
Abi membagikan cokelat pada anak anak korban bencana, dia juga merawat warga disana. Makan se adanya,tidur juga di tenda darurat.
Banyak yang mengalami patah kaki tertimpa longsoran, ada yang bagian kepalanya robek, Abigail dan lainnya pun menjait dan merawat luka mereka.
Sanitasi begitu buruk, setok air bersih minim, lain lagi mereka kekurangan pakaian, pakaian basah, dimana ketinggian air ,merendam pemukiman mereka, lain lagi rumahnya longsor, apapun tidak bisa di selamatkan.
Seperti malam ini, bagian dapur umum memberi mie instant, anak anak sudah sangat kesenangan mendapat jatah makan, di dapur umum, warga bergotong royong memasak makanan.
Abigail menyuruh sang tante membeli berbagai keperluan dapur, dari beras , telur, sayur, Abi suruh sang tante beli dan bawa ke tempat bencana.
Tante tomboy, paling suka membantu korban bencana apapun, dia bersama Abi sering terjun memberi bantuan pada korban bencana alam.
" Bi, dingin, nih pakai selimut," Bams memberikan sebuah selimut untuk Abi.
" Masih banyak ibu ibu yang menangis Bams, kehilangan tempat tinggal, lain lagi gamang menjalani hidup, kehidupan susah, alam pun tidak bersahabat."
" Begitulah Bi, tidak ada yang bisa memprediksi alam.Kamu minum vitamin kan ? ".
" Ya Bams."
" Kita tidur sangat kurang, tidur di tenda darurat, kondisi hujan, di beberapa tenda juga bocor, jadi wajib jaga kesehatan ".
__ADS_1
" Tuh, dokter Doni aja tepar. ngorok, kecapekan dia nangani yang patah tulang. "
" Bantuan belum merata di beberapa tempat, bisa di lihat, masih banyak yang menahan lapar, mengutamakan anak nya makan, aku gak tega banget Bams."
" Ya Bi, kita harus bersyukur, masih diberi makanan yang layak, kalau sudah bencana begini, mana bisa makan milih milih, apapun di makan."
" Hujan terus , banjir gak surut, tanah longsor pun jangkauannya semakin meluas."
" Mereka kurang air bersih Bams."
" Ya Bi, aku sudah suruh papa ku ,kan bagian PAM , ngurus penyaluran ke daerah ini, barusan sudah di setujui direksi, besok mudah mudahan, sudah bisa buat keperluan mandi ,masak, kalau air minum, banyak juga warga yang tergerak hatinya memberi sumbangan."
" Kita sumbang tenaga ,mereka semua baik ya Bi, ramah, nurut."
" Yah , mereka di panggil sayang, aku kapan Bi, di panggil sayang, " ujar Bams ngakak.
" Ihhhh, dah tua pak," ujar Abi ngakak.
" Ada juga yang mengalami diare ya Bi, akibat sanitasi buruk."
" Iya Bams, udah aku beri obat oralit dan obat diare, sudah mendingan kok Bams, mereka yang diare di tempatkan di satu tenda, biar gak nular ke yang lainnya."
__ADS_1
" Iya, kan banyak bayi juga Bi, gimana lah mereka menuelamatkan anak nya psdahal, air begitu yinghi, anak mereka bayi."
" Pakai ember, anaknya dimasukin disitu, ibu ibu cerita, sambil nangis saat aku nanya Bams."
" Demi anak, ibu pun bertarung nyawa ya Bi."
" Ada yang suaminya gendong anaknya di pundak, anaknya keminum air juga, sangkin tingginya air. Ada yang anaknya sampai hanyut karena air deras, bisa di tolong warga yang lihat, kacau balau saat itu Bi."
" Ya Bams, namanya bencana, kapan pun bisa terjadi."
" Benar Bi, gak tahu gimana kalau udah namanya bencana. Ajal menjemput pun kita gak bisa buat apa apa."
" Cokelat gratisannya enak loh Bi, dari bos mafia mah, bukan kaleng kaleng."
Abi pun ngakak.
🤣🤭🤣🤭🤣🤭🤣
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment