Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Aya Mengancam


__ADS_3

" Baiklah. Sekarang apa maumu sayang. Aku akan coba penuhi sayang...!!".


Tanya Jojo padaku dengan sedih.


Sesungguhnya aku tak tega sih, tapi mau bagaimana lagi. Kesal, marah dan kecewa sekali hatiku padanya.


" Untuk beberapa hari ini aku mau kembali seperti kehidupan ku semula. Aku ingin menghilangkan semua masalah ini. Bisakan...? Kumohon padamu?".


Pintaku padanya.


" Dengan kondisimu seperti ini mana mungkin kamu kembali ke rumah ibu?".


Kata Jojo.


" Bagaimana lagi...? Aku tak mau pulang kerumah seperti neraka itu...! Hiks...?".


Aku menagis membuatnya seketika gila.


Jojo mengambil HP nya dan menelpon Yang sahabat dekatnya itu.


Ting...tong....!!! πŸ’’


Drrret...!!! πŸ“²


" Dimana? Bisa jumpa? Aku dalam masalah serius nih...! Bantu aku ya?".


Kata Jojo.


" Oke kamu dimana? Aku masih kerja, Zack juga ada kok....!!".


Kata Yang dengan pelan tanpa menaruh curiga dengan nada bicara Jojo.


" Sudahlah. Aku hampir gila....!".


Kata Jojo.


" Iya baiklah selesai kerja kami kesana. Mau kubawakan apa? Share lock aja ya cuy....!!".


Kata Yang.


" Ah iya aman itu. Tidak usah, aku tidak mau apa-apa kok. Tolong ya...!".


Kata Jojo singkat namun dengan raut wajah yang bingung dan letih sekali.


Maklum hari ini dia sudah mengerjakan 2 jadwal operasi besar. Belum lagi istirahat dengan terburu-buru dia pulang mendapat telpon dari Pak Jamal.


" Oke sampai ketemu nanti...!".


Kata Yang singkat, kalau Yang tahu apa yang terjadi sebenarnya mungkin dia juga bakal panik dan semaput.


" Ya makasi, kutunggu....??!".


Kata Jojo lega.


Telpon terputus dan mata Jojo kembali melirikku dengan tatapn sedih dan hatinya hancur seketika saja...πŸ˜₯


Jojo membawa kotak obat, dan mulai membersihkan luka ku. Dilihatnya dengan mata melotot dan terkejut sekali. Sekujur tubuhku memar dan tergores.


" Kepalamu mana saja yang sakit sayang...?".


Tanyanya dengan sedih.


" Semua badanku sakit dan tersiksa. Apa salahku padamu dikehidupan lampau sehingga nasipku begini? Hiks... Hiks..... Kalian semua kejam padaku, apa salahku?Hiks..... Hiks..... Hks!!!".


Aku masih saja menangis tersedu-sedu.


" Maaf syg. Maaf... Aku yang tak bisa menjagamu. Aku tak bisa melindungimu, aku suami yang buruk? Semua salahku...!".

__ADS_1


Kata Jojo dengan nada dingin dan pilu melihat tubuhku penuh luka.


" Ini salahmu. Apa dosaku? Kalian semua menyiksaku dan anakku...!".


Tanyaku padanya masih dengan air mata yang terus berjatuhan bagai air hujan.


" Hm....mmm! Maaf sayang? Tidak...! Jangan katakan apapun lagi, itu hanya akan membuatmu terluka dalam saja. Kau boleh mencaci, memakiku, boleh kok. Asalkan kamu memaafkan aku!!".


Kata Jojo dengan rasa bersalah dan kesedihan yang amat pilu menatapku.


Kupandangi wajah super gantengnya itu, raut wajahnya sedih dan pilu namun tetap saja hatiku dan jangtungku berdegup kencang menatapnya. Seakan aku tidak mau melihat wajahnya itu menjadi dingin kembali, anakku didalam perut pun ikut bersedih dan marah padaku.


" Adu....uuuh sakit sekali. Ibu...sakit! Ibu....??!".


Pekikku dengan keras.


" Bagian mana yang sakit sayang ku?".


Tanya Jojo dengan panik kembali.


Aku mengelus perutku dan kurasakan gerakan bayiku aktif lagi, mereka tahu saja kalau aku sedang memandang wajah papanya itu. Sumpah hatiku gelisah, walau hatiku sedih dan terus menangis Bombay dipenuhi oleh air mata berderai.


Jojo kemudian mengelus perutku dan mencium nya lembut sambil berbicara dengan bayiku, seolah berdiskusi...! Seperti sidang diperpus kampusku bersama anak ayamku dulu.


" Hai sayang papa, kenapa nakal? Ah...sayang papa jangan nakal ya, mama sedang tak enak badan. Bantu lah papa menjaga mama mu, kalian berdua anak yang kuat... Bantu papa menjaga mama dikala papa tak ada. Jangan nakal ya sayang ku, kasihan mama selalu kesakitan kalau kalian berdua anak papa yanh lucu dan baik itu main bola didalam. Oke sayang? Bobo yang manis saja didalam ya sayang...! Papa cinta kalian dan mama. I love you....!! Cinta papa baik....!!!".


Kata Jojo dengan sangat romantis.


Muaaaa.......aaach!!! πŸ’“


Jojo mencium perutku dengan manja. Seketika anak dalam perutku diam dan tidak sakit lagi. Ah.... sepertinya anakku jahil juga. Selalu berhasil menggodaku, iiih kadang kesal aku harus merasakan sakit dan ngilu.


Ting...tong....!!! πŸ“²


Kriiing.....kring...!!!!


" Halo, Ya sayang, kamar 208 lantai 2 ya...?".


Kataku dengan singkat.


" Oke kak. Aku kesana...!!".


Kata Aya dengan sigap.


Telpon terputus dan Jojo bingung... Tangisku pun berhenti sejenak.


" Siapa tadi?".


Tanya Jojo dengan tatapan bingung plus curiga padaku.


" Aya...! Dia sudah sampai....!!".


Kataku pelan.


" Kapan kamu suruh dia kemari?".


Tanya Jojo dengan nafas lega.


" Oh tadi. Aku butuh dia...!!".


Kataku singkat.


Jojo hanya mengangguk dan tersenyum,


' Oh syukurlah? Aku kita ibu...! Untung saja!'.


Gumam Jojo dalam hati.

__ADS_1


10 menit kemudian Aya datang dan kaget bukan kepayang melihat kondisiku.


Klaaak....?!! πŸ’₯


Suara pintu dibuka.


Aya langsung masuk dengan terburu-buru begitu, nafasnya saja naik-turun.


" Loh kok...? Kenapa bisa begini?".


Tanya Aya kaget dan panik bukan main. Jojo hanya diam dan kembali membalut lukak ku dan kepalaku dengan perban.


" Sudahlah. Kamu panik begitu aku yang mau pingsan. Aku tidak apa kok?".


Kataku penuh senyum.


" Hei Abanh Jojo. Kalian sekelurga apakan kakak ku? Jawab aku....! Hah....?".


Teriak Aya dengan suara sekeras mungkin.


" Maaf sayang cuma kesalah pahaman saja kok. Abang yang tak mampu jaga kak Ulan. Maaf ya sayang ku...!".


Kata Jojo dengan rasa bersalah.


" Tubuh penuh perban, kepala diperban. Habis kalian apakan dia? Kalian gila...!!".


Kata Aya dengan nada membentak. Jojo hanya diam saja dan terus membalut luka istrinya tercinta itu.


" Sudahlah nanti kujelaskan dek, aku jatuh dari tangga. Tak ada hubungannya dengan Abang Jojo sayang. Oke percayalah...!".


Kataku memperjelas keadaan dan meredam kemarahan Aya yang meledak.


" Kakak apa yang bisa kubantu? Kasihan sekali Kakak? Keluarga Malik... Gila semua?".


Tanya Aya dengan lembut, sambil membelai wajahku yang penuh luka.


" Sementara ini rahasiakan dari ibu. Kamu bisa kan? Kalau kalian butuh apa-apa bilang saja dek...! Ibu bagaimana kabarnya dan Bapak? Kalian semua sehat...!?".


Tanyaku kepada Aya penuh cemas.


" Kami baik saja kok kak. Hei Abanh Jojo kalau aku tahu apa yang terjadi pada kakak ku....!? Lihat saja apa yang akan terjadi pada kalian. Kucincang...! Kujadikan sate Padang. Tahu kalian...? Awas saja kalau aku dengar kakak ku di aniaya keluarga kalian lagi? Sampai neraka pun bakal kukejar nuntut balas sama kalian....! Tahu...?".


Kata Aya menjadi marah dan langsung melotot kepada Jojo dengan sadis.


" Besok Kakak mau masuk kampus lagi. Tolong bawakan aku buku yang dirak buku kita bawa semua yang dikardus. Oke.... Antarkan saja siang pulang sekolah dek. Nanti kakak kasih alamatnya deh...!".


Kataku meminta tolong.


" Oke kak. Aman itu...!".


Kata Aya sigap dengan tersenyum.


" Ah ya ini uang ojek mu pulang ya...? Pulang sana nanti Ibu curiga sayang...!!".


Kataku dengan senang dan keluarkan uang seratus ribu .


" Oke. Kak sering call aku saja...! Aku siap membantu kakak. Bila perlu jadi tukang pukul juga bisa, senang nya hatiku!!".


Kata Aya menatap tajam kearah Jojo. Kulihat raut wajah Aya tidak senang kepada Jojo.


Aya pulang dan tak lama Yang datang juga.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,

__ADS_1


πŸ’žSelamat membaca ya kak....!!! πŸ’“πŸ’“


__ADS_2