
Om duduk disofa dan tersenyum melihat ku yang hanya diam di depan pintu.
"Masuklah jangan takut, aku tidak akan melukaimu sayang...!".
Pinta nya dengan nada menggoda hati seraya menepuk kedua pahanya.
Aku hanya melotot dan menggelengkan kepala seraya menolak masuk.
" Ayolah mari duduk dipangkuan ku anak nakal. Katanya mau minta tolong? Harus yang tulus dong sayangku.....?!".
Kata Om sambil tersenyum liciknya.
AKu hanya menggelengkan kepala dan berbalik badan ingin keluar.
" Oh tadi katanya ada perlu...! Kok sekarang malah tak mau? Om tak makan orang loh....! Kok takut! Kemari lah bidadariku!!".
Kata Om dengan senyum licik menggodaku
Aku tetap menggelengkan kepala dan balik badan lagi menatap Om.
" Ayolah anak nakal...! Aku ingin melepaskan lelahku karena seharian sibuk diruangan operasi. Aku sedang lelah sayang...! Aku janji akan hanya memeluk mu saja kok. Aku tidak pernah ingkar janji, Oke sayang!?".
Kata Om lagi sambil memberikan tangan Peace padaku.
Aku mendekatinya dan duduk disebelah Om, Yup....! Om agak kesal melihatku.
" Kamu nakal ya sayang...!".
Kesal dan dongkol expresinya padaku.
Aku hanya bingung dan mulai berpikir, aku bangkit dan langsung duduk dipangkuan Om. Dia memelukku sangat erat dan menyandarkan kepala ke bahu ku.
"Makasih sayang, harum sekali tubuhmu. Pakai farfum apa...!".
Tanya Om lembut sambil mengendus leherku.
"Cuma pake bedak baby...! Beli farfum gak ada dana!".
Ketusku kesal karena Om menyandarkan kepala ke pundak ku, berat kali ah! Hampir saja patah pundakku gara-gara kepala si kawan.
"Dasar anak kecil, memang pantasnya kamu pakai bedak baby...! Ya kan?".
Ketus Om padaku,
Sementara aku kesal sambil mengepalkan tangan ingin sekali kutinju pipinya itu sangkin kesalnya aku. Geramnya aku...!
Wajar aku tak pakai farfum dan kosmetik ya karena dana tak ada, jajan saja aku cari sendiri dengan kerja sambilan.
" Tadi mau ngomong apa? Cepat kasi tahu...! Sebelum Om berubah pikiran".
Kata Om dengan lembut sekali.
"Aku butuh uang banyak untuk bayar uang sekolah adikku, tapi jumlahnya banyak. Bapak gak punya uang sebanyak itu, apalagi Ibu sakit. Gaji Bapak habis urus ini dan itu juga uang makan kami sana sini...!".
__ADS_1
Kataku dengan nada rendah dan sedih.
" Berapa banyak yang Ulan butuh...!".
Tanya Om masih dengan posisi kami yang tidak berubah itu.
"Banyak Om. Sangat banyak jumlah nya...!" Kataku ragu.
"Iya kan ada nominalnya sayangku...!".
Dengan nada menggodaku lagi sambil meraba pipiku yang menurutnya lucu.
"Memang kalau aku minta Om bakal kasih meski jumlahnya banyak?".
Tanyaku serius.
"Hm.....iya. Sebutkan saja jumlahnya, akan Om kasi buat kamu!!!?".
Singkatnya.
" Yang benar? Om mau kan bantu aku?"
Aku berharap dan mulai senang.
" Iya, Om janji. Apapun akan kuberikan padamu, aku serius sayangku. Asalkan masih bisa kuberi, pasti kuberikan padamu!!"
Katanya dengan nada lembut.
" Benaran kan? Janji kok aku akan pulangkan kalau sudah ada uang!".
" Jangankan uang, jika minta nyawa pun akan kuberikan padamu sayangku....?".
Katanya sambil meneduhkan mata.
" Om kenapa? Lelah ya?".
Kataku kuatir melihat matanya yang sedikit menghitam.
" Aku lelah sekali, sungguh capek...! Butuh berapa banyak? Hem... Sayang?".
Katanya sambil memijit dahinya.
"Sekitar 5 juta Om, ada Om?".
Tanyaku sambil berharap didalam hati bahwa ia akan memberikan uang itu kepadaku dlm waktu cepat.
" Kapan butuh nya...?".
Tanya balik.
"Kalau bisa besok pagi Om...!".
Kataku seraya berharap Om akan setuju.
__ADS_1
" Hm....! Tapi ada syaratnya sayang...?!" Ketusnya dengan jujur sambil menggenggam tanganku dengan hangat.
' Haaihhh? Sudah kuduga pasti gak cuma-cuma. Si om mau ambil keuntungan dariku karena aku butuh bantuan nya, pasti itu. Iiih.....iiih, Ingin kali kurantai kaki dan tangan nya, kupandang tali kekang dilehernya dan kucambuk badannya sembari tertawa jahat. Ha.....ha....aaa! Kapok Om genit, makanya jangan kegatelan sama anak gadis orang. Orang sifatnya gak mau kalah gitu, modal wajah saja tak main lah samaku...!'.
Gumamku dalam hati dengan niat jahat.
"Syaratnya apa Om. Aku akan setuju apabila tidak melanggar norma dan wajar ya Om, jangan minta yang dapat merugikan aku!" Ketusku kesal dengan nada agak tinggi.
Seketika aku berkeringat dingin, membayangkan syarat apa yang akan dikatakannya kepadaku,
" Aku lelah, aku ingin tidur sambil memelukmu. Itu saja sayang....!!!"..
Katanya dengan santai.
Aku terkejut dan kaget setengah mati,
'Mana ada anak perawan tidur berdua sama pria tidak melakukan apapun diranjang. Ini jelas merugikan ku. Dasar Om genit tidak punya perasaan....! Iiiih...! Tapi aku butuh banget buat besok adikku mau sekolah. Kasihan Bapak nanti harus pinjam sana pinjam sini, kalaupun aku salah maka maafkanlah perbuatanku Ya Rabb... Ampunilah dosaku ya Karim...!'.
Gumamku dalam hati dengan kesal.
" Ayolah aku hanya akan memeluk mu itu saja. Tidak akan kesentuh apapun darimu, aku janji. Aku hanya lelah dan ingin tidur...!"
Om agak kesal karena aku memandang nya dengan mata jahat.
"Hm.....mm, Aku bersedia".
Kataku dengan malu malu tapi mau.
Om bergegas membuka jas putihnya, mengendurkan kancing tangan sambil melipatnya. Dan Om mengunci pintu dari dalam, menutup tirai dan menarikku keatas kasurnya.
Baaam......!!!!π’π’π¨
Kami pergi ke pulau kapuk. Dan Om memelukku dengan erat. Om membenamkan wajahnya di dadaku dan belum hitungan menit Om sudah fly.... Alias bobok.
Om seketika tidur dengan pulas, aku agak risih juga sih karena Om memeluk pinggangku dengan kencang sehingga pinggangku hampir patah.
' Untung aja buatan Allah, kalau sampai buatan Rusia mungkin dah meledak dan matilah aku sekarang. Entah apa yang dipikiran Om, makanya syaratnya aneh sekali. Kukira dia bohong tadi. Eh rupanya..? Si Om sudah sampek ke Portugal mimpinya, hangat juga pelukan Om...!!?'.
Gumamku dalam hati.
Aku memandangi Om yang terlelap. Dan mengelus pipinya. Tahu apa yang terbesit dalam hatiku?.
" Om punya wajah yang begitu tampan, tamah dan sangat menggoda. Wajahnya polos dan bersih, matanya seperti berlian yang bersinar. Senyum nya hangat seperti mentari, alisnya tebal dan bagus. Lalu hidung nya tinggi. Andai dia setiap saat baik dan ramah, jauh lebih menyenangkan sekali. Begitu banyak wanita yang baik dan menggoda, kenapa juga aku? Om juga punya kharisma yang begitu besar, siapapun yang memandang nya pasti akan teduh hatinya. Apa yang salah dariku? Kenapa dia begitu menginginkan aku? Apa yang kumiliki? Ya Rabb, tolonglah aku!!!'.
Gumamku sambil memandang wajah Om yang sedang tidur itu.
Hati yang beku dapat dicairkan dengan kasih sayang, benci dan cinta itu beda tipis lah. Keluarga tetap no.1
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
__ADS_1
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€