
Aku mengambil tas ku dan ngeChat Seto,
" Tolong aku. Nasib sial menimpahku. Aku di toilet lantai 2. Jangan beritahukan siapapun ya. Makasih...!".
Hanya itu yang ku chat dia, 5 menit kemudian Seto datang sendiri mencariku ditoilet wanita. Alangkah kagetnya Seto melihat keadaanku yang acak-acakan itu.
Dibersihkan ya aku dengan tisu basah yang memang selalu ada ditas ku. Wajahku, tanganku bahkan kaki ku pun dibersihkan nya dengan telaten. Seto itu anaknya kalem dan pendiam sekali, dia juga lebih religi karena rajin solat.
Seto hanya diam sambil membersihkan seluruh kaki ku, dia tak tanya apa-apa. Hanya diam saja dan membantuku berdiri dan memapahku ke UKS.
Aku diberikan jus dan roti oleh Seto.
" Kenapa kamu tak tanya aku?".
Aku sedikit kesal dengannya,
" Untuk apa? Hanya akan membuatmu malah makin menderita, iya? Sudahlah! Lihat dirimu? Betapa jeleknya sekarang...?".
Kata Seto sambil menatapku sambil membersihkan wajahku dengan lembut.
" Apa kau tak jijik menyentuhku yang sudah ternoda ..... Hah? Coba katakan sesuatu?".
Aku meneteskan air mata dan mencakari tanganku dan kakiku.
" Sudahlah. Sudah... Hanya kau dan aku yang tahu. Jangan nangis lagi...!!!".
Seto memelukku dan membacakan solawat agar aku tenang.
" Aku jijik dengan tubuh ini. Lebih baik aku mati saja lah... Seto, aku benci dunia ini yang begitu kejam padaku dan tak adil...?".
Kataku sambil menangis menjadi-jadi.
" Sudahlah lupakan saja. Kamu harus bangkit loh. Setelah ini kamu harus mandi dan tukar baju... Ayo ke kostku. Jangan takut aku tak akan melukai mu...!!! Hanya kau dan aku saja yang tahu...!".
Kata Seto lembut sambil mengelus kepalaku.
Seto Call anak ayamku yang lain. Dan semua sudah datang ke UKS...
" Beb kata si Seto, tidak enak badanmu ya beb? Bagian mana yang sakit...?".
Kata Nael panik setengah mati, kelihatan dari raut wajahnya yang pucat.
Aku hanya mengangguk saja,
" Bajumu kotor habis dari mana beb? Seto tidak bisa dipercaya...!!!!".
Kata Darwis menatap Seto curiga.
" Sdahlah... Aku mau balik kost. Dia mau ganti baju, kaos oblong dan training ku ada kok. Mau ikutan tidak kalian semua...?".
Kata Seto dengan nada kesal bukan main.
Semua hanya mengangguk saja dan kami berangkat ke kost Seto dengan naik motor.
Sampai di kost, kamar mandi ada diluar rumah. Seto sudah memberikan aku pakaian oblong dan celana training ya. Sebelumnya kami singgah sebentar ke supermarket beli pakaian dalamku.
Aku menuju kamar mandi, dan mereka berdiskusi tanpa sepengetahuanku.
" Jangan sampai dia tahu kalau aku cerita. Jangan nampak sekali ekspresi kalian nanti ya... Bisa janji? Aku tak mau dia sedih!".
Kata Seto menjelaskan sedikit apa yang baru saja terjadi padaku.
Mereka semua mengangguk setuju.
" Ada apa rupanya?".
Tanya Nael serius sekali.
" Beby... Mungkin sudah dilecehkan. Aku mendapatinya ditoilet lantai 2, pakaian nya compang-camping dan kotor semua badannya tadi. Sempat kucium bau air burung... Bahaya?".
Kata Seto dengan lembut dan kecewa.
Mereka terkaget dan hanya diam.
" Berdosa kalau bohong...???!".
Kata Darwis masih dengan ekspresi heran.
" Dapat duit aku bohong sama kalian, Huh? Dia yang bilang kok...!!!".
Kata Seto agak kesal pada Darwis.
" Siapa orangnya? Kumatikan saja dia, tidak ada pikirannya....! Dasar binatang...!".
Kata Darwis marah bukan main.
" Pantasan saja dia begitu...! Aku tidak berani tanya. Takut dia sedih nanti?".
Kata Nael dengan wajah kusam dan sedih.
" Kita yutupi saja dulu, kalau si Jojo tahu. Bahaya dia... Kasihan aku sama dia loh...?".
Kata Yudi dengan wajah lesu.
Mereka hanya sedih membayangkan aku yang malang ini, setengah jam membersihkan diri aku kembali kedalam.
Tatapan mereka seolah-olah dibuat-buat saja aku tahu itu. Tapi sudahlah aku sudah tahu mau bilang apa.
Kami bercanda saja seperti biasanya, kayak tak ada kejadian sama sekali. Aku berusaha melupakan hal yang memalukan itu. Sumpah aku ingin mati saja saat iniπππ
Jam 1 kami kembali ke kampus, dan Jojo sudah menunggu didepan kampus.
Awan gelap, hitam dan hawa dingin menyelimuti duniaku.
Seketika Seto membantuku,
" Maaf... Tadi Ulan kena tumpahan capuccino. Maaf ya kami main nya asik sih...maaf....!!!".
Seto melambaikan tangan kearah kami.
Didalam Mobil si Jojo terus menatapku,
" Pakaian siapa itu?".
Tanya Jojo serius menatap anak ayamku.
" Seto yang membantuku, dia baik!!!".
Kata Seto sambil tersenyum palsu.
" Kamu tahu tak sayang? Perhatian dan cinta itu beda tipis saja... Jangan sampai Seto cinta pada kamu....???!".
Kata Jojo menatap semua anak ayamku dengan marah dan tak suka.
" Ah... Tak mungkin. Dia juga sabahat aku sejak semester pertama. Oh ya ke pasar malam yuk. Aku pengen naik Biang Lala. Ayo sayang....!!. Sekali ini saja....!!! π".
Kataku membujuknya dengan.manja.
Aku mengajak si Jojo, dengan susah payah aku berhasil membujuknya.
Akhirnya kami pergi meninggalkan kampus.
Sampai di pasar malam, kulihat begitu ramai pengunjung.
" Pakai jaket ya biar tak masuk angin sayang, aku tidak mau kamu sakit....!!!".
Om memberikan jaket kepadaku dan kupakai,
Ooooh no, jaketnya kebesaran. Tangan ku tenggelam dan jaketnya sampai kelututku... Iiih kesalnya aku... π
Jojo menggulung tangan nya dan muncullah tanganku, kupakai juga penutup kepalanya.
" Ha.....ha....aaa! Kamu mirip orangan sawah sayang. Sumpah lucu banget lah....!!! Hi....hi....hu....uuuu!!? Lucu deh.....!!!".
Tawanya membuat aku kesal setengah mati.
" Buka saja. Aku tak mau diketawaan terus. Dasar jahat deh....???".
Aku kesal dan merajuk.
Kulihat pakaian Jojo, kemejanya dikeluarkan. Tangan bajunya dikendurkan, lalu dibuka 2 kancing dekat lehernya. Sumpah.... Dia mempesona banget menurutku. Matanya kayak berlian yang bersinar... Dan tubuhnya tinggi banget.
Jojo menaruh tangannya kepundakku, ya berhubung aku cuma seketeknya. Aku kan gantungan tangannya kalau jalan.
" Kamu jangan jauh-jauh dariku, nanti hilang loh cinta. Oke.....!!!?".
Katanya dengan romantis separuh mampus.
Aku hanya mengangguk saja.
__ADS_1
" Hei lihat... Ayo kita naik Biang Lala. Aku mau loh....Ayolah sekali saja...??!".
Jojo langsung membelikan karcis 2 untuk kami naik.
Sampai diatas...!!! π΅
Biang Lala berhenti berputar karena menurunkan penumpang lainnya.
" Hei lihat. Maha karya yang maha kuasa. Indah bukan. Kamu suka tidak....?".
Tanyaku padanya.
" Sumpah...? Baru kali ini sih aku naik begini, awalnya aneh juga. Tapi lumayan...!!".
Katanya dengan santai namun wajahnya datar dengan tatapan mata dingin.
Kulihat rambut Jojo dihembus angin dan merah pipiku melihat wajah tampannya yang begitu polos. Jojo menikmati pemandangan selama Biang Lala berputar... Aku sih mandangin wajah tampan Jojo saja.
Tapi ku lihat terbesit diwajah Jojo perasaan sedih saat memandang tempat penjual Gulali.
" Ah gulali ya? Kenapa wajahnya sedih melihat gulali? Apa ada yang salah ya?'. Kataku bertanya dalam hati penasaran
" Habis ini kita beli gulali ya? Sama main lempar gelang....! Oke...?".
Kataku manja lagi.
" Hm.....mmm iya sayang ku...?".
Kata Jojo datar tapi masih memandangi orang yang menjual gulali itu
Kami pun turun dan kugandeng tangannya erat, kuseret menuju penjual Gulali.
" Pak gulali nya 2, berapa?".
Tanyaku kepada penjual.
" Dua buah 20 ribu dek...!".
Penjual memberikan 2 gulali padaku dan kubayar saja.
" Ini buat kamu, jangan sedih begitu. Kalau makan gulali pasti lupa akan masalah. Karena gulali manis....Ayo coba deh...!?".
Kataku membujuknya dengan lembut.
Aku memberikan gulali setangkai pada Jojo, dia menerimanya dan tersenyum saja sambil mencicipinya....
" Aduh manis sangat, gigiku bisa rusak. Kamu jangan makan yang banyak ya sayang...? Gigimu nanti rusak....oke?".
Katanya sambil melirikku dengan terkejut.
" Sudah mau habis pun? Punyaku hampir habis kumakan, situ bagaimana...?".
Om melotot melihatku jago makan gulali sedangkan Jojo baru makan secuil sih...
" Dasar bocah nakal?".
Katanya sambil terkekeh.
" Tapi kamu suka kan? Ha...ha....aaa?".
Kataku pelan dan manja, lalu kulihat dia kelihatan kesal padaku...
Mataku melihat sosok wanita tua yang menjual bunga mawar, aku sedih sih karena sudah tua banget sih......!!!
Kuseret Jojo untuk menuju nenek itu,
" Berapa harga bunganya nek setangkai?".
Tanyaku sopan dan lembut pada penjual bunga, kelihatan sangat tua dan rentan. Aku sungguh kasihan dan terharu. Sedih sekali ini hati melihat keadaan Nenek itu.
" Setangkai 2 ribu saja...!".
Kata nenek itu menjawab sambil tersenyum.
" Aku borong semua ya nek, jadi berapa? Nek....? Jangan salah hitung!!!".
Kataku kepada nenek itu.
" Ini cuma 50 tangkai saja. Mau semuanya ya cucu? Jadi 100 ribu saja...!".
Kata nenek itu bahagia dagangannya laku. Laris manis tanjung kimpul, barang habis duit kumpul...πππ
" Ya semuanya. Bungkus ya nek jadi cantik lah nek.... Ini uang nya!!".
Kuberika 100 ribu dan nenek tersenyum bahagia melihatku membeli bunganya.
" Kalian sepasang suami istri ya?".
Tanya nenek itu sambil tersenyum kecil.
" Iya nek. Ganteng seperti artis suamiku?".
Kataku memuji si Jojo genit itu.
" Semoga kalian bahagia, rumahtangga kalian panjang. Nenek doakan ya cucu. Suamimu itu kelihatannya baik... Jangan tinggalkan dia ya... Kalian terlihat sangat cocok...!".
Kata nenek itu memuji kami,
Oh tidak, Jojo menjadi besar kepala saja. Terlihat jelas diwajahnya yang berseri-seri seperti bunga mawar yang mekar.
" Amin nek. Makasih ya...!".
Kataku berterimakasih padanya.
" Baik juga istri ku ini ya? Cintaku...!".
Om memelukku dengan erat... Ya mana ada yang perhatikan kami...! Wong rame.
Kupegang erat bunga tadi, aku menuju stand lempar gelang dengan riang gembira.
" Aku mau boneka itu bisa tidak?".
Tanyaku pada Jojo.
" Ya akan aku usahakan....? Oke. Doain saja lah ya sayang.... Oke aku mulai...!!!".
Kata Jojo sambil tersenyum padaku.
Kami membeli gelang 50 ribu, dan dapat banyak lah semangkok besar kok.
Sangkin ramenya stand lempar gelang, aku jadi tersenggol oleh pria.
" Aaau....pelan dong. Santai saja. Main dorong saja pun...! Sakit tahu?!!".
Kataku dengan setengah nada bereriak.
" Kamu tidak apa kan sayang???".
Om panik dan melirik orang itu dengan mata tajam nya dan kesal sekali.
" Hei santai sajalah. Bawa body guard rupanya dia, masih kecil main sama om-om?".
Seketika mata orang yang mendengar melirik aku dengan tajam.
" Jangan macam-macam sama istri saya, jangan beraninya sama perempuan saja...!!!".
Om berbicara dengan nada keras dan marah.
Orang itu kesal dan sepertinya ingin memukul Jojo dan aku. Dari kejauhan ada pria paruh baya yang menghampiri kami.
" Hentikan. Kalian jangan buat kekacauan. Bubar.... Bubar....???".
Kata pria paruh baya itu dengan berteriak.
Jojo memelukku dan melihat wajahku yang datar saja, dikiranya aku ketakutan.
" dr. Ben Joshua Malik....? Ya kan?"
Bapak itu masih kelihatan bingung dan mencoba memastikan apakah dia benar-benar melihat orang yang tidak salah.
" Ah ya saya...siapa ya?".
Tanya Jojo dengan wajah berubah bingung.
Bapak itu tersenyum dan bahagia, sambil menepuk lengan Jojo.
" Saya mantan pasien dr. Malik loh. 2 tahun yanh lalu, ingat tidak dok?".
Katanya dengan bangga dan senang bukan main. Macem baru jumpa artis idola saja.
__ADS_1
Jojo berusaha mengingat dan tidak berhasil. Sangkin banyaknya mantan pasien nya.
" Ah maaf saya lupa. Maaf ya...!!!
Kata Jojo dengan tawa yang gelak.
" Tidak masalah, sama siapa kemari?".
Tanya Bapak itu lagi.
" Ini istri saya. Kenalkan...?".
Kata Jojo memperkenalkan aku.
" Waduh saya kira anak bapak tadi, lucu dan imut sih...? Cantik juga...maaf ya...!".
Kata bapak itu sambil terkekeh.
' Ya aku sudah biasa mendengarnya, aku tidak kaget kok. Nasep.... Nasep...!'.
Gumamku dalam hati sambil geleng kepala.
" Ah gak masalah...!!!?".
Kata Jojo pada bapak itu.
Aku kemudian merengek pada Jojo, cari kesempatan dalam kesempitan dong.
" Ayo kita main lagi. Aku mau boneka itu loh. Sumpah bagus banget loh...!!!".
Pintaku merengek padanya.
" Yang mana sih?".
Kata Bapak itu melirik kearah barisan boneka.
" Warna coklat dan putih, untuk anak kembar kami nanti pak...!!!".
Aku mengelus-elus perutku dan bapak itu sadar kalau aku hamil muda.
" Boleh...! Untuk ibu hamil gratis... Sekalian balas budi dr.Malik....!!!!".
Kata bapak itu dengan senang hati.
' Gratis...? Yang benar saja? Anak bawa berkah rupanya. Alhamdulillah...!'.
Gumam Jojo dalam hatinya.
Bapak kembali kestand dan memberikan boneka yang kumau, itu semua berkat Jojo ganteng dan baik hati itu.
" Semoga lahiran nanti sehat ya!!!".
Doa bapak itu kepadaku.
" Makasih pak... Maafkan istri saya ya. Kamu bikin malu saja sayang...? Ah kan aku jadi malu gara-gara boneka itu...!!!".
Kata Jojo agak protes juga.
Kami pergi meninggalkan bapak itu.
Bapak hanya ketawa melihat kami, Jojo membawakan 2 boneka itu.
Ada seorang ibu muda berkata selagi kami melihat-lihat gantungan kunci.
" Wah...sl Suami mu ganteng sekali sayang Beruntung nya kamu, ibu juga mau punya suami ganteng seperti kamu... Salahnya dah tak ada lagi yang ganteng seperti suami mu di dunia ini... Wah bikin iri saja....!!!".
Kata ibu itu sambil menatap wajah Jojo serius dan genit yang bukan main.
" Makasih buk, makasih banyak...!!!".
Jawabku spontan.
" Tuh kan.... Suami sendiri tak pernah dipuji. Istri orang yang muji sayang...!!!".
Kata Jojo dengan polos dan ketus.
Aku kesal juga sih, tapi ada benarnya.
" Suamiku tersayang...! Kamu tampan dan mengoda hatiku tiap hari. I love you!!! π".
Kataku lembut penuh perasaan.
Kuberikan buket bunga tadi padanya Jojo tersenyum bahagia seperti dapat uang sekarung saja...π
" Sayang kenapa ya? Setiap kamu bersikap manis bebini aku selalu malu dan jantungku tidak normal berdetak??!".
Kata Jojo menggombal emak-emak bunting.
" Sama dong...! aku juga!!!π".
Aaaaiiih, malunya aku mengakui hal demikian didepan dia. Pasti sekarang kupingnya naik sebelah lah.
Kulirik Jojo dan tepat tebakan ku.
ππππππππππππππππ
Senyumnya seperti silaunya matahari disiang bolong. Suasana hatinya berubah cerah dan enak dilihat.
" Yuk jalan ke Brastagi? Mandi air panas kita, berdua saja!!!?".
Kataku menggodanya.
' Huh sebenarnya aku sebel, tapi biar senang hati si kawan. Jadi tumbal awak! Sekalian mau refreshing saja sih...!'.
Gumamku dalam hati.
" Hah? Benar sayang? Kamu serius?".
Tanya Jojo riang.
" Ya. Aku serius loh. Oke!!!".
Kataku sambil main mata sambil meraba dadanya seolah-olah merayunya.
' Huh? Kujamin 100% dia pasti tidak tahan dibelai lembut. Pasti genit dan mesumnya bakal keluar juga, dasar monster...!'.
Gumamku dalam hati.
" Sumpah. Aku bahagia sekali sayang...?".
Kata Jojo dengan senang.
Jojo seketika bahagia tidak karuan gitu. Dan kami kembali keparkir untuk pergi menuju tujuan. Tapi diparkiran kami beli beberapa pakaian kaos oblong dan celana training buat jaga-jaga saja.
Disepanjang jalan, aku hidupkan music. Jojo suka music clasik dan aku suka pop. Selera kami beda, tapi tetap saja suka nyanyi.
" Suka lagu apa?".
Tanya Jojo padaku.
" Seluruh nafas ini feat gisell. Tahu tidak?".
Jojk hanya menggeleng saja karena tidak tahu sama sekali mungkin.
" Boba nyanyi dikit... Mau dengar nih!".
Katanya singkat bertanya.
" Jika memang kau terlahir hanya untukku, bawalah hatiku dan lekas kembali. Kunikmati rindu yang datang membunuhku.... Untukmu seluruh nafas ini. Untukmu seluruh nafas ini".
Aku bernyanyi sepenuh hati
Jojo melihatku takjub karena suaraku katanya merdu banget, Ya iya lah orang aku jago karokean pas di Diva Karaoke...!!! ππ
" Sudah bisa rekaman loh sayang?".
Godanya.
" Ah gombal saja. Kamu beli cemilan ya... Pas jumpa market. Oke!!!".
Kataku padanya sekedar mengingatkan saja.
Ah.... Aku memang tak bisa dipercaya sih, baru jalan setengah jam dah Tipam alias tidur alias ngorok atau bobo cantik.
Jojo menatapku geli saja, dan membelikan aku makanan yang banyak lah. Tumben dia tahu seleraku apa saja, kebanyakan ngemil sih, jadi dia ternyata selama ini memperhatikan apa saja yang aku makan.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
__ADS_1
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€