Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Zack kepo


__ADS_3

' Sial... Om kok malah bilang begitu. Pakai acara diladeni lagi...? Iiiih kesalnya aku...! Nih semua gara-gara Km, usia belum 20 tahun aku sudah jadi ibu muda. Semester depan aku pasti cuti satu semester, semakin lama aku wisuda. Padahal aku ingin cepat-cepat tamat supaya Ibu dan Bapak senang. Tapi tak apalah, yang penting Om mau mendukung adikku. Allah kan Maha Tahu akan isi hatiku' Gumamku dihati.


Sepanjang perjalanan aku hanya kesal melihat sikap Dr.Yang, dalam benakku aku jadi kesal dan dendam dengan teman Om itu.


" Pak. Kita ke grosir dulu ya singgah sebentar. Aku ingin beli sembako, tapi sebelum itu Carikan ATM BRI ya pak. Tolong ....!!".


Pintaku manja.


"Baik nyonya, sabar ya...!".


Sambil tersenyum manis padaku.


Aku ambil uang di ATM 5 juta, sisa belanja nanti akan kuberikan untuk Ibu. Aku singgah di grosir tak jauh dari rumah Ibu, ya bisa dibilang tetangga lah.


" Pak Udin...beli...?".


Teriakku memanggil nama pemilik toko grosir.


Pak Udin keluar sambil tersenyum lebar.


" Oh Ulan ya. Apa kabar? Sehat nakku?"


" Alhamdulillah sehat Pak. Bapak gimana kabarnya...?".


Tanyaku ramah.


" Alhamdulillah sehat-sehag begitu lah nakku. Mau apa ini? Biar Bapak carikan...?".


Tanya nya sembari menepuk pundakku.


" Beras 2 goni yang 30 kg, telur 3 papan, gula 5 kg, kopi 1 kg, teh celup 3 kotak, sampo 2 renteng, sabun mandi 10, sabun colek 10, minyak goreng 2L 5 bungkus, odol gigi 3 besar, ikan sarden kaleng besar 5, Indomie 1 kardus yang kuah, dan detergen yang 1 kg! Sudah Pak, itu saja...!".


Kataku menyebutkan semua nama benda yang ingin kubeli disini.


" Wah mau ada acara ya???".


Tanya pak Udin sembari membuat nota belanjaan.


" Tidak ah cuma buat stok saja Pak. Kan aku tidak tinggal dirumah Ibu lagi... Jadi jaga-jaga saja lah Pak! kan kita gak tahu entah bagaimana kalau bulan tua?".


Kataku sembari melirik nota yanb dibuat itu lalu menghitung total jumlah belanjaan ku.


"1,125 ribu nakku, ada lagi tambahannya?".


Tanya pak Udin.


" Oh tambahkan saja roti kering 10!".


Kataku singkat sembari mengingat kembali apakah semua sudah dibeli.


Kemudian Pak Udin melengkapi semua barang yang kubeli tadi,


" Kamu sama siapa?".


Tanya Pak Udin melirikku karena hanya aku sendiri saja yang dilihatnya sejak tadi.


" Oh aku sama pak Jamal... Supir kami!".


Kataku sambil menghitung uang di dompet.


" Alhamdulillah ya nakku sekarang sudah jadi orang sukses saja semenjak menikah, kamu tinggal dimana?".


Tanya Pak Udin sembari sekedar beramah tamah sesama tetangga


" Perumahan Setia Budi 2...! Tidak jauh kok dari sini Pak!".


Kataku menjelaskan alamatku sekarang.


" Sekarang kamu bukan gadis lagi nakku, jagalah suamimu dengan baik. Jangan kamu buat dia marah, kamu masih kuliah kan? Jaga batasan pergaulanmu, jangan seperti dulu. Berdosa loh nakku...!".


Kata Pak Udin sembari menasehati ku.


Tiba-tiba saja pak Udin terbatuk dan keluar darah. Aku panik dan memanggil istrinya yang berada didalam rumah.


" Pak kenapa? Kalau sakit berobat loh Pak. Kok ditahan-tahan juga?".


Kataku kesal dan panik sekali.


" Ah nakku, kemaren berobat kerumah sakit pake BPJS tidak ada kurangnya. Kalau pakai umum tahu sendiri, sakit Bapak lumayan parah dan kemaren katanya biaya nya lumayan mahal...!".


Kata Pak Udin dengan wajah yang kelihatan pucat dan sembab.


Membuat aku makin panik dan semaput, pikiranku melayang-layang... Jadi kepikiran takut terjadi apa-apa pada Pak Udin.


" Ru.... Rumah sakit mana?".


Tanyaku gugup dan panik sekali.


" Bina kasih. Mana lagi?".


Kata Pak Udin dengan nada lemas sekali.

__ADS_1


" Kebetulan suamiku kerja di Royal Prima, Bapak mau kubantu? Alhamdulillah nanti perawatan Bapak akan ditangani suamiku sendiri. Gimana Pak? Jangan kuatir suamiku itu Dokter yang hebat loh Pak...!".


Kataku untuk meyakinkan saja.


" Kemarin ada saran dr. Yang katanya berobat dengan dokter spesialis paru, orang kita cina. Makanya Bapak lagi usaha untuk kumpuli uang untuk berobat kepadanya....!".


Kata Pak Udin sembari sesekali menarik nafas panjang, karena sesak nafas.


" Siapa namanya Pak? Coba ulangi?!".


Tanyaku Panik dan tanganku gemetaran sekali.


" dr.C. Yang...!".


Kata Pak Udin mengulangi nama yang menurutku familiar sekali. Aku terkejut mendengar namanya disebut.


" Aku kenal... Dia salah satu teman suamiku. Ayo pak Udin, aku antar menemuinya ya. Urusan dia serahkan padaku. Bapak tenang saja lah, kubantu sedikit nanti...!".


Kataku sambil memapah beliau,


" Yang betulkah nakku? Betulkah?".


Pak udin seketika terkejut dan bahagia mendengar ucapanku.


" Bapak siap-siap saja sekarang ini, aku mau antar barang dulu kerumah Ibu. Habis itu kuantarkan Bapak sekalian ya, bisa kan Bapak siapkan berkas-berkasnya!!".


Tanyaku kepada beliau lagi.


" Oh ya bisa. Makasih ya.!".


Kata Pak Udin berterimakasih.


" Aku tak lama Pak, cepat ya...!".


Kataku padanya.


Aku membayar total belanjaan tadi dan langsung memanggil Pak Jamal untuk memasukkan semua kedalam mobil.


" Pak tolong cepat kita harus mengantarkan ini kerumah Ibu dulu baru kembali kerumah sakit sekarang, Oke...!?".


Kataku menjelaskan pada supir kami.


" Baik nyonya...!".


Kata Pak Jamal dengan sigap.


Mobil kami melaju kencang kerumah Jbu.


Sampai dirumah Ibu, aku berlari menghampiri Ibuku yang didalam rumah.


Aku langsung saja berlari memeluk Ibuku.


" Walaikumsallam, Alhamdulillah kamu sudah datang sayang. Apa kabar?!!".


Tanya Ibuku dengan ramah dan hangat.


" Baik Bu, adik mana?".


Tanyaku.


" Lagi dikamar, tak tahu sedang apa?".


Kata Ibuku menjelaskan, namun bingung dan panik melihat ekspresi ku.


" Aku belikan sembako, itu lagi diangkatin oleh Pak Jamal. Ibu... Aku solat Ashar dulu ya nanti kita lanjut!!".


Kataku permisi untuk solat sejenak.


Aku melaksanakan sholat Ashar dan langsung menghampiri Ibu selesai itu.


" Aku tidak bisa lama loh Bu. Pak Udin toko grosir kelontong depan gang itu mau kubawa kerumah sakit. Kasihan Pak Udin sakitnya parah...! Tadi sampai muntah darah....!!! Ya aku takut.... Aku panik sekali Bu....!!?".


Kataku menjelaskan dengan wajah panik.


Kemudian Pak Jamal datang dan memberitahu bahwa semua barang selesai ditaruh di dapur kami.


" Sudah saya taruh didapur semua barangnya nyonya...! Ayo kita berangkat kerumah sakit!".


Kata Pak Jamal dengan tegas.


" Ah iya. Ibu tidak ikut ngantar Pak Udin...? Kasihan istrinya kan susah jalan...!".


Kataku sekedar meminta pertolongan kepada ibuku untuk menemani beliau.


Istri Pak Udin kena strok dan jalannya agak pincang membuatnya susah bergerak.


" Ah iya boleh, ayo lah!!".


Kata Ibu sigap.


Ibu mengikuti ku untuk mengantarkan Pak Udin kerumah sakit untuk menemani istrinya.

__ADS_1


Sampai ditoko Pak Udin, Ibu membantu istri Pak Udin didalam untuk siap-siap dan kami langsung berangkat kerumah sakit.


Aku mengambil HP dan menghubungi OmπŸ“²


" Halo Om. Lagi sibuk tidak!?".


Tanyaku pada suamiku yang baik itu.


Ibu dan yanh lain heran karena aku memanggil suamiku dengan sebutan Om.


" Baru selesai sayang. Aku lelah, aku pengen kamu peluk mesra... Bisa..?".


Tanya Om padaku hangat.


" Iya boleh, sekarang juga aku kesana. Tunggu aku di IGD ada yang sakit, tolong ya!".


Pintaku padanya.


" Baiklah sayang, aku paham! Datanglah!".


Kata Om lembut.


" Iya 10 menit lagi sampai...!".


Kataku pelan,


Tut....!!! Tut.....!!! πŸ’’


Telpon terputus.


Setelah itu Tidak lama kami sampai dan kucari mana Om di IGD.


" Om orangnya dimobil, tolong lah!".


Kataku dengan agak takut, sumpah aku masih panik. Keringatku bercucuran ketakutan.


" Iya tenang saja sayang. Kamu duduk saja disini...!!! Aku akan tangani dulu...!!?".


Kata Om sambil mengelus kepalaku lembut dan tersenyum melihatku.


Om sigap dan mengerjakan tugas nya, dan kuikuti dia dari belakang. Dia hanya menggelengkan kepala saja melihatku. Lalu aku balas sambil menjulurkan lidahku kearahnya sambil tersenyum kecil.


Sesekali kupandangi Om yang menurutku keren dan ganteng, baik dan ramah. Aku tak paham apa yanh mereka bicarakan karena aku duduk dikursi dokter, banyak suster yang melihatku dan hanya senyum saja sebagian ada juga yang menyapa.


" Hai nyonya Malik kecil... Lagi apa?"


Zack melirik dan melihat arah pandangan mataku tadi tertuju.


" Ganteng kan? Dia memang menawan hati setiap wanita, beruntunglah kamu menikahinya! Selamat ya Ulan...!".


Kata Zack lagi dengan senyum menyeringai.


" Ya jangan lupa dia juga mesum dan genit sekali. Kesal aku...! Huh....!!!?".


Kataku sambil kesal dan melipat tangan.


Zack hanya tersenyum dan menikmati ekspresi ku yang menurutnya lucu,


" Wajar, cuma kamu loh wanita yang paling buruk dikenalnya. Cuma kamu yang berani melawannya, yang lain semua patuh dan tunduk. Aku juga salut padamu...!".


Kata Zack lagi menjelaskan.


" Jangankan Om, aku saja heran entah dari mana dia suka aku? Itulah pertanyaan yang tidak bisa kujawab sampai sekarang ini loh!".


Kataku menjelaskan pada Zack secara rinci.


" Iya sih, makanya aku heran sekali. Jojo bisa berubah selera yang kecil dan imut begitu.... Baby sugar pula! Parah banget...!!".


Kata Zack dengan agak kecewa.


" The power of bocah, Ha... Ha..aaa!!".


Aku tertawa gelak melihat Zack.


Lalu dia hanya kaget dan bingung. Dengan menatapku tajam, dengan alis terangkat sebelah dan bibir manyun.


" Ah sial. Aku dipermainkan bocah pula!!". Katanya sambil menghampiri Jojo yang sibuk dengan kerjanya itu.


' Sialan bocah kecil, kalau bukan karena Jojo sudah kugantung di pohon. Lidahnya tajam seperti silet begitu. Entah apa lebihnya dia makanya Jojo terpikat sekali, tidak ada pun bagusnya! Mata si Jojo mulai rabun!?".


Gumam Zack dalam hati kecilnya.


Kupandangi saja mereka semua, kayak drama Korea live streaming gitu lah. Aku sih mana tahu apa-apa cuma bisa cengar cengir saja.


Karena agak membosankan dan aku tidak bisa mendekat melihat langsung, aku hanya main HP saja mengusir penat dan suntukku.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!

__ADS_1


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2