
Saat nilai di umumkan ,Abi begitu lega, dia mendapatkan nilai tertinggi, di ikuti Clara urutan ke 3 ,dan Louise urutan ke 5.
Dan pastinya ,interogasi pun berlangsung di markas Dokter Renold Humbert.
" Kamu kenal dengan Reyhan Smith ? "
" Hmmm..., kenal begitu aja dok."
" Hebat juga kamu ya Bi."
" Hebat apanya dok ?," Abi melototkan matanya karena bingung.
" Dia itu CEO loh Bi, kamu tahu Bi, dia banyak memiliki saham di berbagai rumah sakit, bahkan Di Belanda, rumah sakit nya gedek, dia dedikasi buat penderita kanker. Ada bagian kemanusiaan ,orang yang sakit, tidak punya uang, di tijau ,bisa mendapatkan pengobatan gratis ."
" Yang benar Dok ?".
" Yah benar lah Bi, kamu gak tahu ?".
Abi menggeleng.
" Yah mana saya tahu dok , malahan saya pikir dia mafia dok, sampai pakai nyamar sayanya dok".
Dokter Renold Humbert tertawa.
" Kamu unik Bi, lucu, dan kamu apa adanya. Kamu gak tahu dia milioner Bi ?".
" Tahunya dari sepupunya, sepupunya teman saya kuliahan dok."
" Kayaknya, jika laki laki, nurut, dan sekelas dia dekati kamu, dia pasti suka sama kamu loh Bi."
" Dokter jangan ngegosip deh dok ".
Dokter Renold Humbert kembali tertawa.
__ADS_1
" Dia keliatan baik Bi."
" Mau nolongin kamu, berarti dia kan respect ke kamu."
" Saya juga kepepet dok, soalnya tugas dari dokter, bagi saya yang awam ,yah berat , saya gak kenal orang di Swiss dok, sampai hari terakhir, saya juga belum dapatkan model buat praktek , mau gak mau, Smith bersedia,yah udah, mau gimana lagi, padahal, saya yakin, kulitnya lecek dikit,pasti asuransinya gedek, bak pemain bola mngasuransikan kaki."
" Ucapan kamu , benar Bi.Berarti yang ngirimi kamu makanan, dia juga Bi ?".
" Iya dok, maklum, lidah saya lidah orang Indonesia tulen, saya kangen masakan Indonesia, di beri kiriman ikan sambal, rendang, soto medan, rasanya Oase di padang gurun."
" Smith blasteran Bi, maminya orang Indonesia."
" Benar dok,maminya adalah tante sahabat baik saya."
" Kamu secara khusus diminta Smith, mengobservasi dan merawatnya, jangan sampai ada kesalahan ya Bi , saya akan mengawasi kamu".
Abi kembali bengong dan hanya mampu mengangguk.
Selepas itu, dia pun permisi.
Ketika selesai bertugas , Abi bersama Clara dan Louise berjalan menuju kantin.Bertapa terkejutnya Abi , melihat sosok Smith sudah di depan pintu kantin.
" Bi, saya boleh gabung makan sama kalian."
Abi mengangkat bahunya , sedangkan Clara kesenangan.
" Bisa , gak apa apa , boleh...bolehh...".
Abi hanya diam, tidak banyak berkomentar apapun.
Abi ikut antri, tentu saja Smith tepat berada di belakang Abi.
Abi menunjuk beberapa menu, lalu menuju ke meja yang kosong.
__ADS_1
Smith bergegas duduk di samping Abi, di ikuti Dion sengaja duduk di meja lainnya, tetapi maaih berdekatan dengan Abi.
" Kapan masuk rumah sakit Smith ?".
" Sehabis makan Bi, aku makan dulu, makan lumayan enak dulu, baru masuk puasa, benar kan Bi, hehehehe."
Abi hanya bisa tertawa , mendengar penjelasan Smith.
" Kamu pasien ter lucu Smith, beneran.Kamu pasti kerja dulu kan ,di ruangan nanti ".
Smith mengangguk.
" Banyak bule , memperhatikan kamu Smith, kamu bakalan terkenal di koran koran."
" Aku hanya ingin, aku berharga di matamu Bi, buat yang lain aku gak peduli."
Clara dengan terburu buru ,duduk di depan Abi, di susul Louise.
" Kalian pacaran Bi ?".
" Tidak..," ujar Abi.
Sedangkan Smith menjawab :" Iya."
Clara dan Louise pun saling bertatapan.
🍬🍰🎂🍬🍰🎂🍬🎂
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment