Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Hati yang Bimbang


__ADS_3

Ibu memperhatikan dengan detail ekspresi wajahku, tanpa ku ketahui. Aya hanya tertunduk saja, ternyata dia pernah mendengar gosip bahwa Om masih lajang. Kelihatanya Aya mulai khawatir dengan aku, instuisi Aya kuat juga ya.


" Kalau begitu salah satu dari kami boleh dong deketi Om Jojo ya kan Bu? Apa tidak masalah?".


Ketus Aya dengan percaya diri.


" Itu tidak menutup kemungkinan, lagian Om sudah membantu kita. Kita tahu jelas kalau dia itu baik sekali. Tapi apa iya, kalian masih sangat kecil!".


Tegas Bapak dengan nada datar.


' Gawat. Mereka sedang bercandakah? Tapi kenapa bicara begitu, kalau mereka tahu aku memang ada hubungan dengan Om, apa respon mereka?'.


Gumamku masih dengan cemas.


Aku hanya bisa melotot seakan tak percaya karena ucapan mereka.


" Ulan bagaimana menurutmu?".


Tanya Ibu curiga padaku sembari memperhatikan raut wajahku.


Aku hanya tertunduk saja dan diam seribu bahasa, apa yang harus kukatakan.


"3 hari lagi Ibu sudah bisa pulang loh...! Itu kata Om kemarin, Alhamdulillah kan kita bisa berkumpul dirumah lagi!!".


Ucap ibu bahagia sambil tersenyum.


" Ulan suka sama Om?".


Kata Ibu menatapku lekat.


' Kurasa Ibu menyudutkan dan menyulitkan ku! Apa sebenarnya maksud Ibu sih?'.


Gumamku dalam hati kecil gelisah.


" Maksud Ibu apa sih?".


Nem bertanya keheranan sekali.


" Bukan itu maksud Ibu, sayang?!".


Kata Ibuku lagi.


" Maksudnya bagaimana buk?".


Kata Fajar bertanya serius.


" ibu perhatikan Om Jojo lebih ramah dan lembut pada Ulan. Ibu tidak salah menilai kok, ya kan? Om Jojo itu baik loh...!!".


Ibu menatapku serius,


" Ah tidak buk, aku tidak paham. Yang jelas ibu cepat sembuh dan kita pulang. Aku tidak mau lama lama disini, sakit hati buk!!".


Aku berkata demikian sambil mengelus dadaku dengan sabar.


3 hari kemudian kamipun membawa Ibu pulang, rasa bahagia menyelimuti keluarga kami. Hari hari kami lalui tanpa ada masalah dan kehidupan kami berjalan seperti biasa. Sama seperti dahulu...! Aman, damai dan bahagia penuh dengan kesederhanaan.


Selama beberapa Minggu tak kedengaran kabar dari Om dan dia pun tak pernah menghubungiku lagi, ya aku sih tak jadi masalah.

__ADS_1


Aku" Alhamdulillah...!!! Akhirnya aku bebas juga dari Om manja yang super mesum itu. Hore....!! Hore....!! Senangnya hatiku. Hore!!! Merdeka....Merdeka....!!".


Kataku sambil tertawa lebar sendiri,


Itulah ungkapan syukurku selama beberapa hari ini.


Karena aku merasakan kebebasan yangg tiada Tara, tanpa ditindas dan dijajah oleh Om yang super ganteng tapi...!!! Mesum πŸ˜”


Hari Senin tiba, kenaikan semesterku akhirnya datang. Sekarang aku semester 6 dan tahun ajaran baru dimulai, banyak mahasiswa yang mendaftar. Kampus jadi rame dan padat aktivitas, dimana mata menatap hanya ada segunduk mahasiswa. Mataku sakit dan mulai jenuh dengan pemandangan itu, kuseret kaki menuju perpustakaan. Disana kukerjakan tugas ku dan kuulangi materi yang diberikan dosen padaku tadi, tak lama kumulai bekerja.


Haidir datang menyapaku dari belakang dan menebar senyum dengan seribu pesona, Aaaiiih....tergoda juga aku dibuat nya 😍


"Hai dek....? Kerjai apa itu? Mau dibantu?" Tanya Abang Haidir padaku sembari mengelus kepalaku.


"Ah...! Cuma mengulangi meteri tadi. Dan kerjakan tugas saja kok....!!".


Tegasku sambil melirik matanya yang menurutku menarik dan mempesona hatiku.


" Coba Abang lihat sini....?!".


Dia melihat dan memperhatikan hasil kerjaku dengan perlahan dan teliti.


" Sudah benar kan Abang? Atau ada yang salah? Coba dimana nya Abang".


Aku bertanya dengan nada cemas,


"Sudah makan belum dek?".


Tanya nya sembari menatapku dengan serius.


"Belum lah, makanya temani Abang yuk? Nanti kalau makan telat bisa jadi Maag loh sayangku! Yuk....?!!".


Kata Haidir sembari mencolek pipiku dengan genit dan manja nan nakal itu.


Sontak aku terkejut dan kaget membuatku jadi malu, kututup buku dan membereskan barangku dan menggendong kembali ranselku. Kami berjalan meninggalkan kampus dan menuju Cafe, seperti biasa dia yang bayar.


"Aku mau nasgor dan juice pokat..!".


Tegasku seraya tersenyum padanya.


"Sama saja kak!".


Kata Haidir kepada salah seorang pelayan.


Kami makan bersama dengan tenang dan menuju percakapan yang serius dan intens sekali. Kali ini Haidir membuat ku hampir saja mati kesedak gara-gara ucapan nya itu pas kena hatiku.


" Dek...! Selesai Idul Adha nikah yuk. Abang sekarang sudah buka usaha kecil yang intinya bisa menghidupi kita berdua...!".


Kata Haidir dengan mata berbinar.


Aku begitu terkejut dan melotot saja, melihat ekspresi ku begitu, dia jadi ketakutan dan salah tingkah.


"Dek tidak apakan? Jangan buat takut ah. Memang Abang salah bicara begitu?".


Tanya Haidir dengan cemas dan kuatir.


Aku minum yang banyak dan tenangkan diri saja, dia tahu kalau aku gugup.

__ADS_1


"Kita masih kuliah loh Abang...! Jadi bagaimana? Kan tidak mungkin sih Abang?".


Tanyaku dengan nada ragu.


"Bisa kuliah kok, kita masih bisa pergi kekampus bersama kok. Masalah anak kita tunda sampek lulus wisuda. Bagaimana?".


Tanya Haidir kembali sembari meyakinkan aku dengan ucapan nya itu.


Aku hanya tunduk saja mendengarkan.


"Ayolah dek...? Abang cinta sama Adek. Kita kuliah sama-sama, kuliah tak jadi penghalang cinta kita. Abang sudah mapan kok, Abang yakin sanggup biayain hidup kita nanti. Apa Adek tidak sayang dan cinta Abang?".


Tanya Haidir ragu padaku. Namun aku hanya diam dan tunduk saja.


Kemudian dia berkata lagi, untuk meyakinkan aku akan niat nya tadi.


" Abang sayang sama Adek, Adek gimana? Abang sudah ada usaha kok, kamu tidak perlu kuatir lagi masalah hidup kita...!!".


Kata Haidir dengan tegas meyakinkan aku.


" Aku tanya orang tua dulu ya Abang, aku takut mereka kecewa padaku, Abang!!!. Bolehkan kasih aku waktu beberapa lama?".


Kataku menggantung pembicaraan kami.


" Ya gak masalah, kabari saja nanti kapan orang tua Abang akan datang kerumah adek. Abang serius loh dek, mau kan?".


Kata Haidir, dia menatapku serius sambil memegang tanganku dengan hangat dan lembut.


" Iya, sabar ya Abang!!".


Kataku lembut dan singkat sambil anggukkan kepalaku lembut.


" Abang sudah tak sabar, takut adek diambil orang lain karena kelamaan!!".


Kata Haidir sambil ketawa.


" Jodoh tidak kemana? Abang sabar saja?".


Kataku lagi padanya.


" Iya, tapi kalau tak dikejar malah lari. Kalau tak ditangkap diambil orang. Hayo...?".


Katanya sambil membelai pipiku.


Kulihat senyum manis diwajahnya, aku bahagia mendengar pengakuan darinya. Siapa yang tidak bahagia ketika dilamar?


Kadang kita tidak bisa memilih diantara pilihan yang ada karena memang pilihan yang diberikan tidak ada yang bisa kita pilih karena semua nya tidak ada yang menguntungkan.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2