
TokTokTokTok
"Pi?gak lagi kan?"tanya anya.
"Engga dong,yang ini pasti waras"balas papi sambil membuka pintu ruangan anya.Anya harap,orang itu bukan seperti wanita gila tadi pagi.
"Hay...kenapa ga ngabarin kalo udah sampai,kan bisa aku jemput ke depan"ucap papi menyambutnya dengan hangat.
"Ngapain?!,engga usah lagian aku udah sampai kan"balas wanita itu.Dia adalah teman ayah anya.Teman kerja maupun teman biasa.
"Owh,ya udah masuk"ucap papi anya.
Saat itu juga,anya dibuatnya terkagum.
Bagaimana tidak,ada seorang wanita bule masuk menghampirinya.Dia terlihat seumuran ayahnya,wajahnya sangat cantik layaknya wanita luar negeri. Sepertinya dia harus langsung menganggapnya,dia adalah calon ibunya.
Heh,lucu.
"Hay mami"panggil anya riang.
Ayahnya hanya menggelengkan kepalanya.Dia sudah biasa dengan kelakuan anaknya yang sangat sembrono dengan orang baru kenal.
"Mami?"tanya wanita itu bingung.Kenapa dia memanggilnya mami?.
"Iya,tante calon mami ku kan?"balas anya tertawa kecil.
"Anyaa!,dia teman papi,bukan calon mami kamu"ucap papi.
Sedangkan wanita itu sedah paham.Itu hanya bercandaan.Lagipula,papi anya sudah menceritakan semua tentang anaknya ini.Tentang kelakuan konyol nya dan intinya semua tentangnya dia tau.
Menurutnya,anak dari temannya ini sangat asik.
"Hay anya,kenalin saya tante maria,
teman papi kamu"ucap maria seraya mengajaknya berjabat tangan.
Dari bahasanya dia sudah lancar bahasa Indonesia,tapi masih terdengar sedikit kaku.Sepertinya,dia sudah lama menetap di Indonesia.
"Hay tante,....tuh kan tante udah tau nama aku"ucap anya seraya mencium tangan maria,dengan sangat dalam.
Membuat maria tersenyum.Dia benar benar sangat lucu.
"Kan dari papi kamu"balas maria.
"O iya,ini tante bawain kamu makanan,
di makan ya"ucap maria seraya meletakan sebuah kantong yang isinya berbagai makanan sehat di meja.
"Wah makasih banget tante,repot repot segala"balas anya.
"Engga kok nya,.....gimana keadaan kamu sekarang?,masih sakit?lukanya udah pada kering kan?"tanya maria.Dari sikapnya yang lembut padanya,anya merasa kalau dirinya sedang bersama ibunya.Sudah sangat kama dia tidak merasakan mempunyai seorang ibu.
"Emm, tangannya lumayan masih sakit,
tapi lukanya udah mulai kering,nanti sore juga perban ini nih di kepala....dilepas sama dokter"balas anya.
Maria! mengangguk paham.Syukurlah kali begitu.
"Tapi .."anya terdiam saat melihat kedua kakinya.
__ADS_1
Jujur,dia belum seratus persen menerima tentang keadaan kakinya.Namun,karena dirinya tidak mau membuat siapapun sedih,terutama ayahnya.Dia harus berusaha tegar menjalani hidupnya yang baru.Walaupun dia masih tak menyangka tentang keadaannya yang sangat berubah dengan waktu yang sangat singkat.
"Sayang ka-"
Nah itulah yang selalu menjadi pikiran ayah anya.Dia tau anaknya masih terpukul dengan apa yang terjadi dengannya.Selama ini dia berusaha untuk tidak menyakiti anaknya dan membuatnya sedih karena dirinya yang selalu sibuk dengan pekerjaan.Namun,
sekarang,keadaan yang membuatnya sedih.
"Sayaang,kamu jangan sedih gitu dong,
kamu harus berpikir, sekarang kaki kamu memang seperti ini....tapi itu sementara kan?"tanya maria.
Anya mengangguk pelan.
"Pasti sembuh, walaupun butuh waktu yang lama...tapi kamu masih bersyukur
kamu masih mempunyai kaki,coba lihat keluar,disana ada orang orang yang... maaf,yang tidak memilikinya...tapi mereka bersyukur,mereka masih senang senang saja tanpa menjadi beban pikirannya"tutur maria.
Membuat anya tertegun.Iya yah,kata tante maria benar!.Dirinya tidak boleh pesimis seperti ini.Dia harus sabar menerimanya.Dia harus bersyukur masih memilikinya.Dia harus mengambil pelajaran dari apa yang dirinya alami.
Dari ucapan tante maria, membuatnya lebih lega sekarang.
"Peluk boleh ga si tan?!"ucap anya meminta izin.
"Boleh dong"balas maria seraya memeluknya.
Nyaman!.Yah,anya merasakannya.
Sikapnya yang lemah lembut dan penyayang, membuatnya sangat menyukainya walaupun baru saja bertemu.Dia semakin yakin,dan terobsesi padanya,kalau dia adalah calon ibunya.
Heh konyol bukan?.
hanya tersenyum.Dia tau,anya membutuhkan seorang ibu.Sampai sampai dia langsung menganggap temannya itu adalah ibunya.Apa mungkin, dirinya harus menjadikannya seorang istri?.Pikiran yang sama dengan anaknya!.
Ckleeek
Tiba tiba pintu ruangan anya terbuka,
menampilkan sosok dito disana. Membuat anya terdiam.Bukan karena kedatangannya,tapi penampilannya sekarang.Dia memakai setelan jas,yang sama sekali tidak pernah ia pakai.Dia terlihat lebih berwibawa memakai itu.
Sepertinya,dia telah melakukan hal yang benar sekarang.
"Permisi semuanya,maaf ganggu"ucap dito hendak pergi dari sana.
"Tidak dito,kamu kesini"ucap papi anya membuat dito menghampirinya.
"Ya om?"tanya dito.
"Kamu temenin anya dulu yah,om mau
keluar sebentar"ucap papi anya.
"Oh baik om"balas dito.
"Sayang,papi keluar sebentar ya"pamit papi anya.
"Sama tante?"tanya anya.
"Iyaa,kita mau cari makan sekaligus ada yang harus kita omongin"balas papi.
__ADS_1
"Bilang aja mau pacaran kan?"ucap anya menggodanya.
"Apaan si kamu sayang,ada ada aja deh"
ucap papi seraya mengacak lembut rambutnya.
"Ya udah ya anya,tante keluar dulu"ucap maria.
"Iya tan"balas anya.
Mereka pun keluar dari ruangan anya.
Sekarang,hanya ada anya dan dito disana.Canggung?,anya merasakannya.
Namun,dito....dia tidak.Dia tidak canggung sama sekali walaupun anya sedang marah padanya.Pria gila bukan?!.
"Kamu udah makan siang?"tanya dito.
"Udah"balas anya sambil memainkan ponselnya.
"Tadi dia siapa?"tanya dito sambil mengambil buah mangga yang tersedia di meja dan mengupasnya dengan telaten.Anya tak peduli dengan apa yang ia lakukan.
"Tante maria,temen papi"balas anya cuek.
"Owh... cantik"ucap dito membuat anya terdiam.
Apakah dia juga merekrut wanita yang lebih tua darinya?lebih tepatnya seorang tante.Apa dia sudah melupakan kesalahannya?.Seenaknya dia memuji wanita didepannya.Apalagi,karena wanita yang membuatnya seperti ini.
Menyebalkan!.Kenapa dirinya kesal sendiri!.
"Kenapa?dia cantik bukan?... apa kamu cemburu?"tanya dito menggodanya.
"Engga!,apaan si"sewot anya semakin memperlihatkan kekesalannya.
"Cemburu nih?,tenang aja, sekarang aku setia kok sama kamu,lagian aku ga suka sama wanita yang cocok jadi mami kamu"ucap dito terkekeh pelan.
"Siapa yang cemburu,lagian juga aku ga peduli dengan itu,kamu mau jalan sama cewek siapapun aku ga peduli,itu bukan urusanku!"ucap anya.
Dito hanya mengangguk kecil.Lau dia pergi ke kamar mandi untuk mencuci mangga yang udah dia kupas bersih.
Membuat anya semakin kesal,bisa bisanya dia tidak merespon apa yang dirinya ucapkan!.Hmm,tadi sempet dia
terpaku dengan kata 'setia'
Dito melakukan itu, karena dia tidak akan memasukkan apa yang anya ucapkan ke telinganya dan hatinya.Bisa bisa hatinya semakin sakit akan sikapnya.Apalagi dia masih belum menerimanya lagi.Atau tidak?,dito tidak akan membiarkan itu terjadi.
"Kamu mau?"tanya dito menawarinya buah mangga.
"Engga"balas anya ragu.Sebenarnya dia juga menginginkannya!.Dia hanya gengsi!.
"Beneran?,kata dokter kamu juga harus banyak makan buah anya"ucap dito seraya menyuapinya sepotong.
Mau?ga papa kan?lagian dito juga memaksanya walaupun baru satu kali.
"Biar aku sendiri!"ucap anya.
"Ribet banget!,buka mulutmu!"ucap dito.
Anya hanya menatapnya kesal!.Dengan terpaksa,dia pun membuka mulutnya.
__ADS_1
Kenapa jadi majikannya yang harus menurut kepada pembantunya?.Ini snagat aneh.Anehnya lagi,anya baru menyadarinya.