
Abi melihat , jalanan lumayan padat, dan lampu lampu juga sudah di nyalakan di setiap sisi cafe.
Sudah lama Abi tidak merasakan suasana seperti ini.
" Suka dengan restonya Bi ?".
Abi mengangguk cepat.
" Eh kelupaan, belum bayar, bisa nyupir alias nyuci pirin nanti, " ujar hendak kembali ke resto.
" Udah santai Bi, udah di bayar pengawal."
" Kita patungan aja".
" Maksudnya ?".
" BMM loh ,katrok banget sihhh".
" BMM apaan Bi ?".
" Dasar bule satu nih, blasteran payah," ujar Abi ngakak.
Sang pengawal membisikkan ke telinga Smith.
" Tuan, BMM maksudnya bayar masing masing , sama artinya dengan patungan tuan."
" Gak usah Bi, cowok wajib bayar".
" Gak juga Smith, lebih enak aku yang traktir aja," ujar Abi.
" Aku yang ajak Bi."
" Hmmm, kalau next aku traktir di lesehan, CEO kayak kamu mau gak yahhh?".
" Lesehan ? , " Smith memandang wajah sang pengawal.
" Lesehan itu, seperti duduk di alas gitu, terus meja di bagian depan kita.Begitu aja sih bos, "ujar sang pengawal.
" No problem Bi, asal di ajak ," ujar Smith tersenyum.
" Saya naik gojek aja yah Smith ".
__ADS_1
" No.. ..no Bi, udah malam, kamu saya antar, gak pakai nolak, " ujar Smith menatap dalam kedua mata Abigail.
" Baiklah," ujar Abi.
" Kita naik mobil aja ya Bi, atau naik motor?".
" Aku maunya naik motor sih, tetapi kalau di antar depan rumah, pasti kakek dan tante tomboy ngamuk, aku gak boleh pakai motor, naik mobil saja, boleh? ," tanya Abi.
Smith mengangguk.
Kunci motor , Smith serahkan pada sang ajudan. Smith pun membuka pintu mobil buat Abi.Kemudian dia pun duduk .
" Tidak usah ikut di dalam, privasi, cukup kawal, " ujar Smith pada ajudan pengawalnya.
Semuanya pun mengangguk.
Smith pun mengendarai mobil perlahan, menyusuri jalan.
" Kamu cantik nona, " ujar sebuah suara.
" Mobilmu bicara Smith ?".
Smith hanya tersenyum dan menjawab.
" Mobil canggih banget, mobil pintar," ujar Abi mengelus mobil tersebut.
" Tentu saja nona," ujar Bob .
" Pasti nih mehong, se umur umur ,baru kali ini aku, naik mobil keren banget, luar biasa, mobil luar memang wah fasilitasnya," ujar Abi takjub.
" Pacar bos ?", tanya Bob.
" Maunya sih Bob."
" Bos gak pernah bawa wanita di dalam mobil, nona ini pasti spesial," ujar Bob.
Abi melihat ke arah Smith, mereka saling menatap dan tertawa.
" Benar, dia spesial, " ujar Smith.
Wajah Abi jadi merona merah.
__ADS_1
" Jalan rumah kamu di mana Bi ?".
" Jalan Pertiwi Smith," ujar Abi.
Smith melihat perlahan mata Abi sayu. Dan tidak lama tertidur.
Smith melaju kemudian menghentikan mobilnya, menarik selimut dari box dan menyelimuti Abi.
Wajah Abi begitu polos, damai, sangat imut.
Smith sebenarnya sudah tahu dimana rumah Abi, Smith pernah membaca biodata Abi dan mengikuti Abi ke rumahnya.Smith tersenyum melihat tangannya, jaitan Abi masih membekas, dan sangat rapi.Smith menolak operasi plastik buat bekas tersebut, baginya pertemuannya dengan Abi sangat berkesan.
Tidak lama kemudian, Smith memarkir mobilnya. Membangunkan Abi, namun Abi tetap tertidur.
Smith mengetuk pintu rumah Abi.
" Reyhan Smith..., ada apa kamu nak , malam malam kemari ?, ada hal penting? ," tanya kakek Abi.
" Saya tadi makan bareng Abi kek, dan ketika pulang, Abi tertidur, di bangunin susah bangun."
" Abi memang begitu Smith, kadang sampai pagi tidur di mobil, kakek udah tua, gak sanggup gendong, terus tante nya juga mana kuat gotong ke atas."
" Jadi Abi tidur di mobil, bukan sekali dua kali Smith, udah biasa, " ujar sang kakek tertawa.
" Besoknya dia sakit bagian leher, kaki, pegel semua, " ujar sang kakek tertawa.
" Apa boleh saya gendong ke kamarnya kek ?".
" Boleh, silakan nak, kamarnya di lantai atas."
Smith pun mengangguk.
Membuka pintu mobil, membangunkan Abi juga dia gak bangun, Smith perlahan menggendong Abi, membawa Abi ke lantai atas rumahnya.
🥰😍🥰😍😍😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment