Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Warnai Hidupku


__ADS_3

Ketika sore Smith menjemput Abi, Abi mengerutkan kening melihat Smith flu dan langsung mengecek suhu Smith dan benar saja ,suhu Smith 38.7.


" Kamu demam yaaang."


" Yes...," ujar Smith.


" Mas aneh, apa linglung karena demam ? Tanya Abi sambil menahan tawanya, sedangkan Dion tertawa keras.


" Geli banget cokkk, bos pengen di manja lagi ,panik gak...panik...gak....", ledek Dion.


Smith pun tawanya pecah.


" Nih pasien kumat dehhh, " ujar Abi .


Dion pun mengendarai mobil, menjadi supir mereka seperti biasa.


" Minum obat mas, Akkk.....".


Smith pun membuka mulutnya.


Dion mengitari danau.


" Dion berhenti sebentar. Temani aku main batu yukkk".


" Baiklah non."


"Aku juga ikut, kok gak ngajak mas sih Bi."


" Yang sakit wajib di dalam mobil, hehehehe".


" Please yaaang, jangan borgol di mobil".


Dion dan Abi pun ngakak.


Abi mengambil batu ,memberi contoh lompatan batunya.Dion tidak mau kalah ,di susul oleh Smith.


" Aku yang menang ,hehehe".


" Gak...., ayok lempar lagi...".

__ADS_1


Mereka pun kembali melempar, sampai Abi gak sadar melemparkan handphone nya ke danau.


" Bi....kamu yakin ,yang kamu lempar batu ?".


" Jelas mas...".


" Coba lihat handphone mu Bi...".


Abi pun gelagapan mencari handphone di kantong nya.


" Handphone ku.....," ujar Abi hendak melompat pembatas danau.


Smith langsung memeluk sang isteri


" Ada hikmahnya juga Bi..., handphone kamu jadul akhirnya akan berganti."


" Ihhh...itu handphone kesayangan aku mas, nomor kontak dan memory nya gimana mau balik mas."


" Tenang aja non, Bos kita jago IT, tuh dah balik semua, karena saya punya handphone juga pernah masuk ke area proyek dan gak ditemukan, data kontak, gambar, video, semua bisa bos pulihkan."


" Udah kita beli yang baru ya yaaabg, yang lebih canggih. Ada hikmah di pertandingan batu, " ujar Smith menahan tawanya .


" Jangan mayun dong yaaaang."


Abi pun menarik tangan Smith memasuki mobil.


" Kita ke toko handphone bos ?".


" Hmmm...handphone kita couple ya beb...."


" Gak...handphone mas puluhan jufa, ku gak mau, aku beli yang biasa aja."


" Jangan menolak niat baik suami yaaaang, vak boleh, suami kerja buat senenhin iateri, kamu kan suka nonton dramkor, dram cin, kalau lagi senggang, kapasitas download handphone ini beaar RAM nya yang, juga gesit dalam buka email, buat kerja praktis."


" Udah mirip cewe cewe nawarin HP di mall deh..., nyari apa bang...,nyari apa kakkkk...,nih kak singah...mari kak, bang...dipilih...dipilih....".


Smith oun ngakak dengan Dion melihat ke uyuan Abi. Abi sangat lucu banget.


Sampai di tempat duduk mobil, Smith masih menahan tawanya.

__ADS_1


" Jangan teetawa lagi," ujar Abi.


Smith pun mengangguk.


Demikian juga Dion masih menahan tawa.


Sejak kehadiran sosok Abi, gak pernah rasanya gak rame suasana mobil dan. Rumah, Abi sangat lucu dan menggemaskan.


Dion tahu, Smith sangat menyayangi Abi, bukan saat ini saja ,sejak melihat Abi pertama kali, Smith sangat gelisah, terus ngajak ke Jakarta, terus nyari dan ikuti Abi.


Dan tawa Smith pun sangat lebar buat wanita satu ini, wanita sangat baik, ramah dan pintar.


Dion membayangkan Smith akan mempunyai anak, yang mirip dengan dirinya ataupun mirip dengan Abi, pasti sangat rame suasananya.


" Minum air putih mas," ujar Abi.


Smith mengangguk.


Mereka pun singgah di toko handphone, Abi sampai sport jantung mendengar harga mehong handphone yang sudah Smith pesan.


" Gila mahal bingitttt gaknusah mas, mending uangnya di kasi sama anak anak yang berkekurangan."


" Mas sudah ada bantu panti yaaang, please handphone kita samaan."


" Kamu royal banget mas".


" Buat tehnologi dan keperluan kerja yaaang."


Abi hanya menepuk jidatnya, gak bisa bicara apa apa lagi, sang suami kekeh handphone mereka couple lan.


Abi memijit jidatnya ,tiba tiba pening rasanya.Sedangkan Dion tersenyum. Dion tahu, Abi bukan wanita murahan , tamak harta dan materi, Abi prangnya niatnya memang baik.


😛🥰😍🤩🥰😍🤩


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2