
" Jodoh gak akan kemana Bams ,mau sekalipun kita gak suka ,kalau Tuhan membolak balikkan hati kita, kita gak sanggup bilang apa apa ,beneran, " ujar Putera.
" Pesona sepupumu sangat bar bar Bams. Terus terang dia sangat manis. tampan dan misterius," ujar Deby.
" Daya pikatnya melebihi kita Bams, aura nya kamu gak akan dapati pada banyak orang, " ujar Putera.
" Jangan munafik Bi, kamu kepikat kan ?", ujar Deby.
" Yang benar aja , gak Deb, aku gak mikir jalan sama orang tajir. trus pakai pengawal gitu, aku mau menjalani hidipku biasa biasa aja, gak wah, gak aneh aneh."
" Jika Tuhan berkata lain gimana Bi?".
" Gak tahu sihhhh, kuta gak tahu ke depannya, tetapi yah sebisa mungkin aku menjahui setiap hal yang gak aku sukai."
" Menghindar karena takut kepikat? atau takut berjodoh ?", tanya Putera menahan tawanya.
" Takut berjodoh. "
" Tatapan dalam gitu, kamu bisa menghindar sampai kapan Bi, daya pikat nya itu, luar biasa, " ujar Deby.
" Dia tadi duduk di taman, para perawat, dokter, pasien, heboh, dan mendekati, bayangkan Bi."
" Susah punya suami selebritis, makan hati, " ujar Abigail tertawa.
" Dia cool banget loh Bi, beda banget kalau dia dekat sama kamu, banyak ngomong, kalau di luar diam, hemat suara."
" Udah jangan ngompor ngompori dehhhh".
" Udah liat lulus apa gak, pertukaran pelajar kamu Bi ?".
" Belum, dari tadi terus nangani pasien."
__ADS_1
" Bams lulus ? ," tanya Abigail .
" Lulus Bi , aku ke Canada."
" Mantap dong Bams."
" Gak ada yang sama lulusnya dimana ," ujar Bams menunduk.
" Keliatan kamu bgarep ya, hayooo, ngarep kamu dan Abi satu negara "
" Hanya harapan, tadi direktur mengatakan, gak ada yang sama , jadi lemas deh, kalau sama dengan Abi lulus, kan bisa lebih berjuang, " ujar Bams .
" Ihhhh....., niat mu serem Bams.Strategimu gak jebol, " ujar Deby ngakak.
" Udah ,gih ke kantor direktur, lulus apa gak, biar plong," ujar Putera.
Abigail pun mengangguk.
Abigail menekan tombol 1, setelah memasuki lift.
Smith menekan kedua tangannya di dinding lift, melindungi Abigail.
Mereka saling bertatapan, Smith tersenyum, srdangkan Abi membuang pandangannya.
Setelah lift sampai di lantai 1, secara berdesakan juga mereka keluar. Abi hanya menunggu lift lebih longgar .Abi terkesiap melihat perban luka Smith mengeluarkan darah.
" Tangan anda, berdarah, apa kesenggol akrena berdesakan tadi ?", tanya Abi.
Smith hanya melihat tangannya.
" Saya cek kembali ya Smith."
__ADS_1
Smith tersenyum dan mengangguk.
Abi pun menarik tangan sebelah kiri Smith, membawanya ke satu bagian.Banyak para perawat melihat ke arah Abi dan smith.
Abi perlahan membuka perban Smith, dan sedijit lega,luka itu hanya tertekan makanya berdarah kembali.Jaitannya aman.Abi membersihkan luka dan memberi obat.
" Jangan naik lift yang berdesakan, luka nya bisa lama sembuh dan berbahaya, " ujar Abi.
Smith hanya tersenyum memandangi wajah cantik Abi.
" Sudah selesai, kembali ke kamar anda Smith, jadi pulang hari ini kan ?".
Smith menggeleng.
" Saya masih mau dekat dengan kamu Bi."
" Anda semakin ngaco Smith, gak kerja gimana nasib karyawan kamu?".
" Ada Dion, dan nanti beberapa bagian keuangan dan perencanaan rapat di ruangan saya."
" Bos mah bebas, " ujar Abi membereskan peralatan nya.
" Kembali ke kamar anda Smith, jangan kemana mana kelayapan lagi," tegas Abigail.
Smith tersenyum .
🥰😍🤩🥰😍😛
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment