
Smith bukanlah orang yang suka pamer. Namun dia hanya mengalir begitu saja berbicara pada Abi. Terkadang bingung mau ngobrol apa. Dan itu mengalir begitu saja, agar ada bahan pembicaraan.
Smith dan Abi kedinginan dan tertawa, meneguk air hangat.
" Kamu gak lapar Bi ?".
" Lapar, tetapi kamu kan puasa, aku gak mungkin makan di depan kamu, nanti kamu ileran, nelam air ludah."
Smith tertawa.
" Bi..., omongan ileran dan banyak hal, aku sampai kursus sama mamiku, nanya banyak hal, aku jadi bahan ledekan papiku."
Abi tertawa.
" Kulit kamu putih Smith, kena dampak musim dingin, memerah, ujung hidung kamu kayak badut, telinga kamu juga memerah. "
Smith tertawa.
" Aku lebih suka bintang Smith, dari salju."
" Bintang kecil, di raih gak bisa kan Bi."
Abi mengangguk.
" Kamu mau menjadi pacar aku kan Bi.....? ".
Abi melototkan matanya.
" Aku serius Bi....".
" Kita temenan aja yah."
" Temenan ,apa kamu sanggup, detak jantung kamu saja berpacu saat aku peluk, kamu mau mengatakan gak ada rasa sama aku Bi ?".
Abi kembali melototkan matanya , kemudian menunduk. Terbukalah secara gamblang apa yang dia rasakan .
Smith merapikan rambut panjang Abi.
" Kamu sangat oriental, kelihatan bule bule dikit, kamu sangat menggemaskan Bi."
" Kamu juga menggemaskan, tinggi, kekar, tapi proporsional, apa kamu nge gym Smith ?".
" Ya Bi, rutin, olah raga di rumah, terkadang di pusat olah raga, bareng Dion."
" Lihat tubuhmu , pasti banyak gadis sampai ileran."
" Kamu cemburu Bi ?".
" Ah...ah...gak....".
" Yang benar ? teman kamu dokter aja, liat tubuh aku, kamu langsung bentengi dengan badan kamu Bi."
__ADS_1
" Kamu kan pasien aku, privasi, masa kamu gak malu pamerin badan di depan umum..., " ujar Abi.
Smith tertawa mendengar ucapan Abi.
" Makan seefood bakalan enak malam ini, aku pamit bentar, boleh gak Smith ?".
" Kamu lapar Bi ?".
Abi mengangguk.
" Aku pesan grab food aja ,pakai aplikasi."
" Aku tahu, ada resto seefod enak, aku pesanin ya. Toppingnya banyak Bi, dari cumi, udang, berlimpah."
" Lihat ini Bi, fotonya, aku sering makan disana ,kalau lagi butuh protein."
Abi melihat ke handphone Smith.
" Buat ngiler, mau Smith, pesenin..., nama restonya apa ?".
" Mau nasi goreng seafood ?".
" Emang ada ?".
" Hmmm..., penjualnya orang indo, ngerti masakan indonesia, dia asal indonesia, menikah dengan orang Swiss."
" Aku sering nyuruh di buatin nasi goreng, aku suka nasi goreng Bi....".
" Aku juga suka nasi goreng, mie goreng, kue tiaw goreng, mie kuning, aku pemakan segalanya, omnivora hehehehe".
" Kamu juga Karnivora kan Smith ?".
" Waktu kamu makan sawi di pangsit ,keliatan kamu kesulitan nelam, sampai pakai air."
" Kamu gengsi kan , ada aku disana , liatin kamu."
Smith pun tertawa.
" Benar Bi, aku gak suka sayur."
Abi dan Smith pun tertawa.
" Baiknya tubuh ada serat, gak boleh hanya makan daging aja."
Smith tersenyum dan menyandarkan tubuhnya dipundak Abi.
" Asal kamu nerima aku, aku akan berusaha Bi...".
" Kamu ada maunya aja Smith , manis di awal."
" Aku bukan manusia bermuka 2 Bi, bukan manusia topeng."
__ADS_1
" Tulus atau modus ?".
" Tulussss."
" Mau pesan nasi goreng Bi ?"
" Yup, cabe di pinggir ".
Smith mengangguk.
" Tunggu sebentar ya Bi, jangan bobok ".
Abi mengangguk.
" Kita duduk di lantai Bi ?".
Abi tertawa.
" Kamu nanti kelamaan duduk di lantai, jadinya mau nge bom lohhh, ledek Abi ."
Smith tertawa terkikik.
" Kalian ngapain di bawah Bi, " ujar Dokter Renold Humbert.
Abi tergugu gugup buru buru berdiri.Tidak menyadari kedatangan sang dokter.
" Maaf dok , saya lapar, gak ada tenaga buat berdiri," ujar Abi menahan tawa.
Dokter Renold tertawa.
" Udah pesan makan Bi ?".
" Udah dok, big boss pesanin, kapan lagi kan dok".
" Benar Bi , kesempatan ,hehehe".
" Bagaimana suhu tubuh Smith?".
" Semua normal dok, baru saya cek ."
" Baiklah Smith, jangan begadang yah, istirahat yang cukup."
" Baik dok."
Dokter Renold pun pamit.
🥰🤣🥰🤣🥰🤣🥰🤣
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment