Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Aishiteru Om


__ADS_3

Aku yang terlebih dulu memulai, aku belajar dari yang dilakukan Jojo selama ini padaku.


Kelihatannya aku berhasil menggodanya untuk lebih jauh terpikat olehku. Sepertinya aku sudah mulai terbiasa nih.


" Ya sayang, aku suka caramu, aku sudah lama menunggu kamu liar seperti ini...!!!".


Kata Jojo dengan begitu hangat.


Aku hanya menatapnya dengan rasa malu dan wajahku berubah merah. Jojo menggigit bibirnya tanda dia menikmati setiap gerakan.


" Ingatlah baik-baik sayang! Jangan menjilat anu, baik istri atau suami. Haram hukumnya sayangku. Ingat itu..!".


Jojo memberikan nasehat padaku.


Aku hanya mengangguk dan membuat titik hitam dilehernya.


" Aduh... Jangan disitu, malu....!".


Kata Jojo sambil meringis.


" Lihat tubuhku, seperti macan tutul...! Belang semua. Gantian ya...!"


" Jangan sayang... Nanti malu ah... Ok?".


Katanya sambil memohon padaku


"Hanya satu saja....?!".


Kukecup dilehernya dengan penuh dendam yang kemarin.


Ha.....aaa! Akhirnya dendamku terbalaskan juga. Sungguh puas banget! πŸ˜„


jlu.....uuupπŸ’•


Hangat kurasakan seketika dan aku mulai liar, tubuhku berasa melayang. Jojo lalu mengajariku trik baru, ya awalnya aku bingung harus bagaimana.


"Ah....Sayang! Kamu membuatku bergairah saja. Sayang...! Aku cinta padamu!".


Kataku dengan perlahan.


" Tahan sedikit ya. Aku tidak sabaran ingin memakanmu??!".


Katanya menggodaku lagi.


Jojo dengan penuh gairah menikmati setiap detiknya, Jojo memainkan iramanya selama sejam penuh tanpa jeda atau iklan.


' Ah, akhirnya selesai juga. Lelahnya...!'.


Gumamku dalam hati menahan lelah.


Tubuh kami berkeringat dan basah sekali, begitu lengket. Siaran live...!!! Dan Jojo masih saja menempel padaku.


" Aku senang... Aku puas... Kamu minta apapun akan kuberikan!".


Kata Jojo menepati janjinya.

__ADS_1


" Yang aku mau adalah kita pulang sekarang!".


Kataku memohon padanya.


" Ya kita pulang siang ya. Segeralah bersiap nanti dibantu Bibi!".


Katanya padaku sambil menatapku dalam.


" Tunggu, aku naik betis nih?".


Kataku sambil meringis.


" Iya baiklah, akan kuolesi balsem. Tunggu akan kuambilkan sebentar balsemnya!".


Kata Jojo beranjak mencari balsem di laci.


Lalu mengoleskannya pada kakiku, kemudian dia memberikan aku segelas air minum.


Jojo bangkit dan langsung mandi, setelah mandi diliriknya aku yang masih berbaring.


Jojo menghampiriku dan menggendongku ke kamar mandi.


" Ayo kubantu mandi wajib. Kamu duduk saja dikursi. Kamu lelahkan?".


Katanya dengan penuh perhatian sekali


Aku hanya tersenyum dan tersipu malu melihat Jojo yang masih pakai handuk,


" Hei kalau handuknya lepas bagaimana?". Kataku sambil menggodanya lagi lalu menjulurkan lidah.


Katanya sambil menghembuskan nafas nya ketelingaku


" Tidak! Makasih. Ayo kita pulang segera. Aku kurang betah disini... Banyak setan, seram!!!".


Kataku agak takut mengingat banyak patung yang bertebaran sana sini.


Kubasuh tangan dan mencuci itu. Lalu kubacakan niat mandi wajib. Jojo membantuku untuk mandi wajib, dia begitu teliti untuk menyabuni dan menggosok tubuhku dengan lembut.


Selesai mandi Jojo juga membantuku pakai pakaian sampai selesai. Kemudian dia juga sibuk berpakaian, tapi sambil kulirik curi-curi pandang.


' Wow..... Keren! Pemandangan indah didepan mataku, itulah surga duniaku. Tak kusangka dia begitu telaten merawat dan menjaga tubuhnya sampai seperti itu indah dan berisinya, pantesan saja Jojo sangat peduli dan over protektif ketika bersamaku. Makanan dan minuman semua dijaga, aku mau makan gorengan Jojo suruh Bibi yang buatkan, alasan nya buat sendiri lebih sehat lagi. Jojo juga terlalu memperhatikan detil dari pakaian ku... Jojo lebih sering yang pilihkan pakaian untukku. Hasilnya, semua pilihan Jojo nyaman, simpel, elegan dan so pasti modis lah. Terima kasih Allah telah menjadikan Jojo sebagai imamku...!'.


Gumamku dalam hati bersyukur pada Sang Pencipta atas ciptaannya yang sempurna.


" Sini sayang. Aku bantu kamu rapikan pakaian ya...! Yang rapi, oke???".


Sambil memasukkan pakaian ku kedalam koper.


Aku beranjak berdiri dan membantunya, kulipati semua pakaian kami kedalam koper. Ada satu koper lagi diatas lemari, yang harus kuambil. Kuseret kursi dan menaiki kursi itu, tapi tak sampai juga.


" Waduh...!? Aku kurang tinggi nih. Harus pakai kursi kecil lagi!!".


Aku mencari kursi kecil di sekelilingku dan ketemu juga.


Kususun rapi jadi 2 tingkat dan naik aku keatas juga. Kudapati koper itu tapi... Seketika aku terkejut mendengar Jojo berteriak keras dan aku menjadi gugup.

__ADS_1


" Astagfirullah...! Ulan Nafisa Anggara...!Apa yang kamu lakukan sayang....!!".


Jojo berteriak sungguh sangat keras, membuat aku kaget sekali.


Jantungku hampir copot saja, seketika wajahku pucat seperti kertas. Seketika Jojo berlari dan menurunkanku dari kursi. Bibi dan Pak Jamal yang kaget dengan suara Jojo itu memasuki kamar kami,


" Apa yang kamu lakukan? Hah? Itu berbahaya. Kamu tahu tak sih? Kamu kan bisa bilang padaku, aku bisa melakukannya. Kamu tahu kalau sampai jatuh? Kamu mau buat aku mati kena serangan jantung? Hah?". Katanya dengan suara tinggi seperti petir sambil marah kepadaku.


" Maaf. Aku hanya ingin mengambil koper itu saja. Kan tak sampai jatuh....!".


Kataku sambil menahan rasa takut.


" Iya karena aku melihatmu seketika, kalau kamu jatuh pas aku tak ada bagaimana?".


Tanya nya kesal padaku masih dengan nada tinggi juga dan berkacak pinggang.


" Aku....? Minta maaf ya. Hiks.... Hikks.... Aku salah.... Hiks! Maaf ya...?".


Aku seketika menangis dan membuatnya terdiam menatapku.


" Astagfirullah... Maaf ya sayang. Aku mengejutkan mu. Aku kuatir kamu jatuh sayang... Tolong maafkan aku ya...!".


Katanya lemah lembut merasa bersalah.


Bibi menghampiriku dan memberikan aku minum air putih. Pak Jamal berusaha menenangkan Jojo yang masih kesal.


" Suara tuan membuat nyonya terkejut, hampir saja pingsan. Wanita hamil itu sensitif dan mudah tersinggung. Tuan membuat nyonya terkejut, bayi didalamnya juga akan merasakan nya!".


Kata Bibi mengingatkan kepada Jojo.


Bibi berkata menasehati Jojo,karena Bibi sudah lama ikut dengan Jojo. Jadi sudah dianggap anaknya sendiri.


" Iya tuan, suara tuan sampai keluar. Kami terkejut mendengar suara tuan, nyonya juga kan belum paham soal kehamilannya. Jadi mohon tuan maklum! Saya paham akan naluri tuan sebagai Dokter, tapi nyonya termasuk terlalu dini untuk hamil. Tuan lebih paham tentunya mengenai masalah ini!!".


Kata Pak Jamal membelaku dan mengelus punggung Jojo lembut


Jojo hanya memijit jidatnya saja sambil merasa bersalah padaku. Bibi dan Pak Jamal keluar kamar, sementara aku masih menangis. Jojo menghampiriku dan memelukku yang duduk dilantai,


" Maaf... Aku telah menyakitimu lagi. Aku tahu salah... Maaf sayang...!".


Kata Jojo dengan sedih melihatku menangis.


" Kamu membuat ku terkejut, entah kenapa hatiku sakit. Aku belum terbiasa dengan keadaanku saat ini, kamu itu jahat. Jahat.....!!".


Kataku sambil terus menangis.


Jojo memujukku dengan seribu janji manisnya dan aku menurutinya juga. Pukul 2 siang kami meninggalkan Bali dan kembali ke Medan. Seperti sebelumnya kami transit di Jakarta. Aku tidak begitu mabuk... Karena sepanjang naik pesawat aku tertidur pulas, dan nyaman sekali.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,

__ADS_1


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2