Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Mencintai


__ADS_3

Smith tersenyum saat memperhatikan Abi sedang bertugas, memang jiwa Abi sangat kental soal medis. Perjuangan Abi, keuletannya sangat penuh daya juang. Bahkan begitu lelahnya dalam satu hari beberapa kali jadi asisten dalam operasi apapun, dia lakukan, tanpa mengeluh.


Dan ketika makan , Abi sangat lahap, kelaparan. Smith tersenyum menemani Abi makan. Walau makanan ala kantin, tetapi Abi mengisi energinya dengan full.


Bahkan pangsit yang Smith bawakan, Abi lahap dengan penuh senyuman.


" Makanlah perlahan Bi."


Tidak lama kemudian ,Dokter Edward sengaja duduk di samping Abi.


" Bi...., ini ada cookies dari mamiku, di makan yah ".


" Clara apa ada dokter bagi ? , Clara juga mau dok, Clara suka cookies ," dengan santai Abi bicara.


Smith dan dokter Edward saling bertatapan.


" Kalian gak makan ? ," tanya Abi.


Smith pun memulai makan , dan sesekali Smith memberi menu daging pada Abi dan dokter Edward tidak mau kalah, mengikuti apa yang Smith lakukan.


" Udah ,gak usah beri aku apa apa lagi dok, udah cukup, " ujar Abi menahan tawa.


Sedangkan Clara sambil lewat, sambil menyenggol bahu Abi.


Abi menahan senyumnya ,saat melihat susut mata sang kekasih sangat tajam ,hendak menerkam lawannya.


Akhirnya dokter Edward di tarik seorang temannya.


" Apa kamu merasa sangat cemburu Smith ?".


" Tentu saja, ingin mengangkatnya sejauh mungkin darimu Bi."


" Kamu gak kerja ?".


" Bentar lagi Bi, pengen lihat kamu lebih lama."


" Nanti kamu bosan."


" Gak bakalan Bi."

__ADS_1


" Kamu gak romantis banget Smith, namun aku sangat me respek apa yang kamu lakukan buat aku, dapat dari mana , kunci kamarku ?".


" Ada dehhhh".


" Makasih sudah merapiin dan membersihkan kamarku. Terlalu lelah , merapikan itu semua."


Smith hanya tertawa.


" Makasih ber roples toples cemilan sehat. cokelat, keripik kentang, keripik ubi made in Indonesia, ah Smith...., the best banget ,cowoknya aku...," ujar Abi .


" Kakek akan memasuki rumah sakit siang ini, " ujar Abi.


" Ya Bi, maaf , aku gak bisa temani kamu,karena lagi ada meeting proyek, dan urgent."


Abi hanya mengangguk.


" Gak apa apa Smith."


" Sudah selesai makan ,yuk ke taman Bi."


Abi mengangguk.


" Buat seorang CEO ,makan di kantin apa tidak terlalu sederhana Smith ?".


" Apapun yang aku makan, asal ada kamu, no problem Bi."


" Gombal....," ujar Abi menusuk nusuk pakai telunjuknya , bagian perut Smith.


Smith tertawa.


" Saat melihat mu bi , aku sangat mengukaimu,bahakan ketika menjadi pacarmu, aku dua kali mencintaimu."


" Jajgan boros mencintai, nanti bisa habis."


" Tidak bakalan habis cinta aku buat kamu Bi, jujur."


" Belagu ...," ujar Abi teetawa.


Smith meraih tangan Abi ,memasukkan ke dalam jaketnya.

__ADS_1


" Jaket mu terlalu tipis Bi, jika keluar pakai jaket yang lebih tebal. "


Abi mengangguk.


Smith menarik tangan Abi, Smith membuka mobilnya dan memasangkan sebuah jaket pada Abi.


" Ini ada beberapa jaket, di pakai yah, " ujar Smith sambil mengusap rambut Abi.


Abi tersenyum dan mengangguk meng iya kan.


" Aku akan berangkat tugas siang ini Bi, dan gak tahu sampai kapan , baik baik disini yah."


Ada tatapan sedih dari Abi. Smith langsung memeluknya.


" Maaf Bi, jadwal operasi kakek, aku tidak bisa nemani kamu. Aku sudah berpesan pada dokter Renold dan dokter William, agar mengupayakan yang terbaik buat kakek."


Abi hanya menunduk dan air matanya mengalir


" Maaf Bi, urusan kantor sangat mendesak,inginku dalam keadaan apapun berada di sisi mu".


" Kamu mempunyai tanggung jawab yang besar Smith, kamu punya banyak pekerja yang menggantungkan hidup dari kesinambungan perusahaanmu. Aku gak apa apa Smith.Aku berusaha kuat, tetapi telepon aku, " ujar Abi tersedu sedu.


" Ya yaaaang ,aku janji."


" Bagaimana caramu memberitahu tante tomboy , begitu dia tiba nanti sore Bi ?".


Abi hanya menunduk.


" Entahlah Smith, aku tak tahu."


Smith membali mendekap Abi dengan erat, berusaha membuat Abi kuat dan nyaman.


🥰😍🥰😍🥰😍😍


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2