
Aku terus melangkah mundur dan berlari tanpa arah, aku terus berlari... Berlari entah kemana sambil menangis. Aku hanya tahu berlari dan berlari, kemudian aku berlari dijalan yang salah. Aku berlari ketengah jalan.
Brak.......Brak.....aak!!!!π₯
Sebuah mobil sedan menabrak ku dari samping... Aku terjatuh dan berlumuran darah. Banyak orang yang panik dan berlari untuk membawaku kerumah sakit terdekat, orang yang menabrakku ternyata bertanggung jawab padaku.
Pak I Putu Mahendra adalah namanya. Beliau adalah orang asli Bali, mereka juga yang membawaku dan merawatku dirumah sakit.
" Anakku...? Kamu sudah baikan??".
Katanya dengan suaranya panik dan melihatku sedih.
Aku hanya menggelengkan kepala.
" Ya sudah, keluarga dimana?".
Tanya Bapak itu kepadaku.
Aku juga menggelengkan kepala saja.
" Ya sudah kalau tidak mau bilang, kapan mau bilang kasih tahu Bapak ya. Sekarang kamu istirahat saja, biaya rumah sakit saya yang tanggung..!".
Kata Bapak itu mencoba bersabar dengan sikapku yang diam.
Aku hanya mengangguk kepala saja.
Sementara itu hari sudah malam namun Om masih mencari ku keseluruh kawasan Renon dibantu Bibi dan pak Jamal. Jojo begitu kuatir dan cemas karena aku tidak bisa dihubungi, HP didalam tas yang kubawa tadi mati.
Sementara itu tas ku entah dimana, aku masih seperti mimpi saja. Kalau ku ingat Ana mencium bibir Jojo, dan Jojo hanya diam.
' Kamu Jahat, aku sudah mulai bisa menerima pernikahan kami. Tapi disaat aku mulai bisa mencintainya malah datang pula wanita yang bernama Ana, Jojo pun menerima ciuman nya. Aku ini apa? Cuma mainan kamu saja, sekarang dia sudah menemukan wanita yang pantas. Kenapa aku harus kembali? Kamu minta anak bukan, minta saja dari Ana? Sekarang aku harus memikirkan cara untuk menghindar dan menenangkan hatiku dulu. Mungkin beberapa dirumah sakit akan jauh lebih menenangkan... Ya Allah ampunilah dosaku!'.
Gumamku dalam hati dan kembali untuk tidur.
Sementara itu diluar sana, Jojo mencariku kesana kemari. Jojo juga minta bantuan temannya yang ada dan melaporkan aku hilang kepolisi, juga meminta banyak bantuan kesana dan kemari.
Sudah 3 hari aku dirumah sakit, Bapak Putu rajin untuk menjenguk ku. Tiap hari ada orang yang menjagaku, memberikan aku baju pinjaman dan menemaniku sekedar untuk mengorek informasi.
" Anakku kamu sudah sembuh bukan? Lalu kemana kamu akan pulang?".
Tanya Bapak mencemaskan keadaanku.
" Tasku kemana ya?".
Tanyaku pada mereka.
Seorang anak Pak Putu, Ni Made memberikan tasku yang terjatuh kemarin.
" Ini mbak...! Coba periksa dalamnya masih lengkap tak?".
Katanya dengan nada pasrah.
" Oh terima kasih. Besok aku akan pulang Pak. Jangan kuatir kok. Terimakasih karena sudah menolongku!".
Kataku sambil memeriksa tasku.
__ADS_1
" Mau saya antar mbak?".
Tanya Ni Made padaku.
" Tak perlu repot. Nanti pulang sendiri saja...! Makasih banyak atas bantuan nya!".
Kataku sambil senyum kecil.
Pak Putu dan anaknya pulang dan meninggalkan aku sendiri.
" Alhamdulillah dompetku utuh. KTP, ATM juga masih lengkap...!!!".
Kumeraba tasku lalu ada sebuah amplop kuning berisikan uang tunai 2 juta dan ada suratnya.
βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
*Maaf ya mbak jadi terluka, ini sedikit uang kompensasinya mbak. Terimakasih ya mbak, semoga cepat sembuh!*
βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
Aku hanya tersenyum dan bingung setelah ini harus kemana. Kulirik HP mati total dan kucoba cas bateray.
"Sudah 3 hari menghilang, Jojo pasti sudah pulang kerumah. Ya aku sendiri saja, besok aku keluar rumah sakit dan menginap dulu dihotel sambil ambil uang sebanyak-banyaknya buat modal hidup disini. Aku tak mau pulang, pasti Jojo akan membunuhku karena aku hilang. Lagian dia juga sudah tak sayang dan membutuhkanku kok...!".
Kataku sambil meneteskan air mata.
Bayangkan saja sendiri ditempat yang tidak kukenal, aku seperti orang gila. Mau bertanyapun bingung kepada siapa. Yang mau ditanyain aku tidak tahu.
Keesokan harinya orang suruhan Pak Putu datang untuk mengantarku, namun aku hanya minta diantarkan ke ATM terdekat saja lalu minta tolong mengantarkan aku ke hotel yang murah saja. Aku menyewa kamar hotel untuk 3 hari saja.. Kubeli kebutuhanku untuk 3 hari makan, minum dan pakaian. Selama 3 hari aku terus berada dikamar saja, tanpa keluar kamar sambil berpikir kemana aku harus pergi dan apa yang akan kulakukan.
"Ah pasti Jojo genit, males ah!".
Kataku sambil kuhapus semua pesan nya tanpa membaca.
Terlintas rasa bersalah, karena apapun itu yang terjadi aku masih istri sah dari Jojo. Alangkah durhakanya aku pada suami, apalagi kalau Ibu tahu. Seketika jantung Ibu copot dan mati seketika. Itulah yang terburuk kubayangkan dalam pikiranku.
Dengan berat hati, ku Wa si Jojo π¬
"Maaf karena menghilang, setelah aku berlari ada mobil menabrakku. Aku dirumah sakit selama 3 hari. Maaf atas kesalahanku... Jika Jojo masih memaafkan ku? Bisa Jeput aku? Sebentar aku Share Lock ya. Sorry ....!"
Tuing....Tuing....π²
HP Jojo berbunyi pesan Wa yang masuk.
Jojo sudah putus asa denganku dan agak malas membuka pesan tapi dia tetap membukanya dengan harapan baik.
Dibuka dan dibacanya, kemudian dia sontak berlari menuju mobil dan seketika si Jojo meneleponku sigap.
Ting....!!!π²
Tong....!!!
HP ku berbunyi, kulirik layarnya.
Om_jahat is calling....!!!
__ADS_1
" Sayang kamu dimana?".
Katanya dengan sangat panik dan meneteskan air matanya.
Deg.....!!!! π’
Jantungku berdegup kencang sekali.
" Sudah share lock. Aku tak tahu ada dimana! Lihat saja Map nya?".
Kataku dengan sangat santai.
" Tunggu disitu saja ya sayang...! Kamu jangan beranjak sesentipun. Aku segera sampai...! Tunggulah aku Honey...!?".
Katanya dengan tulus dan bahagia.
" Baiklah...!".
Kataku singkat.
Tut.....!!!!
Tut.....!!!
Telpon mati seketika.
Jojo memacu mobilnya untuk menjemputku.
Bibi dan Pak Jamal bahagia mendengar kabar itu. Pencarianku pun dihentikan semuanya.
Sampai disana Jojo berlari kencang dan memelukku erat sambil menciumi pipiku. Aku hanya bisa terdiam saja.
" Bagian mananya yang sakit sayang? Kamu baik-baik saja kan? Kamu kemana saja. Aku hampir mati karena gila memikirkan mu..! Apa kamu masih marah?".
Jojo bertanya padaku dengan lembut.
Aku hanya menganggukkan kepala.
Jojo terus saja menciumi pipiku dan menangis dihadapanku.
Tak pernah kubayangkan suamiku yang kuat dan tegar ini bisa menangis karena aku. Disitulah benih cinta tumbuh didalam hatiku.
' Apakah aku begitu berharga dihatinya? Apakah ini bukan hanya mimpi...?'.
Tanyaku dalam relung hati paling dalam.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€
__ADS_1