
Esok paginya jam 7 pagi, aku sarapan makan bubur yang dibawakan oleh Mommy. Kubayangkan pagi-pagi buta dia masak bubur buat aku, pasti dia kayak gosokan.
Sumpah bubur buatan Mommy super enak, bintang 5 lah rasanya bagiku. Sampek habis semangkuk kumakan tanpa setetes pun,
" Kamu suka? Besok Mommy buatkan lagi sayang... Oke???".
Kata Mom tersenyum manis kepadaku.
Tot...tok...!!! π’
Pintu diketuk dan terbuka, aku menangis seketika melihat sosok itu...!!!
Ya Ibu dan ayahku datang berkunjung, aku bahagia sekali karena nya.
Ibu berpelukan dengan Mommy, Ayah bersalaman saja. Reuni antar keluarga lah kulihat. Soalnya Ibu meneteskan air mata gitu melihat Mommy.
" Ibu. Anakku sudah lahir... Ibu maafkan aku yang selalu nakal dulu....?!".
Kataku sambil kupeluk dan kutangisi Ibuku itu dengan tulus.
Lalu kulirik Bapak dan kupeluk juga, Bapakku mencium keningku,
" Selamat sayang. Kamu dah jadi Ibu sekarang, jadi harus dewasa???!!!".
Kata Bapak memberikan pelukan yang hangat dan sudah lama kurindukan itu.
" Ibu bawa apa sih? Kok wangi?".
Aku melirik bungkusan tas kuning. Dan ternyata adalah tempe goreng... Wow kesukaanku dari dulu.
Kubuka... Kucium....!!! π€€π€€
Kuresapi wanginya...π
Ku habiskan semua tinggal tempatnya,
" Wow....sayang? Kamu lapar ya? Tapi tidak apa biar ASI nya banyak dan cukup untuk kedua anakmu...!!!".
Kata Mommy sambil tersenyum,
Jojo kemudian nyelonong saja masuk seperti Jalangkung, datang tak diundang... Pulang tidak diantar. Kulihat dia membawa kereta dorong dan kulihat.
Wow.... Matahari dan berlian bersinar cerah dalam duniaku. Malaikat tak bersayap yang lucu dan menggemaskan. Wajahnya mirip Jojo yanf super ganteng,
" Wah... Anak mama sudah datang ya sayang? Mana coba Mama peluk....!!?".
Kataku sambil membubuka tanganku lebar.
Mommy dan Ibu mengangkat bayiku. Ya... Aku tiak kedapatan untuk mengendong. Kulihat kedua bola mata Ibuku yang meneteskan air mata dan menciumi buah hatiku itu.
Disaat seperti ada juga orang yang cari kesempatan dalam kesempitan, si Papa genit membisikkan lembut ketelingaku...!!!
" Sayang kita tak kedapatan tuh. Sebentar lagi kita buat ya... Biar kita kebagian...!!!".
Katanya berbisik pelan ditelinga ku, sumpah aku menjadi gugup.
Kucubit dan kutarik telinga nya dengan nakal.
" Enak saja. Tak usah genit... Ibu....!!! Jojo genit dan mesum.... Menggangguku lagi?!!!"
Teriakan manja ku membuat mereka tertawa terbahak, Ibu dan Bapak bingung karena aku masih memanggilnya nama.
Setelah Mommy bosan mencium cucu emasnya itu, Mommy meminta aku memberikan ASI karena mereka sudah mulai gelisah. Biasalah mulai haus mungkin.
Selesai memberi Asi kepada yang kakak... Aku kemudian memberikan Asi lagi kepada yang adiknya.
" Begini rupanya jadi Ibu, sungguh luar biasa rasanya. Aku bahagia, dan terimakasih Ya Allah atas maalikat kecil yang Kau titipkan pada kami. Lengkaplah sudah keluarga kecil kami, semoga SAMAWA sampai tua. Amin'.
Gumamku dalam hati kecil.
Selama menyusui aku senyum-senyum sendiri sambil menciumi mereka sekali-kali. Kadang aku gugup, karena mereka masih terlalu kecil bagiku. Tapi Mommy dan Ibu sabar memberi arahan padaku. Jojo duduk disampingku dan memangku si kakak.
__ADS_1
Sesekali dia kulihat gugup dan panik, karena bayi kami menangis.
" Ibu bagaimana ini? Dia menangis?".
Kata Jojo dengan wajah gugup.
" Wajar lah. Kamu ini, nanti juga kamu terbiasa sayang. Sudah kamu tepuk pelan pantatnya. Pasti dia diam...!".
Kata Mommy memberikan nasihat. Jojo melakukannya dengan lembut dan bayi kami berhenti menangis.
" Sumpah Bu... Jantungku hampir copot. Aku terlalu gugup memangku ya!".
Katanya dengan panik, kulihat wajah Jojk memerah dan gugup.
" Itupun masih mau anak banyak. Pegang satu saja udah panik. Iiih.... Anak mama sayang... Pipis saja dipangkuan Papa!!".
Pintaku manja kepada anak tertua kami, seolah-olah anakku itu paham kata-kataku.
" Ha...ha...!!! Cucu nenek sayang, jangan dengarkan Mamamu ya....nakal!!!"
Ibu tersenyum kecil kearahku.
Ha.... Ha.... Ha.... Puas aku. Ternyata wajah bisa sama tapi hati dan pikiran siapa tahu? Anak tertuaku itu memang penurut dan baik padaku. Masih kecil saja sudah begitu nakal... Bagaimana nanti kalau sudah besar?
" Kok perasaanku tak enak ya? Panas gitu lah. Jadi merinding aku....!!!".
Kata Jojo dengan gelisah.
Teenyata...Si kembar yang tertua pipis di pangkuan Jojo... Membuatnya panik setengah mati.
Kami semua tertawa terbahak, sehingga membuat si kembar terkejut dan menangis bersamaan dengan kencang. Ibu dan Mommy menggendong mereka dan berusaha mendiamkan mereka.
" Bagus sayang... Kalian masih kecil saja sudah nurut banget. Ha....ha...aaa! Puas aku!".
Kataku merasa puas sekali.
" Iya tak apa? Memang Ibu dan anak sama jahil nya rupanya ya...!!".
Setelah selesai mengganti kain si kembar Bapak ingin sekali menggendong anakku. Ibu memberikannya dan Bapak tersenyum melihat anakku itu.
" Cucu Kakek. Jadi anak baik ya sayang...! Jangan seperti Ibumu nakal dan jahil!!".
Kata Bapak dengan polos.
" Bapak....! Kok begitu sih? Kan aku baik...!".
Kataku dengan nada marah sehingga aku menjadi malu dan kesal
" Memang benarkan kamu nakal? Bapak salah dimana nya sayang? Kamu saja yang terlalu cuek dan nakal gitu!!!".
Kata Bapak tegas dan jelas.
Ha.... Ha.....aaa!!! Kami semua tertawa lebar.
" Mau dikasih nama siapa?".
Pertanyaan Mommy membuat hening seketika saat itu juga.
"Michael Habib Malik.... Untuk kakak,
Micheel Imam Malik .... Untuk adik,
Bagaimana menurut kalian?".
Kata Jojo bertanya pada kami yang ada diruangan.
" Bagus kok, Habib dan Imam... Mereka seorang pemimpin! Aku setuju. Tak masalah buatku? Bagus dan cantik namanya!".
Kataku dengan bangga dan setuju.
Ibu dan Mommy yang agak protes,
__ADS_1
" Namanya kayak orang barat itu sayang? Kasi nama yang lembut begitu???".
Kata Ibuku protes.
" Selipkan nama Jepang nya sedikit sayang... Ibu kepingin saja. Boleh?".
Tanya Mommy.
" Maksud nya? Coba contohnya bagaimana?".
Kata Jojo sambil kelihatan bingung sekali.
" Mom... Boleh kok panggil mereka dengan sebutan Ryu-chan untuk yang tua dan Hie-chan untuk yang adik. Yang artinya naga api. Bukankah bagus Mom?".
Kataku memperjelas keadaan.
" Ah iya sayang. Benar juga. Makasih idenya sayang... Ryu dan Hie nama yang bagus!".
Puji Mommy dengan bangga.
" Sayang kamu inisiatif banget, aku bangga loh? Sumpah aku terkesima?".
Kata Jojo berbisik lembut sambil mulai menggodaku lagi sesuka hatinya.
" Ibu dan Bapak punya panggilan lain silahkan saja. Aku tidak keberatan kok...!".
Kataku singkat lagi.
" Sudahlah tak masalah. Yang penting sehat saja lah...! Oke sayang?".
Kata Ibu dengan legowo.
Hampir siang, Ibu dan Bapakku pamitan pulang. Akupun mulai lapar, anak-anak dikembalikan lagi keruangan bayi.
Jojo juga harus dinas, tapi setelah memberi makan aku baru dia pergi. Kulirik jam di dinding, belum ada kabar kapan anak ayamku datang.
Aku tertidur sampai jam 3 sore, kulihat tidak ada seorangpun disini.
Kubuka mata dan aku haus mau minum, tanganku tak sampai meraih gelas dan jatuh.
' Ya Rabb, aku haus sekali!!'.
Kataku dalam hati.
Sontak membuat pintu kamar terbuka dan kulihat Bibi Iyah masuk.
" Ada apa nyonya? Sudah bangun ya?".
Kata Bibi Iyah.
" Hm.....mmm! Aku haus sekali rasanya?"
Kataku sambil mengelus leherku dengan lembut.
" Mau apa lagi nyonya, saya ambilkan!".
Kata Bibi bertanya dengan cemas.
Aku hanya menggelengkan kepala.
Bibi mengambilkan air minum yang baru, dan Bibi membersihkan lantai yang penuh dengan pecahan kaca dilantai.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€
__ADS_1