Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
17+


__ADS_3

Selesai sudah Poke-poke....!!! Olahraga berat.


"Alhamdulillah kita sudah menyelesaikan Sunnah Rasul dengan baik sayang!".


Katanya sambil memeluk aku yang juga terlentang lemah tak berdaya.


' Aku masih tak percaya?! Aku melakukannya dengan orang yang kubenci? Ya Allah hancur sudah lah aku. Apa yang sudah kulakukan, setelah ini aku akan hamil dan punya anak. Bagaimana sekolahku?'.


Gumamku tak percaya akan yang baru saja terjadi barusan.


Namun setelah kulihat suamiku yang memelukku aku baru percaya ini nyata.


' Ah...!!! Ternyata ini bukan cuma mimpi saja! Ya Rabb terimakasih ini sudah berlalu...!'.


Kataku dalam hati kecil sambil menahan rasa malu yang teramat besar.


Wajahku memerah kala dia tersenyum padaku, kejadian barusan membuat aku tak berani menatapnya langsung.


Ku berharap ini cuma mimpi saja dan saat terbangun akan hilang semua nya.


HP suamiku berbunyi, dan dia masih tidur pulas....πŸ“²πŸ“²πŸ“²


Kuberusaha meraihnya dan memberikan padanya, tapi tanganku tak sampai dan aku tetap berusaha melepaskan pelukannya yang kuat itu. Akhirnya tanganku sampai meraih HP nya dan memberikan kepadanya.


"Ini Hpnya bunyi, tolong jawab. Siapa tahu dari RS dan pasien gawat!!".


Kataku kepadanya.


"Lebih gawat mana kita atau mereka!" Katanya datar dan masih merayuku.


"Setidaknya rijek saja...! Berisik sekali. Sakit telingaku karenanya loh!".


Pintaku padanya lagi.


"Matikan saja lah!".


Katanya lagi.


"Ada pin nya! Mana kutahu...! Huh?".


Jawabku kesal.


"Tanggal lahirmu...!".


Katanya setengah sadar dan aku terkejut.


'Hah? Sejak kapan pula!? Sinting...! Sakit jiwa ini Dokter! Kok bisa ya???'.


Gumamku gak percaya.


Kuketik sesuai perintahnya dan terbuka.


" Halo selamat pagi! Dengan siapa?".


Kataku menyahut.


" Tolong Dokter segera kerumah sakit, Ada kecelakaan yang harus anda tangani melalui operasi...! Penting sekali...!"


" Baiklah, tunggu sebentar ya...?".


Kataku menyahut lagi di telepon.


Aku melirik Jojo meskipun masih dengan rasa malu luar biasa setinggi Gunung. Tapi aku berusaha memberanikan diri, sekedar menutupi rasa gundah saja.


Kuletakkan HP dekat telinga nya.


" Ini Dokter Joshua. Siapa? Maaf aku gak enak badan, Dokter lain saja. Kan gak parah sekali? Apa tidak ada Dokter lain...?".


Kata Om dengan santai masih dengan mata yang tertutup rapat.


" Ah, maaf Dokter Jojo. Iya kebetulan dokter lain juga baru tiba. Maaf sudah mengganggu!"


Tut....Tut...tut....Tut.....Tut....??!πŸ’’


Telpon mati seketika.


" Kamu tak boleh begitu. Kasihan kan pasiennya. Mana tau parah butuh bantuan!".


Kataku merayu suamiku itu.


" Lebih parah lagi kita, yuk lanjut lagi tidurnya! Aku masih lemas dan mengantuk sayang...?". Kata Jojo sambil memelukku lagi.


Sejam lebih kami tertidur, kemudian aku berusaha bangkit dari tempat tidur untuk menuju kamar mandi...!


Bruuuuk.....,.πŸ’’πŸ’”


Ada suara yang terjatuh kelantai. Sontak membuatnya bangkit seketika dan kaget melihatku terduduk dilantai dengan lemas tak berdaya sedikitpun.

__ADS_1


Dia langsung berlari menghampiriku dan membawakan selimut untuk menutupi tubuhku yang mungil tanpa busana sehelai benangpun.


Aku tak bisa berjalan ke kamar mandi karena kurasakan amat perih disekitar selangkanganku hingga saat ini. Rasanya kalau berdiri saja seperti tertusuk duri apa lagi jalan seperti tersayat-sayat rasanya tak tertahankanlah pokoknya.


"Kyaaa.....! Tutup mata...! Dasar genit!".


Kataku marah sambil menutupi dadaku dengan tangan kiri dan tangan kanan menutupi bawahku.


Sontak pipiku memerah dan gugup begitu saja. Seperti tomat masak.


"Ah....sayang. Jangan panggil Om genit lagi kenapa. Kau membuatku ingin melahapku sekali lagi. Aku tergoda loh!".


Katanya sambil tertawa puas melihatku tak berdaya sedikitpun didepannya.


" Dasar genit, aku malu? Selama kita berdua atau ditempat yang dominan ke aku. Aku akan tetap panggil kamu genit! Huh?".


Kataku dengan nada agak tinggi. Lalu pipiku memerah lagi dan manyun.


"Aku sudah melihatnya dan sudah memakan semua apa yang ada di tubuhmu itu tadi subuh. Lalu kenapa malu pada suami sendiri sayang? Bagian tubuhmu yang mana, yang belum kusentuh dan kucium? Hah...?".


Katanya menggoda sambil menjulurkan lidah dan main mata kepadaku,


Iiiih gelinya....!


Hueeek....week😰


"Mesum genit, nakal, sok tahu....! Genit!!".


Kataku berteriak manja padanya.


Suamiku itu hanya tersenyum nakal saja melihat ekspresi ku itu.


" Kamu aneh sayang, lucu! Sebentar panggil aku genit! Nanti aku kirimkan guru les supaya lidahmu tidak kaku lagi!".


Katanya bergurau padaku.


Lalu dia menggendongku ala-ala Princess gitu lah menuju kamar mandi. Bahkan dia mengajariku tata cara mandi wajib dengan benar, sambil membantuku menggosok bagian tubuhku tanpa canggung. Karena aku tidak mampu berdiri dengan sendirinya.


Selesai memandikan aku, diapun membantuku untuk pakai baju. Bayangkan bagaimana rasanya, dipakaikan baju. Mau saja rasanya aku masuk kelubang dan gak akan keluar lagi sangkin malunya. Ah tidak bisa kubayangkan Jojo ternyata perhatian dan sayang padaku.


Selesai membantuku dia akhirnya mandi juga untuk membersihkan diri. Kutunggu sejenak dan akhirnya dia keluar juga dengan memakai handuk yang tadi kupakai. Handukku putih motif angry bird, akupun tertawa lucu melihatnya.


"Ha.....ha....ha.....aaa. Kamu lucu deh pakai handuk angry bird, cocok dengan sifatmu.


Ha.....ha....ha....aaa!".


Ooops...!!! 😳😱


Seketika kututup mataku dengan kedua tanganku dan berhenti tertawa.


"Bukankah kamu ingin melihatku begini. Kenapa menutup mata? Bukankah kamu sudah merasakannya?".


Katanya sembari melemparkan handukku itu ketempat tidur.


Kututup saja mataku, sampai ia selesai berpakaian.


Kubuka mataku, eh ternyata dia mengerjaiku juga. Dia mencium hidungku dan bilang i love you. Makin kesal aku.


"Udah bisa berdiri sayang!?".


Tanya nya.


Aku hanya menggelengkan kepala saja.


"Ya sudah aku ambilkan sarapan didapur buatmu. Kamu tunggu saja...!".


Katanya padaku.


Dia menggendongku kedepan jendela kamar yang ada kursi santainya, dan membuka jendela kamar. Kemudian dia menunjukku kearah seprai.


"Sayang makasih ya kamu masih perawan. Aku beruntung punya istri seperti kamu yang mampu menjaga dirinya dengan baik??!".


Kata Jojk memujiku dengan hebat.


Sambil tersenyum dan melepaskan sepray yang bercak darah sebagai Saksi Bisu bahwa kami sudah melakukan kewajiban sebagai sepasang suami istri yang beriman dan bertaqwa kepada Allah yg Maha Esa.


Dia menggulung sepray itu dan memasukkannya kedalam kantongan plastik, dan memasang sepray baru yang diambilnya dari dalam barang bawaan nya.


" Sepray nya bagus, gambar Doraemon!".


Kataku sambil tertawa gelak sekali.


" Iya aku tahu kamu pasti suka, makanya kubeli! Syukurlah kamu suka sayang!".


Katanya sambil menebarkan Kiss love keudara dengan percaya diri sekali.


Ternyata suamiku membawa 3 sepray baru untuk berjaga-jaga bila terjadi hal seperti ini terjadi. Siap siaga seperti pekerjaan nya!

__ADS_1


"Sayang diam dikamar saja. Aku akan kedapur ambil sarapanmu dan kembali. Ini main game saja!".


Katanya sambil memberikan PSP kepadaku dan keluar membawa sepray yang kotor tadi.


" Hore...! Hore...! Aku dapat mainan baru. Tahu saja dia kesukaan anak kecil. Siapa yang nolak main PSP...! Asyik bener ah...! Tidak kusangka kamu suka main ginian juga?!". Kataku sambil merasa senang sekali.


" Hei, coba ulangi lagi?".


Katanya menatapku dengan marah.


"Ah iya aku lupa, sayang????!"


Kataku lagi sambil meliriknya manja.


Suamiku keluar kamar dan langsung membuka bagasi mobilnya yang terparkir didepan rumahku yang kecil dan tampak sederhana itu. Dia memasukkan bungkusan tadi dan segera kembali masuk rumah. Ibuku ternyata memperhatikan sikapnya dan bingung.


" Jojo...? Kamu bawa apa tadi?".


Tanya Ibu sambil menaikkan alis sebelah.


" Oh pakaian kotorku. Maklum...! Kami ingin pindah hari ini juga. Bu...!".


Katanya agak kaku melirik Ibuku.


"Ya sekarang aku lah Ibumu...! Titip anakku ya Jo. Jangan sampai ia menangis!".


Jo hanya menganggukkan kepala dan menuju dapur.


Ibu sudah selesai masak untuk sarapan. Jo alias suamiku itu begitu sigap mengambilkan sarapan buatku.


" Untuk siapa itu Jo? Mana dia?".


Tanya ibu bingung melihat sikapnya.


" Masih main dikamar, biar kubawakan sarapannya Bu. Dia mungkin kurang enak badan...! Kecapean dan lelah...!!!".


Kata Jojo sambil memainkan mata kearah Ibuku dan tertawa kecil.


Ibu hanya terheran dan sudah paham maksudnya, kan Ibu pernah muda juga.


Bapak dan adikku sudah berkumpul dimeja makan, bersiap sarapan.


Berhubung ini hari Minggu rencana sih gak ada cuma mau istirahat saja dirumah dengan tenang, damai dan sejahtera.


"Habis makan kita kekamar kakak. Acara buka kado, aku sudah tidak sabar loh?!".


Kata Aya bahagia.


"Iya aku juga penasaran, kado apa saja yang didapat kak Ulan semalam. Kalau ada jam tangan atau yang bisa untukku kuminta sajalah. Kak Ulan pasti kasih!!"


Kata Fajar dengan penuh harapan dan tertawa kecil.


" Ah kok bahas itu. Capek pun belum lepas, nanti saja kalau sudah tenang suasananya!". Kata Bapak dengan agak kesal melihat tingkah adikku itu.


" Ini hari ini mereka mau pindah!!".


Kata Ibu dengan singkat.


" Kok cepat sekali. Kan itu buru buru namanya! Haduh, masih capek loh?".


Kata Bapak kesal karena terlalu cepat.


" Mungkin mau bulan madu kali Bu. Kan Om Jojo orang tajir melintir, mudah baginya urusan gitu...!".


Kata Nem dengan nada datar.


Bapak dan Ibu hanya saling menatap.


Sementara didalam kamar, aku makan disuapi olehnya. Katanya aku harus habiskan semua sarapanku, kalau tak dia akan kembali memakanku tanpa tersisa sedikitpun. Berarti lebih mengerihkan lagi dari kejadian tadi malam. Membayangkan nya saja sudah membuat bulu kudukku merinding.


"Aku ingin beli boneka baru... Boleh?".


Pinta ku manja padanya.


"Iya nanti selesai makan... Aku antar kamu ketoko boneka ya. Tapi sebelum itu habiskan dulu makan mu ini..!".


Katanya mencoba memujukku lembut.


Aku anggukkan kepala saja...


Kenapa Ulan minta beli boneka baru, karena boneka kesayangan Ulan kena ileer jorok si Jojo genit sewaktu tidur tadi, jadi dia minta yang baru...??? Hayo tebak...!?


iiiizzzz.....jijik lah, huuek,,,,🀒


πŸ΅οΈπŸ’πŸŒΈπŸŒΊπŸŒΉπŸ΅οΈπŸŒΈπŸŒΊπŸŒ·πŸŒ»πŸ’πŸŒΌπŸ΅οΈπŸŒΉπŸŒΌπŸŒΊ


Jangan lupa Like n komen ya, terimakasih sudah baca....!!πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2