
Sampai di Brastagi, aku hanya duduk santai saja melihat dia naik kuda. Kupikir ah biasa sajalah tapi ternyata...?
Sumpah demi Allah...si Jojo keren abis naik kuda. Terlihat sepertuli pangeran dinegeri dongeng saja lah, keren nya minta ampun. Kupandangi lama-lama wajah tampannya yang berkeringatan itu, keringatnya menetes bagaikan embun diujung daun. Rambutnya dihembus angin, matanya bulat bersinar...!!!?
Ku kira aku jatuh cinta padanya. Kan lucu sih...jatuh cinta sama suami sendiri...? π
Hallo......aku menatapnya begitu lama, ternyata Jojo menyadari aku melihatnya dengan mata kagum gitu.
Jojo mendekatiku dan berhenti tepat didepanku, sungguh aku kaget sih...
Jojo mengulurkan tangan nya kepadaku,
" Ayo sayang. Naik bersamaku? Sini!!!". Senyum Jojo ku itu... Sumpah aku hanyut diair yang kering lah. Entah kayak mana maksudnya itu hanyut tak ada air...
" Aku bawa drum band, mana mungkin sih? Ah....ada-ada saja...!!!".
Aku kecewa melihat keadaanku yang sekarang, belum tentu ada kesempatan berkuda sama si Jojo.
Tapi aku ikhlas saja lah tidak bisa naik.
" Duduknya nyamping sayang, pasti tidak apa-apa kok. Tidak akan jatuh? Percayalah?".
Kata Jojo meyakinkan aku.
Aku berdiri dan memegang tangan Jojo dengan kuat. Tak kusangka aku bisa ditariknya keatas kuda.
Ya....!!!!
Seperti katanya aku duduk nyamping, yup.....! Aku neplok saja??? π
Hu......uuup...!!!!
plok.....!!!π
Kulingkarkan kedua tanganku dilehernya karena panik dan takut jatuh.
" Beneran tidak apa nih?".
Kataku masih panik dan agak takut juga.
" Percayalah padaku. Asalkan kamu peluk aku erat semua masalah hilang....!".
Kata Jojo dengan wajah yakin.
" Oke. I understand sir, let's go....!!".
Ucapku mantap.
Kuda hanya berjalan santai saja, sepanjang jalan... Bukan jalan yang ku perhatikan tapi Pemandangan indah yang hanya berjarak satu jengkal dari wajahku.
" Kamu pandangi saja wajah ku... Biar anak kita mirip denganku. Sayang ku....!!".
Katanya dengan percaya diri. Tanpa melihat wajahku dia tahu aku hanya melihatnya...
" Iih ke GR-an deh. Mana ada...?".
Aku malu dan pipiku merah merona,
' Ya Tuhan sejak kapan dia tahu aku melihatnya dari tadi. Dasar si Jojo genit matanya dan felling nya kuat sekali...! Malunya aku sekarang... Gengsi dong aku..!!!'.
Gumamku dalam hati.
Aku merapatkan wajahku ke dadanya karena malu. Terdengar suara detak jantungnya.
Jojo melihatku sambil geleng kepala saja, dia memberhentikan kuda pas didekat bunga Kembang Sepatu. Warnanya cerah merah merona, seperti suasana hatiku saat ini.
Dipetiknya sebiji dan diselipkannya dikupingku.
Aku tersadar dan melihat senyum dan mata Jojo begitu indah.
" kan cantik, kamu seperti bunga ini. Didalam hatiku selalu indah dan menggoda saja sayang......!! Hi...hiii....iii!!".
Katanya menggodaku.
Seketika aku kembali membenamkan wajahku di dadanya, Wow....tahu apa yanh kurasakan?
Dag....Dig.....dug...!! π
Dag...Dig......dug....π
Suara jantung Jojo memompa kencang, aku begitu terkejut setengah mati bukan kepalang, ternyata dia juga sedang menutupi rasa gugupnya. Pantesan saja Jojo jarang melihatku, hanya sesekali melirikku saja. Itupun cuma sedetik saja.
Aku masih saja memendamkan kepalaku ini, dan Jojo berkata lagi...
" Sampai kapan kamu begitu? Kamu sudah tahu kan bagaimana perasaanku sekarang? Ah....kamu sudah tahu kan, kamu rasakan saja detak jantungku yang mau copot berlarian entah kemana?".
Katanya dengan wajah malu, ternyata dia juga sama kepadaku.
" Sayang...? Boleh tidak aku tanya sesuatu?".
Tanyaku padanya.
Aku gugup dan menatapnya dengan serius, begitu juga Jojo menatapku...
" Mau tanya apa? Semua yang kumiliki sudah keberikan, kamu mau tahu apa?".
Wajah Jojo merah dan gugup melihatku
" Seperti ini perasaan kamu tiap kali melihat aku bersamamu ya?".
Tanyaku padanya.
Eh...pertanyaan begitu saja membuat Jojo gugup dan menahan ludah nya.
Gluk....gluk......gluk.....ahπ±
Jojo menatapku intens dan serius, kulihat dari pancaran matanya dia begitu menggoda dan menggairahkan ku saja.
" Iya. Kenapa? Sekarang kamu sudah tahukan sayang? Aku selalu menahan debaran hatiku, cuma kamu saja yang bisa buat aku begitu. Kamu lah kelemahan ku...!".
Kata Jojo menatapku dalam.
Mendengarkan ucapannya aku kaget, tapi kututupi dengan senyuman kecil.
" Aku jatuh cinta sama kamu sayang....!!".
Kataku dengan jelas.
Dhuuuuaaaa........aaaar!!!β‘β‘π©οΈ
__ADS_1
Si Jojo kaget, matanya membulat, jidatnya berkerut dan tatapan aneh melihatku.
" Jangan melihatku seperti itu, aku kan cuma mau jujur saja sayang. Kalau tak mau ya sudah aku tarik kembali....!!".
Kataku lagi.
" Beneran sayang? Kamu jatuh cinta padaku? Tidak salah dengar aku!!?".
Kata Jojo meyakinkan aku akan ucapanku barusan saja tadi.
Jojo masih saja tak percaya dan melihatku serius. Alangkah kagetnya dia mungkin mendengar ucapan ku tadi.
" Serius loh, aku juga heran... Kenapa ya aku jatuh cinta sama orang tua?".
Kataku sedikit menggodanya dengan nakal dan manja sekali.
" Serius lah sayang ku? Aku serius nih....?".
Aku tertawa terbahak saja... πππ
" Kamu pintar ya mempermainkan aku, ayolah jawab serius....!!".
Kata Jojo bertanya kembali.
Aku mendekatkan wajahku dengan wajahnya.
Lalu ku kecup saja bibirnya yang sexy dan mungil itu.
Cu.....up...! I love you Honey...!? π
Si Jojo berubah suasana hatinya, begitu cerah dan bahagia. Aku melihat senyum kecilnya itu didepan mataku.
" Alhamdulillah sayang, akhirnya kamu percaya juga samaku. Makasih ya...!!".
Kata Jojo berbahagia sekali.
Kami berkuda selama setengah jam, banyak orang melihat dengan kagum. Eeeiii....,iiits bukan melihat kami, tapi melihat orang tampan naik kuda. Keren kan? Aku apalah? Cuma sejentik Jojo saja... Mana dipandang orang....!!!?
Tapi beruntungnya Jojo ganteng yang banyak dipuja-puja orang itu, banyak dikagumi orang itu adalah suamiku.
Dan aku mulai mencintainya lagi... Meskipun sudah tua dia tetap cool loh.
Ha...
Ha....
Ha...ππππ
Rejeki anak Soleh itu banyak loh, disayang Allah, dicintai suami yang super ganteng dan punya sahabat yang banyak super baik yang jaga aku dikampus.
Itulah nikmat yang paling kuSyukuri didunia ini, Tuhan baik padaku...
End...
Selesai berkuda kami makan jagung bakar dan minum teh disebuah kedai kecil... Alias kafe kecil lah.
Kulihat wajah Jojo memerah dan nafasnya mulai tak beraturan, ya entah kenapa lah?
" Sayang kenapa? Kok sepertinya lelah...?".
Tanyaku padanya dengan cemas.
" Ah tidak apa?".
Kupegang keningnya dan aku terkejut...
" Astagfirullah...! Demam ya sayang?".
Tanyaku padanya.
" Sepertinya iya deh sayang...!".
Kata Jojo dengan lemah.
" Ayo kita cari hotel lah. Nanti langsung minum obat...!!".
Kataku dengan wajah panik.
Aku beranjak dan ingin membayar,
" Ada hotel didekat sini buk?".
Aku bertanya pada kasirnya
" Ya itu 200 meter dari sini...kenapa?".
Kata kasir kembali bertanya.
" Suamiku demam. Bingung deh!".
Kataku lagi.
" Pas disebelah hotel ada apotik juga. Coba saja kesana lah??!".
Anjuran dari kasirnya.
" Makasih ya...!".
Kubayar dan kuberitahu sama Jojo.
" Sayang...! Didepan ada hotel dan apotik. Masih bisa nyetir kan?".
Tanyaku cemas padanya.
" Iya ayo lah....!".
Kami beranjak dan menuju tujuan.
Sampai hotel, aku menyelimuti Jojo dengan selimut dan meminta dia memberitahukan aku apa nama obat yang harus kubeli... selain paracetamol dan amoxiline aku tak tahu nama obat lain. Akukan bukan dokter atau perawat sih.
" Belikan saja Paracetamol, amoxiline, sangobion dan orphen. Itu saja...!".
Kata Jojo padaku. Kulihat dia begitu pucat dan lemas sekali. Jalan saja sampai terhuyung-huyung begitu.
" Uang nya mana?".
Tanyaku padanya. Karena tadi waktu bayar hotel pakai uangku yang terakhir.
" Ambil saja di dompet dalam laci mobil. Kamu tak apa keluar sendiri sayang?".
__ADS_1
Tanya Jojo mengkhawatirkan aku.
" Tenang saja. Anak Medan ini....!".
Kataku bangga kepada si Jojo.
Aku keluar membawa kunci mobil dan membawa dompet si Jojo ke apotik.
Kusebutkan saja apa yang dibilang Jojo tadi.
" Kak... Ada resep dokternya?".
Tanya penjaga toko apotiknya.
" Tidak ada sih. Kenapa?".
Kataku pelan dan bingung.
" Tidak... Takutnya kak salah bilang. Kan bahaya minum obat sembarangan. Sudah berobat ke dokter atau klinik?".
Tanyanya lagi padaku.
" Belum sih. Suamiku tadi cuma bilang itu saja. Makanya langsung beli saja disini kak?".
Kataku dengan polos.
" Aduh kak. Seharusnya kedokter dulu deh. Buat jaga-jaga begitu....!".
Kata Apotekernya agak sangsi dengan ku.
" Ha...ha....aaa kak. Suami saya itu dokter. Kami jalan-jalan kemari, tiba-tiba dia demam? Makanya aku yang keapotik?".
Kataku dengan polos dan lugu.
" Ah yang benar kak.....?".
Tanya nya lagi dengan menatapku keheranan sekali. Pasti pikirannya aku bohong.
Dia hanya tersenyum sambil menatapku dengan curiga sekali. Aku sih sudah terbiasa.
" Oke sebentar ya...! Aku kasih lihat ID-Card suamiku dulu....??".
Kataku.
Aku membuka dompet dan mencari ID-card nya sampai ketemu.
" Ini dia. Kan tidak perlu resep dokter lagi kak. Itu dia suami saya kak...!".
Kataku polos.
Apateker itu membaca kartu yang kukasi.
" dr. Ben Joshua Malik...! Ah iya aku tahu lah kak... Itu kan?".
Kata kakak itu sambil menunjukkan foto yang terpajang di dinding.
" Loh? Suamiku kok ada fotonya disini ya kak? Sejak kapan? Kok aku tak tahu?".
Kataku dengan keheranan. Sejak kapan suamiku nempel disitu, kelihatannya sudah lama begitu kelihatan dari warnanya.
Bangga juga aku pada suamiku itu.
" Yang itukan suami kakak tadi?".
Tanya nya padaku lagi sekedar meyakinkan saja apakah itu benar.
Aku hanya mengangguk saja, Apoteker itu memanggil pemilik apotik itu yang sudah kelihatan tua lah.
Bapak itu menyalamiku dan tersenyum ramah seperti dapat uang segoni saja.
" Kamu istri dr. Ben Joshua Malik ya?".
Tanya Bapak itu.
" Ah iya. Saya Ulan...!".
Kataku dengan polos dan wajah masih bingung melihatnya seperti tak percaya.
" Dokter mana?".
Tanya Bapak itu sambil mencari-cari sosok suamiku itu.
" Dia dihotel lagi demam pak...!".
Jawabku singkat.
" Sampaikan salam dariku ya. Makan malam nanti disini saja. Bisa?".
Pintanya dengan sopan, aku sih masih berpikir. Kalau aku mau saja, kalau Jojo susah ditebak suasana hatinya.
Bapak itu berharap aku menjawab ia.
" Nanti kuberitahu suamiku pak. Semoga dia sudah baikan nanti malam...!".
Kataku lagi.
" Iya datanglah kemari, anggap saja rumah sendiri. Dokter Malik sudah saya anggap keluarga. Kalau tak ada dia sudah mati saya 4 tahun yang lalu...! Tolong ya sampaikan sama dia... Bapak Merigat Atena Ginting kirim salam. Biar masak enak nanti kami".
Kata Bapak itu dengan bangga memperkenalkan dirinya padaku.
" Insya Allah ya pak... Makasih ya...!".
Kataku lagi dengan sopan.
" Hati-hati ya... Jangan lupa nanti malam!".
Teriak bapak itu dengan senang.
Aku pergi sambil membawa obat yang diberikan tadi.....!!!! alias GRATIS loh....
' Ah...sial. Tak kusangka Jojo seperti artis saja pun. Orang tua saja terpikat oleh pesona nya itu. Hadew.... Gawat. Cekala 12 aku punya suami selebritis begitu...!'.
Gumamku dalam hati sepanjang jalan menuju kamar kami.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
__ADS_1
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€