi kebahagiaan mereka.


Apalagi,cucunya pasti akan membutuhkan seorang ayah.Ayah kandung,sebaik baiknya seorang ayah.

__ADS_1


Pasti lebih sayang ayah kandung.


"Kalian nikah sekarang!"


__ADS_2