
Perkenalkan namaku Ulan, 4 bersaudara dan aku anak yang paling tua. Bapak kerja dikantor Camat alias PNS dan Ibuku seorang ibu rumahtangga saja itu sekarang dulu sih....lain lagi. Aya adik keduaku, Purnama adik ketigaku dan Fajar adik ketigaku alias yang paling bontot. Sejak kecil Bapak dan Ibu selalu mendidik kami dengan tegas, mandiri dan kayak militer lah sangkin kerasnya.
Aku kuliah di Swasta semester 5, Aya SMAN2, Nem sautan adikku yg ketiga SMA Kartika dan Jar sebutan adikku yang bontot SMP di Madrasah. Hidup kami awalnya bahagia tapi semenjak dia muncul semua berubah bagai neraka bagiku. Sebelum bertemu dengan dia, sialan itu maksudku.
Kami sudah bertemu sewaktu aku kecil dan itu kejadian 10 tahun yang lalu jadi aku sudah lupa wajah sialan itu. Tak ada hujan langit pun gak mendung, tak ada angin langitpun panas. Nah disitulah mulai penderitaan ku dan ibuku.
Pagi pagi buta ibu berteriak supaya jangan ada yang terlambat ke sekolah dan bekerja.
Ibu"Aya...Nem...Jar! Apa tidak sekolah kalian semua. Cepat sedikit nanti terlambat. Ulan....cepat nanti Bapakmu telat apel dikantor...!!!".
Suara teriakan Ibu menggema diseluruh ruangan rumah kami bagai Petir.
Itulah yang setiap pagi kami dengar hati demi hari dari mulut Ibuku. Dengan sigap kami keluar kamar dan sarapan bersama.
Tiap hari aku dan Bapak pergi bersama karena sejalan dengan kantor Bapak, yah meskipun aku harus naik angkot lagi.
Nem dan Aya naik motor bersama karena sejalan juga, Fajar biasa naik anggot karena dekat jarak sekolah nya dan sering kali dianter Ibu kesekolah.
Tak ada yang salah dengan hari ini rasaku? tapi setelah mendengar telpon dari Aya yang menangis sampai terisak-isak aku jadi panik. Padahal aku sedang ujian semester....yang kira-kira 10menit lagi selesai. Aku permisi dengan dosen dan keluar ruangan menerima telpon.
Aya" Kak ....kak.....hiks....hiks....!!! Cepat pulang. Ibu masuk rumah sakit. Bapak juga menuju kemari. Ibu pingsan! Hiks..hiks...!!"
Suaranya bercampur tangis.
Telpon putus sepihak.
Duuuaar......!!! π’
Hatiku tersambar petir disiang bolong. Aku berlari keruangan dan segera menyelesaikan esayku dan langsung pamit pulang dengan Dosen.
Dalam perjalanan yang begitu panjang buatku... Aku hampir saja kehabisan nafas dan sesak. Ternyata ekspresi ku itu diperhatikan oleh Sopir yang duduk di sebelahku.
" Dek kenapa pucat? Sakit ya? Sepertinya lagi ujian ya? Mau Abang antarkan pulang???".
Kata sopir kepadaku dengan genit.
Aku hanya menggeleng saja.
' Kurasa supir ini gila kali ya. Untung saja tak kucekik sampek mati dia!!!'.
Gumamku dalam hati karena dongkol dan kesal sekali.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit aku langsung ke IGD dan melihat adikku Aya dan Nem menangis menjadi-jadi dan Bapakku hanya tertunduk saja.
" Fajar mana dek? Dia dah tau?".
Tanyaku dengan panik, Nem menggelengkan kepala nya saja.
" Udah dia gak usah diganggu biar Bapak nanti pulang sekalian ngajak dia kemari. Takut nya nanti dia takut pula...?!".
Kata Bapak, Itulah yang cuma bisa dikatakan Bapakku kepada kami.
" Bapak dan Adek pulang saja duluan ganti baju. Biar aja aku disini nunggui sekalian bawa baju ganti Ibu dan aku. Fajar juga harus dikasih tahu lembut...!!!".
Nadaku bicaraku mulai terbata-bata.
Aya dan Nem hanya mengangguk saja, mereka keluar bersamaan dengan Bapak. Aku hanya bisa menatap Ibu yang pingsan, mengalir juga sungai ke ujung daun.
Aku terpaku dan hanya diam menunggu ibu sadarkan diri, sembari itu aku memijit dahiku. Tidak lama kemudian Suster dan Dokter datang, lamunanku langsung buyar.
Klaaak.......!!!!π’
Pintu terbuka.....!!!!
" Dok...? Pasien ini kena serangan jantung dan belum sadarkan diri hingga saat ini. Kemungkinan kena asam lambung juga!".
Dokter menatapku dan tersenyum saja.
Raut wajahku hanya datar saja dan Dokter menggelengkan kepala saja melihat ekspresi ku yg menurutnya aneh dan biasa.
" Cuma kamu saja yang menunggu?".
Tanya Dokter dengan nada bingung sambil menatap Ibuku dan diriku.
"Iya dok. Bapak kembali bersama adikku untuk memenuhi berkas yang belum lengkap!!".
Jawabku masih dengan wajah yang datar sambil meneteskan air mata.
" Sudah sabar. Kita lakukan yang terbaik, percayalah semua akan baik-baik saja. Kamu harus banyak berdoa saja!!!".
Kata Dokter sambil mengelus kepalaku lembut.
Wow.....cuit....cuit...!!!π
__ADS_1
Aku terpaku melihat perilakunya padaku. Suster itu pun melotot melihat sikap Dokter yang terbilang tampan dan lumayan ini.
" Anda kenal Dok?".
Kata Suster tanya nya dengan menaikkan alis sebelah dengan wajah terkejut dan melotot.
"Tentu...! Dia kakak sepupuku. Kenapa?".
Jelasnya sambil tersenyum.
" Ah yang benar nih Dokter? Saya iri loh, sejak kapan sih? Dokter pasti bercanda kan pada saya? Ah....bercanda juga kan???".
Suster itu masih tidak percaya akan yang didengarnya tadi.
Haaaah? π²π²π― Itulah kata yang terbesit dalam hatiku saat itu juga.
'Sejak kapan Ibu punya saudara sepupu Dokter, lagian aku tidak pernah lihat dia?'
Gumamku dalam hati kaget.
Mimpi atau khayalan pikirku, sambil melotot kaget alias kebingungan. Tanda tanya besar dalam hatiku. Dokter memberikan perintah kepada Suster dan langsung keluar ruangan.
" Kenapa kamu menatap saya demikian? Apakah kamu tidak percaya akan apa yang saya katakan tadi, Huh?".
Dokter menatapku lekat dan serius.
" Ah tidak Dok, cuma memastikan saja!".
Kata Suster itu sambil menahan malu.
Aku hanya bisa diam dan bingung sekali.
' Oh.....! Ya Tuhan? Apa sebenarnya yang sedang terjadi?'.
Gumamku dalam hati kecil.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
__ADS_1
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€