
" Pasien masih ada herniasi otak dok, lalu bagaimana dok? ", ujar Loise.
" Herniasi otak merupakan dislokasi secara mekanik organ otak ke regio yang lain akibat dari adanya massa, trauma, neoplastik, iskemik ataupun penyebab infeksi. Oleh karena herniasi itu sendiri menyebabkan tekanan yang tinggi pada struktur otak tertentu, maka ia bersifat fatal."
" Herniasi otak adalah kondisi ketika jaringan dan cairan otak bergeser dari posisinya sehingga mendesak area di sekitarnya. Herniasi otak dapat dipicu oleh cedera kepala, stroke, atau tumor otak.
Pergeseran jaringan pada herniasi otak bisa terjadi pada cerebrum (otak besar) atau cerebelum (otak kecil). Kondisi ini tergolong berbahaya karena dapat mengganggu aliran darah ke otak. Bila terlambat ditangani, penderita bisa mengalami kerusakan otak permanen, bahkan kematian.Herniasi otak terjadi akibat peningkatan tekanan intrakranial. Kondisi tersebut bisa menyebabkan jaringan otak bergeser dari posisi normalnya," Lousie.
" Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial:
Pembengkakan otak, yang umumnya disebabkan oleh infeksi campak, gondong, polio, atau rabies
Cedera kepala yang menyebabkan perdarahan, gegar otak, patah tulang tengkorak, atau hematoma
Stroke, baik stroke iskemik maupun stroke hemoragik
Tumor otak, baik yang berasal dari otak itu sendiri maupun tumor dari organ lain yang menyebar ke otak
Abses atau kumpulan nanah di otak akibat infeksi bakteri atau jamur
Kelainan pada struktur otak yang disebut malformasi Chiari
Penyakit pembuluh darah, seperti aneurisma otak
Hidrosefalus atau penumpukan cairan dalam otak
Komplikasi yang timbul dari prosedur bedah otak
Efek samping radioterapi atau terapi radiasi."
Gejala Herniasi Otak
Gejala yang dapat timbul akibat herniasi otak bisa bervariasi, di antaranya:
Pusing
Sakit kepala
Sulit berkonsentrasi
Denyut nadi tidak beraturan
Tekanan darah tinggi
Tubuh terasa lelah
__ADS_1
Pingsan
Kehilangan refleks tubuh
Pupil melebar
Kejang
Henti jantung
Henti napas
" Untuk mendiagnosis herniasi otak, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan foto Rontgen pada kepala dan leher pasien. Dokter juga dapat menjalankan pemeriksaan CT scan atau MRI. Tujuannya adalah untuk melihat lebih jelas bagian dalam kepala pasien dan untuk mengidentifikasi jenis herniasi otak yang dialami pasien.
Bila dokter menduga ada gangguan perdarahan atau kumpulan nanah di dalam otak, dokter juga akan melakukan tes darah pada pasien."
Penanganan herniasi otak akan berfokus pada beberapa tujuan, yakni:
Menstabilkan tanda-tanda vital pasien
Mengurangi pembengkakan dan tekanan dalam otak
Mengobati penyebab herniasi otak bila memungkinkan
Endoskopi ventrikulostomi, untuk mengeluarkan cairan otak melalui lubang di dasar otak. Lubang tersebut dibuat dengan prosedur bantuan endoskopi.
Kraniektomi, untuk menurunkan tekanan di dalam otak. Caranya adalah dengan mengangkat bagian tengkorak kepala di dekat area yang mengalami pembengkakan
Selain prosedur di atas, ada metode lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi herniasi otak, yaitu:
Prosedur bedah untuk mengangkat tumor, bekuan darah, atau abses
Pemberian obat penenang, antikejang, atau antibiotik
Pemberian kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan
Pemasangan selang bantu pernapasan
Pemberian obat-obatan, seperti manitol atau cairan hipertonik, untuk mengurangi cairan di jaringan otak
Komplikasi Herniasi Otak
Herniasi otak yang tidak segera ditangani dapat berbahaya dan menimbulkan komplikasi serius, seperti:
Henti jantung atau henti napas
__ADS_1
Kematian jaringan otak
Kerusakan otak permanen
Koma
Kematian
Pencegahan Herniasi Otak
Herniasi otak sulit dicegah, karena penyebabnya sering kali tidak diketahui atau terjadi tanpa disengaja. Namun, ada penyebab herniasi otak yang bisa dicegah, seperti infeksi, cedera kepala, atau stroke. Cara pencegahannya antara lain:
Menerapkan pola hidup sehat, yaitu dengan makan yang sehat dan bergizi, beristirahat yang cukup, berolahraga rutin, dan mengelola stres dengan baik
Berhenti merokok
Menjalani pengobatan untuk mencegah stroke, bila Anda menderita hipertensi atau diabetes
Senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah infeksi
Berhati-hati saat beraktivitas di dalam atau di luar rumah
Berkendara secara aman, yaitu dengan memakai helm saat mengendarai motor, menggunakan sabuk pengaman saat mengemudikan mobil, dan mentaati peraturan lalu lintas
Menghindari konsumsi minuman beralkohol saat mengemudi
Menjalani pemeriksaan ke dokter jika pernah mengalami cedera kepala berat, atau bila menderita penyakit, seperti tumor dan aneurisma otak.
" Sudah jelas Loise."
" Sangat jelas dok."
" Kalian belajar lah yang banyak, " ujar Dokter Renold .
" Baik dok," ujar Abi dan teman temannya.
😍🥰😍🥰😍😍
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1