Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 156


__ADS_3

"Dok,hari ini saya bisa pulang kan?"tanya anya penuh harapan.


Membuat ayahnya menghela napasnya panjang.Dia tak tega melihat anaknya yang terus ingin sekali pulang.Sudah beberapa kali dia terus meminta pulang.


Padahal belum waktunya dia bisa pulang.


Kesehatannya belum stabil.


"Belum mba anya, mungkin besok mba bisa pulang"balas sang dokter.


"Sekarang aja ya dok"rayu anya memohon.


Dokter itu menatap sang ayahnya.Papi anya pun mengangguk.


"Baiklah,kamu saya periksa kembali... terus saya akan lihat luka mba anya,udah kering apa belum" ucap dokter.


Seketika anya mengangguk senang.Dia rindu suasana rumah!.Lagian dia sudah merasa baik baik saja,hanya saja ia masih kecewa dengan kakinya. Menurutnya,kenapa dia mati duluan sebelum dirinya?.Haha konyol!.


"Mba anya bisa pulang hari ini,... saya akan buka perbannya ya"ucap dokter.


Anya pun mengangguk semangat.


Akhirnya, dirinya bisa keluar dari tempat membosankan ini.Sang dokter pun membuka perban yang menutupi beberapa luka di tubuhnya,terutama di kepala.


"Tangan kamu masih sakit?"tanya dokter.


"Emm,masih dok....tapi ga papa kok dok"


ucap anya seakan takut,hanya karena tangannya, dirinya tidak jadi pulang.


Membuat ayahnya menggelengkan kepalanya.


"Saya sudah menduganya,karena benturan itu cukup keras...jadi setiap satu minggu sekali,mba anya harus ke rumah sakit, untuk melakukan terapi di tangan dan kaki mba anya"ucap dokter.


"Emm...dok,bisakah pihak rumah sakit yang ke rumah saja?saya siap menanggung lebih banyak"usul ayah anya.Tentu saja anya setuju dengan ayahnya.


"Tentu bisa pak"balas dokter.Mana sih yang ga bisa,kalau ada bayaran lebih.


Apalagi, untuk pasien orang kaya sepertinya.Walaupun butuh tenaga,pasti mereka akan melakukannya.


"Baguslah"


"Ini untuk obatnya mba,semuanya di minum dua kali sehari sesudah makan"


ucap suster memberinya beberapa bungkus obat.


Anya menghela napasnya panjang.Obat!


obat!obat!.Kenapa hidupnya sekarang penuh obat!.


"Baik dok"balas anya.


"Ya sudah saya permisi...mari"pamit dokter.


"Yaaa..."


"Yeeeey pulaang!!"ucap papi seraya mengacak rambut anaknya.


"Iyaaa dooong!haha"balas anya tertawa.


"Kamu ini!,maunya pulang terus!"ucap papi sambil mengemasi barang-barang nya.


"Ya udah yok pulang!"ucap anya.


"Nanti nungguin dito dulu"ucap papi.


"Ko nungguin dia si pi"protes anya.


"Dia mau bantu kita bawa ini semua sayang"balas papi.Melihat perubahan sikap dito sekarang,membuatnya ingin memperbaiki hubungan anaknya dengannya.Aneh tapi nyata.


"Kenapa harus dia?!,kan ada supir pi"

__ADS_1


ucap anya.


"Engga papa anya,lagian dito mau kok,


ini tugas dia,karena dia juga mau bertanggung jawab atas kesalahannya"


balas papi.


"Ishhh ya engga dito mulu pi yang ngurusin aku!,...lagian mana dia?lama banget!,tinggal aja pi"gerutu anya.


"Bentar lagi,dia lagi nungguin taksi"balas papi.


"Taksi?...ribet banget,tinggal bawa mobil ngapa"kesal anya ya ga sabar menunggunya.Dia juga kesal,kenapa ayahnya memperbolehkan dito mengurusnya dengan alasan ingin bertanggung jawab!.Anya ga suka!.


"Sekarang ayahnya menarik semua fasilitas yang ia berikan kepadanya...,


terutama mobil dan uang,bahkan dito tinggal di apartemen,semua kebutuhannya hanya dari uang gaji nya"


jelas papi membuat anya tertegun.


Yah, ayahnya melakukan itu hanya untuk


melatih anaknya menjadi pria mandiri dan bertanggung jawab.Tidak terus bergantung padanya,dan membuatnya menjadi pria yang gigih dalam bekerja.


Anggap saja,itu sebagai hukumannya,


atas kelakuannya yang keterlaluan.


Memang dia bekerja di perusahaannya,


tapi dia memperlakukannya seperti karyawan yang lain.Dia memposisikan di bagian lumayan tinggi.Yaitu sebagai manager.Tentu saja tanggung jawabnya besar dan risikonya juga besar dalam bekerja.


"Mandiri bukan?,dia sangat baik sekarang"ucap papi.


Apa hidupnya seperti itu sekarang?.Dia sangat luar biasa.Apalagi,dia kesana kemari hanya untuknya.Pasti mengganggu pekerjaannya dan membutuhkan biaya banyak untuk transportasi.Yang ia tau dito sangatlah manja dan pemboros.Apa dia tahan dengan kehidupannya sekarang?.


"Anya?,jadi pulang kan?"tanya papi menyadarkan lamunannya.


Saat itu juga dia melihat dito sudah ada di samping ayahnya.Dia menggunakan setelan jas,yang membuatnya kagum. Tidak!,dirinya tidak seharusnya mengaguminya!.Bisa bisa dirinya melupakan kesalahannya,lalu dirinya merasa kasihan kepadanya,dan hubungan toxic itu terjadi lagi!.


"Sini aku bantu"ucap dito menghampirinya.


"Ga usah,biar papi aja"tolak anya.


"Papi ga bisa dong sayang,papi kamu itu udah tua,ga kuat angkat kamu...dito aja ya"ucap papi beralasan.Membuat anya mendengkus kesal.


"Ya sudah cepet!hati hati!,jangan sampai jatuh!"ucap anya kesal.


"Baik tuan putri"ucap dito terkeke pelan.


Dengan hati hati,dia pun mengangkat anya dan mendudukkannya ke kursi roda.


"Papi kan yang dorong?"tanya anya.


"Dito dong sayang,kan papi bawa barang"


balas papi.


"Katanya ta-"


"Sayaang,sudah ya...supir udah nunggu"


potong papi.


Lagi lagi anya kesal dengan ayahnya.


Menurutnya, ayahnya seakan tidak marah dengan dito,bahkan dia mengizinkan dito berdekatan dengannya,


secara dia tau dirinya benci padanya!.


Anya merasa ada yang ayahnya rencanakan!.Dasar ayah durhaka!.Hua!

__ADS_1


papi ga sayang lagi padanya!.


"Bukannya kamu lagi kerja!ngapain kesini!"ucap anya di tengah tengah perjalanan.


"Engga papa,kerjaan itu bisa nanti...yang penting kan kamu dulu"balas dito, membuat anya memutarkan bola matanya malas.


"Engga usah segitunya!,aku juga ga butuh kamu"ucap anya menusuk.


"Tapi aku butuh kamu untuk mengisi hatiku"ucap dito.


"Lebay!"cibir anya.


"Engga lebay,tapi nyata"balas dito terkekeh pelan.


"Terserah!"kesal anya.


Tiba tiba suara panggilan masuk terdengar dari ponsel milik dito.Membuat dito menghentikan langkahnya,dan melihat siapa yang menelponnya.


Sedangkan ayahnya anya,dia sudah mendahului mereka.


Saat itu juga anya heran.Kenapa dito ga mengangkat telponnya.Dari siapa itu?


apa dari wanita barunya?.Hmm pasti iya!.


Apakah dia pikir dirinya akan cemburu?.


Jangan harap!.Lagian dirinya tak peduli lagi dengannya.


Btw,saya pikir anda cemburu mba,anda masih suka memikirkan kehidupannya.


Iya bukan?.


"Kenapa ga diangkat?"tanya anya cuek.


Tuhkan!.


"Engga penting"balas dito seraya hendak mendorong kembali kursi rodanya.


Namun, terhenti saat ponselnya berbunyi lagi.Membuat dito berdecak kesal,lalu mengangkatnya.Anya hanya mengenyritkan alisnya heran.Dari siapa si!.


"Apa si pah,aku kan udah izin,kalo aku ada urusan di luar!"gerutu dito.


"Izin kamu papah ga terima!,lagian urusan apa?kan kamu tau ada meeting penting hari ini! pokoknya sekarang kamu ke kantor!,papah tunggu!"balas ayah dito penuh penekanan.


"Tapi pah-"


"Engga dito!,jangan sampai papah turunkan jabatan kamu hari inu juga!"


potong ayah dito seraya mematikan panggilannya.


Membuat dito frustasi.Arghh ayahnya dangat menyebalkan!.Menerima semua aturannya apakah masih belum cukup?.


"Ga seharusnya kamu meninggalkan meeting penting hanya untuk kesini!"


ucap anya.


"Lupakan!"ucap dito sambil melanjutkan langkahnya keluar dari rumah sakit.


"Engga! sekarang kamu pergi! kembali ke kantor!"ucap anya.


"Engga usah bahas itu!"ucap dito.


"Cepat dito!,aku ga mau hukuman kamu semakin berat"ucap anya membuat dito tertegun.Dia masih perhatian padanya?.


"Pulang!"tekan anya.


"Maaf,aku ga bisa antar kamu sampai rumah"ucap dito seraya mengangkatnya untuk masuk ke mobil keliarga besarnya.


"Hmm, udah sana pergi!"ucap anya.


Dito tersenyum.

__ADS_1


"Aku pergi"ucap dito sambil mengelus lembut pipinya tanpa permisi.Lalu dia pun melenggang pergi.


"Hati hati"gumam anya.


__ADS_2