
Ashar sudah lewat dan kami kembali kedalam ruangan... Jojo mengurus berkas kepulangan besok. Kelihatannya luka dikaki dan tangan ku sudah sembuh tinggal hanya menghilangkan bekasnya.
Sehabis Magrib, Jojo ingin memberikan surprise padaku dengan buket bunga mawar dan coklat.
Iiiih, sok romantis rupanya si Kawan! π
Tuk.....tuk....tuk!!! π’
Pintu ruangan ku diketuk.
Aku hanya cuek saja dan tetap main game di HP dengan serius tanpa pikir siapa.
" Sayang ini untuk kamu.... Aku cinta padamu sayang ku...!".
Katanya sambil menyerahkan buket bunga mawar yang menurutku besar dan coklat.
" Loh....? Ya makasih. Kok warna putih?".
Aku agak kesal dengan warna nya.
" Itu lebih cocok untukmu, aku ingin kamu seperti mawar putih yang menawan. Kenapa? Kamu suka tidak???".
Tanya Jojo sambil membuka Baju dinasnya didepanku, Ya... Jas Dokter tentunya.
" Sebenarnya tidak. Tapi makasih....!!".
Kataku dengan Akting seperti aktris Hollywood saja yang jago akting. Pura-pura suka dan bahagia, namun didalam hati dongkol dan kesal luar biasa.
'Iiiih warna merah kan lebih bagus tadi, seleranya tak gampang ditebak ya. Sumpah sekalian saja warna ungu, janda nih Yee...!'. Gumamku marah dan kesal.
Kuhabiskan saja coklatnya dan kupeluk buket bunga mawar ya itu, biar senang lah hati si Tuan muda ganteng ini.
Keesokan paginya Zack dan Yang mengunjungiku beserta istri mereka. Ya aku kaget dan tak percaya diri, lihat mereka yang begitu bahagia dan dewasa.
" Hai sayang? Bagaimana kabarmu? Apakah kamu sudah baikan? Ah kamu buat suamiku ketar-ketir saja. Aku penasan dengan mu makanya sekalian ikut suami kemari. Ah....!!! Ternyata Malik pandai memilih istri ya!!".
Kata Ny.Yang bertanya keadaanku sekaligus memuji diriku dengan tulus.
" Ah... Malik, aku tidak menyangka belum berapa lama ini akhirnya kamu bisa punya anak juga? Sudah berapa bulan Honey...?".
Kata Ny. Zack memanggilku Honey tanpa ragu-ragu.
Aku menatap mereka, kulihat bibirnya tak bergetar sedikitpun ketika berbicara padaku. Sepertinya mereka sudah begitu kenal dekat denganku padahal hanya beberapa kali saja kami bertemu, itupun tidak pernah ngobrol sampai begitu lama. sekedar Say Hello saja.
" 4 bulan, kembar loh...!! He....eeee??!".
Kata Jojo dengan bangga.
What.....!!!!?
Mereka berempat sontak kaget setengah mati dan melirikku tajam.
" Kejar target ya cuy...? Kalah awak ini. Ha....ha....aaaa! Jadilah kita besan Jo...!!".
Kata Zack mengejek dengan telak.
" Amin doakan saja. Yang juga berkata demikian...Keluarga Malik laris manis lah. Lihat lah bibitnya gimana? Berkualitas tingkat Dunia persilatan. Hi...Hi....Hi.....iii!!!?".
Jojo ketawa geli dan membuat istri mereka berdua heran bukan kepayang.
" Jojo... Akhirnya Singa hutan berubah jadi kucing ya? Sungguh tak bisa dipercaya??".
Ny. Yang meledek Jojo lagi dengan nakal sambil menggelengkan kepala.
" Bukankah sudah ku bilang sayang, Jojo akan berubah sangat manis apabila didekat istrinya... Itu belum lagi sayang...! Ada lagi yang lebih manis dari ini... Kamu akan sulit tidur membayangkannya lah...!!".
Kata Yang dengan percaya diri melihat aku dan Jojo dengan niat jahat.
" Sungguh kah? Aku penasaran?".
Kata Ny. Yang sambil menggelengkan kepala.
" Sungguh diluar dugaan!!".
Kata Ny. Zack lagi sambil menggaruk kepala dengan wajah bingung luar biasa.
' Huh? Pasti mereka punya rencana untuk mempermainkan aku bukan? Dasar mereka sesuka hatinya saja kepada orang, apa mereka benar-benar Iblis huh? Aku merinding apa yang akan mereka lakukan padaku setelah ini? Pasti mereka akan mengikutiku?'.
Gumamku dalam hati mulai takut.
Zack berbisik kepada istrinya,
" Kamu mau lihat lebih seru lagi kan sayang. Perhatikan saja dengan baik dan tahan tawamu. Oke...!".
Lalu Zack berjalan kearahku dan memelukku.
" Ah sunggu wangi...!!! Pantesan Jojo suka mencium tubuhmu??!".
Yang mencium pundakku dan tersenyum jahat kepada Jojo.
__ADS_1
Jojo langsung kesal dan memeluk ku dengan paksa. Tanpa berpikir panjang.
" Jangan sentuh dia.... Cuma aku saja yanh boleh melakukannya kan sayang??".
Jojo naik ke kasurku dan memangku ku dipahanya itu. Aku nemplok saja lah, sudah biasa aku digitukan sama dia.
Jojo mengendus-endus leher dan kupingku, kemudian menciumi ujung kepalaku dan tersenyum-senyum sendiri seperti anak kucing yang manja-manja sama tuannya minta makan.
Seketika istri Yang dan Zack, terkejut setengah mati dan bingung. Melotot dengan mulut terbuka lebar. Mereka seperti tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
" Tidak usah kaget....! Kalian bakalan terbiasa melihatnya begini. Aku sudah terbiasa kok...!! Hei Jojo mesum, jaga sikapmu!!!".
Aku ketawa kecil dan cengar....cengir saja.
" Sayang kamu kok gitu...!".
Kata Jojo merajuk padaku.
" Kalau kamu peluk aku seperti ini, badanku bisa berserakan entah kemana semua lari, awas...!!! Lepaskan aku, dasar mesum...!!".
Nadaku membentak Jojo tapi bukan melepaskan aku.
Malah Jojo menciumi rambutku yanb sudah seminggu tidak keramas... Baunya entah bagaimana? Lalat saja bisa mati jika mencium baunya rambutku.
Mereka berempat tertawa terbahak-bahak dan Jojo mengusir mereka. Jojo kesal karena jadi bahan tertawaan mereka.
" Tidak bisa dipercaya... Jojo itu kan? Kok bisa ya? Ya Tuhan...!!! Dunia sudah kacau sekali ah... !!! Sumpah...!! Aku tak percaya...!!!?".
Kata Ny. Yang masih tak percaya atas apa yang dilihatnya sekarang ini.
Mengingat kembali bahwa Jojo itu seperti singa lapar jika marah. Begitu dingin dan menyeramkan, karena sangat disiplin.
Tapi setelah mereka melihatnya bercanda denganku, mereka tak habis pikir. Kalau Jojo bisa berubah jadi begitu manis.
" Aku awalnya kaget juga, tapi sudah mulai terbiasa juga lah sekarang. Jojo yang galak dan dingin berubah jadi anak ayam yang minta makan sama induknya....!?".
Kata Zack sambil tertawa geli bukan main, tawa mereka berempat memenuhi ruangan ku. Sungguh ramai...!! Sangat berisik sekali.
" Bukan sudah kubilang, kalian masih tidak percaya kan? Jojo terlalu over protektif dengan istrinya dan hampir tiap hari berkelahi seperti itu....!! Cemburu nih yeee????".
Kata Yang meledek Jojo lagi.
" Singa jantan kita sudah tidak ada lagi sekarang kan? Mana seru?".
Kata Ny. Zack.
Ha....!!!! Ha.....!!!! πππ
Dari garasi sampai kamar Jojo menggendongku dengan mesranya. Aku seperti ratu Elisabeth yang sangat agung.
Jojo entah pergi kemana dan aku sibuk dengan HP ku saja dikamar.
Seperti disambar petir hatiku, membaca pesan Wa dari mantan terindahku itu. π¬
" Hai dek... Bagaimana kabarmu?"
Kata Haidir menyapaku sopan.
Lalu aku langsung menjawab sopan juga.
" Alhamdulillah baik, Abang bagaimana?".
Tanyaku sekedar basa-basi saja.
" Sama. Dek kenapa tidak masuk kampus sudah lama? Aku dengar rumor kemarin kamu dilabrak putri ya?".
Balas Haidir.
" Ah iya. Tidak apa! Kenapa?".
Jawabku lagi.
" Kudengar suamimu juga datang ke kampus...!? Kamu enak ya sekarang. Aku iri lah dek...!! Sungguh iri....!?".
Tanya Haidir lagi.
" Ah... Tidak ah. Biasa saja Abang... Memang suamiku sangat baik dan perhatian... Tapi egois dan keras kepala juga!".
Balasku lagi dengan jujur.
" Kenapa gitu dek?".
Tanya Haidir.
" Dia tidak bolehkan aku masuk kuliah seperti dulu. Sebulan cuma 2 Minggu saja. Habisnya aku lagi hamil. Alhamdulillah...!!".
Kataku dengan polos.
" Pantesan saja dek, sudah berap bulan?".
__ADS_1
Kata Haidir.
" 3 Bulan. Doakan saja ya Abang...!".
Kataku lagi sekedar memberitahukan.
" Iya amin. Jaga kesehatanmu. Kalau ada yang bisa kubantu bilang saja. Tak usah sungkan-sungkan lagi dek. Abang bantu?".
Kata Haidir menawarkan bantuan.
" Ah iya Abang... Makasih. Bagaimana keadaan kampus kita? Aman?".
Jawabku lagi.
" Sunyi sepi tak ada adek, anak geng mu pun terlantar entah kemana semua. Maklum saja induknya tak ada ... Kocar-kacir dek semua!".
Jawab Haidir.
" Ah biar saja mereka... Biar dewasa lah!".
Kataku.
" Iya juga. Suami mu ganteng ya?".
Kata Haidir memuji suamiku.
" Oh ya makasih. Abang tahu ya?".
Kataku dengan bangga, memang dia ganteng.
" Wajah suamimu jadi wallpaper di Lab.kampus kita. Foto suamimu juga banyak ditempel dimading, ya wajar saja ***.lab nya tergila-gila dengan suami Ade...?".
Kata Haidir lagi.
" Ah masa sih...? Makasih dah bilang suamiku ganteng. Makasih pujiannya...!?".
Kata berterima kasih.
" Oh ya ceritanya, Apa kerja suami Adek?".
Tanya Haidir padaku.
" Dokter, di Royal Prima dan RSU Adam Malik. Klinik Dhuafah dekat kampus punya suamiku Abang, kalau Abang sakit kesana saja. Gratis kok bg...! Kan lumayan...!?".
Jawabku memberitahu.
" Ah iya makasih ya.?".
Kata Haidir bercanda mungkin tak percaya.
" Jadi siapa pacar Abang sekarang? Cie...cie.....eee!! Ayo bilang Abang...?".
Tanyaku dengan nada kepo.
" Belum ada lah. Nunggu kamu janda saja Abang. Boleh? Jangan marah ya...?".
Jawab Haidir dengan singkat.
" Ha....ha.....aaaa!!! Aku tak bakalan janda Abang. Percayalah. Masih banyak perempuan baik diluar sana! Cobalah....!!".
Kataku padanya.
" Ah iya. Tapi Abang maunya cuma Adek saja lah. Bolehkan? Boleh Abang tunggu...?".
Katanya bertanya lagi kesediaanku.
" Ah Jngan seperti itu. Dosa Abang!!!".
Kataku dengan sedih.
" Bukan tak mampu mencari yang lain, tapi melihat dirimu. Kusudah bahagia hatiku bahagia. Berdosakah? Bila aku katakan... Aku jatuh cinta kepada dirimu... Walaupun kau tak sendiri lagi. Ijinkanlah aku menyayangimu walau tak mungkin lagi memiliki dirimu. Maafkanlah jika cintaku dosa....!".
Kata Haidir dengan ikhlas.
" Berdosa Abang. Kita memang bukan jodoh, tapi bisa berteman kok. Suamiku bukan orang yang kecil hatinya!".
Kataku memberitahu nya.
" Ah iya makasih. Bg kerja dulu. Bye!".
Balasnya mengakhiri chat kami.
Chat kami berakhir dan aku kebawah untuk nonton tv. Pak Jamal menemaniku nonton kartun... Pak Jamal juga menawariku keripik singkong super enak buatan istrinya. Aku bahagia sejenak ketika melihat TV dan bebanku seketika hilang ditelan bumi...
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
__ADS_1
πSelamat membaca ya kak....!!! ππ