
Aku membuka mata, dan kaget melihat jam hari sudah gelap.
" Kita tidur dimana? Aku lelah...!".
Kataku manja dengan kondisi setengah sadar.
" Sudah dimobil saja sayang....!".
Kata Jojo pelan dan masih konsentrasi menyetirnya sampai lupa waktu.
" Pasti dingin sekali sih? Tak ada selimut pula, badanku sakit kalau tak pakai bantal dan kasur yang empuk...!!! Huh?".
Kataku protes dan kesal. Jojo melirikku dan tersenyum saja.
" Pindah sana kebelakang. Kan empuk? Oke sayang? Mau kan sayang??".
Tanyanya sambil melihatku tersenyum.
" Tidak ah. Tak enak....!!!".
Kataku protes lagi. Jojo pindah kebelakang dan menggodaku dengan sangat manja.
" Sini aku peluk, tubuhku hangat dan empuk loh sayang. Ayo sini...!!!?".
Katanya sambil menarik tanganku.
" Tak mau ah...!".
Kataku.
Tangan Jojo geratilan. Suka menjalar kemana-mana! Sebel aku.
Sumpah aku agak kesal juga sambil manyun begitu karena digodain olehnya.
" Sini kemari, kita kan sudah sah. Tak dosa loh. Percaya deh empuk banget!".
Kata Jojo menggodaku dengan gesitnya.
' Iiih, melihat ekspresi Jojo. Aku jadi geli setengah mati loh. Kayak anak kecil...!'.
Gumamku dalam hati.
" Tadi aku belikan kamu coklat loh. Mau tidak sayang....? Hayo sapa yang nolak!?".
Si Jojo genit itu nunjukin coklat SilverQueen chucky bar kearahku, seketika pandanganku gelap.
Senyumku bermekaran silau men....!!!π
Lidahku lebih jujur dari hatiku, digoda dengan coklat mau saja...
' Sudah ku duga. Coklat akan membuat dia luluh padaku. Dasar bocah nakal, tidak berubah sikitpun. Ah...sayang aku makin tergoda dengan mu...!!'.
Gumam Jojo dalam hati sambil senyum licik.
Aku mendekatinya, Jojk berbaring dan memelukku erat. Sumpah kudengar suara detak jantungnya yang kencang bagai music rock, dan nafasnya berat yang so pasti harum banget deh.
Sudah setengah jam Jojo memelukku tapi aku tidak bisa tidur juga, kulihat Jojo tertidur.
Kurasa sih...?π
Kubelai rambut yang menutupi sebagian wajah tampan nya. Kuraba alisnya... Turun kehidung.... Lanjut ke bibir merah nan tipis bak secangkir madu surga yang manisnya tiada Tara dan duanya didunia.
" Ah... Kamu genit sih. Suka jahil dan membuat ku takut. Suasana hatimu juga berubah-ubah seperti air laut, kapan surut kapan juga pasang nya. Tapi bener loh kamu itu Ganteng banget, untung suami kalau pacar dah kupelet biar lengket....!".
Kataku pelan seakan bergumam.
Hi...hi...iiii.....!!!?πππ
Matanya masih terpejam, aku kaget setengah mati. Seperti mau dicabut saja nyawaku, iiih sumpah aku ngomong tidak pakai saringan.
Tapi...???
Ya.....???!
Aku akui bahwa dia ganteng lah. Usinya 40 tahun tapi perawakan 29 tahun begitu, stylis dan rapi.
Pantqs saja banyak hawa yang tergila-gila dengannya, ya tidur saja ganteng kok. Tubuh Jojo memang selalu identik wangi banget, membuatku nyama kalau dipeluk nya. Mungkin karena aku gengsi ya, sampai-sampai aku tidak sadar suamiku itu Super Oppa Korea lah.
Hi...hi....iii...!!! ππ
" Hei ternyata belum bobo loh, dengar?".
Kataku gugup karena malu.
" Hm......mmm iya. Makasih sayang, baru kali ini kami muji aku. Sudah tidur, atau mau main enjot-enjotan malam ini?".
Katanya pelan membuatku takut serta merinding bukan main. Dia berbicara dengan mata tertutup seperti orang tidur yang mengigau saja.
" Tidak mau. Enakan tidur....!!!? Genit?".
Kataku sambil kucubit pipinya lembut, senyumnya manis walau sebentar saja.
Seketika wajah ku merah dan gugup,π£
" Tidak mau...!! Dasar genit, selamat malam!".
Aku mulai pejamkan mata dan tidur lelap.
Ternyata ketika aku tidur, Jojo belum tidur.
Jojo masih memelukku dengan erat nya. Begitu hangat dan nyaman kurasakan. Seperti tidur diatas kasur dengan selimut bed cover super lembut.
Ternyata Allah itu maha besar, badan suami kok bisa nyaman dan enak buat jadi sandaran ya. Mungkin karena wanita itu terbuat emang dari tulang rusuk laki-laki... Kok rasanya pas saja tidur dipeluk Jojo.
Ya meski sudah menikah, tiap kali Jojo melihatku seperti Bagaimana gitu. Untung saja jantung buatan Allah.... Nah kalau buatan Jerman.
Sudah mati aku dari semalam itu...!!π
Kudengar suara ketukan dijendela mobil kami, aku kaget dan berteriak.
" Kyaaaa.....aaa! Ada hantu....!!π«π«".
Teriakku sekuat tenaga.
Jojo terkejut dan bangun, menatap kejendela yang diluarnya ada orang.
Jojo membuka jendela dan menguap...!!!
" Aaaaoooooh.... Ada apa?π€€".
Katanya masih dengan setengah sadar, mungkin arwahnya belum balik pas mimpi indah tadi malam.
Eh ternyata polisi yang patroli sedang kebetulan lewat dan melihat mobil kami dipinggir jalan parkir.
" Ada apa pak? Mobilnya mogok?".
Tanya pak polisi pada Jojo.
" Tidak pak. Cuma istri saya ngantuk tadi malam, ya kami tidur disini saja...!".
Kata Jojo menjelaskan.
Sementara itu aku masih berada diposisi pelukan Jojo. Masih belum bangkit karena dia memelukku sangat erat.
__ADS_1
" Bisa tunjukkan SIM dan STNK pak?".
Tanya polisi pada Jojo.
Aku bangkit dan duduk, begitu juga dia. Lalu dia menggaruk kepala biar sadar.
" Sebentar ya pak...!".
Om merogoh dompet dan memberikan apa yang diminta tadi.
" Malik? Ben Joshua Malik ya?".
Tanya pak polisi dengan wajah kaget namun terlihat senang dan bahagia.
" Iya ada apa pak? Saya....!?".
Bertanya karena bingung.
" Kebetulan pak...! Syukurlah. Sudah seminggu lebih saya buat janji dengan Bapak Dokter tidak bisa ketemu. Saya ada perlu... Boleh bicara sebentar pak...?!".
Pinta pak polisi dengan sopan sekali.
" Baik tunggu sebentar ya. Sayang tunggu disini, jangan sentuh apapun ya. Oke?".
Om mengecup keningku dan keluar mobil untuk berbicara kepada polisi tadi...
Bla.....bla.....bla.....end.
Jojo masuk kembali ke mobil dalam waktu 10 menit saja. Polisi itu pergi dan Jojo tersenyum saja.
" Tadi ada apa?".
Tanyaku dengan nada kepo...
" Masalah kerjaan sayang, dibilang kamu juga tak paham kan? Jangan tanya ya?".
Kata Jojo menjelaskan singkat.
Lalu dia membelai wajahku sambil tersenyum dan mencium lagi pucuk kepalaku.
" Masih jam 3 pagi. Aku masih mengantuk sekali. Aku mau tidur lagi....!".
Kataku manja padanya.
" Ya sudah ayo tidur lagi...!".
Katanya dengan posisi seperti semula lagi.
" Elus-elus kan kepalaku ya , sampai aku tidur pulas.... Tolong? Bisa...?".
Wajahku membuatnya tidak bisa nolak.
" Ada anunya saja baik, coba yang enak sendiri.... Lupa sama suaminya...!!?".
Katanya menggerutu manja, aku tersenyum saja melihat kelakuan suamiku. Usia tua tapi pikirannya seperti balita saja.
Sudahlah pencemburu, nakal, genit... Mesum pula tidak ketolongan. Kesal aku jika mengingat kejahilannya padaku.
Aku rebahkan kepala kepangkuan Jojo, dia hanya tidur sambil duduk saja sambil elus-lesu kepalaku tadi.
Jam 7 pagi kami berangkat lanjut lagi, sejam pejalanan kami sampai di Brastagi... Sarapan dulu deh diwarung.
Pas mau bergerak kami melihat orang ribut-ribut tak jelas lah.
Kulihat ibu itu menangis entah kenapa? Aku saja sampai heran melihatnya.
" Kenapa buk? Kok menangis begitu sedih?".
Tanyaku lembut kepada Ibu yang sedang menangis itu.
" Ya sudah. Siapa tahu bisa kubantu...!".
Kataku padanya.
Anak ibu itu mungkin sebayaku lah, kuajak saja bercerita kenapa nangis si ibu.
" Kenapa ibu menangis...?".
Tanyaku dengan wajah sedih dan kasihan.
" Bapak sakit kak. Ditolak dari Adam Malik. Makanya ibu menangis saja, padahal pakai BPJeZ nya...hiks....hiks....hiks....!!".
Kata anak itu sambil menangis lagi.
" Oh ya, memang sakit apa bapak kak?".
Tanyaku lagi dengan penasaran.
" Jantung bapak mengalami pembengkakan. Apa tak bisa pake BPJeZ ya harus umum...? Haduh kak...hiks...hiks!!!".
Katanya singkat, membuat aku sedih lagi.
" Ayo kita bicara sama ibu...?".
Kataku pelan memberikan dia pengertian.
Kami berjalan menghampiri ibu yang duduk menangis disudut ruangan.
" Mak...! Kakak ini mau tanyak dia?".
Kata anak itu dengan logat bicara Khas Medan.
" Kayak mana lagi nakku. Bapak kita tadi sudah ditolak... Apa lagi yang bisa kita lakukan nakku...? Sakit hatiku sama pihak rumah sakit itu. Karena kita miskin? Iya...?".
Kata Ibu sambil terus menangis terisak-isak karena ditolak pihak Rumah Sakit.
Aku mengelus pundak ibu dengan lembut.
" Sabar buk. Sebentar ya kupanggilkan suamiku. Kebetulan suamiku Gokter disana. Sabar ya buk...!!".
Kataku pelan sambil senyum.
" Betullah nakku, makasih ya. Tertolong kali lah kami... Tolong lah nakku...!".
Kata ibu dengan berharap sekali.
Aku beranjak dari tempatku dan menghampiri suamiku yang sibuk dengan HP nya dari tadi.
" Sayang boleh minta tolong tidak?".
Tanyaku dengan manja padanya.
" Apa? Ada maunya saja baik begitu, coba tulus tanpa ada tujuan lain. Senang hatiku lah sayang...! Dasar kamu penggoda...!!".
Katanya protes manja tapi tetap tersenyum. Ya meskipun dia marah dan ngambek tetap saja kelihatan ganteng nya. So Pasti...!π
" Ada pasien yang ditolak RSU Adam Malik... Bisa bantu masuk begitu? Tolong kenapa...? Kasihan ibu itu loh...!! Lihatlah dulu...!?".
Kataku memohon padanya yang duduk.seperti Raja sejagat saja.
" Kamu cium dulu lalu puji-puji aku dengan mesra, baru aku mau...!".
Kata Jojo manja seperti tidak ada pikiran saja. Oh tidak aku mulai marah.
__ADS_1
Senyuman licik Jojo membuatku muak saja ingin muntah...π£
' Sial aku mau muntah saja, tidak punya hati nurani. Dasar penjajah... tidak punya perasaan. Belanda sekarang sudah berubah warna rambutnya jadi hitam. Sial... sial...!'.
Gumamku dalam hati dengan kesal.dan sangat marah sekali. Bayangkan saja dia begitu jahatnya padaku.
" Sayangku, tolong bantu dong. Aku cinta padamu, ketampananku membuatku tak bisa berbuat apapun sayang... Matamu indah. Orang tampan itu baik loh, apa lagi suamiku ini. Membuat hatiku gergetan. Oh my Honey!".
Kataku manja memujinya dengan sepenuh hati meskipun tidak sepenuh keikhlasan.
Jadi gagal fokus aku...!
Cup...cup...cup...!!!ππ
Kedua pipi dan keningnya kecup mesra.
' Ah....sial. aku gagal fokus, padahal sudah sering melakukannya tapi tetap saja seperti mengangkat ribuan ton pasir saja. Sumpah aku tak bisa bersikap biasa saja dengannya, aku bisa gila tiap hari disuruh cium. Kenapa bibirnya begitu menggoda belakangan ini ya? Hah? Sial...!!!! sial....!!!!'
Gumamku dalam hati kecil.
Aku berlalu dan berjalan, tapi Jojo masih diam didalam mobil.
" Sabar buk. Itu suamiku datang...!".
Kataku sambil menunjuk kearahnya.
Tak lama dia datang, seketika wajah dan sikapnya berubah total....!!
" Ada masalah Bu? Apa yang bisa kubantu? Istri saya tadi bilang...!".
Kata Jojo dengan tegas dan sigap.
Kulihat wajah serius itu berubah jadi begitu keren dan silau, apakah begini setiap dia bekerja. Pantasan saja jadi idola, keren sih.
" Syukurlah nak. Bantulah ibu ini, bapak ditolak dari rumah sakit. Kata istri nya tadi bapak dokter ya?".
Kata ibu itu bertanya pada Jojo.
" Ya. Mari kubantu. Mana berkas ibu? Coba kulihat dulu?".
Kata Jojo sambil tersenyum.
Sejenak Jojo membaca dan dan wajahnya serius kulihat sepintas. Keren ah...! π±
" Bagaimana? Lengkap? Terus kenapa?".
Tanyaku kepo.
" Ya bentar ku usahakan? Sabar buk!".
Kata Jojo singkat.
Om mengambil HP disaku celana nya dan menelpon pihak IGD... π²
" Halo? Ini dr. Ben Joshua Malik...!".
Kata Jojo.
" Ah iya dok, ada yang bisa dibantu?".
Tanya dokter jaga IGD.
" Berikan kepada dokter kepala penjaga?".
Kata Jojo lagi dengan tegas. Masih dengan wajah yang keren dong.
Tak lama dokter jaga berbicara dengan Jojo dengan serius sekali.
" Pak Syamsul ada pasien ditolak. Apa masalah. Tolong jelaskan? Tadi pagi kejadiannya....!!".
Tanya Jojo pada nya.
Bla....bla....bla.....end. Jojo mengakhiri telpon.
" Sudah buk. Kembali lah kerumah sakit, ini nomor telpon saya. Saya tuliskan surat nanti ibu kasi saja sama dokternya. Oke!!".
Kata Jojo memberikan kartu namanya kepada ibu dengan senyuman kecil.
Om menuliskan memo entah apalah, aku mana paham isinya apa. Tulisannya seperti Arab gundul begitu kok...?? π±
" Terima kasih nak, makasih banyak...!".
Kata Ibu kepada kami.
Ibu itu kembali ke rumah sakit dengan harapan yang besar. Semoga saja diterima.
Aku kembali ke mobil, dan Jojo kembali kepada wajah aslinya... Yang menyebalkan.
" Ada apa? Kenapa melihatku seperti itu sayang? Kenapa sih?".
Tanya Jojo heran melihatku kesal.
Wajar aku kesal, tadi dia begitu keren seperti Pahlawan yang datang dengan naik kuda. Sekarang wajah genitnya langsung kelihatan sekali. Aku jadi sebal deh.
" Heran aaja. Kamu tadi beda banget, eewh pas ketemu aku kok malah nyebelin...??!".
Kataku dengan manyun dan kecewa.
" Tidak tau tuh. Habisnya kalau dekat kamu pengen dimanja saja terus sayang...!".
Katanya manja juga.
Iiih menyebalkan sekali dia.
Tak percaya aku, suasana hati Jojo berubah lagi. Menyebalkan sih dia...?
" Ya aku juga bingung kok. Sama kamu.... Aku bahagia loh. Makanya aku pengen nempel sama kamu terus sayang?".
Katanya manja sambil menjulurkan lidah. Dia mengikuti kebiasaan ku selama ini.
Sumpah, Jojk manja nya keluar lagi. Padahal tadi aku sempat juga kagum dengan dirinya itu. Begitu tegas dan baik hatinya... Ah.... Tidak bisa kupercaya deh.
" Sepertinya aku jatuh cinta nih...!!".
Kataku pelan.
" Sama siapa sayang ku?".
Tanya Jojo serius.
" Sayang.... I love you...???!".
Kucium pipinya manja ....
Suasana hatinya hari ini baik banget loh, bayangkan aaja dia membelikan aku buket bunga yang besar... Entah untuk apapun. Bingung aku taruh dimana?
Jatuh cinta, berjuta rasanya. Taik lincung rasanya coklat. Ha .....ha....aaaa
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
__ADS_1
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€