
Wajah kakek dan sang tante kelihatan susah melepaskan Abi. Namun mereka harus wajib bersandiwara iklas, Abi paling tahu mereka.
" Makanlah, disana jaga diri ya Bi, jangan sampai sakit, kalau sakit cepat berobat, jangan di diemi."
" Ya kek ".
" Nanti kalau kakek ada waktu, kakek akan mengunjungimu."
Abi mengangguk.
Sang tante banyakan menunduk , dan Abi memeluknya.
" Kami mengantarmu ke bandara Bi."
Abi mengangguk.
Abi membawa 2 buah koper dan 1 ransel.Wanita biasa punya banyak barang yang di bawa😆, betul apa betulll😆😆😆.
" Bertemanlah dengan seseorang Bi, kisahmu akan selalu beda dengan kisah orang lain, maupun kisah orangtua mu, " ujar sang kakek.
Abi hanya diam.
" Jangan meniru tante mu, patah sebelum berjuang, gak ada rumah tangga yang sempurna, gak ada suami yang perfect, gak ada pasangan hidup yang serba sempurna. Menjalani hidup menyempurnakan itu semua."
Abi hanya diam memandang jalanan.
" Kakek tahu, pertengkaran orang tuamu, perdoalan rumah tangga mereka ,membekas sama kamu, memberi trauma, dan itu kakek dapati dari hasil psikologis mu sejak kecil. Semua sudah berlalu."
" Gak usah takut pasanganmu di belakang ngapain aja, karena orang yang value nya murah, kamu ikat sekalipun, dia bakal tetap mencari jalan pintas.Tetapi kalau orang yang value nya mahal, kamu bebasin sebebas bebasnya, juga gak ada niat buat macam macam, bangkai bakalan tercium, walau pun di kubur dalam dalam.Wibawa seorang laki laki, tidak dilihat dari seberapa harta, atau tingginya jabatan yang dia punya.Tetapi dilihat bagaimana dia menjaga pasangannya dan berkomitmen. Berani berkomitmen dengan satu wanita saja.Tidak pergi saat ada masalah,Tidak goyah saat di uji dengan kehadiran wanita lain.Jadilah seorang ibu yang bahagia.Yang harus di lakukan seorang laki laki, menjaga perasaan isterinya , kalau ibu bahagia,aka anak anaknya dan keluarganya juga bahagia."
" Jika kamu mencintai orang yang tepat, dia akan selalu membawa mu pada kenyamanan dan kebahagiaan Bi, jika dia membawamu pada kesedihan dan rasa sakit, maka kamu mencintai laki laki yansalah Bi."
" Semut tidak mempunyai mimpi Bi, babi tidak pernah tahu siang dan malam, karena mereka tidak pernah melihat langit, kupu kupu tidak pernah merayakan ulang tahun,karena hanya hidup 47 hari, jadi lihatlah Bi, bagaimana Tuhan menciptakan kita istimewa, belajar untuk tidak mengeluh,dan selalu ingat, kamu itu istimewa."
__ADS_1
" Jangan dapat laki laki sasimu, sana sini mau, hehehe, " ujar sang tante.
Abi dan sang kakek tertawa.
" Aku akan rindu rumah, rindu akan suasana semua ".
" Pastilah nak, jangan sedih, strong dong."
Abi mengangguk.
Kakek parkir , Abi dan sang tante membawa koper , menunggu kedatangan sang kakek.Tidak lama kemudian sang kakek bergabung bersama mereka.
Kakek mengelus pundak Abi. Mereka duduk di cafe, dan bahu Abi bersandar pada sang kakek.
" Kamu kelihatan kuat, namun kamu hanya manja pada kakek dan tante mu Bi."
Abi tersenyum.
" Kakek jaga diri, jangan larut tidur dan jangan capek capek."
Sang kakek mengangguk.
Abi menghapus air matanya.
" Kamu masih kecil saat orangtuamu pergi, bahkan rasa trauma buat kamu jadi anak ngompol, padahal sebelum nya gak, kamu bolak balik ke psikiater, kamu kakek bawa ke tempat para pastor, banyak mendoakanmu nak, memberi kamu akhirnya siap tidak siap menerima dan menjalani hidup."
" Semua perjalanan hidup Kek."
Sang kakek mengangguk.
" Waktunya Abi mau masuk kek, Bams kok belum muncul ya kek.Kami sama jadwal berangkatnya , walau beda jurusan."
" Tuh, yang berlari ke arah sini, Bams kan, kesiangan bangunnya kali Bi," ujar tabte tomboy dengan santai.
__ADS_1
Abi menahan tawa dengan sang kakek.
" Maaf Bi, telat."
" Nih tisu, buat lap keringatmu Bams, kebiasaan deh."
" Paspor dan lainnya udah ready gak ?".
Bams mengecek semuanya dan aman.
Bams mengangguk.
" Usah , masuklah, udah waktunya, biar gak buru buru," ujar sang kakek.
Abi memeluk sang kakek, mencium kedua pioi sang kakek.Kakek mengusap air mata Abi dan kembali memeluk sang cucu.
Tante tomboy pun matanya berkaca kaca , memeluk sang ponakan dengan erat.
" Jaga diri, makan tepat waktu."
Abi mengangguk.
Bams pamitan , menyamai sang kakek dan tante, juga memeluk kedua orangtua nya.
Abi dan Bams pun melambaikan tangan pada mereka.
Mereka menaiki eskalator, dan mereka mencap paspor dan menunggu di gate yang sama.
🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment