Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Curhat bibi Iyah


__ADS_3

Aku masih diam saja dengan posisi terbaring dan menatap layar HP. Ku mulai sibuk mengotak-atik...


Dan chat mereka para Anak ayam ku... πŸ“²πŸ’¬


" Hoi... Dimana kalian? Still alive baby?"


Tanyaku.


Kutunggu balasan mereka, namun tak ada jawaban. Lalu kuchat saja Aya dan Nem.


" Dek? Tak datang? Anakku sudah lahir loh. Sepi sekali nih, aku bosan....???".


Kataku.


" Beneran kak. Oke aku datang sebentar lagi sama Nem dan Fajar. Mau kubawakan apa kak?? Mau makan apa nih?".


Kata Aya.


" Tempe goreng saja. Yang banyak ya...!!!"


Kataku.


" Gila...? Itu saja kak?πŸ˜‚".


Kata Aya.


" Iya. Aku cuma mau itu saja kok. Oh ya naik Go-car saja. Nanti kuganti... Bahaya naik motor kalau pulang malam....!".


Kataku.


" Ok. Share lock saja sejam lagi, aku mau goreng tempe dulu. Bye....!!".


Kata Aya.


" Ok. Jangan lama-lama ya dek....?!!".


Kataku.


Chat kami berakhir dan kulirik anak ayamku baru saja balas chatku tadi.


" Lama sekali kalian balas sampai kesal aku!


Aku agak kesal dikit sih, Kalian kemana??".


Kataku.


" Ada jam masuk siang tadi, situ enaklah... Tidak masuk nilai aman...?πŸ˜‚πŸ˜‚".


Kata Nael.


" Iyalah... Namanya Ratu Sejagat πŸ‘Έ".


Kataku.


" Ya. Ini kami lagi kumpul di parkir, menunggu Seto. Maklum sajalah Seto aktif di PEMA, mau kubawakan apa nanti?".


Kata Darwis.


Aku: siapa aja yg ikut?


Aku mulai penasaran sedikit,


" Kami ber-6 lah. Siapa lagi....? Oh mau kubawakan Haidir ya...? He...he...eee, becanda aku Beby..🀣🀣 Jangan marah ya?".


Kata Nael.


Nael menggodaku dan meledekku membuatku kesal setengah mati πŸ˜–


" I kill you...😠😀".


Kataku.


Yup...Nael berhasil memancing amarahku dan membuatku makin kesal.


" Just joke baby, scary.... So sorry😭😭😭".


Kata Nael.


" Mampus kan? Makanya jangan kau lawan emak-emak....!!! tak ada tandingannya tahu??? He...he....🀣. Gas saja beb...!?".


Kata Darwis.


" Iya ini aku, Salman dan Yudi menuju parkir. Nael...Darwis sudah datang kan?".


Kata Seto.


" Dari tadi kami sudah menunggu kalian. Lama sekalipun urusan kalian, macam presiden saja urusan kalian itu...? πŸ˜’??!".


Kata Darwis dengan sangat marah.


" Cepatlah. Nanti kemalaman kita pulang, naik mobilku saja kita, oke?".


Kata Nael.

__ADS_1


Yudi, Salman, Seto: oke πŸ˜†πŸ‘


" Tunggu aku woi.... Jangan main tunggal saja kalian. Aku masih di akademik ada urusan sebentar. Nanti kalau sudah siap aku langsung ke parkir. Oke....???".


Kata Maretno.


" Ya sudah kutunggu kalian".


Kata Yudi.


" Sama siapa kawanmu disitu beb...?".


Kata Nael.


" Sendiri, sepi sekali ah...!!! Cepatlah datang kalian....? Bosan aku seperti orang gila...??".


Kataku.


" Ok, aman itu Beby!?πŸ‘".


Kata Darwis.


Chat kami terputus, aku diam sejenak dan mulai untuk berusaha belajar duduk sendiri...


" Ya Allah....sl Sakitnya. Mau duduk saja sakitnya setengah mati... Astagfirullah..!".


Kataku sambil meringis kesakitan.


Aku masih berusaha duduk sendiri tanpa dibantu, ya aku berhasil duduk dengan usahaku sendiri. Dan ku mulai untuk turun dari tempat tidur, waduh....?!!! 😡


Kakiku bergetar dengan dahsyatnya karena rasa sakit bekas operasi beberapa hari yang lalu, aku meneteskan air mata karena menahan sakit.


" Hiks.... Hiks.... Sakitnya Ibu....!!!! Ibu sakit...!!!! Hiks.... Hiks....!!!".


Suaraku membuat Bibi Iyah masuk dan melihat keadaanku.


Alangkah terkejutnya dia melihatku berdiri sambil bersandar ke dinding, Bibi menghampiriku dan langsung memegang tubuhku yang gemetaran.


" Kenapa nyonya yidak panggil saya minta bantuan? Nanti bahaya kalau nyonya sampai jatuh, saya bisa dimarahi tuan dan nyonya besar.....!! Ayo saya bantu...!!!!".


Kata Bibi Iyah.


" Tidak apa Bik. Aku harus bisa mandiri, aku ingin berusaha sendiri saja. Maaf ya buat Bibi kuatir, bantu aku berjalan keluar. Bosan banget disini....oke???".


Pintaku lembut padanya.


Bibi memegang tanganku dan menuju keluar, kulihat dari kejauhan. Sosok yanhg kukenal sekali, selalu dan setiap saat bersinar bagai berlian dan silau bagai matahari. Kulihat dia bergegas jalan menghampiriku.


" Kamu gltak apa sayang? Masih begitu sakit rasanya syg????".


Kulihat wajahnya panik melihat aku yang keringatan dan pucat itu


" Ya. Tak apa loh....!!! Aku mau belajar jalan saja. Kok bisa disini? Aduh.....!Bukannya jam kerja ya Papa? Aauuu....???


Kataku sambil menahan rasa sakit amat perih, rasanya mau mati saja...!! 😭


" Sayang, kamu kembali keruangan saja. Ayo aku bantu? Nanti masuk angin...??".


Kutepis tangannya yang mulai ingin menggendongku kembali kekamar.


" Sudah lakukan saja pekerjaan Papa. Aku masih sanggup kok... Kan aku yang tahu sakitnya seperti apa? Wek.....!!!".


Kujulurkan lidahku dan membuatnya gugup dan merah pipinya.


Suamiku itu dia menatap aku yang ringkih,


" Ha.... Ha....aaa! Selamat bekerja Papa?".


Aku mulai melangkahkan kaki, kudengar bisik-bisik Suster dan orang disitu.


" Oh itu istrinya dokter Joshua, imut dan muda ya. Sumpah serasi banget. Bikin iri saja sih mereka....!!".


" Baru ini lihat istrinya, muda banget seperti anaknya saja pun???".


" Istrinya imut, muda dan cantik, tahu saja selera laki-laki itu yang seperti apa?".


" Selain muda, cantik. Iri aku lah....!!!".


Itulah sebagian perkataan yang keluar dari mulut orang yang disekitarku, aku hanya cuek saja dan mengabaikan mereka.


Untuk apa ambil pusing, yang lebih parah dari itupun sudah pernah kudengarkan. Pokoknya selama menyandang gelar Ny. Malik... Telingaku agak sedikit lebih terbiasa mendengar ucapan orang dari yang manis hingga menghinaku kasar.


Pokoknya lengkaplah penderitaan ku, 360* berubah drastis hidupku. Aku gak akan mengeluh lagi akan apapun perkataan orang padaku dan tentang diriku, cuek bebek saja.


Nanti kalau orang itu bosan dan lidahnya capek bakalan diam sendiri juga kok, tidak usah diladeni orang gila yang sirik. Kalau bisa memilih... Aku pasti lebih milih hidup dengan keluarga kecil yang sederhana seperti dulu. Alangkah nyaman dan damainya hidupku, sampai Ibuku jatuh sakit dan Ben Joshua Malik muncul. Dia bagai malaikat Dimata keluargaku dan bencana di hidupku, semua hal indah yang dulu pernah aku miliki hilang seketika karena kehadirannya.


Sekarang aku tak bisa mundur karena ada 2 malaikat kecil yang harus kuperjuangkan, mereka masih bergantung padaku. Itulah tanggung jawabku yanb terbesar dalam hidup ku ini.


Aku duduk di bangku tak jauh dari ruangan ku. Bibi senantiasa menemaniku, meskipun bibirnya tak pernah terbuka untuk membicarakan apapun padaku.


" Sudah berapa tahun ikut suamiku?".


Tanyaku.

__ADS_1


" Sudah 30 tahun nyonya....!".


Bibi kelihatan gugup dan terbata-bata berbicara kepadaku, entah apa yang dipikirkannya akupun tidak tahu lah.


" Oh sudah lama ya? Sebelum aku lahir!".


Kataku.


" Iya nyonya.... Memang kenapa?".


Kata Bibi.


" Ah cuma tanya saja. Hm.... Menurut bibi? Aku ini bagaimana ya? Bibi jujur saja aku tak marah kok....?".


Kataku sambil melirik Bibi tajam.


Bibi diam sejenak dan kelihatan gugup.


" Tak apa Bik, aku mau tahu saja. Aku belum terbiasa dengan keluarga besar ini, makanya aku tanya Bibi buat jadi masukan saja, Oke?".


Aku tersenyum kepadanya, membuat dia lebih tenang dan percaya padaku.


" Tuan itu orangnya baik, perhatian dan ramah. Dia perduli kepada orang, meski dia terlihat kejam tapi sebenarnya tuan itu baik dan lembut. Dia sibuk dengan pekerjaan nya... Jarang dirumah. Nyonya besar sih orang nya tegas dan keras kepala, sama kayak tuan. Makanya tak jarang mereka bertengkar, tuan besar meninggal ketika tuan umur 10 tahun. Tak lama setelah itu saya kerja dirumah keluarga Malik.... Dan bik Jur juga lah. Makanya waktu saya dengar tuan jatuh cinta kepada seorang perempuan... Saya bahagia sekali. Pak Jamal juga senang, karena tahu siapa gadis itu. Ya...akhirnya tuan menemukan tambatan hatinya juga, Alhamdulillah kecemasan kami hilang. Apalagi tuan bilang mau menikah.... Kami senang bukan kepayang. Nyonya adalah anugerah terindah dalam hidup tuan, makasih ya nyonya mau menerima tuan dengan baik. Percayalah nyonya, tuan itu orang yang baik dan setia.....!!!".


Tegas Bibi kepadaku.


" Hah Bik, hanya aku yang tahu. Betapa mesumnya si Jojo itu. Aku sih yang paling tahu bagaimana sikapnya itu....!!!".


Kataku lagi dengan polos, bicara tidak difilter pula itu.


Bibi memerah wajahnya dan ketawa geli.


" Maksudnya apa sih?".


Tanya Bibi.


" Dia mesum.... Genit dan tangannya suka geratilan entah kemana. Senyumnya menakutkan melebihi iblis, dan matanya tajam melirikku mirip ular yang siap matok saja. Aku gemetaran loh...!!".


Kataku mengingat kejadian waktu lampau sampai sekarang ini tak terlupakan.


Bibi tertawa geli mendengar penjelasan ku yang menurutnya tak masuk akal itu


" Ah masa sih nyonya? Jangan bercanda.... Tuan tidak mungkin seperti itu. Sejak nyonya ada tuan jadi berubah manis dan lebih perhatian loh....???!!!!".


Kata Bibi memujiku dengan bangga dan tulus.


* Mana mungkin aku bohong Bik....!!! Dia mesum dan menyebalkan, suka merintah ini dan itu. Keras kepala dan egoisnya selangit loh Bik...! Geram sekali lihatnya...!!".


Kataku dengan sangat kesal kalau ingat dia waktu dulu sebelum menikah.


Aku mulai kesal karena Bibi tidak percaya pada ucapanku itu.


Tiba-tiba HPku bunyi dan kulirik layarnya, πŸ“²


Nael ia calling....


" Apa? Udah dimana? Kalian sudah sampai?".


Tanyaku pada Nael.


" Yang mana ruangannya beby? Hampir tersesat kami tahu Beby? Si Seto tak jelas pun. Sok tahu pula sama saja kayak si Darwis ini. Sok pintar.....huh....???


Kata Nael dengan nadanya kesal sekali.


" Iya ku share lock aja ya...!!!".


Kataku pada Nael.


Aku share lock saja lokasi ku dan 5menit, kulihat mereka jalan kearahku dengan senyum-senyum tak jelas. Kayak emak-emak rempong entah bawa bungkusan apa yang besar dan banyak lah menurutku.


" Hai Beby? Udah langsing ya? Tambah cantik saja kulihat Beby? Sor kali awak...!! 😜".


Kata Nael padaku dengan ramah seperti biasa, kayak tidak ada beban.


" Ah gombal sekali pun. Mau mati?".


Kataku sambil memberikan tinju pada mereka


" Entahlah si Nael hepot dia, minta kawani kami beli barang yang tak jelas entah apapun itu...!! Rempong sekali dia...!!".


Kata Darwis


" Ayo kita keruangan ku saja. Oke?".


Kataku.


Aku mulai berjalan Perlahan dibantu oleh Nael yang badannya kayak king kong itu.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!

__ADS_1


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2