Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
2 Tahun


__ADS_3

Tidak terasa, sudah dua tahun Abi menjalankan kuliah ke spesialisannya bagian bedah saraf. Abi semakin bisa mengelola waktu, Abi juga banyak belajar memasak di kala waktunya weekend dan sedikit senggang. Smith dan maminya banyak mengajari Abi.


Berperang dengan alat alat di dapur, sungguh lebih penuh tantangan dramatis buat Abi.


Siang itu, Abi dan Lisa temannya sedang berbelanja di pusat perbelanjaan, seperti emak emak pada umumnya, jika Abi sempat dan ada waktu, maka Abi lah yang berbelanja.


Abi membeli buah, sayuran, udang, daging sapi, daging ayam, ketika semuanya sudah di kepak , Abi pun membawanya ke parkiran , bersama belanjaan Lisa.


" Kita makan yuk Lis."


" Ayuk Bi, aku juga lapar."


Ketika memasuki sebuah restoran , Abi melihat seorang ibu hamil memijit keningnya. Sang Ibu sendirian.


Abi membuka tas nya dan seperti kebiasaan biasanya, memang dimana pun Abi berada ,Abi selalu membawa stetoskop.Abi dan Clara sibuk memesan beberapa makanan.


Abi masih memperhatikan sang ibu. Dan Abipun berdiri menghampiri sang ibu.Membuat Clara bingung , sehingga mengikuti Abi juga.


" Apa ada yang tidak nyaman bu ?".


" Kepala saya pusing ".


" Boleh ijinkan saya men cek kesehatan ibu ?", saya seorang dokter di rumah sakit, Toronto General Hospital .".


" Silahkan dok."


Abi pun memeriksa sang ibu, dan menyuruh Lisa mengambil alat tensi darah di mobil Abi.


" Ibu apa ada gangguan selama kehamilan ?."


" Beberapa hari, saya mengalami gangguan penglihatan, mata kabur, nyeri perut, sesak hafas , kata mertua saya ,hal itu umum buaat wanita di masa kehamilan."


" Memang gejala yang ibu tunjukkan umum, namun harus di cek ke dokter kandungan bu, agar kondisi ibu dan anak terpantau."


Abi mengecek tangan dan kaki si ibu.


" Menurut saya ,ibu mengalami Edema atau pembengkakan pada wajah, tangan, dan kaki".

__ADS_1


" Apa berbahaya dok ?".


" Bisa mengarah ke keracunan kehamilan bu.Saya cek tekanan darah ya Bu."


Lisa memasang alat, dan mengujur tekanan darah sang ibu.


" Cukup tinggi bu, 280/80 ".


" Apa suami ibu, bisa ibu hubungi ?".


" Dia tugas di luar kota dok."


" Saya telepon bentar, " ujar sang ibu.


Sang ibu pun menelepon sang suami, dan terdengar sang suami dalam bahasa Prancis, menyuruh sang isteri segera ke rumah sakit , mencari bantuan."


" Bolehkah membawa saya ke rumah sakit ?".


" Tentu saja bu."


Sang ibu Abid dan Lisa papah ke dalam mobil. Abi melajukan mobil perlahan, sedangkan sang ibu membaringkan badannya di kursi.


Abi menghubungi pihak rumahsakit buat bersiap menangani sang ibu.


Begitu mereka sampai ,tidndakan medis pun di lakukan, urin si ibu di periksa dan darah sang ibu .


" Aku curiga dia mengalami keracunan kehamilan dok, " ujar Abi pada dokter James yang bertugas bagian obgyn."


" Semua Wanita Hamil Berisiko Mengalami Keracunan Kehamilan."


Keracunan kehamilan adalah kondisi medis yang dialami oleh sekitar delapan persen wanita hamil di seluruh dunia. Jika tidak dideteksi dan ditangani sejak dini, kondisi ini dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin.


Keracunan kehamilan merupakan istilah yang dulunya digunakan untuk menyebut preeklamsia. Kondisi ini bisa muncul setelah kehamilan memasuki usia di atas 20 minggu, di akhir trimester kedua atau ketiga.


" Kondisi yang berpotensi membahayakan kehamilan ini tidak dapat dicegah, dan umumnya akan hilang setelah bayi lahir. Namun terkadang, ada wanita yang tetap mengalami preeklamsia meskipun bayi yang dikandung sudah lahir Bi. "Ujar sang dokter."


" Gejala keracunan kehamilan sangat bervariasi dan berbeda pada setiap ibu hamil. Bahkan, seorang wanita hamil bisa saja mengalami keracunan kehamilan tanpa merasakan gejala apa pun,." ujar dokter James.

__ADS_1


" Meski demikian, tanda umum preeklamsia adalah proteinuria atau protein tinggi pada urine dan tekanan darah tinggi (hipertensi) pada ibu hamil. Tanda-tanda ini biasanya baru terdeteksi saat menjalani pemeriksaan kehamilan rutin. Oleh karena itu, ibu hamil perlu memeriksakan khamilan secara rutin ke dokter.


Selain itu, ibu hamil yang mengalami keracunan kehamilan dapat merasakan beberapa gejala berikut:


Gangguan penglihatan atau mata kabur


Rasa nyeri tepat di bawah rusuk


Sakit kepala parah


Nyeri perut


Sesak napas


Jumlah urine berkurang saat BAK


Edema atau pembengkakan pada wajah, tangan, dan kaki.


" Penyebab pasti munculnya keracunan kehamilan masih menjadi misteri. Namun sejauh ini, para ahli menduga preeklamsia terjadi akibat gangguan pada plasenta, di mana plasenta tidak berkembang dengan baik karena gangguan pada pembuluh darah".


" Untuk mengurangi risiko terkena keracunan kehamilan, dokter mungkin akan memberikan aspirin dosis rendah sekitar 75–150 miligram per hari, dimulai sejak usia tiga bulan kehamilan hingga bayi lahir.


Perlu diingat, pemberian aspirin ini bertujuan sebagai upaya pencegahan, dan bukan untuk mengobati keracunan kehamilan. Jangan mengonsumsi aspirin bila tidak disarankan dokter."


" Apabila kondisi ini tidak ditangani sejak dini, maka dapat berkembang menjadi komplikasi serius yang disebut dengan eklamsia. Jika telah berdampak kepada organ-organ, seperti otak, hati, dan ginjal, keracunan kehamilan dapat mendatangkan akibat serius dan mengancam nyawa," ujar James


Abi dan Clara mengangguk.


😍🥰🥰😍🥰😍🥰😍😍


Jangan Lupa


Like


vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2