Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Obrolan di Mobil.


__ADS_3

Mobil berjalan menuju Mall. Karena dia janji mau membelikan aku boneka baru.


" Kak? Mumpung ini hari libur kita belanja kebutuhan sekolah kami boleh tidak?".


Kata Aya meminta ijin untuk menghabiskan uang Jojo yang menurut mereka banyak.


" Iya kak, buku dan alat tulisku sudah jelek dan semua pada mau habis. Kalau bilang sama Ibu dan Bapak, takutnya kena repet Sehari semalam suntuk...!".


Kata Nem dengan bibirnya manyun.


Kulihat ekspresi Jojo yang diam, namun senyum-senyum gak jelas apa tujuannya.


' Ah sial, dia menikmati penderitaan kami rupanya. Dasar orang kaya yang angkuh, dia sih banyak Duit. Sukanya dengan penderitaan kami Kaum miskin jelata ini....?'.


Gumamku dalam hati kesal.


" Iya kak! Sekalian kita beli Snack, Kue, dan banyak makanan enak. Aku ingin makanan sepuas hati loh, berhubung ada Abang Jojo. Kan dia banyak duit kak, apa lagi?".


Kata Fajar dengan polosnya,


Aku hanya bisa tertawa gelak, membayangkan Jojo jadi Cepur gara-gara belanjaan kami yang super banyak.


Padahal itu tidak akan terjadi bukan? Mana mungkin dia bisa bangkrut karena belanjaan kami. Lagian dia tidak akan bisa Bangkrut hanya dengan belanja satu hari saja.


" Memangnya kalian sudah tahu apa saja yang harus dibeli nanti? Apakah kalian sudah menyiapkan catatan nya? Mau gak kalau kita singgah ketempat makan yang ada Spot untuk fotonya. Kemarin baru saja Viral di Medsos. Kalian mau gak...? Kalau mau kita sekalian mampir bentar. Kan bisa foto-foto yang kepo buat Beranda Facebook kalian?".


Kata Jojo meminta ijin apakah kami mau.


" Ah apa iya bagus? Nanti cuma bohongan saja, kan biasa Hoaks...! Kesal tahu...?".


Kataku dengan tegas,


Maklumlah, kan di Medsos banyak Hoaks. Buat jengkel saja, jadi Baper aku.


" Kak? Bagaimana mau foto? HP kami saja Cameranya tak jelas bagaimana begitu. Mana bisa ambil foto Kepo buat Facebook...!?".


Kata Nem dengan judesnya.


Ha....!!! πŸ˜‚


Ha....aaa!!! πŸ˜†


Jojo tertawa gelak mendengar pengakuan dari adikku. Dia cekikikan seperti Hantu Kuntilanak di siang bolong. Kesalnya aku...!.


" Kalau Camera ada kok Abang bawa, selalu ada dimobil Stand by. Jangan cemas dan takut lagi, sudah kan?".


Kata dia menepiskan ketakutan dan kecemasan di hati para Tuyulku ini.


" Yang benar nih? Jangan beri kami harapan palsu ya? Aku bakal ngamuk nanti...?".

__ADS_1


Kata Nem mengancam Jojo.


" Iya, beneran kok! Masa tampang Abang yang ganteng dan baik seperti malaikat ini ada tampang penipu sih? Masa iya...?".


Kata Jojo dengan wajah polos meyakinkan kami yang hampir percaya padanya.


" Alhamdulillah, akhirnya masalah Foto Kepo selesai juga. Berhubung hari ini tak terlalu sibuk kerja, ajak main kami sampai puas dong! Kapan lagi ada waktu senggang?".


Kataku memuji Jojo dengan ikhlas.


" Iya aku tahu kok, makanya aku ajak kalian liburan walau jaraknya dekat. Yang penting rasa kebersamaan nya yang perlu!".


Kata Jojo kepada kami.


" Oh ya Abang? Berarti besok Abang sudah pindah dong kerumah sana? Yah...? Rumah Ibu jadi sepi dong? Gak seru nih...!?".


Kata Fajar dengan wajah sedih, dia protes kalau kami harus pindah secepat itu.


" Gak juga ah, kalian bisa mampir kerumah kami. Pintu rumah Abang terbuka buat kalian selama 24 jam seharian. Jangan sungkan main, nanti bisa dijemput supir...!".


Kata Jojo menghibur adikku yang sedih mendengar kalau kami akan pindah.


" Sering main ke rumah ya Kak?".


Kata Aya sedih karena kami.


" Iya tentu, jangan kuatir!!".


Tak lama sesudah itu, kami sampai di Cafe. Tempatnya nyaman dan asri sekali. Banyak pepohonan yang rindang, banyak bangku taman dimana-mana dan yang so pasti banyak tanaman bunga yang sangat indah dipandang mata.


Begitu luas dan enak dipandang. Tempat makan nya seperti gubuk kecil yang berserakan. Sangat manis dan romantis.


Kami mencari tempat yang kosong dan langsung duduk santai nyaman deh. Tidak lama setelah itu datang seorang pelayan yang melayani kami.


" Pesan saja semau kalian, jangan sungkan. Jangan malu, kalau malu nanti gak kenyang tahu. kan jadi nyesal setengah mati kalian...!".


Kata Jojo memperingatkan kami.


" Hore...! Makasih banyak ya Abang...!".


Tawa Fajar seketika mekar seperti Bungan Matahari yang begitu cantik.


Aya dan Nem memesan sesuai selera mereka, kalau Fajar gak usah ditanya lagi. Gak perlu sangsi lagi, pasti dia lebih paham akan kebutuhan ini perutnya itu.


" Kamu pesan apa?".


Tanyaku kepadanya yang sedari tadi diam saja sambil menyetel Cameranya.


" Minum Kopi tanpa gula, itu saja...!!".

__ADS_1


Katanya dengan singkat sekali.


" Hah? Itu saja? Tidak makan?".


Tanyaku dengan keheranan lagi.


" Iya boleh lah, sama saja seperti kamu...!".


Katanya lagi, masih sibuk dengan Cameranya.


" Iya, aku pesan Ayam Gepreek. Mau?".


Kataku padanya.


" Iya boleh lah, sama saja itu!".


Katanya dengan senyum kepadaku.


" Okelah, suka aku kan?! Jangan nyesal!".


Kataku lagi menggodanya.


Dia hanya menganggukkan kepala. Dan tersenyum kecil namun hangat.


" Ini Cameranya, sudah Abang atur. Tinggal pakai saja. Baterainya juga full kok, awas jatuh ya. Itu kenangan dari orang!".


Katanya mencoba memperingatkan adikku.


" Oke deh...!!".


Sahut mereka bertiga yang langsung berlarian mencari tempat berfoto yang enak.


Aku tersenyum melihat mereka dari kejauhan yang begitu riang gembira bermain bersama.


" Untungnya aku masih bisa menjaga mereka, seperti kumbang yang terbang kesana dan kemari. Mereka begitu ceria dan periang bukan? Itulah salah satu alasan aku mampu bertahan sampai saat ini, begitu indah!".


Kataku begitu saja tanpa sadar kalau Jojo sudah mendengarkan dan memperhatikan aku sedari tadi.


" Iya maaf sayang! Aku tahu jelas, kamu belum bisa menerima aku sepenuhnya. Tapi aku akan berusaha keras agar jadi orang yang paling bisa kamu andalkan. Aku akan menjadi orang yang paling bisa kamu harapkan seumur hidupmu. Aku akan berusaha keras memenuhi semua keinginanmu dan aku akan berusaha memberikan seluruh duniaku padamu. Meskipun kutahu pasti,aku tidak bisa memberikan isi seluruh dunia ini. Tapi aku mampu memberikan isi seluruh duniaku padamu. Bahkan aku bisa menjadi mentarimu disiang hari, aku bisa menjadi bulan dimalam hari yang akan menemani tidurmu. Percayalah padaku, berikan aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku mencintaimu bukan karena nafsu. Aku mencintaimu, aku menginginkanmu karena Allah. Oke baby?".


Kata Jojo sambil menggenggam erat tanganku, seolah dia mau membuktikan seluruh ucapannya barusan.


Aku hanya bisa tertegun melihatnya, tatapan mata yang begitu hangat dan ramah.


Selesai makan, kami kembali menuju mall. Sungguh bahagia kurasa.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak

__ADS_1


Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2