
Tok....tok....tok...!!!!!?π’
Aku mengetuk pintu dengan perlahan.
Bapak" Silahkan masuk, tak apa! Pintu tidak dikunci kok...!".
Setelah itu kami masuk keruangan Ibu dan duduk diam manis saja.
Jedeeer........β‘β‘β‘
Aku kaget bukan main dan mataku melotot seperti silau akan cahaya matahari.
Wah sungguh mewah sekali ruangan nya. Ada tempat tidur untuk penjaga pasien, ada sofa lengkap lah beserta kulkas dan lemari pakaian.
" Seperti hotel ya Bu, dingin juga. Aku mau disini saja lah jaga Ibu...!! Tadi Om belikan kami makanan banyak...!!".
Ketus Fajar dengan polosnya sambil tertawa lepas.
Nem langsung duduk disofa disusul oleh Aya, aku juga ikut bergabung. Tanpa kusadari Om duduk di sebelahku, Ya aku sih biasa saja lah.
' Iiih, kenapa harus duduk disebelahku!!'.
Kataku protes dalam hati.
" Kak? Bagimana ruangan nya...? Nyaman tidak? Kalau kurang nyaman bilang saja!!".
Tanya Om pada Ibu,
Bapak yang jawab dengan sopan.
"Alhamdulillah nyaman dan bagus. Pasti mahal ya sewa ruangan nya. Kami mana sanggup bayar loh Om...!!! Hm....!!!".
Keluh Bapak yang sembari merasa bersalah.
" Aman itu Abang, anggap saja rumah sendiri. Masalah kakak sudah aku handel sendiri kok. Jadi apapun yang terjadi akulah orang pertama yang tahu, lagian Dokter kakak juga aku juga bersama beberapa rekan ku. Masalah biaya tak perlu dipikirkan. Mulai besok aku akan periksa kondisi kakak dengan Intensive, Abang boleh beraktivitas bersama anak-anak. Kan ada aku yang akan menjaga...! Kita kan keluarga....!! Apa masalahnya?!".
Om melipat tangan didada sambil duduk.
" Om nanti bisa capek, lagian Om kan banyak jadwal padat kan disini. Aku jadi tidak enak hati sama Om....!!!".
Bapak meyakinkan Om dengan pandangan Intensive.
" Banyak perawat yang akan saya tugasi untuk mengawasi 24 jam diruangan ini. Yang penting enakin saja lah Abang, kasian anak-anak tak ada yang urus. Kan semua harus sekolah, takutnya mereka tidak keurus gara-gara Abang sibuk disini. Kalau malam Abang kan bisa nginap disini, kita bisa gantian. Aku jaga sampek Abang pulang kerja. Bagaimana?".
Ketus Om sembari meyakinkan Bapak bahwa Om mampu menjaga Ibu dengan baik.
Bapak hanya menganggukkan kepala saja.
" Om titip ibu ya, setelah pulang kuliah aku langsung kemari kok jaga Ibu. Aku tidak bisa libur karena lagi ujian, Titip Ibu kan Om???" Tanya ku dengan meneteskan air mata.
" Sudah. Aman itu. Kerjakan saja tugasmu, masalah Ibu serahkan sama Om. Kamu percayakan? Loh yang Dokter itu Om kok...! Ya yang tahu danpaham kondisi Ibu juga Om. Ya kan? Sayang?".
Om mengelus kembali kepalaku sambil tersenyum sendiri tidak jelas gitu.
" Makasih ya Om. Kalau begitu aku sangat terbantu...!!".
Kata Bapak lembut lalu Om merangkul Bapak dan menepuk pundak Bapak dengan hangat.
Bapak tersenyum dan pancaran matanya indah dan bahagia sekali,
' Alhamdulillah. Terimakasih ya Rabb. Semoga kami selalu dilimpahkan Rahmat!!'.
Gumam Bapak dalam hati nya.
" Lalu bagaimana sekarang? Malam ini siapa yang disini bersama Ibu ?".
Tanya Ibu dengan nada cemas.
__ADS_1
" Jangan cemas kak. Ada aku kok. Biar anak-anak aku saja yang antar pulang kerumah. Malam ini Abang saja yang jaga kakak, bentar lagi jam terbang ku habis. Tepatnya jam 11 malam selesai operasi, aku akan mengantar anak-anak kerumah. Aman itu kak ..???!".
Om tersenyum seolah-olah meyakinkan Ibu dan Bapak untuk percaya padanya.
" Maaf sudah merepotkan Om...!?"
Bapak tersenyum kecil.
" Oh ya sudah waktunya aku kerja, habis operasi Om jeput kalian dan antar pulang kerumah. Oke...!!!".
Kata Om, sambil main mata kepadaku dengan genit.
Deg.....!!!π
Deg.......!!!π
Aku terkejut dan malu, wajahku berubah merah. Kayak tomat Mateng!!!
' Iiiih.....!!! Om menggodaku lagi didepan Bapak dan Ibu. Dasar genit....gatal....!!!'
Gumamku dalam hati kecil.
Om berjalan ke arahku dan berbisik.
"Tunggu lah aku disini, jangan nakal!!!"
lalu menghembuskan nafas ditelinga ku.
Aih....hu.....hu.....!π±
Kupingku gatal, jantungku hampir copot, darahku turun kebawah dan terasa dingin. Wajahku memerah. Siapa yang tidak kepo digituin orang ganteng coba, untung saja aku tidak pingsan. Orang buta saja bisa merasakan kalo Om itu bercahaya, wong dia punya aura yang hangat dan menyenangkan.
Ibarat Matahari pagi yang begitu hangat dan silau itulah ibarat Om, seperti cahaya senja yang jatuh dibawah pepohonan. Indah dan hangat betul! Sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna.
Aku saja sampai bisa mencair. Tidak tahu sejak kapan Om bisa buat aku teralihkan oleh senyum dan kerlingan matanya yang indah seperti pancaran cahaya berlian.
" Ulan jaga adikmu ya. Besok pagi jangan telat sekolah, antarkan Fajar baru pergi kuliah! Bawa saja motor Ibu ke kampus. Tapi harus hati-hati ya nak...!!! Jangan jangan menyusahkan Om. Dia sudah begitu baik sama kita, ingat itu ya Nem, Fajar, Aya...!! Jangan buat malu Bapak!?"
Kata Bapak menasehati kami semua,
Adikku hanya menganggukkan kepala seraya setuju dan patuh sama Bapak.
Aku hampir saja ketiduran, Aya dan Fajar sudah tidur. Nem masih asik main gadget, Bapak masih tetap terjaga. Ibuku sudah pulas, samar-samar aku mendengar suara Bapak.
"Allah masih sayang dengan kita, disaat kita bingung datang seorang keluarga yang begitu perhatian, aku terbantu sedikit".
Dengan suara yang begitu lembut.
Ternyata Ibu tidak begitu pulas,
" Dia memang baik dan ramah. Jojo ku tidak pernah berubah, kukira dia akan marah padaku karena tidak memberi kabar. Kalau sembuh nanti aku mau kita sekeluarga pulang kerumah saudaraku di desa. Sekedar menghormati yang tua saja. Bisa pak???".
Tanya Ibu dengan air mata.
"Iya. Sembuh lah. Kita pulang dan minta maaf pada keluargamu...?!".
Itulah kalimat yang terucap dari bibir Bapak.
Aku diam tertunduk seolah-oleh tidak mendengar mereka, Nem tentu tidak dengar karena kalau lagi main game dia bakalan fokus dengan game nya saja. Sibuk dunia sendiri lah...!
Aku hanya bisa menangis,
'Ya Allah. Sembuhkan Ibuku. Apa yang mengganjal dihatinya mudahkanlah....!!!' Gumamku dlm hati.
"Masih lama lagi kak? Aku sudah ngantuk nih? Jadi tidak sih kak?!".
Tanya Nem memecah keheningan diruangan.
__ADS_1
" Sebentar lagi. Om pasti datang jemput kalian kok. Om tidak mungkin bohong sayang! Sebentar lagi ya...? Sabar ya??!".
Kata Ibu dengan sabar, meyakinkan Nem.
Nem tersenyum dan lanjut main game lagi.
Tepat jam 11 malam
tok.....!!!π’
Tok...!!!?π’
Tok....!!!?π’
" Om sudah datang Bu...Pak!!".
Senyumku bermekaran sembari membuka pintu untuknya.
"Lama nunggu ya? Maaf tadi ada rapat dikit, sudah siap semua nya???!".
Om membawa bungkusan ditangan dan memberikan pada ku dan kusambut pula pemberian nya itu.
"Wah. Anak-anak sudah bobo rupanya yah? Ulan bangunkan mereka dengan lembut ya. Pelan-pelan dan lembut saja ya....!!! Jangan kasar!".
Sambil meraih infus Ibu dan mengecek keadaan Ibu. Om memeriksa Ibu dengan Stetescop nya.
"Hm...mmmm bagus kok! Besok kita periksa Intensive ya kak. Pagi sekali aku akan mulai, jadi kakak harus persiapkan diri dengan tidur teratur. Jangan banyak pikiran. Oke...???".
Om melirikku dan memastikan kami semua sudah terbangun.
"Ayo anak-anak besok telat sekolah. Om sudah siapkan diplastik ini sarapan pagi kalian besok...!!Ulan awasi adikmu besok ya..!!!?".
Tegas Om dengan suara tegas menatapku.
Aku hanya melotot terkejut saja melihat mimik Om yang serius itu.
' Sok perhatian? Tapi aku senang! Makasih ya Om super ganteng dan baik....!!!'.
Kataku dalam hati.
Ku pastikan adikku sudah bangun semua dan menggiring mereka sambil mengikuti Om kemana ia berjalan. Sesekali Om menuntun Fajar yang terkadang menguap dan menggerutu itu, Om hanya tersenyum kecil saja. Sampai di parkiran Om menyuruh kami masuk ke dalam mobil nya.
Wow.....wooooow......begitu indah...!!!π¨π±
Itulah kalimat yang pertama kali terucap dibibir ku, ternyata Om lebih kaya dari yang kupikir.
Kami naik mobil Alphard putih loh, seumur hidup baru kali ini aku naik mobil mewah. Aku duduk didepan dan adikku dibelakang
" Sudah naik semua? Tidak ada yang ketinggalan kan? Coba pastikan lagi, Oke???".
Tanya Om tegas sambil menyalakan mesin mobil dan memastikan kami semua duduk.
" Sudah kok Om!".
Kataku dengan tegas.
Terkadang apa yang kita lihat tidak seperti kenyataan nya. Maka pergunakanlah akal dan pikiranmu Karena Allah memberikan kita akal untuk berpikir. Hati tidak bisa dibohongi tapi adakalanya bibir lebih jujur, karena orang yang baik itu akan berpikir tentang lisan nya.
Semakin sederhana lisannya, maka semakin tinggi pula ilmunya. Kurang lebih begitu,
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
__ADS_1
πSelamat membaca ya..π€π€π€