
Selama seminggu aku dirumah sakit, suamiku dan temannya menjagaku bergantian. Sementara Tina memang sudah sakit jiwa dan berada dalam rumah sakit jiwa, karena seminggu tidak ada kabar Ibuku menelpon ku untuk sekedar memastikan aku baik- baik saja.
Ting....tong....Ting....tong...!!!π’
HP ku berbunyi dan ku angkat telpon ituπ²
" Ya Bu. Apa kabarnya?".
Kataku pelan dan lembut.
" Sehat sayang? Iya Ibu cemas karena seminggu kamu tidak ada kabarnya!!!".
Tanya Ibu dengan nada cemas sekali.
" Ah aku baik-baik saja. Ibu bagaimana?".
Kataku.
" Kami semua sehat. Kamu dimana sayang?".
Kata Ibuku bertanya aku dimana.
" Aku dan dia lagi liburan kok. Seminggu lagi Ibu boleh datang kerumah kami untuk acara selamatan dan syukuran kami...!".
Kataku memberitahukan acara selamatan yang kami buat Sabtu depan.
" Iya sayanv. Ibu pasti datang, jaga kesehatanmu. Sering-seringlah mampir kerumah ya sayang... ibu rindu kamu!!!".
Kata ibuku, kudengar sedikit tangisan nya.
" Iya Bu...! Aku akan baik-baik sja kok!!".
Kataku dengan semangat.
Tut...tu....tuuut...!!! π’
Telpon putus.
Saat ini Yang yanb bertugas menjagaku.
" Ah kamu emang pintar. Tapi berbohong untuk kebaikan boleh juga...!".
Kata Yang melirikku.
" Terserahku...! Suka-suka hati kalian aja. Oh ya bagamana istrimu...?".
Tanyaku bagaimana keadaan keluarganya.
" Istriku sih tidak masalah. Kami baik-baik saja kok. Nanti ada waktunya kalian bertemu kok. Sebenarnya istriku penasaran dengan mu...! Habisnya kamu menarik sih???".
Kata Yang dengan ketus.
" Hah? Memangnya ada apa denganku?".
Tanyaku dengan bingung.
" Dia tidak percaya kalau istri Jojo itu baby sugar...!? Sapi tua makan rumput muda. Gitu katanya....!! Hi...hi....iiii".
Kata Yang sambil tertawa geli menikmati secangkir kopi pahit.
" Jangankan kalian...! Aku saja masih seperti mimpi rasanya kok...??! Aku boleh tanya tak?".
Kataku bertanya dengan serius.
" Apa itu? Tanya saja tidak apa kok....?".
Tanya Yang dengan nada acuh.
" Kalian semua sudah kenal sejak kapan?".
Tanyaku.
" Ya sejak 10 tahun lalu, kenapa?".
Jawab Yang singkat.
" Berarti tahu dong mantan Jojo berapa banyak dan siapa saja??!".
Tanyaku, membuat dia melotot dan kaget. Sampai mulutnya menggangga.
Yang masih terkaget melihatku bertanya itu,
" Ha...ha....aaaaa! Aku tidak percaya kamu tanya hal itu padaku. Yakin kamu?".
Tanya Yang balik. Namun dengan wajah serius.
" Yakin lah. Aku saja masih trauma dengan wanita gila itu... Dia hampir... Membunuhku semalam. Semenit saja lagi Jojo datang terlambat mungkin aku sudah jadi mayat. Sumpah aku masih takut lah membayangkan kejadian itu...!".
Aku meringis ketakutan dan pucat, sumpah tidak bisa kubayangkan saat itu.
" Ah kamu harus terbiasa mulai sekarang loh...!! Itu belum seberapa, masih pembukaan dari kisah cinta kalian....!!!?".
Kata Yang dengan santai.
__ADS_1
" Maksud kamu bagaimana sih??? Aku tidak paham sama sekali lah???".
Tanyaku serius. Beribu tanya tanya dalam hatiku sebesar gunung. Ucapan Yang tak dapat ku mengerti.
" Mulai sekarang kamu harus bisa melindungi dirimu sendiri dari wanita seperti kemarin. Dia salah satu mantan Jojo, bayangkan saja latar belakang wanita itu begitu kuat dan kokoh. Jojo juga orang yang berpengaruh juga di kota ini, ya setidaknya 10 top Ten lah....!".
Kata Yang dengan lembut menjelaskan.
" Ah Jojo membuatku semakin takut!".
Kataku.
" Aku tidak main-main loh bocah nakal. Kamu mulai sekarang harus bersiap-siap dan menjaga dirimu sendiri dengan baik. Bukan satu atau dua wanita kelak yang akan menghampirimu...! Tapi mungkin tiap hari. Ah aku saja sampai sekarang masih tidak percaya Jojo menikahi kamu, yang serba terbalik dari wanita sebelumnya yang dibawanya. Ya kamu paham maksudku kan? Kamu juga tahu Jojo bagaimana?".
Tanya yang melirikku tajam.
Aku hanya mengangguk saja dan diam.
" Jojo itu selain tampan.... Dia juga kaya dan banyak disukai wanita lain. Banyak tokoh-tokoh terkenal dan orang besar diluar sana yang menawarkannya jadi menantu tapi Jojo menolaknya. Dia fokus dalam bekerja dan teliti dalam hal pekerjaan. Segala sesuatu yang dikerjakannya hampir mendapatkan hasil sempurna... Aku saja kagum padanya. Makanya aku heran setengah mati dia menikahimu dalam waktu kurang sebulan. Apa lagi kalau bersamamu dia bisa berubah jadi lucu dan menggemaskan, Aaaaaih? Aku tidak percaya. Singa jantan yang menakutkan berubah jadi kucing lucu...! Ah sumpah lah aku tidak habis pikir. .....!!".
Kata Yang sambil menggaruk-garuk kepalanya karena strees.
" Aku saja kaget setengah mati.... Kenapa nasipku sial begitu ya...?".
Kataku dengan pasrah sekali.
" Mana yanb sial juga aku tidak paham. Asalkan kamu tahu saja banyak wanita yang rela dan menyerahkan hidupnya demi Jojo sialan itu.....? Nah kamu? Bisa-bisa nya memarahinya dan dia berubah jadi begitu imut dan lucu bersamamu....!?".
Kaya Yang sambil tertawa gelak.
" Ah aku yang sial tahu, punya suami mesum begitu? Sungguh sial nasibku, tahu...???".
Kataku sambil kecewa tingkat dewa.
" Coba ceritakan detilnya sayang....!!".
Tanya Yang serius lagi.
' Wah menariknya. Aku penasaran cara Jojo menghadapinya... Lumayan info bagus nih kelihatannya...! Asik...!!?'.
Gumam Yang dalam hati kecilnya merasa bangga bahwa aku akan menceritakan secara detil bagaimana kejadian kami dan bagaimana olahraga kami.
" Rahasia lah. Tanya dia saja langsung, kanapa harus tanya aku...?!".
Kataku meledeknya.
" Tidak salah aku mau dengar dari situ saja!!!".
Kata Yang dengan nada kecewa berat.
" Eheem...eheem.....? Cerita apa itu?".
Jojo menarik hidungku dan Yang menjadi gugup seketika.
Jojo menatap Yang sangat tajam dan kejam.
" Jangan memperalat anak kecil, Yang? Sudah bosan hidup ya???".
Kata Jojo menatap yang tajam.
Oh seramnya...??? π
" Ah jangan ikut campur....!".
Kataku singkat.
Jojo memberikan 2 bungkusan makanan padaku dan kulihat isinya. Seketika aku berubah jadi manis dan menggemaskan!Setidaknya begitulah kata Jojo dan Yang...
" Dasar bocah... Lihat makanan langsung berubah cerah. Tak bisa dipercaya juga rupanya???".
Kata Yang dengan nada kecewa berat.
" Ah itu biasa. Habiskan makanmu dan minum obatmu ya...?".
Kata Jojo.
" Aku sudah bisa pulangkan? Hari ini aku mau buat anak lagi....?".
Kata Yang menggodaku dan Jojo.
" Ah.... Dasar tidak tahu malu. Iiiih.....ih...!".
Kataku dengan berteriak kepo.
" Aku cuma mau kasih tahu saja, aku bakalan punya anak kembar!!".
Kata Jojo dengan sangat bangga.
Yang melotot dan memandang perutku secara intensive sekali.
" Syukurlah. Beli satu gratis satu, selamat ya Jojo... Kalau.anakmu lahir kujadikan besanku 20 tahun lagi....!!".
Kata Yang seketika berubah jadi cerah dan bahagia bukan main.
__ADS_1
" Siapa yang mau punya besan aneh, iiih aku juga tidak mau. Tiap hari akan berjumpa dengan mu yang aneh itu?".
Kata Jojo dengan wajah tak suka.
" Beruntung lah punya besan sepertiku, ahli Paru-paru loh. Kamu ahli jantung, mantapkan. Jadi keluarga bahagia nantinya...!!?".
Kata Yang membanggakan dirinya, padahal Jojo kesal dengan nya.
" Terserah lah. Aku malas ribut...!".
Kata Jojo dengan cuek.
" Aku pamit ya. Cepat sembuh bocah, Jojo bisa ngompol kalau lama-lama puasa!!!".
Yang berlari kecil keluar dan meninggalkan kami.
Jojo duduk disebelahku dan membaca buku entah apalah itu. Aku hanya makan makananku dan minum obat.
" Aku bosan. Aku mau jalan keluar, bisa??? Sungguh membosanya sekali!!".
Kataku padanya dengan merengek.
" Sebentar aku ambilkan kursi roda, kita jalan ketaman ya sayang...!! Mau...??".
Kata Jojo keluar dan mengambil kursi roda, dia mengajakku ketaman dan suasana hatiku berubah jadi bagus lagi.
Jojo membawaku keluar dan mendorong dengan sangat lamban. Aku merasa sangat nyaman dan segar kembali.
" Kamu senang sayang???".
Tanya nya.
" Iya makasih. Ah....ah....segarnya??!".
Kataku sambil tersenyum bahagia.
Jojo memetikkan setangkai bunga mawar putih dan memberikan ketanganku. Kemudian setangkai lagi menyelipkan bunga mawar merah dirambutku yang terikat itu.
" Kamu sama seperti mawar putih ini, indah, cantik dan menawan dimataku. Sayangnya mawar putih itu berubah merah karena ternoda oleh amarah, kebencian dan air mata. Bukan siapapun yanb menodai, tapi karena terlalu lemah. Untuk berdiri disampingku itu gak mudah. Butuh kerja keras dan pengorbanan besar, bayangkan saja sekarang saja kamu sudah menyerah padaku. Padahal aku ingin kamulah orang yang memelukku sampai akhir hayatku... Kamu harus membesarkan anak kita sayang...!!".
Kata Jojo kepadaku dengan lembut, sepertinya hatiku mulai goyah dan tersentuh akan ucapan tulus darinya itu.
Setidaknya ada pengakuan dari mulutnya.
" Jangan sesali, kau yang memulai awal yang buruk bagiku. Dan sekarang kau menyalahkan aku karena kelemahan ku. Seharusnya kau tahu berapa usiaku dan usiamu. 21 tahun kamu lebih awal didunia ini namun kau menuntutku agar bisa mengimbangi pengetahuanmu? Pikir sajalah sendiri... Aku hampir saja kehilangan nyawa karena masa lalumu. Apa kau tahu bagaimana aku disaat itu? Coba kau jadi aku, bagaimana??".
Kataku dan bertanya balik padanya.
" Itulah masalahnya, kamu tidak bisa melindungi dirimu sendiri... Kamu kan landak. Kenapa harus takut? Kamu takut menghadapi dunia ini? Jangan takut, dunia ini gak kejam tapi manusianya lah yang kejam semua. Jangan memvonis dirimu, aku bisa membuatmu jauh lebih kuat dari sekarang ini. Asalkan kamu percaya saja padaku, jika memang aku yang tidak baik maka sedari dulu aku sudah menikah. Tapi buktinya 40 tahun penantianku malah kamu yang muncul. Bagaimana menurutmu???".
Tanya Jojo lembut padaku, seketika jantungku berdebar tidak tentu arah.
" Iya... Kau paksa aku ikut bersamamu.... Kau seret aku kedalam arus takdirmu. Sungguh kau membuatku sakit dan terluka... Apa cintamu sebesar itu juga? Hah....?".
Tanyaku pada Jojo dengan serius. Mata kami bertemu dan saling menatap. Dia terdiam menatap lama mataku.
" Jika kau mau, aku bisa mati didepanmu sekarang. Hanya kamu yang mampu menjaga dan memiliki hati ini seutuhnya sayang ku..!".
Jojo mencium tangan ku dan tersenyum.
" Jangan merayuku lagi, aku marah!!".
Kataku tegas padanya sambil menangkis tangannya.
" Mulai sekarang serahkan hatimu padaku, percayalah aku akan merubahmu menjadi wanita kuat dan tangguh untuk melawan dunia ini...!!".
Katanya sambil mencium pipiku.
Aku hanya kagum pada kata-katanya yang sexy dan memotivasi itu. Jojo membawaku berkeliling taman, dan menyapa banyak pasien disana. Banyak mata suster menatapku tidak percaya bahwa aku istrinya.
Sepanjang jalan banyak orang hamil yang minta dielus oleh Jojo biar katanya mirip Jojo, pinter, baik, ramah dan dokter. Betapa kesalnya aku menghadapi kenyataan Jojo begitu mempesona, ah ingin saja aku sembunyikan wajah tampan nya kedalam karung dan kusimpan dirumah. Ya apa boleh buat, berhubung makbun yang minta aku cuma cengar cengir saja lah.
" Jangan cemburu, mereka ibu hamil sama sepertimu sayang. Wajar mereka menginginkan mirip denganku yanb super ganteng dan cool...!! Tapi kan aku cintanya cuma sama kamu sayang?".
Katanya dengan percaya diri sekali membuatku ingin muntah.
Sejam kami keliling taman dan aku mulai mengantuk sekali.
" Jangan kembali, aku tidak mau. Aku tidur dikursi taman saja... Disini nyaman!!".
Aku merengek padanya untuk tidak kembali. Dia merebahkan tubuhku dan memangku kepalaku. Dia mengelus-elus kepalaku hingga aku tertidur pulas sekali.
Banyak orang yang Heran melihat kami, tapi Jojo hanya tersenyum saja melihatku pulas sekali....
Apa yang kamu mulai harus kamu akhiri, jangan menyalahkan dunia atas nasip dirimu, karena dunia ini cuma tempat bersandiwara. Cukup mainkan peranmu saja maka sudah cukup, jadilah kuat dan tangguh maka dunia akan memperhitungkan dirimu. Cukup fokus...dan bekerja keras...itu saja.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya kak....!!! ππ
__ADS_1