Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Bongkar mesin


__ADS_3

Tidak lama setelah itu dr. Weston melakukan persiapan, Mommy menunggu diluar dengan cemas dan kuatir.


Bibi Iyah dan Bibi Jur juga mondar mandir seperti gosokan begitu. Pak Jamal duduk dikursi sambil dzikir meminta keselamatan untuk kami.


" Aku takut sekali. Jangan tinggalkan aku sendiri disini. Aku takut sekali, kumohon....!!".


Aku kelihatan pucat dan tak semangat begitu melihat peralatan seperti gunting dan suntik ada didekatku.


" Tenang saja ny.Malik... Aku ahlinya. Tak akan ada rasa sakit sedikitpun, ku jamin kamu akan baik-baik saja. Jojo ahli jantung dan pembuluh darah, Yang dan Zack juga ada disini menemani kamu. Berdoa saja... Jangan takut!!! Percayalah padaku...!!!!?".


Kata Dokter Westin memberikan aku semangat agar tidak takut lagi.


" Genggam saja tangan ku sayang. Aku akan putarkan musik untuk mu. Mau lagu apa?".


Tanya Jojo padaku dengan ramah dan hangat, sambil mengelus kepalaku.


" Kalau bisa lagu Peterpan saja, Aku suka?".


Kataku sambil senyum.


Om memutarkan musik yang buat aku nyaman dan mataku mulai mengantuk.


Zzzz......z......zzzz........😴😴πŸ˜ͺ


Setengah jam kemudian keluarlah anak tertua ku, Wow.... Ganteng seperti Jojo.


Hore.... I Have one Baby Boy...!!! πŸ‘Ά


Jojo mendekapnya dan mencium anak kami yanh menangis begitu kencang.


Mommy bahagia bukan kepayang, dan bayi kami dibawa keruangan bayi dan diletakkan diruangan inkubator. Mommy mengikuti bayiku dan tersenyum bahagia melihat malaikat kecil tak bersayap 99% mirip Jojo itu. Hidung, mata, mulut dan wajah semua mirip... Seperti foto copy Jojo.


Pak Jamal mengucap syukur dan bersujud sambil menatap dari belakang Mommy yang duduk didepan inkubator.


" Alhamdulillah... Mirip tuan Malik ya nyonya besar? Wah lucu sekali, tampan ya??".


Kata Pak Jamal dengan begitu bahagia.


" Iya pak. Akhirnya aku bisa jadi nenek, aku teringat saat Jojo masih bayi!".


Kata Mommy menangis sedih sekali sampai terisak-isak melihat wajah yang sama seperti Jojo ada didepannya.


Gak lama setelah itu, bayi kedua kami juga menangis keras. Bayi ini lebih gemuk dari yang pertama, wajahnya juga dominan mirip Jojo... Tapi rambutnya lebih hitam dari yang pertama.


Jojo memeluknya dan menangis bahagia melihat mereka lengkap dan sehat... πŸ˜„


Bayi kedua kami dibawa juga keluar untuk menuju ruangan inkubator. Yang dan Zack mengikuti Suster yang membawanya, tinggal hanya Dr. Weston dan Jojo saja bersama beberapa perawat.


Selesai sudah aku mempertaruhkan nyawaku diruangan itu sejam lebih saja.


Weston memeluk Jojo dan mengucapkan selamat padanya.


" Selamat ya Jojo. Keluarga Malik memiliki malaikat yang indah dan cantik. Semoga kalian hidup SAMAWA...amin??!".


Kata dokter dengan tulus.


" Terima kasih ya. Kau memang sahabatku. Karena mu istriku baik-baik saja!!".


Kata Jojo berterimakasih.


" Sudah tugasku. Aku akhirnya tenang sedikit, karena penerus keluarga Malik sudah lahir. Jadi nasib rumah sakit ini sudah jelas. Aku bahagia....!!! Sangat Bahagia....!!?".


Kata Dokter dengan tenang kepada Jojo.


" Terimakasih... Aku tak bisa balas budimu, kamu tahu aku tak mudah mempercayai orang lain. Makasih....!!!".


Kata Jojo berterimakasih.


Jojo menunggu didalam ruangan sampai aku dipindahkan keruangan sendiri.


Hampir 2 jam aku tak sadarkan diri, kubuka mata perlahan dan kepalaku pusing sekali. Dan aku haus sekali.


" Hm..... Aku haus....haus....!!".


Kataku dengan lemah.


Samar-samar kudengar suara Jojo memanggil namaku dengan lembut.


" Sayang? Sayang? Kamu sudah bangun ya?".


Tanya nya padaku pelan.


Kurasakan tangan yang begitu hangat dan lembut, tentu aku tahu belaian siapa itu. Karena dalam setahun ini aku mulai terbiasa akan kehangatan itu.


" Haus....! Aku haus....!!! Minum?".


Kataku pelan, namun masih menutup mataku rapat karena merasakan pusing luar biasa.


" Belum boleh sayang. Kamu harus kentut dulu baru boleh minum sayang????!".


Katanya lembut berbisik ditelingaku.


" Baiklah kalau gitu, aku kentut nih? Kebetulan sekali aku lagi mules...!".


Kataku pelan lagi.

__ADS_1


Tut.....!!!


Prot.....!!


Proooot .....!!!


Aaah, lega ah!!!!


" Sial dia benar-benar kentut tak bilang-bilang. Tapi tak apalah ...Itu tandanya dia sehat!'. Gumam Jojo dalam hati agak kesal.


" Apa sudah bisa minum belum Papa???".


Aku mulai membiasakan diri menyebut nya Papa karena sudah jadi orang tua.


Om kelihatan gugup dan malu karena aku memanggilnya papa, andai bisa kulihat ekspresinya yg manis itu. Pasti sungguh aku sudah beruntung bgt lah.


" Iya sayang. Sabar ya. Aku ambilkan air hangat.... Oke!! Jangan bergerak!!".


Jojo memberikan aku air minum dengan menggunakan sedotan plastik.


" Aku juga lapar. Bisa gltidak makan kue Papa? Sumpah aku kelaparan tingkat dewa!".


Kataku dnegan manja meski dengan mata tertutup rapat. Sebutan itu keluar lagi dari bibirku dan membuat aku harus membayar mahal.


Kurasakan bibir yang kenyal dan basah, wanginya identik dengan yang kukenal. Begitu manis kurasakan, dan kunikmati saja. Sejenak kubuka mata dan kututup lagi karena kurasa masih pusing saja.


" Istirahatlah sayang. Ibu masih di ruangan bayi menunggu bayi kita. Aku akan kesana dan mengazankan mereka, malaikat kecil kita. Setelah kamu sudah normal melihat aku akan membawa mereka padamu untuk asi. Oke...?


Papa menelpon Pak Jamal, bibi Iyah dan bibi Jur untuk menjagaku sejenak.


Tak lama mereka datang dan Papa pun pergi menuju ruangan bayi. Disepanjang jalan, setiap bertemu dengan Dokter, Staf, Karyawan dan Suster Rumah Sakit. Jojo mendapatkan ucapan selamat dari mereka.


Wajar dong.... Orang Jojo dikirain guy... Suka sejenis karena usia 40 tahun tapi masih lajang. Coba bayangkan saja.


Katanya Jojo itu gay, bencong, mati rasa dan semualah yang buruk-buruk.... Eh ternyata sekarang punya anak kembar pula.


Hampir 70% rumah sakit adalah milik keluarga Malik... Alias punya Jojo. Rumah sakit itu berdiri dibantu dengan kerabat dan teman kolega keluarga Malik, tidak lupa juga ada campur tangan pemerintah.


Sungguh keluarga Malik punya pengaruh di kota ini. Aku sih tidak terlampau urus dengan itu semua, aku saja belum setahun ada dikeluarga yang super elite dan besar ini.


Sampai diruangan bayi, Jojo melihat tatapan mata Mommy yang bahagia dan mata bengkak karena menangis melihat 2 wajah yang sangat mirip Jojo dan almarhum suami tercintanya.


Mom memeluk Jojo dan mereka berpelukan dengan bahagia melihat anak kami, mereka sampai tak bisa berkata apapun saat bertemu hanya air mata saja yang setia mengalir.


Jojo mengazankan anak kami, dia tidak berkedip sedikitpun melihat anaknya tidur dengan lucunya. Itu keajaiban Tuhan yanb begitu besar dan indah menurutnya.


Sementara aku sibuk minta makan karena lapar setengah mati rasanya.


Dr.Weston datang keruangan ku...


" Sudah sadar belum nyonya Malik?".


" Sungguh lapar? Bisa makan roti tidak...?".


Tanyaku pada Dokter.


" Gila.... Minta makan pula. Boleh lah makan roti, kasihan juga sih. Habis ini kamu harus kasih Asi pada anakmu!!!".


Kata Dokter sambil geleng kepala melihat tingkah laku ku yang aneh menurutnya.


" Iya... Aku lapar. Tolong beri aku makan sedikit saja boleh. Aku lapar sekali...!!?".


Kataku memohon padanya.


Weston menelpon Jojo sambil ketawa...


Ting...!!! πŸ“²


HP Jojo berdering,


dr.Weston is calling....!!!


" Dimana? Istrimu ini monster tahu?".


Katanya sambil tertawa gelak melihatku.


" Ada apalagi? Ada yang gawat?".


Kata Jojo mulai kuatir dan menggaruk kepalanya dengan keras.


" Dia minta makan? Belikan roti, cepat. Mau kamu dia tidak bisa kasih Asi?".


Kata Dokter lagi singkat. Namun ucapannya setajam silet nyelekit sekali.


" Pak Jamal adakan? Minta tolong saja!".


Kata Jojo lagi.


" Oke lah. Aman itu. Istrimu memang monster..... Yang mengerihkan dibandingkan kamu tahu? Istri dari singa adalah singa juga. Lupa aku! Sekeluarga aneh semua kalian!!".


Kata dr.Weston meledek ku dan aku kesal.


" Hei Dok... Memang anda melihat aku seperti singa apa? Kalo aku singa dah kucakar-cakar Dokter dari kemarin. Yang dan Zack juga sama saja. Kalian berempat sama...!!".


Kataku dengan nadaku bicara agak tinggi karena kesal.

__ADS_1


" Ha... Ha...aaa Pantesan saja Jojo lulut begitu. Lidahmu tajam juga ya, kamu tidak takut apa sama Jojo? Dia lebih seram dari malaikat pencabut nyawa biar tahu saja!!".


Kata Dokter santai, beliau mulai menakuti aku dengan lelucon yang lucu buatku.


" Apa yang kutakutkan dari dia, genit nan mesum. Sumpah.... Aku kesal pada kalian. Kenapa kalian suka menggodaku, tahu?".


Kataku merengek padanya.


" Kamu unik loh. Belum pernah aku jumpa perempuan unik sepeeri kamu. Pantesan saja Jojo kecantol...! He..He....??".


Kata Dokter memuji aku, bukan karena cantik tapi karena unik katanya.


Selera para lelaki aneh sekali ya? Tak paham aku mana yang betul?


" Ah sama saja. Kalian tak beda jauh, sama-sama suka menggodaku dan menyebalkan....!!! Kesal aku tuh....!!!!".


Kataku lagi sambil protes.


" Kelihatanya aku memang kecanduan banget gangguin kamu. Aku bakalan sering mampir kerumahmu. Lagian aku bakalan jadikan kamu besanku kok. Tenang saja 20 tahun lagi tidak akan lama berjalan, mau kan?".


Tanya nya lagi padaku.


Kali ini aku lebih kesal dan geram sekali pada Dokter yang cerewet ini. Lebih menyebalkan lagi dari Yang.


" Tak mau, aku bakalan nolak. Wek!!!".


Kataku sambil memjulurkan lidah dan menutup satu mata,


" Wah gila ah... Menawan juga ini bocah. Pantesan saja Jojo tertarik, ternyata kepribadiannya yang ceria dan polos itu membuat Jojo luluh. Sumpah... Aku ngeri ah sekarang ini!'.


Gumam Weston dalam hatinya kagum sekali kepadaku yang katanya menarik dan unik.


Hah? Apa iya...? 😱


Ha....ha.....ha....aaaaa tawanya keras.


Weston ketawa geli dan keluar dari ruangan ku. Sampai aku kesal juga karena dia berhasil menggangguku dan membuat ku kesal dan kesaaaaalll.


Kulirik HP dan kuchat anak ayamkuπŸ“²πŸ’¬


" Anakku sudah keluar. Baru saja aku siap bongkar mesin. Kalian kapan datang? RSU Royal Prima ya... Lantai 2 ruangan VIP mawar satu. Oke....!!".


Kataku dalam chat.


" Enaklah beb? Sudah jadi emak nie yeh? Bagajmana rasanya?".


Tanya Salman.


" Uuuh sakit karena biusnya habis, aku menangis menahan rasanya...!".


Kataku meringis kesakitan.


" Mana calon mantuku beb? Aku mau lah, besok aku akan datang ya. Sama yang lain!!".


Kata Nael lagi.


Aku: apanya calon mantu? Siapa yg mau besanan sama mu? Sadar hoi..!!!


" Ya beb? Selamat ya dah jadi emak-emak!!! Wk.....wk.....wk.....!!!πŸ˜†".


Kata Darwis lagi.


" Selamat ya Ulan. Aku bahagia kamu sehat. Besok kami datang, jadi sabar ya? Oke?".


Kata Seto.


" Iya beb. Selamat ya...!! Penasaran aku dengan wajah anak kembarmu?".


Kata Maretno.


" Noormal atau operasi?".


Kata Seto.


" Ya operasi karena pinggulku kecil. Wajahnya mirip suamiku 99%....! Ganteng sekali...!!".


Kataku memuji anakku.


" Mau kami bawakan apa?".


Tanya Nael.


" Bawa kue dan makanan yanh manis saja cuy, aku kelaparan disini! Makanan disini tak enak, seperti penjara saja...!".


Kataku merengek pada mereka.


Mereka serentak menjawab: OK....!!!


Melahirkan adalah pekerjaan mulia... Hargai Ibumu, jaga Ibumu, dan sayangi cintai dia. Karena dia bertaruh nyawa saat dia merawatku selama 9 bulan.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!

__ADS_1


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2