
Aku ketiduran menunggu Jojo keluar dari kamar mandi, ya aku tidur saja lah.
Jojo keluar dan langsung memelukku yang baru saja terlelap itu, dia mengelus perutku dengan lembut. Aku terbangun tapi tetap saja malas membuka mata.
" Hai anak papa? Kangen sama papa? Sayang...kalian menjaga mama selama papa pergi kerja, anak baik. Oh ya bagaimana kabar kalian??? Sehat sayang???".
Tanya Jojo berkomunikasi dengan bayi diperutku yang mulai bisa merespon.
" Mereka belum bisa bicara percuma!".
Kataku padanya.
" Tapi mereka paham maksud dari perkataan ku loh sayang? Lihat mereka bergerak memberi tanda...!! Lihatlah...?".
Kata Jojo kelihatan bahagia merasakan bahwa buah hatinya itu bergerak seperti mengerti saja diajak berbicara.
Senyum bahagia menghiasi wajah Jojo yang tampan dan menawan itu
" Oh like father...like child.....!!!".
Kataku tersenyum bahagia.
" Mama mu kok kesal sayang? Padahal baru ketemu papa sebentar, mama sudah kesal ya kan? Kalau kalian cowok papa senang banget ada pendukung papa, kalau kalian cewek tentu papa akan dijajah lagi. Tapi tidak apa lah asalkan kalian sehat!!".
Kata Jojo bersemangat.
" Kalau cowok jadi polisi dan TNI ya...!".
Kataku, masih dengan mata tertutup.
" Ya bener sayang. Mama pinter juga!!! Sayang, kamu tidur tapi bisa bicara ya?".
Kata Jojo menggodaku.
" Aku malas buka mata, lelah sekali tahu?".
Kataku padanya kesal.
' Dasar kamu menggangguku saja!'.
Gumamku dalam hati.
Aku tidur kembali dan Jojo memelukku dengan eratnya. Disertai dengan ciuman mautnya, yang mengganggu tidurku.
Jam 8 pagi kami bangun dan sarapan.
Kulirik Jojo yang semakin kurus dan pucat, dan rambutnya berantakan.
" Kok rambutnya tidak dipangkas sih?".
Kataku protes akan penampilannya, seperti Tukang Bontot saja kulihat.
" Tidak sempat sayang. Nanti saja pangkas nya. Lagian aku jarang keluar disana...!".
Jelasnya padaku.
" Ya sih. Kok kurusan sih? Lihat aku saja sudah terlihat seperti Tong Brandan sangkin besarnya? Sumpah sesak deh...!".
Kataku padanya,
" Wajar kan kamu hamil sayang?".
Katanya.
" Oh begitu ya. Kapan kita USG anak kita sudah 6 bulan loh. Mereka sekarang lebih aktif lagi bergerak, membuat ku susah tidur nyenyak...!!!".
Kataku memberitahukan kepadanya agar dia simpati dan kasihan.
" Iya sayang. Wajar dong, nanti tiap malam aku pijit kaki kamu biar tidak.oegal...!".
Janjinya padaku.
" Waduh... tahu saja kaki ku sering pegal dan lihat mulai bengkak lagi...!!!"
Aku menunjukkan kaki ku dan membuat nya melotot memandang kakiku.
Jojo kemudian mengambil minyak angin dan memijat kakiku dengan lembut
" Ah....ah....enak sekali. Tahu saja nih!!!?".
Aku merasakan nyaman dan enak dipijit.
" Sayang. Aku mau mengakui kesalahan kepadamu, sebelum kamu tahu dari orang lain. Tapi janji kamu jangan marah? Bisa?".
Tanya Jojo agar aku tidak marah.
" Hm......mmm iya. Lanjut dong pijatannya? Lembut nyaman banget....??!!".
Aku menghiraukan perkataan Jojo.
" Aku salah sayang. Aku khilaf....!!!".
Kata Om menunduk dan meneteskan air mata.
" Jangan menangis lagi. Aku tidak akan menyalahkan mu. Bicara saja...!!! Ah...enak nya...lembut sekali.....!!!!".
Kataku masih menikmati pijatan darinya.
" Aku khilaf sayang, ibu punya rencana sama Bella.... Anak teman ibu?".
Kata Jojo dengan nada takut kalau aku kaget dan marah besar.
" Kau tahu sayang... Sudah berapa kali aku selalu menyalahkan mu. Aku tahu kamu tidak salah, tak semua bisa kuberitahukan kepadamu dengan detail....!!!?".
Kataku padanya dengan pasrah dan percaya.
" Tapi apa kamu tidak cemburu sayang?".
Tanya Jojo kepadaku.
__ADS_1
Mata kami saling bertemu dan saling menatap lebih dalam lagi. Kulihat dimatanya penuh kesedihan dan ketakutan entah kenapa bisa terjadi. Aku mulai merasakan ketakutan darinya, tapi aku mencoba tegar saja.
" Tak akan ada maling yang mengaku jika ditanya, tapi kenapa kamu mengaku dengan berkata jujur? Tidak ada yang salah akan hal itu kok. Aku akan berusaha setenang mungkin, jadi jangan menakutiku lagi...!".
Kataku padanya dengan mencoba setegar mungkin menghadapinya. Karena aku mulai paham akan besar masalah yang dihadapinya.
" Aku takut kamu marah jika tahu dari orang lain. Makanya aku beritahu kamu dulu sebelum Ibu kerumah yang memberitahu kamu, aku takut kamu tinggal...!!".
Kata Jojo lagi.
" Aku mau detailnya. Cerita saja...!".
Pintaku padanya.
" Bella datang ke China dan menghampiriku, dia membawa seorang pria yang katanya pacarnya dan lagi liburan sambil melakukan perjalanan bisnis. Aku percaya dan kami bertiga sering makan malam bersama. Suatu malam aku tak tahu apa yang terjadi, Bella menaruh obat dimakanan ku dan aku pingsan tak sadarkan diri. Aku kira Bella itu adalah kamu, dan itu....itu...terjadi sayang...!!!".
Kata Jojo dengan jujur.
Aku terkejut dan melotot kearah Jojo.
" Lalu bagaimana? Kamu marah???".
Katanya melihatku dengan takut.
Aku hanya diam saja menatap dia,
" Bella didukung ibuku, wanita murahan itu... Mengancamku untuk memisahkan kita. Dia serius itu? Aku takut kehilangan kamu?".
Kata Jojo dengan wajah sedih.
Aku menatapnya cukup lama dan menahan amarah dengan sekuat tenaga.
" Jujurkan itu? Bukan akal-akalan kamu saja. Jika kamu berbohong maka akan kehilangan kami bertiga loh. Ingat itu, Tuhan itu Maha Adil dan Maha Tahu...!!!".
Kataku menatapnya tajam.
' Oh tidak, bahkan hal burukpun terjadi padaku sekarang. Aku harus apa? Siapa yang akan kupercaya? Hatiku atau suamiku?'.
Gumamku dalam hati kacau balau.
" Kamu tidak marah sayang? Marah ya?".
Tanya Jojo ketakutan.
" Mau bagaimana lagi? Kubunuh kamu? Tak mungkin kan? Tak mungkin bisa diulang lagi...?? Selesaikan masalah ini secepatnya, jangan libatkan aku ya. Jika aku harus bertengkar dengan ibumu... jangan salahkan dan katakan aku menantu durhaka ya. Ingat itu...! Aku juga punya batas kesabaran!".
Kataku padanya dengan tegas.
" Makasih kamu beri aku kesempatan? Aku janji tak akan terulang lagi, I Love you...!".
Kata Jojo dengan senang melihat aku tumbuh lebih dewasa dan bisa.berpikir jernih.
" Terkadang aku lelah sekali menghadapi rumah tangga kita. Belum setahun... Aku sudah hampir saja kehilangan nyawaku 3x. Aku lelah harus apa lagi... Tolong apapun setelah ini jangan libatkan aku. Lakukanlah demi anak kita? Apa kamu mau aku mati karena masa lalu kamu yang melibatkan kami? Kalau aku pasrah saja... Apalah aku? Kan kamu tahu sendiri...! Aku mencoba kuat!".
Aku tetap menutup mata dan meneteskan air mataku.
Kata Jojo meneteskan air mata melihat ku.
" Aku lelah, biarkan aku hidup bahagia. Aku tak mau menanggapi apapun lagi. Pahamilah wahai suamiku, aku hanya wanita lemah yang tiada daya. Aku merawat dan menjaga 2 buah hatimu, yang akan jadi penerusmu. Aku begitu lemah, tidurku terganggu disebabkan oleh anakmu ini yang super jahil padaku. Makanku terganggu karena tidak semua makanan bisa kumakan agar anakmu sehat didalam. Aku harus lebih hati-hati dan lambat beraktifitas gara-gara aku harus membawa beban meraka berdua, aku lebih suka bangun malam karena lapar. Sebulan ini aku tersiksa sekali karena anak-anak merindukan belaian mu... Apakah kamu tahu itu, wahai imamku? Solatkupun lebih sulit dan berat ketika Sujud dan berdiri? Kaki ku lebih terasa sakit dan bengkak jadi sulit berjalan. Pernahkah kamu tahu itu wahai suamiku? Jadi apakah kamu ingin menambah bebanku... Wahai imamku? Lebih baik aku mati saja jikalau kamu tidak pernah memperhatikan ku???".
Aku mengatakan itu dengan penuh kesadaran dan air mata menetes.
Sungguh itulah isi hatiku saat ini dan harus aku utarakan padanya...πππ
" Ya makmumku alias istriku. Aku salah karena mengabaikan mu. Kewajibanmu melindungi dan memastikan hidupmu bahagia sayang, aku yang salah. Karena aku membuatmu selalu penuh dengan masalah akibat diriku, aku yang sudah menarikmu bersamaku. Kau hidupku, kau duniaku. Memang aku tidak bisa memberikan isi dunia ini padamu, tapi aku mampu memberikan mu seluruh isi dunia ku. Sejak adanya kamu, aku bahagia. Kamu memberikan aku mimpi, harapan dan masa depan yang baru... Kau air bagiku. Tanpamu aku akan mati. Sumpah aku akan menjagamu... Terimakasih karena sudah mempercayaiku. Terimakasih sayanh ....!!".
Kata Jojo memberikan kecupan kecil ditanganku dan terus memijit kakiku.
' Tudak? Tidak benar? Dunia tak adil padaku... Tuhan tidak sayang padaku. Aku dipaksa menikahi Jojo, hidupku menderita, mertuaku kejam, aku hampir kehilangan nyawa 3x. Masa lalu si Jojo genit menyeretku kedalam arus yang kejam, aku juga telah dinodai dan sekarang suamiku juga sama. Aku hanya ingin tahu saja, apalah salahku didunia ini dikehidupan yang lalu? Kenapa takdir begitu kejam? Apa aku sudah salah jalan? Apa salahku? Apakah aku sudah dikutuk karena menikahi sepupu Ibuku? Beribu tanya tanya dalam hatiku. Sakit rasanya... Sakit hatiku. Dunia terlalu memvonisku dengan kejam, bernafas saja aku sulit. Berjalan seperti diatas bara api saja, leherku seperti terlilit tali baja. Nyawaku seperti diujung ubun-ubun saja tiap saat bisa melayang, terlalu banyak sayatan luka jadi aku sudah tidak bisa merasakan sakit lagi. Tuhan... Ambil saja nyawaku. Ambil saja aku sesudah kulahirkan anakku, aku sudah tak sanggup lagi!!!'. Gumamku dalam hati, sungguh didalam hati aku tersakiti dan terluka sampai aku lupa rasa sakit dan perih itu seperti apa.
Siang hari kami kembali ke rumah, dan benar saja. Si nenek sihir sudah menunggu kepulangan pujaan hatinya.
Aku melihatnya biasa saja meski kecewa didalam hati, kuseret langkah melewatinya saja tanpa menyapa nya.
" Hei nyonya Malik? Apa kabar???".
Sapa Bella sambil tersenyum licik melihatku.
" Selesaikan masalah kalian. Jangan libatkan aku. Aku lelah dan capek...!!".
Kataku pada Jojo dengan tegas. Jojo diam dengan tatapan yang paling menyeramkan seumur hidupnya.
Ya jelas lah, sekilas kulirik Jojo. Kelihatanya dia bakalan marah besar, ya aku saja gemetaran memandang matanya. Itu cuma sekilas.... Apa lagi lebih semenit.
Bisa mati kering aku kepanasan dan ketakutan setengah mati...π±
Bella menatapku bingung saja dan menertawaiku,
" Hei...? Kamu mau kemana? Kamu takut ya? Lari begitu saja? Come on baby...!".
Bella kesal dan membentakku.
" Hei wanita gila, percuma cantik tapi otaknya geser. Bukan urusanku, kamu mau suamiku? Ambil saja... Bawa dia. Balut pakai kain... Bungkus pakai plastik. Jangan lupa kau ikat tangan dan kakinya, plaster mulutnya.... Biar puas kau. Aku tidak ada usuran samamu, kok sewot! Dasar nenek sihir...!".
Kataku dengan penuh percaya diri mengejeknya sepuas hatiku.
Kunaiki tangga dan kulihat dari luar, si mertua indahku itu juga datang.
" Wah kebetulan ya. Reuni nih...!!! Aku masuk kamar mau luluran dan berendam, terlalu sering bersama orang tua... Aku juga bisa tua. Ah ngerih...! Lari...!".
Kubuang senyuman lebar kepada mereka yang dibawah.
Jojo memberi isyarat bahwa bibi Iyah dan bibi Jur mengikuti ku yang masuk kamar. Mereka menaati perintah tuan nya tentunya dong.
Jojo duduk disofa dan hanya diam,
" Wah anak ibu sudah pulang. Apa kabar sayanh? Oleh-oleh untuk ibu adakan?".
Si ibu mertuaku itu sok baik dan sok ramah kepada anaknya. Seolah-olah tak terjadi apapun dan pura-pura **** saja.
__ADS_1
" Pak Jamal. Tolong ambilkan 2 tas kotak merah berikan pada mereka. Jangan lupa suguhkan minum...!!".
Pak Jamal melakukan perintah tuan nya dengan sigap dan cepat.
Mereka menerima tas itu tapi Bella kesal,
" Lalu bagaimana kalau aku hamil?".
Kata Bella manja.
Dasar nenek sihir, geramnya aku...! π
" Apa Bella? Kamu jangan bercanda?".
Si ibu mertua pura-pura tak tahu saja, kesal sekali Jojo kepada 2 wanita ular ini.
" Sudahlah Bu. Aku tahu semuanya. Ibu terlalu ikut campur masalah rumahtangga ku, dan kejam padaku. Kenapa ibu begitu tega? Apa salah Ulan pada ibu? Kenapa Bu?".
Jojo terlihat kecewa dan marah pada ibunya itu, bayangkan saja tega berencana untuk menyingkirkan aku dengan sadis.
" Kamu harus tanggu jawab Jo...! Bagaimana kalau aku hamil? Bagaimana nasibku?".
Bella meneteskan air mata buayanya
" Bella...just for fun. Oke?".
Kata Jojo dengan tegas.
Seketika Bella tersentak dan naik darah
" Maksud kamu apa?".
Bella mulai marah dan menyiramkan minuman yang ada didepannya kepada Jojo.
" Don't joke with me Bella...!! It's so fun! I don't love you...i hate you, you know???".
Jojo menatap Bella dengan penuh kemarahan dan melirik ibunya sesekali.
" You lie Jo...i Will you make die in my hands...trust me?ha....ha....ha....!!".
Bella kelihatan stress sekali melihat sikap Jojo yang cuek bebek itu.
" Oh yes. I waiting you...Before that happens, I will first see your funeral. Believe me ... Bella! It will happen if you dare to touch it one bit. I'm serious...!!".
Jojo memegang gelas dan menggenggamnya dengan keras sehingga pecah ditangan nya.
Banyak darah yang berceceran diatas meja tamu, ibu Jojo panik dan bingung.
" Sayang kamu tidak apa kan?".
Tanya ibu dengan wajah panik dan takut.
" Tidak sakit kok Bu, cuma dihati saja yang sakit. Ibu tega membuatku terluka dan ingin membunuhku dan menghancurkan rumah tanggaku. Aku seorang ayah Bu... Anakku akan lahir. Apa ibu mau nasip anakku seperti nasibku yang tanpa ayah? Apa ibu tidak kasihan melihat cucu ibu mengalami hal yanh sama denganku? Sejak menikah... Baru kali ini Ulan percaya padaku ibu. Bagaimana ibu benci kepadaku... Begitulah Ulan membenciku. Biar ibu tahu saja, kehamilannya adalah kesalahanku. Dia tidak ingin anak yang diperutnya itu...ibu???!!! Biar ibu tahu saja, lalu apa ibu tidak berpikir bagaimana aku memperjuangkan hatinya? Dia sudah pernah pergi meninggalkan aku sendiri... Aku hampir mati karena nya. Ibu ingin aku mati iya?".
Jojo mengeluarkan belati dari saku celana nya dan meletakkan diatas meja.
" Ambil lah ibu. Jika ibu ingin aku mati, aku akan ikhlas mati jika itu ibu. Tapi aku akan dendam jika itu wanita busuk itu, sampai ke neraka akan aku kejar dia untuk menemaniku. Ibu... Ayo bunuh saja aku sekarang ibu...!! ibu puas bukan? Lakukan sekarang ibu??".
Kata Jojo menangis sedih sekali.
Ibu Jojo terpaku dan bingung, dia pucat.
Jojo mengambil belati itu dan mendekati ibunya itu. Jojo menaruh belati ke tangan ibunya dan mengarahkan kejantung.
" Tuan jangan. Ingat istri ...nyebut tuan. Itu berdosa tuan...!!".
Pak Jamal berlari menuju Jojo dan Jojo memberi isyarat jangan mendekat.
" Jangan mendekat pak. Atau pisau ini akan tertancap di jantung seketika. Diam saja disitu... Paham?".
Kata Jojo mengancam pak Jamal.
Pak Jamal pucat pasi dan terdiam saja.
Ibu Jojo gemetaran dan ketakutan melihat sikap anaknya itu. Akhirnya ibu Jojo luluh juga, sepintas dia melihat dan teringat wajah ayah Jojo yanb sudah meninggal. Memang Jojo itu 90% mirip sama ayahnya yang sudah mendiang sih.
" Baiklah anakku. Ibu mengaku salah padamu, mulai saat ini ibu akan menyayangi dan menerima Ulan. Tapi ibu butuh proses ya. Maafkan ibu sayangg...!!".
Kata Ibu memeluk Jojo dengan air mata yang berlinang deras.
Ternyata Bella tak terima dan merebut belati itu dari ibu Jojo. Bella berniat menusuk Jojo dan ibunya menghalangi.
" Mati saja sana. Jojo ********!!!".
Jluuuub......pisau mendarat di lengan ibu. Seketika darah membasahi tangan nya.
Sejak kejadian Jojo mengambil belati, sesungguhnya aku melihat semua kejadian dari tas bersama kedua bibi.
Aku dan bibi berlari melihat dari atas ke bawah. Alangkah terkejut aku melihat tangan Jojo dan lengan ibunya bersimbak darah. Bibi Jur berlari kebawah untuk menolong.
Jojo kemudian mencekik Bella dan membantingnya kelantai. Pak Jamal menghampiri Jojo dan memisahkan mereka berdua dengan cepat.
" Biar saya saja tuan. Jangan diteruskan. Nanti dia mati, tuan dalam masalah besar...!!".
Pak Jamal keluar membawa Bella ke gudang dan menguncinya kemudian menelpon polisi untuk segera datang.
Entah kenapa kepalaku pusing dan pandanganku kabur, terasa dingin disekujur tubuhku. Aku terjatuh kelantai, bibi Iyah berteriak membuat kepanikan yang hebat untuk Jojo.
Ibunya atau aku yang terlebih dulu diselamatkan nya? Jojo bingung dan pucat mendengar teriakan bibi Iyah.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€
__ADS_1