
Ketika sang mentari sudah menunjukkan sinarnya Abi dan Smith pun turun dengan menggunakan fasilitas lift.
Koper perlengkapan melahirkan sudah Dion masukkan ke dalam mobil, begitu juga kendaraan dan pengawalan di lakukan lebih ketat lagi. Penjagaan sewaktu Abi melahirkan dan sesudah bayi di lahirkan akan di kawal dengan ketat oleh pasukan pengaman.Fasilitas VVIP dengan kepemilikan saham, menjadikan Abigail mendapat fasilitas layanan kelas 1.
Abi berusaha sarapan, memakan beberapa telor ayam kampung pemberian sang tante, juga memakan beberapa suap nasi lemak , permintaan Abi. Abi terlihat gelisah, menahan rasa sakit yang luar biasa dia rasakan.
" Sakit yaaaang, tanya Smith dengan lembut."
Abigail pun mengangguk.
" Kita ke rumah sakit sekarang yaaaang ?".
Abi mengangguk.
Semua pun berdiri . Mami Smith bergegas memapah sang menantu.
" Apa gak mau operasi aja Bi, kalau normal prosesnya sangat panjang, kamu akan kelelahan, toh melahirkan keduanya bisa nak".
" Kalau gak bisa normal, baru operasi mi."
" Ya...yaa..., mami terserah kemauan mu saja nak, mami gak kuat lihat kamu kesakitan gitu. "
" Kodrat setiap wanita mi, wajib kan melahirkan, fase dimana seseorang merasakan nikmatnya mengandung dan melahirkan. Gak apa apa Mi, doain aja semua lancar, pembukaan nya normal gak ada masalah."
" Iya anakku ...iya...., mami doakan nak, kamu, bayimu sehat , selamat, doa mami buat kalian ".
Sang mami memeluk Abi dengan erat.
" Kita berangkat yuk mas, " ujar Abi dengan kembali menahan rasa sakitnya .
" Ya yaaang."
__ADS_1
" Ya nak , iya , pelan pelan ya."
Abi mengangguk.
Smith memapah Abi, Abi tidak mau di gendong, katanya biar proses kelahiran lebih cepat.
Abi perlahan duduk di dalam mobil dengan kuat memegang dan menggenggam tangan Smith.
Smith memeluk Abi, meletakkan lengannya di tubuh sang isteri.
" Sepertinya proses melahirkan ini lama mas, belum pecah air ketuban, masih kontraksi aja."
Smith gak tahu harus berkata apa. Smith hanya bisa mendekap sang isteri, terus terang, Smith sangat takut, banyak pikiran yang ngawur dan menakutkan menghantuinya.
Di perjalanan, Abi selalu meringis ,bolak balik mengalami kesakitan, Dion bahkan sama takutnya seperti Smith. Mereka tidak pernah menyaksikan wanita yang mau melahirkan.Dion berusaha tetap kuat membawa mobil.
Pengennya biar kerjaan numpuk, melihat seorang wanita mengerang sangat kesakitan, membuat nuraninya ciut dan bertanya, kenapa bisa ada seorang suami tega menghianati isterinya ,setelah isteri mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan anak anaknya, balasan seperti apa yang mereka berikan.
" Ya yaaaang .., maafkan mas....".
Hanya itu yang mampu Smith katakan , mulai dari kehamilan Abigail, Smith paham, Abi susah tidur, mual, lain lagi bosan minum susu, namun wajib minum, lain bawa beban berat, harus ke kampus, harus juga kerja di rumah sakit.
Smith melap keringat Abi, Abi begitu kesakitan, nafas Abi naik turun membuat Smith sangat khawatir.
" Mas, ambil kain ,ah...ah.....air ketuban anak kita nya pecah mas ," ujar Abi.
Sang mama mertua langsung dengan sigap mengambil kain panjang buat sang menantu.
" Kursinya jadi basah."
" Mau pindah ke kursi mas yaaang ?".
__ADS_1
Abi menggeleng.
" Kursinya kotor."
" Jangan di permasalahkan nak, nanti bisa di cuci.Mami sangat takut, beneran takut, " ujar mami Smith sesegukan menangis.
" Abi gak apa apa mi," ujar Abi menenangkan sang mertua.
Smith gak tahu harus bersikap bagaimana ,Smith hanya bisa mengusap wajah Abi dengan penuh kasih sayang.
Tidak lama kemudian , mereka pun sampai di rumah sakit. Dokter dan perawat sudah menunggui mereka.
Abi di papah dan di duduk kan di kursi roda.
Dion , orangtua Smith pun turun ,Dion mengeluarkan koper keperluan Abi dan bayinya, juga koper keperluan Smith.
Tidak lama kemudian Kakek dan tante tomboy juga sampai , dengan mobil yang berbeda.Tante tomboy bergegas menemani Abi.Memeluk Abi dan menguatkan Abi.
Abipun di bawa memasuki ruangan persalinan, disitu hanya boleh 2 orang menemani.
" Kek, biar saya aja sama Smith menjaga Abigail ya, kalian percaya kan sama saya kek, saya gak akan sia sia kan Abi, " ujar mami Smith.
Sang kakek hanya mampu mengangguk, air mata sang kakek mengalir tanpa bisa dia cegah.
🥰😍🤩🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment