Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
GreenFlag


__ADS_3

Langkah Abi terhenti.saat dalam marahnya sang suami mengejarnya dan langsung memeluknya.


" Sayaaaaang, kamu salah paham, mas disana karena pengen banget makan hit pot pagi ini, entah mengapa 1bulan ini ,nafsu makan mas gedek, roti kesukaan kamu,juga mas selalunpesan buat di kantor, lain lagi Dion beliin dan pesanin aneka makanan yang kamu sukai, padahal mas gak suka."


Abi melihat langkah Dion dan mengangguk.


" Non ikut ke kantor, makanan disana lumayan banhak cemilan si pak Bos, saya ada di resto tadi Non, teman Non hanya cerita, soal kebaikan non, gak lebih."


" Kamu kerja sama dengan Tuanmu ?".


" Mana berani, non kan Ibu negara, patut di hormati, tuan aja sangat menyayangi non."


" Jangan buat jantungku berhenti sayaaaang."


Abi sesenggukan di dada bidang sang suami,tidak memperdulikan sekitar, maklum lagi galau, di peluk gini, yah tahu sendirilah, kalau wanita itu marah ,gak perlu ngotot marah ya bambanggggg, buat laki laki dan suami di luar , ingat, isteri marah pasti ada alasan, kadang bisa kan salah paham, jangan ngotot marah, wanita itu umumnya mau menang sendiri, gak pernah mau kalah loh🤭.Kalau di debat, di marah, bakalan perang dunia ke 3 ,4 dan 5.


Ibarat melempar bensin di api yang lagi menyala.Slow man.....wanita itu gak akan ngamuk jika kita menghadapinya dengan tepat.


" Temani mas makan ya."


" Kasihan loh sahabatmu, sampai bengong."


Abi mengangguk.


Perlahan mereka menyusuri jalan, dan memasuji resto.


" Bi...., " ujar sang perawat memeluk Abi.


" Kamu salah paham, aku gak akan menjadi pelakor, menusuk teman dari belakang, kamu tuh sangat baik banget sama aku, masa iya aku jahati kamu, hanya kamu sahabatku Bi,yang bantu aku hingga bisa sekolahkan anakku, bisa buat makan dan mandiri."

__ADS_1


" Maaf....".


Sang perawat memeluk Abi.


" Hot pot bahkan aku udah siapin buat makan siang kita."


Abi menghapus air matanya.


" Bi...kamu sampai nangis, padahal kamu jarang nangis, sesedih apapun jarang kan. "


" Apa kamu......".


" Apaan...".


Sang perawat membuat gerakan di bagian perut, seolah menyatakan Abi apa hamil.


" Gak tahu juga sihhh, aku belum cek.Lagian kami kan jaga."


" Pernah sih kepeleset beberapa kali, gak jadi, beneran."


" Ini kepelesetnya kalau jadi gimana Bi ?".


" Aku gak bisa mikir, beneran."


" Suamimu kan gak suka makanan hot pot, ini lahap makannya, mana makan makanan kamu ,pilihannya semua yang biasa kamu order."


Abi dan Smith saling menatap.


" Kita cek aja ...gimana yaaang ?".

__ADS_1


Abi mengusap wajahnya.


" A...a..aku belum siap, gimana dong."


" Waktu akan membuatmu siap, aku juga dulu gak siap Bi, buat punya anak di usia muda, kamu harusnya bersyukur Bi, keluarga suamimu greenflag, gak nge judge orang, penyayang, yang suport kamu tuh pasti keluarga."


" Apa kamu tega, kalau kamu hamil, kamu gugurin ?".


Abi pun menunduk.


" Kamu tuh punya suami, suamimu tidak berkekurangan Bi, bahkan pengawalmu bisa kita suruh buat jaga anakmu Bi, tuh banyak pengawal gitu, suruh kerja jaga bayi aja, ngerangkap, hehehe".


Abi ,Smith dan Dion pun ngakak.


" Kamu juga Dion, siap siap jadi Nany, gak mau tahu, kalau Abi hamil, kamu wajib jagain anak mereka , karena maminya kan study."


" Baiklah demi kemakmuran bersama, saya akan mengorbankan diri, lihat junior nya bos, pasti lucu. "


" Kalau kalem kayak CEO mu kamu gak repot, kalau tomboynya kayak emaknya, kamu bakalan ampun ampun, Abi tuh aktif, energik, pertanyaan nya banyak, kritis, kamu bakalan bingung jawabnya apa, coba aja ."


Abi menepuk jidatnya dan ngakak. Keingat masa kecilnya menanyai pasien, sampai kakek dan pasien tertawa ,karena pertanyaan Abigail komplit lengkap, lugas dan berkelas , padahal masih kecil saat itu.


😍🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2