Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Banyak Belajar


__ADS_3

" Pasien masih ada herniasi otak dok, lalu bagaimana dok? ", ujar Loise.


" Herniasi otak merupakan dislokasi secara mekanik organ otak ke regio yang lain akibat dari adanya massa, trauma, neoplastik, iskemik ataupun penyebab infeksi. Oleh karena herniasi itu sendiri menyebabkan tekanan yang tinggi pada struktur otak tertentu, maka ia bersifat fatal."


" Herniasi otak adalah kondisi ketika jaringan dan cairan otak bergeser dari posisinya sehingga mendesak area di sekitarnya. Herniasi otak dapat dipicu oleh cedera kepala, stroke, atau tumor otak.


Pergeseran jaringan pada herniasi otak bisa terjadi pada cerebrum (otak besar) atau cerebelum (otak kecil). Kondisi ini tergolong berbahaya karena dapat mengganggu aliran darah ke otak. Bila terlambat ditangani, penderita bisa mengalami kerusakan otak permanen, bahkan kematian.Herniasi otak terjadi akibat peningkatan tekanan intrakranial. Kondisi tersebut bisa menyebabkan jaringan otak bergeser dari posisi normalnya," Lousie.


" Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial:


Pembengkakan otak, yang umumnya disebabkan oleh infeksi campak, gondong, polio, atau rabies


Cedera kepala yang menyebabkan perdarahan, gegar otak, patah tulang tengkorak, atau hematoma


Stroke, baik stroke iskemik maupun stroke hemoragik


Tumor otak, baik yang berasal dari otak itu sendiri maupun tumor dari organ lain yang menyebar ke otak


Abses atau kumpulan nanah di otak akibat infeksi bakteri atau jamur


Kelainan pada struktur otak yang disebut malformasi Chiari


Penyakit pembuluh darah, seperti aneurisma otak


Hidrosefalus atau penumpukan cairan dalam otak


Komplikasi yang timbul dari prosedur bedah otak


Efek samping radioterapi atau terapi radiasi."


Gejala Herniasi Otak


Gejala yang dapat timbul akibat herniasi otak bisa bervariasi, di antaranya:


Pusing


Sakit kepala


Sulit berkonsentrasi


Denyut nadi tidak beraturan


Tekanan darah tinggi


Tubuh terasa lelah

__ADS_1


Pingsan


Kehilangan refleks tubuh


Pupil melebar


Kejang


Henti jantung


Henti napas


" Untuk mendiagnosis herniasi otak, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan foto Rontgen pada kepala dan leher pasien. Dokter juga dapat menjalankan pemeriksaan CT scan atau MRI. Tujuannya adalah untuk melihat lebih jelas bagian dalam kepala pasien dan untuk mengidentifikasi jenis herniasi otak yang dialami pasien.


Bila dokter menduga ada gangguan perdarahan atau kumpulan nanah di dalam otak, dokter juga akan melakukan tes darah pada pasien."


Penanganan herniasi otak akan berfokus pada beberapa tujuan, yakni:


Menstabilkan tanda-tanda vital pasien


Mengurangi pembengkakan dan tekanan dalam otak


Mengobati penyebab herniasi otak bila memungkinkan


Endoskopi ventrikulostomi, untuk mengeluarkan cairan otak melalui lubang di dasar otak. Lubang tersebut dibuat dengan prosedur bantuan endoskopi.


Kraniektomi, untuk menurunkan tekanan di dalam otak. Caranya adalah dengan mengangkat bagian tengkorak kepala di dekat area yang mengalami pembengkakan


Selain prosedur di atas, ada metode lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi herniasi otak, yaitu:


Prosedur bedah untuk mengangkat tumor, bekuan darah, atau abses


Pemberian obat penenang, antikejang, atau antibiotik


Pemberian kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan


Pemasangan selang bantu pernapasan


Pemberian obat-obatan, seperti manitol atau cairan hipertonik, untuk mengurangi cairan di jaringan otak


Komplikasi Herniasi Otak


Herniasi otak yang tidak segera ditangani dapat berbahaya dan menimbulkan komplikasi serius, seperti:


Henti jantung atau henti napas

__ADS_1


Kematian jaringan otak


Kerusakan otak permanen


Koma


Kematian


Pencegahan Herniasi Otak


Herniasi otak sulit dicegah, karena penyebabnya sering kali tidak diketahui atau terjadi tanpa disengaja. Namun, ada penyebab herniasi otak yang bisa dicegah, seperti infeksi, cedera kepala, atau stroke. Cara pencegahannya antara lain:


Menerapkan pola hidup sehat, yaitu dengan makan yang sehat dan bergizi, beristirahat yang cukup, berolahraga rutin, dan mengelola stres dengan baik


Berhenti merokok


Menjalani pengobatan untuk mencegah stroke, bila Anda menderita hipertensi atau diabetes


Senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah infeksi


Berhati-hati saat beraktivitas di dalam atau di luar rumah


Berkendara secara aman, yaitu dengan memakai helm saat mengendarai motor, menggunakan sabuk pengaman saat mengemudikan mobil, dan mentaati peraturan lalu lintas


Menghindari konsumsi minuman beralkohol saat mengemudi


Menjalani pemeriksaan ke dokter jika pernah mengalami cedera kepala berat, atau bila menderita penyakit, seperti tumor dan aneurisma otak.


" Sudah jelas Loise."


" Sangat jelas dok."


" Kalian belajar lah yang banyak, " ujar Dokter Renold .


" Baik dok," ujar Abi dan teman temannya.


😍🥰😍🥰😍😍


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2