Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Masa Kecil kami


__ADS_3

Suara hening membawakan seribu dusta dan kebohongan. Begitu dingin menghembuskan rasa sakit kekulit ari, segar namun ada sedikit rasa takut menghampiriku.


Tiba-tiba aku terbangun ditempat tidur, dan menatap Ibuku yang masih terlelap. Kuseret langkah keluar ruangan dan duduk di taman tidak jauh dari ruangan Ibu, ku terduduk dan diam menatap langit yang masih dihiasi bintang senja di ufuk Barat.


Kutatapi dan kurenungi hidupku selama ini, kupelajari beribu kisah dan kurindukan kenangan indah bersama dulu. Ketika kami berempat masih kecil, dan bermain bersama. Bapak sering memandikan Nem dan Fajar kala mereka main dilumpur dan mandi pasir, Bapak menggosoki seluruh badan mereka dengan teliti dan lembut penuh kasih sayang. Aku sering diseret Bapak kala mandi hujan dan main dikubangan bersama adikku, kami diguyur Bapak dikamar mandi selayaknya anak kucing yang kotor. Saat itu Ibu jarang dirumah dikarenakan Ibu itu wanita karir, kami punya Toko Jual-Beli Sepeda Motor dan Mobil Baru dan Bekas. Ibu juga punya usaha Toko Pakaian Grosiran dan eceran, sangkin sibuknya Ibu kami jarang bertemu dan tatap muka paling cuma malam hari saja itupun kalau belum tidur. Ibu dan bapak pergi meninggalkan kami bekerja sebelum subuh dan pulang tengah malam, kami hanya diurus oleh ART alias Asisten Rumah Tangga setiap saat.


Bibi Jur kami sering memanggilnya tugasnya mengerjakan semua kerjaan rumah tangga seperti mencuci, gosok, masak dan beresi rumah dan Kak Rani sebagai pengasuh kami saja. Kak Rani pintar, cerdas dan diktator. Dialah yang membuat kami bisa hidup mandiri tanpa sosok orang tua kami, dia juga yang membekali kami ilmu bela diri sekedar melindungi diri saja.


" Kalo dipukul orang itu jangan nangis ya kalo berani kejar dia dan balas. Ambil batu, lemparkan kepalanya nanti aku yang tanggungjawab".


Ketus Kak Rani tegas.


" Kak kalau kepalanya pecah kayak mana? Marahlah mamaknya nanti, takotlah kami kak?".


Tanya Nem polos sekali.


"Kan ada aku, takut kali kalian, lawan saja biar tanu rasa dia!! Kasikan saja sekali!".


Kata Kak Rani sembari membara.


" Ah takotlah aku, gak maulah aku. Nanti didatangi mamak dan bapaknya kami. Kayak mana nasip kami?".


Tanya Aya pula.


Kak Rani tertawa terbahak saja,


"Udah tenang aaja kalian, gak mungkin berani orang itu. Kan bapak kalian bisa ganti rugi....! Gampang itu, jangan takut lah!".


Katanya penuh percaya diri.


" Iya juga kak. Gak mungkin bapak marah. Kan bapak sayang kita dek".


Jawabku tegas.


Kami tertawa terbahak bahak saat itu juga.


Coba bayangi saja kami mandi disungai dan main disawah kayak lembu? Belum lagi kami naik keatas pohon dan lompat kesungai saat banjir besar melanda dan kami kami naiki perahu batang pisang sampai kehulu sungai. Batang pisangpun kami panen diladang alias mencuri punya orang.


Ha....ha....ha.....


Haaa......ha.......🀣🀣


Coba kalian bayangkan....πŸ’«

__ADS_1


Mandi disungai saat banjir bersama teman sekampung dan lari kesana sini dengan telanjang bulat??? Wow menantang bukan? Ya iyalah wong anak dulu tak kayak anak zaman sekarang kok. Kami juga sering mencuri jambu keladang orang lain, memotong bambu disungai untuk jadi meriam selama puasa Ramadhan dan yang paling seru adalah main gasing yang terbuat dari kayu.


Habis semua pohon Pete dan jambu orang kami tebang sekedar untuk membuat gasing favorit kami, mantapkan? Itulah sebagian kecil dari ingatanku sewaktu kami kecil di desa. Kalo diceritakan 10 tahun juga tak bakal selesai lah cuy..., Hah.....hah???


Tapi semua hanya kenangan karena yang harus kuhadapi sudah didepan mata. Ya Ibuku sakit kronis, adikku masih kecil dan Om yang membuat hidupku menderita.


Sekali dayung 3 tali .... Nasibku benar benar kacau dan sial menurutku. Apalah yang diinginkan Tuhan padaku sehingga Ia memberikan aku cobaan yang begitu beratnya.... Gak bisa kubayangkan kenapalah.


Setelah selesai melamun aku kembali dan mandi, tidak lama azanpun berkumandang memecah keheningan. Ku kerjakan solat subuh sendiri dan kucurahkan isi hatiku padanya, hanya ia yang mampu menjadi tempat perlindungan ku dan temanku berkeluh kesah. Tidak lama inipun bangun dan menyapaku dengan lembut.


"Selamat pagi sayangku?".


Sapa Ibu dengan senyuman.


"Apa kabar Ibu? Sudah siapkan ini hari? Aku akan menemanimu...!!".


Jawabku sambil memeluk Ibu.


"Iya Ibu tak apa. Hanya sedikit sesak. Jam berapa kata Om?".


Tanya Ibu padaku, Aku hanya menggelengkan kepala.


Kududuk disofa dan Wa ke HP Om. πŸ’¬


Tanyaku lagi.


Ternyata pesanku langsung dibaca Om,


" Ya sebentar lagi Om kesana. Sabar sayang!". Jawab Om lagi.


'Aku tidak bisa tidur nyenyak sudah beberapa hari ini. Itu dikarenakan gadis kecil nakal itu yang sudah mengusik hatiku ini. Aku gak tahu harus bagaimana jika menghadapi dirinya, sering kali aku kehilangan kontrol diri. Apa sebenarnya yang terjadi pada diriku ini? Gak paham aku!!'.


Gumam Om dengan agak kesal.


10 menit kemudian Om chat lagiπŸ’¬


" Sudah sarapan?".


Tanya Om.


" Belum om kantin belum buka lah".


Jawabku.

__ADS_1


" Mau dibawakan makanan?".


Tanya Om.


" Boleh asal tidak merepotkan om!!".


Jawabku.


" Maunya sarapan apa?".


Tanya Om.


" Terserah lah. Yang penting kenyang!!!".


Jawabku lagi.


" Nasi uduk atau lontong...?".


Tanya Om lagi.


" Kalau boleh keduanya Om....! He....he....ee!".


Jawabku lagi sambil bercanda.


" Oke. Segera meluncur...!".


Jawab Om singkat.


Chat kami langsung berakhir.


Om meluncur sembari menepati janji akan membawakan aku sarapan. Om tumben baik hari ini, pikirku juga?


 🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Ini kisah ku, yang kucurahkan kepada pembaca. Aku rindu bapak, aku sayang bapak, tapi apalah dayaku sekarang bapak sudah kembali berpulang. Doaku untuk bapak " Ya Allah ampuni dosa bapakku, ringankanlah siksa kuburnya, haramkan api neraka untuknya, jagalah dia disana seperti Engkau menjagaku didunia ini serta lapangkan kuburnya. Engkau Maha Pengasih dan Penyayang, maka dengarlah pintaku dan kabulkan doaku. Hanya kepadamu aku meminta perlindungan karena Kau Maha Besar, kepadamu aku memohon ampunan dosa karena Kau Maha Adil... Maha suci Engkau Tuhan seluruh alam. Amin".


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,

__ADS_1


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2