
Abi meminum susunya.
Bisa masuk ke dalam perut, rasanya lebih enakan .
Abi berharap dia gak mual, gak pening, karena masa kehamilan nya.
Abi memandang sang suami, begitu perhatian, begitu memahami situasi.Belum tentu semua pria isterinya hamil mau perhatian terhadap isteri, banyakan menuntut isteri , padahal isteri sudah lelah sendirian, apalagi berbadan dua .
Pepatah mengatakan, carilah laki laki yang dimana ketika kamu salah, dia memberitahu dan menegur mu, jika kamu marah , dia menenangkanmu, bukan ikutan marah padamu .Jika kamu lelah, dia menjadi sandaranmu.
Smith tersenyum, kemudian mengecup bibir Abi.Bolak balik seperti itu, Abi hanya bisa tertawa ngelihan bucin nya sang suami.
Mereka menyantap sarapan di balkon sambil memandang pemandangan.
" Kalau kita sudah punya baby, bagusan kita tinggal di rumah biasa ya yaaaang, apartemen membatasi lingkup bayi maupun anak anak, kalau anak kita di rumah, ,ada pekarangan, bisa berlari dan bermian, lebih leluasa."
" Ya Mas, Abi juga udah memikirkan hal itu."
" Apa masih mual yaaang ?".
" Enggak lagi mas."
" Gak usah kendarai mobil dulu ya yaaang, kamu kadang pusing kan yaaaang, mas gak mau kamu kenapa kenapa. "
( Walau pasukan pengawal ada ,dalam urusan menyetir, Abi selalu kekeh nyetir senidir.Jadi pasukan pengawal dari sisi aja mengawal Abi selama ini).
Abigail mengangguk.
" Mas lap badan dan ganti pakaian Abi ya semalam ?".
" Iya yaaang, seperti biasa ,namun mas harus berjuang menahan diri, karena kamu juga sedang mengandung dan baru mengalami kontraksi."
__ADS_1
Abi sangat terharu, sang suami tidak egois main hajar.Kasih sayang Smith beda ,lebih memperhatikan kesehatan anak dan isterinya.
Abi langsung duduk di pangkuan Smith, mereka pun berhadap hadapan. Abi dengan lembut mengulum bibir sang suami. Perlahan mereka larut dalam romansa perasaan cinta yang membuncah. Ketika Abi melepaskan tautan nya, Smith meraih tengkuk kepala Abi, kemudian giliran Smith memimpin serangan.
" Abi mau buru buru ke kampus mas."
" Mas akan antar, mandi dulu yukkk, yaaaaang, apa perut masih sakit ?".
" Enggak lagi ".
Smith mengusap wajah Abi dengan penuh kasih sayang, mereka berberes dan Smith pun mengantarkan sang isteri kampus. Smith memperhatikan sang isteri, dan Smith tahu, banyak menyukai sosok Abi. Smith sungguh meredam kecemburuan nya.
Smith kembali ke kantornya, menyuruh tim pengawas lebih extra memperhatikan sang isteri.
Smith menjemput Abi seperti biasa dan langsung menuju rumah sakit.
" Udah makan yaaang ?".
" Udah mas tadi, makan di kantin."
" Mas udah makan ?".
" Udah yaaaaang, tadi Dion bawa masakan mami"
Hari haripun berlalu, Smith dan Abi menceritakan kehamilannya pada keluarga.
Tentu saja mereka sangat bahagia.
Kehamilan Abi sudah memasuki usia 7 bulan, mual sesekali .
Smith dan Abi sudah pindah kembali ke rumah sang mertua , sesuai dengan kesepakatan. Dekat dengan rumah sang mertua. Kakek lumayan sehat, menanam bunga . Dan Smith selalu membantu sang kakek . Semua rumah berdekatan, Abi memutuskan tinggal di rumah sang kakek. Rumah pemberian sang mertua buat kakek tinggali.
__ADS_1
Abi berjalan lebih lambat dari biasanya, bebannya semakin berat, karena kehamilannya. Badan kurus ,hanya perut yang lumayan besar, walau porsi ngemil lebih sering, namun Abi masih sesekali mengalami morning sickness.
Abi lebih di beri menangani pasien bersama dokter Harry, bagian bedah saraf. Berada si UGD lebih beresiko, begitulah keputusan atasan rumah sakit , buat para perawat dan siswa yang magang disana yang sedang hamil.
Abi kembali menangani pasien struk, membantu sang dokter menangani pasien, menjadi sumber pembelajaran pada Abi.
Abi mengusap perutnya, kehamilannya sudah memasuki usia 8 bulan, tentu saja Kakek , sang mertua ,tante Belanda dan tante tomboy sangat bahagia. Pengawasan Abi juga lebih di tingkatkan ,apalagi Abi kuliah dan aktifitasnya di rumah sakit.
" Bi, nih pesenan kamu dari Indonesia ,Tante bawain, buah cermai, barusan tante udah cuci."
Abi pun sangat bahagia, melihat buah cermai kecil kecil ukurannya, Abi pun langsung memberinya pada Smith .
" Cobain mas."
Smith mencoba nya langsung mengerutkan wajah menahan ke asaman.
" Asammmm yaaang."
Abi pun tertawa.
Abi perlahan mengunyah satu persatu buah cermai.
Sang mertua hanya menahan tawa.
Begitulah kalau sedang hamil, apa aja pengen rasanya di makan, namanya juga ngidam. Namun Abi sosok sederhana ,gak kemaruk kaya orang orang, hamil mana ada pengen tas ini, tas itu yang ratusan juta, suaminya pun mampu beli, namun Abi bukan tipikal wanita seperti itu.Hanya kebiasaan Abi saat hamil, ngemil, pengen makan apa, lebih ke pengen jalan kemana.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰
Jangan Lupa
Like nya yahhh
__ADS_1
Vote
Koment