
Sampai dirumah Ibuku, kami menurunkan belanjaan tadi. Ternyata sopir dan ART sudah lama menunggu kami, aku agak terkejut melihat nya sih karena ART Om ada 2 orang. Sudahlah rumahku kecil jadi padat dan sempit, karena terlalu ramenya.
" Oh ya bik. Tolong bantu anak-anak buat turunkan barang kami. Yang plastik merah langsung saja anterkan ke kamar kami. Isinya jangan ditanya. Rahasia loh...!".
Katanya dengan genit, sambil memainkan mata pada bibi Juminah dan bibi Zuriyah.
Bibi Jum menyapaku "saya bantu nyonya...!". Katanya lembut dan tersenyum
"Ah tak berat kok. Bibi bawa saja yang lain!". Kataku dan menuju dapur.
Ibu dan Bapak menyapaku didepan pintu lalu aku menuju ruang tamu.
"Ibu... Bapak coba lihat. Aku belikan Bapak baju kemeja buat kerja dan Ibu aku belikan sayuran yang banyak cocok buat Setok seminggu kita...! Aku hebatkan Bu?".
Aku tertawa seakan akan yang kubeli satu kedai saja sangkin banyak nya.
Suamiku datang dan duduk di sebelahku, tapi dia hanya melirik HP nya seakan entah apa yang terjadi denganya.
Senyum sendiri...! Ngomong sendiri...! Entah apa yang sedang dia kerjakan. Aku tidak tahu, dan karena aku tak mau tahu juga sih...?
Kubelikan beras, kopi, gula, minyak goreng, mie instan, telur, sayur mayur, dan masih banyak lagi lah.
Om genit dengan wajah kusutnya masuk kamar dan kuikuti dari belakang.
"Kok wajahnya kusut kayak jeruk purut sih? Ada apa? Kenapa lagi...?".
Tanya ku bingung.
"Biasa dirumah sakit, ada masalah kecil. Masa begitu saja tak bisa diatasi?".
Katanya kesal sambil mengernyitkan gigi.
"Masalah apa sih?".
Aku mendekatinya dan melihat apa yang dia kotak-katik di Hp dari tadi.
"Kamu lihat apa? Percuma kamu tidak bakalan paham sayanh?".
Katanya merayuku lembut dan sangat genit.
"Iya sih cuma penasaran saja! Salah?!".
Kataku sontak melirikku dengan licik.
Dia tersenyum saja, dan sibuk kembali dengan dunia nya lagi.
Suamiku membuka plastik barang yang dibelinya tadi, dan memberikan padaku.
Wow......duuuaa.......aaaarβ‘π₯
Jantungku hampir copot melihat isi yang diberikan suamiku. Aku hanya melotot sembari menatapi baju itu.
"Sayang sana mandi terus ganti baju itu. Aku ingin melihat mu pakai itu!!".
Ketusnya dengan mesum,
' Iih dia tersenyum tak jelas gitu, kenapa lagi dia? Pasti mengkhayalkan yang jorok kepadaku. Dia pasti memikirkan aku yang gak bener, dasar otaknya bermasalah! Apa semua Dokter otaknya mesum seperti itu, Huh?'.
Gumamku dalam hati kecilku.
Aku hanya diam dan melotot saja terpaku melihat pakaian yang kurang bahan itu. Semuanya serba sempit, ketat dan bahannya tipis kayak saringan kelapa didapur ku. Dalaman nya cuma tali-tali aneh yang kulihat, Ya ampun mati aku...?! π΅
"Kamu mau aku yang gantikan? Urusannya panjang loh sayangg!!".
Dia melirikku dengan tatapan tajam seperti Ular yang mau mematuk saja.
__ADS_1
Aku berlari kekamar mandi sambil membawa sepasang baju yang dibelinya tadi,
"Mati aku? Ini pakaian kok kurang bahan, gak mungkin siang bolong Si Jojo genit ajak olahraga? Tapi apa tujuan nya? Matilah aku dilahapnya habis...! Bagaimana ini sih?".
Kesalku sambil memakai baju itu.
Aku tidak berani keluar, tapi dia mengetuk pintu hingga berapa kali dan aku tidak membuka pintu itu.
"Sayang buka pintunya? Kok lama?".
Katanya sambil tersenyum jahat dan licik.
"Aku tidak mau keluar...! Tak mau?!".
Teriakku dari dalam kamar mandi.
"Sayang, ayolah. Cuma lihat saja kok malu. Ayolah coba kasih lihat aku bagaimana hasilnya? Aku penasaran? Atau mau aku dobrak pintunya sayang?".
Katanya tegas.
" Aku gak mau....!".
Teriakku lagi dari dalam.
" Aku dobrak saja pintunya ya, Awas jangan dekat-dekat pintu ya sayang...!".
Katanya menggodaku dengan liciknya.
Aku membuka pintu dan berjalan kehadapan Jojo sambil tertunduk, kututupi dadaku semampuku. Aku gak ikhlas dia mempermainkan aku dengan mudahnya.
Matanya melotot memandangku dan tak berkedip sedikitpun,
Gluk.....gluu....kkk, ππ
'Sial.....! Alhamdulillahnya bocah kecil ini pas sesuai seleraku. Meski masih ada bagian yang kurang menonjol, meskipun begitu melihatnya seperti ini. Ingin rasanya kumakan ia hingga habis...! Tak tersisa sedikitpun. Cintaku...! Oh sungguh manisnya, baby...!'. Gumamnya dalam hati dengan hasrat membara.
Si Jojo genit itu mendekatiku dan menggendongku keranjang. Kurasakan wangi sepray baru yang digantinya tadi pagi, wangi dan begitu hangat kurasakan.
"Aku mau ganti saja. Tak pantas pakaian ini dipakai, malu dilihat orang...!".
Kataku padanya.
" Tidak ada siapapun disini, cuma aku saja sayang. Ayolah sayang, aku rindu bau tubuhmu loh! Sangat rindu sekali...!".
Kata Om merayuku dengan rayuan maut ala-ala Dokter sakit jiwa.
Ha...aaa....!!! πππ
" Sebentar lagi waktunya solat, aku harus mengerjakan nya. Wajib hukumnya bagi umat muslim, dosa kalau ditunda...!".
Kataku menjelaskan kepada dia.
" Masih ada waktu sejam loh. Layani aku ya?".
Pinta nya manja padaku.
" Maaf, aku lelah!".
Tegasku kepadanya.
" Sore nanti aku harus kerumah sakit untuk operasi, kumohon jangan membuatku merindukanmu sepanjang malam. Berikanlah aku motivasi sayang!!".
Katanya merayuku lagi, kali ini aku melihat wajahnya yang sedih.
" Masih sakit terasa, Jojo genit aku membencimu!!".
__ADS_1
Kataku merengek.
"Pakaianmu merangsang ku...! Kamu cantik dan sexy sayang. Tolong, kewajibanmu juga melayaniku! Sebentar saja sayang...?!".
Pintanya manja menuntut ku.
' Si Jojo genit dasar maniak Sex...!'.
Gumamku dalam hati agak sedikit dendam padanya karena itu.
Aku hanya diam dan menerima semua apa yang diberikannya. Sumpah, kali ini si Jojo lebih aktif dan leluasa memangsa seluruh bagian tubuhku.
Dadaku saja ada 5 titik, seperti dihisap drakula... Wong siang bolong drakula ogah metuh toh?
Haiiis.......huh?πππ£
' Aku cinta padamu, Ulan Nafisah Anggara!'.
Gumam Jojo dalam hati.
Lembut...!!!
Bertenaga....!!!!
Pelan tapi pasti, Aku tidak banyak melakukan apapun, hanya diam saja menerima segala gerakannya.
' Ah sial, dia begitu imut dan menggemaskan saja. Semua pas seleraku, wangi dan menawan sekali, Aulia sayangku!!'.
Kata Jojo dalam hati kecil mengagumiku.
Tubuhku terasa terbakar dan lumer seperti es yang mencair. Suamiku mampu hampir sejam tanpa henti, ketika sudah sampai titik dia meminta ijinku.
Tubuhku tak mampu bergerak karena sudah tak ada tenaga untuk bangkit, dia mencium keningku.
" Makasih sayang....! Aku puas sekali...!?".
Katanya kepadaku yang terlentang.
15 menit dia tidur sambil memelukku, dan kami terbangun karena suara Azan juhur. Dia bangun dan menggendong ku kekamar mandi, dimandikannya aku sembari mandi wajib, setelah itu dia memakaikanku baju piyama. Setelah aku selesai barulah dia kembali mandi, dan kami solat juhur berjamaah.
Aku bersyukur karena imamku ini perhatian dan baik padaku, begitu lembut dan selalu membuatku nyaman.
Selesai solat aku kembali berbaring ketempat tidur sembari istirahat karena lelahnya olahraga yang hampir sejam live tanpa iklan sedikitpun.
Sumpah....!!!
Suamiku itu kuat dan perkasa diatas ranjang, meski kadang aku memintanya untuk menyudahi tapi ia tetap membujukku untuk lagi. Dia punya trik sendiri agar aku tidak bosan ditidurinya, yaitu dengan memberikan janji kalau uang jajan kuliahku ditambah 500 ribu nanti. Akupun berusaha untuk tidak mengecewakannya dan meladeninya sekuat tenagaku.
Duit loh, siapa yang tidak mau duit? Orang gila saja yang tidak waras mau duit. Apalagi kita yang waras, mata duitan.
Pada Akhirnya Jojo tak jadi pergi kerumah sakit, karena lutut nya lemas. Untuk berjalan saja dia tak mampu, bayangkan saja.
Dia tidur begitu lama didalam kamar, katanya lagi malas saja keluar rumah. Mau tiduran saja, menikmati cuti ini.
πππππππππππππππ
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€
__ADS_1