
Ketika agak siang, beberapa langkah terburu buru memasuki UGD.
Abi dan sosok itu saling menatap.Kebetulan hanya Abi yang sedang kosong menangani pasien.
" Dok, tuan ini menyelamatkan seorang anak hendak terjatuh di tangga, tangan tuan i i terkena pegangan tangga, " ujar seorang pasukan keamanan.
Abi langsung membuka tangan Reyhan Smith, lukanya cukup dalam, wajahnya memucat.
" Luka nya harus di jahit, lukanya dalam, saya akan ronsen terlebih dahulu."
Abi menyuntik tangan Reyhan Smith untuk menghentikan pendarahan.
" Ya..., " ujar Reyhan Smith.
Abi mengantar Reyhan ke ruang ronsen dan melihat semua jaringan aman.
" Semua jaringan tangan Anda aman, hanya luka luar. Tadi saya sudah menyuntik obat, agar luka tidak mengeluarkan darah lagi.Luka harus wajib di jahit tuan, " ujar Abi menatap kedua mata Reyhan.
" Baiklah, saya mau, kamu Bi, yang menjait luka ini."
Abi mengangguk.
" Saya hanya dokter koas tuan, apa gak meragukan kemampuan saya, orang sekelas anda , bisa mendapatkan dokter spesialis kecantikan buat merapikan ini semua."
" Jangan panggil tuan panggil Smith, saya di panggil keluarga dengan sebutan Smith."
" Baiklah Smith ".
" Saya percaya kamu menangani saya."
Abi mengangguk.
" Karena darah anda lumayan banyak keluar, di perlukan penanganan lebih, wajah anda pucat, dan anda harus di observasi."
" Baiklah Abi, saya juga perlu beristirahat, sudah 5 harian saya tidak tidur karena penanganan proyek, saya butuh waktu istirahat disini."
" Tubuh anda bukan robot Smith, perlu banget beristirahat. "
Smith tersenyum.
" Saya senang kamu perhatikan Bi," ujar Smith .
" Hmmm....., sudah tugas saya, " ujar Abi . Mereka saling menatap.
__ADS_1
" Kita ke ruang UGD atau sebuah ruangan Smith ?".
" Sebuah ruangan saja, " ujar Smith.
" Baiklah, saya akan mempersiapkan penjahitan, tunggu sebentar, " ujar Abi.
Abi memerintahkan sang suster mempersiapkan keperluan penjahitan, dan Abi pun bergegas menangani Smith.
" Saya akan memberikan bius di seputaran tangan anda."
" Ya," ujar Smith
Abi menyuntik kan bius kemudian memulai penjahitan.
" Ketika penjahitan dan efek bius hilang, luka akan nyeri, saya akan suntikkan serum tetanus , agar luka tidak infeksi, pergantian perban juga berkala, jangan terkena air."
" Ya ....".
" Gimana dengan anak yang anda selamatkan Smith ?".
" Dia tidak terluka apapun."
" Anak anak gak boleh lalai, lalai sedikit saja, sudah bisa fatal, " ujar Abi.
" Pengalaman kah Bi ?".
" Anak anak perlu pengawasan ekstra, imajinasi mereka bekerja , sehingga wajib extra."
" Luka ini juga karena menolong seorang anak Bi, terkena sepeda motor. "
" Kalau menolong, jangan sampai terluka Smith, harus mengusahakan jangan terluka."
" Saya gak memikirkan apa apa Bi, refles saja."
" Kamu sangat penyayang anak anak , " canda Abi.
Smith tersenyum.
" Ya Bi, dan saya juga jomblo , orang takut dekat saya."
" Ahhh ngarang, banyak kan model, artis , ngejar pengusaha hebat, kamunya kali yang jual mahal, " ujar Abi tertawa.
" Saya tidak suka dengan wanita seperti itu, gak pernah tertarik. Saya suka sama kamu Bi, kamu apa adanya , lucu, menggemaskan, kamu kalau menyamar juga sangat lucu, saya sampai rekam ," ujar Smith.
__ADS_1
" Hahhhh, buat apa kamu rekam ? ,yang benar aja , hapus cepetan, saya malu banget, " ujar Abi dengan wajah bersemu merah.
Smith tertawa riang.
" Saya putar berulang ulang, ketika saya lelah ,banyak pekerjaan menumpuk, penambah amunisi, kamu menggemaskan Bi."
" Kalau kamu bukan mafia , bilangin dongggggg, saya ketakutan, beneran , " ujar abi dengan mimik polos."
" Kamu pikir aku mafia ? sampai menyamar segala ?".
Abi mengangguk.
Smith tertawa ngakak.
" Saya pakai pengawal, karena sudah beberapa kali , menjadi sasaran pesaing."
" Saya pikir anda pamer, beneran, norak sih di kelilingi pengawal, keluarga anda juga pakai pengawal ?".
" Ya Bi...".
" Isteri dan anak anda juga ?".
" Apa saya keliatan bapak bapak ?".
" Anda kan sudah cukup umur , buat menikah."
" Yah, makanya saya bersyukur ,bisa tertarik dengan seorang dokter lumayan tomboy, lucu, apa adanya, pandai main biola, gitar, suaranya merdu, semua diri kamu aku suka Bi. "
" Anda menggombal saya ?".
" Saya sampai gak bisa lama di Belanda dan Swiss, saya merindukan kamu Bi, beneran."
" Anda membuat saya kikuk, to the point banget."
" Sejak saya pertama lihat kamu , di pesta Bams, saya sudah jatuh hati sama kamu Bi, saya mencari tahu semua tentang kamu, saya diam diam perhatiin kamu, seperti penguntit. Tetapi jujur baru kali ini saya se nekad kamu".
Abi hanya diam, lalu ingin beranjak pergi, namun Smith menahan tangannya.
🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment