Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Nasehat ibuku


__ADS_3

Kulihat Zack dengan tatapan lucu, mereka duduk tepat didepanku. Kusajikan masakanku didepan mereka, dan mereka makan lahap.


Untung saja aku masak banyak jadi bisa nambuh-nambuh makannya. Padahal cuma telor dan bayam bening tapi udah seperti orang tidak makan setahun saja.


Ditengah makan tiba-tiba Yang datang, dia melotot seperti aneh melihat kami.


" Wow....!!! Piknik rupanya disini. Untung lah datang tepat waktu jadi kebagian makan enak. Aku mau lah!".


Katanya dengan santai sambil ikut duduk bergabung bersama kami.


" Iya. Sabar. Aman itu, aku masak banyak!".


Aku menyajikan makan untuk Yang.


Mereka makan dengan lahap, sampai habis semua tidak tersisa apapun lagi, tinggal rantang dan baskom nya saja. Itupun untung tidak dimakan juga, coba kalau enak pasti dimakan habis juga kan??? πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


" Sayang... Kamu kok tidak makan?".


Tanya Jojo menatapku tajam.


" Kenyang aku lihat kalian para Om ini makanya lahap. Aku nanti beli salad buah saja, belakangan ini aku tak selera makan loh. Jangan kuatir kan aku...!".


Kataku menejelaskan.


" Gila benar...! Sialan. Dibilang Om pula itu, wajahku tak tua kok. Sama saja kayak Jojo... Parah betul! Hei Ulan, apa aku setua itu?".


Kata Yang dengan agak marah.


" Itulah. Aku juga sama. Tapi tak apalah masakan nya enak, sumpah aku puas banget malam ini. Makasih ya nyonya Malik kecil...!!".


Zack tertawa terbahak meledekku.


" Iya sih masakannya enak, padahal sederhana gitu!".


Kata Yang lagi memujiku.


" itulah istriku... Hal yang tak biasa jadi luar biasa. Ya kan sayang...!!".


Kata Jojo sambil main mata kearahku dengan genit, membuatku merinding saja.


" Hah? Aku disini dan dikampus sama saja. Aku harus mengasuh anak ayam. Kalau dikampus ada 6 anak ayamku... Kalau disini 3 anak Singa. Nasib...! Nasib si induk..!!!".


Kataku sambil menggelengkan kepala.


Mereka hanya tertawa melihatku mengeluh demikian, menikmati proses yang panjang.


" Pantas saja Jojo luluh dan penurut begitu, ya induknya pengertian begitu!".


Kata Yang sambil kekeh sendiri.


" Selamat ya Jojo... Kamu berhasil memilih istri yang hebat. Selamat...!".


Kata Zack lagi meledek kami dan tepuk tangan dengan meriah, seperti pertunjukan yang hebat saja berlangsung.


" Iya... Sebentar lagi tambah lagi anggota keluarga Malik. Ya kan?".


Kata Zack menekankan pernyataan nya.


" Apa? Bocah kecil.... Baby sugar mu hamil? Yang benar saja Jo? Jangan bercanda...?".


Kata Yang berteriak kaget, lalu melihatku sambil melotot tak percaya


" Masih ok rupanya dia? Aku saja tidak percaya lah! Kukira sudah Expired....!?".


Kata Zack lagi dengan ragu dan sangsi.


" Sumpah Jo... Aku terkejut dan tidak percaya. Sumpah lah...! Kau mengejutkan kami saja!".


Kata Yang sambil menepuk jidat dan mereka berdua saling menatap tak percaya.


" Sudah kubilang, aku yang terbaik dan tokcer kok. Buktinya langsung jadi...! Peace...!".


Kata Jojo dengan bangga memuji diri sendiri.


' Sialan para Om ini meledekku, lihat saja nanti suatu saat kubalas semua perlakuan dan ejekan kalian. Kenapa rupanya kalau aku hamil... Ini semua gara-gara dia... Kesalnya!'. Gumamku kesal kepada mereka semua.


Selesai makan mereka berdiskusi lagi masalah pasien yang tidak kupahami.


" Dokter Yang, kebetulan juga kita bertemu. Dilantai bawah ada pasien atas nama Pak Udin bagian paru... Dia ingin konsultasi bersama Dokter Yang. Boleh besok temui dia?". Pintaku padanya


" Iya boleh. Hitung-hitung bayar makanan tadi. Malam ini pun bisa kok. Biar besok enak ambil langkah selanjutnya apa...!".


Kaya Yang dengan ramah padaku.


" Makasih ya. Nanti aku undang makan lagi!".

__ADS_1


Kataku berterimakasih kepada nya.


" Itu baru betul....!! I like it!".


Kata Yang sambil senyum melihatku dan memberikan aku 2 jempol.


" Hm....mmm!! Aku mau keluar melihat Ibu, sejenak melihat mereka bagaimana....!?".


Kataku pada mereka, sambil membereskan meja yang berantakan sehabis makan.


" Iya. Kabari kalau ada apa-apa sayang!!".


Kata Jojo padaku sambil mencium pipiku. Aku hanya mengangguk saja dan keluar ruangan dengan gembira. Aku menuju ruangan dimana Ibu berada.


" Ibu sudah makan? Bagaimana masakanku?".


Tanyaku kepada Ibu memastikan Ibu sudah makan apa belum.


" Kamu masak sendiri ya sayang?".


Kata Ibu bertanya sambil memberikan rantang yang sudah kosong.


Aku hanya mengangguk kepala saja.


" Makasih ya nak. Suamimu baik dan ramah!".


Kata Istri Pak Udin kepadaku seraya berterimakasih saja akan bantuanku.


" Oh iya...! Tadi dr.Yang sudah datang, mungkin sebentar lagi kesini kok. Mereka baru saja siap makan, jadi masih mau istirahat dulu. Tunggu ya Pak Udin...!".


Kataku kepada Pak Udin untuk bersabar.


" Kamu kenal dekat mereka!".


Tanya Pak Udin lagi.


" Iya mereka teman suamiku, mereka sudah ku sogok makan malam. Jadi manut saja kok. Amanlah Pak...! Serahkan padaku...!".


Kataku dengan bangga dan tertawa lebar.


" Alhamdulillah cepat bertemu Dokter. Makasih ya nak Ulan, saya tertolong sekali..!".


Kata Pak Udin berterimakasih padaku.


" Oke tidak masalah. Aman itu Buk!".


Kataku lagi sambil memeluk istrinya.


" Kamu tidak pulang sayang? Besok kamu kuliah loh...! Bagaimana...?".


Tanya Ibu kepadaku lagi.


" Tidak Bu, biasa juga aku disini. Kasian dia sendiri, kalau lagi capek dia sering strees jadi aku temani saja disini. Ibu saja yang pulang. Kasihan Bapak pasti bingung mencari Ibu...!".


Kataku kepada Ibuku,


" Iya ini mau pulang, Pak Udin tidak apakan saya tinggal? Besok siang saya datang lagi membawa makan siang dan malam kita!".


Kata Ibuku meminta ijin pamit.


" Iya makasih ya Bu Anggara, berkat anak dan menantu Ibu saya tertolong sekali...!".


Kata Istri nya dengan hangat dan meneteskan air mata, Ibu kemudian memeluk beliau.


" Iya Alhamdulillah lah!! Sabar ya...!!".


Kata Ibu mengelus pundak istrinya.


" Ayo Buk, pulang sama Pak Jamal aja. Beliau pasti mau? Nanti kemalaman....!!".


Kataku menarik tangan Ibu keluar ruangan.


" Iya sayag, kirim salam sama suamimu ya. Janganlah panggil dia Om lagi, dia suamimu sayang. Bisakan hargai dia? Memang dulu dia Om mu, sekarang dia imam mu? Oke...?".


Kata Ibu menasehati ku dan aku hanya mengangguk saja.


Aku minta tolong kepada Pak Jamal untuk mengantarkan Ibuku pulang dan menyuruh Pak Jamal langsung pulang kerumah karena aku ingin pulang dengan Jojo saja nanti.


Aku kembali keruangan Jojo dan sepi yanh kudapat. Kupandangi foto Jojo dalam album yang ada dirak buku ruangannya.


Kulihat banyak sekali pose Jojo yang menawan, tua aaja ganteng apa lagi waktu seumuran dengan ku ya? Tidak bisa lah kubayangkan. Tapi ada foto yang mencuri perhatianku itu. Kuambil dan kuperhatikan sangat lama. Aku penasaran sekali.


" Siapa ya wanita yang bersama Jojo dalam foto yang begitu mesra? Ah mereka berfoto berdua sambil pelukan mesra begitu di dekat patung singa air mancur alias Singapore. Iiiih bikin iri sajapun, wajahnya cantik, badan sexy dan montok. Yah aku rata depan dan belakang... Tidak ada enaknya lah. Dasar aneh seleranya? Siapa ya wanita ini? Hem".


Kataku aneh kalau mengingat dan melihat tingkah Jojo selama ini padaku.

__ADS_1


Kupandangi dan kuperhatikan satu persatu, sampai mataku sakit. Ku melirik HP dan pukul 11 malam tapi Jojo tidak datang juga, ya aku ketiduran disofa.


Ketika aku bangun pagi harinya, sudah ada diranjang rumah kami. Kubanguni Jojo dan bertanya padanya.


" Kamu kapan kembali? Kok aku tidak tahu?".


Tanyaku heran, masih penuh iler.


Hm....mm.....mmm hanya itu jawabnya.


" Ayolah bangun! Sudah mau azan Subuh loh. Ayo kita berjamaah!!".


Kataku memaksanya bangun dengan berbagai cara yang aneh.


" Iya cium dulu ah!!".


Kata Jojo bangun dan minta cium padaku dengan bibir monyong kedepan.


" Assalamuallaikum, selamat pagi imamku. Ayo kita berjamaah!!".


Kataku sambil mencium kening nya.


Cup.....!!! 😘


Jojo langsung bangun dan menyiapkan sesuatunya untuk kami solat nanti.


Sementara itu kami mandi bergantian, kemudian lanjut solat berjamaah.


Selesai solat aku menuju dapur dan berperang disana, seperti biasa ada anak ayam yang mengikutiku dari belakang.


" Sejak kapan kamu pulang? Kok aku tak terbangun ya...?".


Kataku sambil bingung.


" Kamu tidurnya nyenyak, ya kugendong saja. Jam 1 dini hari baru siap kerjaan, yah rumah sakit lagi rame sayang! Maklum saja...!!".


Kata Om lagi menjelaskan.


" Oh begitu. Makasih suamiku genit...!!".


Sambil ku lempar senyum manis kearahnya.


Pak Jamal dan Bik Jum tersenyum saja melihat tingkah kami.


" Kamu ke kampus ini hari? Jam berapa?".


Kata Jojo bertanya padaku.


" Iya. Aku tak mau ketinggalan lagi. Kan kamu janji ajari aku nyetir kalo IP-nya semester ini tinggi. Janji ya...???!".


Kataku sembari mengingatkan kembali akan janjinya kemarin.


" Oke aman itu sayang! Masih lama masak?".


Tanya Jojo dengan wajah lapar tingkat dewa.


" Baru saja mulai, ya masih lama lah!".


Kataku sambil tertawa.


" Hari ini aku masuk ke Adam Malik jadi masuk siang lah. Aku antar kamu ya?". Katanya manja


" Pulangnya bagajmana?".


Tanyaku lagi.


" Nanti dijeput supir, oke??".


Jawabnya singkat tanpa banyak protes.


Aku hanya mengangguk dan berperang dibantu Bik Iyah dan Bik Jum... Jojo keruang TV dan istirahat saja disitu.


Sesekali kulirik dia dengan senyuman kecil, antara aku bersyukur dan kesal juga. Sesekali aku mual dan muntah-muntah itu membuatnya panik dan memintaku untuk tak perlu lanjut masak lagi, tapi aku bersikeras untuk memasak. Jojo duduk dimeja makan dan hanya menatapku kesal karena keras kepala... Dia sesekali menggerutu gitu.


" Haduh... Istri bahagia rumahtangga aman. Kalah lah awak... Satu lawan dua!".


Itulah kalimat yang keluar dari bibirnya berulang-ulang kali selama aku masak.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2