Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Terharu


__ADS_3

Kesadaran kakek mulai membaik, Abi selalu mengecek sang kakek, di sela tugasnya. Dan Smith juga selalu berada di sisi Abi, memberi dukungan pada Abi. Smith sangat perhatian, dari memperhatikan makanan Abi dan sang Tante ,sampai memperhatikan apa saja yang Abi dan keluarganya butuhkan.


" Salut sama si CEO, respek banget sama kita ya Bi, emak sama bapaknya aja ,ngunjungi kakek, bawa gingseng mehong, lain bawa minuman buat kesehatan kita. Baju tante bahkan mereka beliin, Bi..., mereka ini kenapa bisa sebaik itu yah?, sama dengan keluarga Bams."


" Keturunan baik Tan, yah gitu."


Sang tante mengangguk.


" Kamu gak lihat, Smith lamar kamu, dengan se ijin kakek, tulus banget kata katanya. dia akan menjagamu, memanjakanmu, bakalan saingan sama kakek. Se sibuk apapun akan tetap memperhatikan kamu."


" Biasa pacaran ada maunya Tan begitu menikah,hmmm, kadang berubah."


" Mudah mudahan ,Smith tetap baik ya Bi, Tante gak iklas kamu di jahati orang, gak rela Tante Bi."


" Sejauh ini ,orgtuanya menghormati tante dan kakek, Smith juga sopan sama kakek dan Tante, peduli, obat kakek habis aja di rumah sakit, dia sigap banget nyari, datangkan entah dari manapun secepat expres."


" Benar Bi, dia menjaga kakek banget, dia gak mau kakek kenapa kenapa, dia mau ,kamu gak khawatir apapun."


" Kamu gak lihat Bi, vitamin kamu, makan kamu, dia sediain ,pastikan kamu makan, dan istirahat. Walau dia tugas dimanapun. "


" Pakaian kamu aja basah, dia langsung suruh ganti, takut kamu masuk angin.Kamu gak lihat maminya ikatin rambut kamu, waktu makan rambut kamu berantakan, kayak sama anak sendiri.Bedalah Bi sama mami mantanmu yang arogan itu, udah sok kaya, menghina keluarga kita, mana punya anak ,anak mami,si Adi itu anak mami, mana duain kamu,jalan di suruh papi maminya, kamu gak di anggap."


" Semua ada hikmahnya ya Tan, mungkin terluka dan saat ini di obati dengan sosok yang berbeda."


" Benar Bi, Tuhan memang punya skenario terhadap hidup kita."


" Semoga tidak berubah Bi, Tante dah trauma karena laki laki."


" Muda mudahan anaknya baik, kamu juga bahagia di buatnya, sejak kecil kamu sudah yatim.piatu, tidak punya saudara, hanya punya Tante dan kakek,serta tante Belanda.Eh kok gak nongol Tante Belanda Bi ?".


" Anak tante lagi sakit , operasi usus buntu tiba tiba.Udah di bandara di hubungi suaminya ,batal kemari lah Tan."

__ADS_1


" Iyalah Bi, mana yang penting di duluankan. Kita disini juga ada nemani kakek, bukan tante Belanda sengajain, kakek juga tiba tiba drop, terus beberapa item pengecekan baik, jadi lebih optimis proses operasi nya kan Bi."


" Ya Tan....".


" Eh kita bisik bisik gini, apa pacarmu gak nguping ?".


" Entahlah Tan, nanya aja sendiri."


" Dasar kamu reseh Bi...".


Abi tersenyum.


Abi merasakan pergerakan tangan sang kakek, Abipun tersenyum melihat sang kakek sudaΔΊh bangun.


" Hai jagoanku...., makasih sudah kembali."


Sang kakek tersenyum.


" Aku siapa kek? ingat gak ?".


Sang kakek mengangguk.


" Yang ini siapa kek ?".


" Tan ...te...tom..boy ...mu."


" Gerakkan tangan kanan kakek".


Sang kakek menggerakkan.


" Gerakkan tangan kiri kek."

__ADS_1


Sang kakek pun menggerakkan.


" Kaki kakek gerakkan ke duanya."


Sang kakek menggerakkan nya.


" Puji Tuhan....,semua berfungsi kek, seperti biasa."


" Abi Bel dokter Renold ngecek kakek ya ."


Sang kakek mengangguk.


Sang kakek melihat sosok Smith dan tersenyum.


Pengecekan pun dilakukan dokter Renold, mereka sangat menghormati sang kakek.


Beberapa dokter bahkan sangat bahagia melihat perkembangan sang kakek.


" Hasil biopsi akan keluar besok Bi, apapun hasilnya, kamu wajib kuat."


Abi hanya menunduk.


Sang kakek mengelus tangan Abi.


Semua melihat kejadian itu jadi terharu. Abi menguatkan diri buat tidak menangis.


πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”


Jangan Lupa


Mana Like nya 🀭

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2