Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Konvoi


__ADS_3

Ketika beberapa perawat memasuki lift, mereka sempat bengong melihat Abi dan seorang pria, apalagi mereka sangat mengenal sosok milioner tersebut.


Di lift berikutnya , dokter Evan sempat bengong melihat Abi, karena Abi sapa , dokter Evan pun mengangguk dengan sapaan Abi.


" Smith, gimana , kemari buat cek up?".


" Gak dok, nemui dokter Abi aja."


" Ohh, " ujar dokter Evan .


Dokter Eban baru percaya, benar adanya gosip para perawat, sang milioner sangat menyukai Abi, kelihatan dari sorot amatanya, sebagai sesama laki laki, dokter Evan sangat tahu.


Ketika sampai di lift bagian bawah, lift kumayan padat, Smith menggandeng tabgan Abi, melindungi Abi sampai perlahan mereka keluar dari lift.


Abi dan Smith sangat berdekatan, jantung Abi pun berdetak cepat.


Abi memegang dadanya. Mengerutkan dahinya.Kenapa laju jantungya begitu cepat.


Hasil pemeriksaan rutin nya bagus, semua dokter dan perawat, wajib melakikan pemeriksaan kesehatan, mulai dari cek darah, EKG, pemeriksaan urin, pemeriksaan mata, tidak ada pengecualian , semua wajib di cek tanpa terkecuali.


Abi serta tenaga medis lainnya, sangat bersyukur. rumah sakit ini sangat bagus. Kesejahteraan para dokter selalu di jaga, sehingga jika ada dokter atau perawat hasil cek nya tidak baik, maka langsung di tangani.


Mereka berjalan di koridor rumah sakit, sudah pasti, sarangnya rekan rekan Abi.


Semua melirik setiap Abi melangkah.Abi pun melirik mereka. Mereka pura pura kembali sibuk.Begitu pandangan Abi berpaling, mereka kembali melirik Abi. Abi merasa lucu banget.


Namun ada beberapa perawat langsung memberi kode pada Abi, dengan menaik turunkan alisnya dan tersenyum.Abi mengetatkan wajahnya dan melototkan matanya.Melihat tingkah pecicilan Abi, Smith tertawa.


Abi melambaikan tangannya, sambil berbalik.


" Gak usah pura pura, CCTV kalian bekerja ," ujar Abi sambil ngakak.


Mereka pun menjadi salah tingkah.

__ADS_1


Ketika di parkiran, Abi terkejut karena seorang pengendara sepeda motor melaju kencang di area rumah sakit, kalau Smith tidak refleks menarik nya, Abi pasti sudah terkena motornya.


Tubuh Abi Smith dengan erat.Mereka pun berpelukan dan berpandangan beberapa detik.


Setelah tersadar, Abi pun melepaskan pelukan Smith.


" Makasih."


Smith mengangguk.


Smith pun tersenyum.


Smith meraih jemari tangan Abi, membawa Abi ke motor nya.


Abi terkesima melihat motor Smith, begitu keren, berwarna hitam, sangat bagus.


Memang orang tajir melintir ,tinggal tunjuk dalam hati Abi.


Tidak jauh dari mereka berada , disitu Adi juga hendak memasuki mobil nya dengan ibunya.


Smith bisa melihat sorot mata sedih, marah pada raut wajah Abi.


Smith memakai helm, kemudian beberapa pengawal Smith memberikan helm buat Abi dan jaket buat Smith.


Smith memakaikan Abi helm.


" Pakai jaket yah, " ujar Smith.


Abi mengangguk.


Smith membantu Abi mengenakan jaketnya. Adi masih melihat Abi beberapa meter dari nya.


Smith menaiki motor sportnya, kemudian Abi pun naik di bagian belakang.Tidak lama kemudian, Abi bengong, pengawal Smith ada yang memakai mobil , ada yang memakai motor sejenis Smith punya.Mereka mengiringi kereta Smith.

__ADS_1


" Serasa konvoi ," ujar Abi.


Abi ingin melepaskan pelukannya, namun Smith kekeh menggenggam tangan Abi.


" Jangan lepaskan, bahaya, " ujar Smith.


Abi mengangguk.


Mereka pun mengusuri jalan. Tidak berapa lama kemudian, mereka pun sampai di restoran, Abi kembali bengong, melihat pasukan pengawal Smith memeriksa restorsn dan mereka membooking restoran tersebut.


" Smith, please jangan begini, bisa gak kita makan, gaknusah booking boking gini, dan bisa gak hidup sewajarnya saja, aku melihat hidupmu ribet banget," ujar Abi dengan wajah tidak suka.


" Apa kamu gak bisa melindungi dirimu sendiri? apa kamu gak bisa layaknya manusia normal? maaf gak jadi deh, aku gak suka jadi pusat perhatian orang lain, gak suka hidup wah wah, aku sudah terbiasa menjadi rakyat jelata, " ujar Abi


Smith memberi kode pada pengawalnya .


" Please Bi, next saya janji gak gini lagi, makanan sudah tersedia,mubajir kan buat di buang, semua pengawal akan makan, jadi meja penuh juga kan," ujar Smith.


" Apa kamu pernah traktir mereka makanan enak ?".


Smith tertawa.


" Sering Bi, hanya yah bergantian mereka makan, dan di rumah mereka juga ada koki yang masak."


Abi akhirnya mau tidak mau memasuki restoran tersebut.


😍🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2