Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Dinas Diluar Negeri


__ADS_3

" Kuliah dimana ya sari? Hi....hi....hi....!!".


Aku bertanya sekedar basa-basi saja supaya tidak dikata sombong.


" Akbid Sari Mutiara, tahu?".


Dia mulai memperhatikan dengan teliti


" Tahu kok. Masa tak tahu. Kalian kapan meritnya? Jangan lama-lama loh, si Nael ini seperti anak ayam manjanya. Aku saja kewalahan dibuatnya...!!!".


Kataku dengan santai bercanda dengan sari.


Aku mulai buka cerita tentang Nael. Kulihat dia mulai kesel dan cemburu.


" Ah masa....? Kok aku tak tahu?".


Kata Sari bingung dan mulai curiga.


" Tiap hari dia nempel padaku kayak lem setan, tiap hari menggangguku dan membuat aku kesal setengah mati. Tiap hari juga mengekori aku kemana aku pergi selama dikampus. Kesalkan....?".


Kataku dengan polos tanpa pikir panjang.


Nael hanya ketawa geli sambil menjulurkan lidahnya padaku.


" Tuh kan mulai lagi nakalnya?".


Kataku kesal.


Sari kelihatan makin kesal melihat aku dan Nael bercanda seperti itu. Ya bayangkan saja Senin - Jumat kami selalu sama dimana pun itu... Selalu saja anak ayamku nempel seperti perangko.


Kadangkala kesal setengah mati aku, naik darah tinggi dan jantungan juga lah. Kayakmana tidak jantungan kadang mereka mengangkat diriku dan hendak membuatku terjatuh... Kadang masukkan ular mainan kedalam tasku.


Untung aku tidak mati ditempat saat itu😱


" Tahu tidak sayang, aku beneran sayang sama sabahatku ini. Sumpah Darwis saja juga begitu, kalau tidak ada Beby hampa kampus kurasa...?".


Katanya bangga menjelaskan kepada Sari yang kesal melihat kami.


Sebenarnya aku tahu Sari kesal tapi ya sudah lah. Angin lalu saja lah...😏


" Kayaknya kamu suka ya sama Ulan? Dari tadi kamu muji dia dan panggil panggilan Beby begitu... Aku saja tak pernah panggil kamu gitu, apalagi kamu????".


Kata Sari Dnegan nada tinggi.


Wajah dan pipi Nael merah menatapku.


Sesungguhnya aku tahu kok Nael suka samaku, tapi dia berusaha untuk menutupinya. Apalagi Darwis nampak sekali perhatiannya samaku, selalu curi-curi pandang saat dikelas. Kalau Nael sih memang jahil dan nakal padaku... Aku sudah biasa disiksa kalau dikampus. Maretno dan Seto selalu menyelamatkan aku karena mereka itu lebih religi.


Nael itu Kristen, Yudi itu Budha. Darwis itu Katolik dan lengkap kan agama kami Bhineka tunggal Ika... Mantap kan?


Yup.... Hanya geng kami saja yang setahun bisa 3x lebaran. Idul Fitri, tahun baru, Imlek... Kan puas makan kuenya cuy...


Ha....ha.....aaaa, coba kalian cari diMedan orang yang lebaran 3x setahun...πŸ˜†


Meskipun kami punya keyakinan berbeda kami tetap menghargai satu sama lain. Tak ada perdebatan dan Tak ada diskriminasi sesama sahabat, semua satu padu.


Makanya Nael tidak pernah nyatakan cinta padaku... Ya karena dia tahu bakal aku tolak ya alasan keyakinan. Dia dan Darwis lebih memilih untuk tetap bersama seperti sahabat.


" Tenang saja Sari, tak usah takut. Aku sudah menikah kok. Tak bakalan seperti hatimu itu...????!!!!".


Aku meyakinkan Sari yang mulai gondok dan jeoules sama aku.


" Kan bisa saja pagar makan tanaman. Banyak buktinya kok...!".


Sari ketus padaku, dan aku hanya bingung saja melihat sikapnya.


" Kamu cemburu tak ada alasannya. Kalau aku memang mau sudah dari dulu kujadikan Nael pacar, tapi itu semua tak akan mungkin. Kamu tahu kan aku sendiri muslim... Jadi tak usah sangsi!!!!".


Kataku meyakinkan dia lagi.


" Awalnya memang begitu, kalau Nael suka kamu lagi bagaimana?".


Kata Sari bertanya tajam padaku.


Dia mempertanyakan hal yang privasi sekali menurutku sih... Tapi aku senyum saja.


Nael mulai kesal dengan cemburu buta Sari, ya Nael itu selalu membela aku.


" Sayang...? Jaga bicaramu. Tak pantas bicara begitu. Sebelum kenal kamu, aku lebih dulu kenal dia. Ulan anak baik....?!!!".


Kata Nael membelaku.


" Sudahlah. Lanjut saja makan, tak usah dibahas lagi ya... Lapar aku!".


Kataku. Kesal juga sih karena mereka tapi sabar saja.


Kami berbincang saja dengan Nael seperti biasa, ya Tahulah mulut Nael ember dan kalau bicara suka tidak disaring begitu.


Aku sih sudah biasa tapi kalau orang lain tidak paham bagaimana? Kan jadi salah bisa jadi tanggap.


Selesai makan Nael memberikan aku tumpangan untuk kembali kehotel. Sampai diparkiran aku membisikan sesuatu pada Nael.


" Tuh lihat dia merajuk, kasihkan sekali Bunga itu. Petikkan setangkai, pasti hatinya cerah lagi loh...! Coba aja....!!!".


Kataku kepada Nael memberi saran.


Nael tersenyum dan memetikkan bunga mawar yang tumbuh disitu... Diberikannya kepada tunangannya itu.


" Ini tanda cintaku padamu. Tahun depan kita merit ya cinta...?".


Kata Naek menggombal.


Gombalan Nael berbasil membuat Sari jatuh dari langit ketujuh. Bayangin saja bagaimana jadinya... Romantis ala-ala dadakan lah.


Hi...hi....hi....!! πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Aku masuk ke dalam kamar dan mereka ikut mengantar, mata Jojo membulat melihat Nael disebelahku.


Guntur akan datang, awan hitam disana sini.... Dan kembali cerah dengan muncul matahari melihat sosok wanita digandeng oleh Nael....

__ADS_1


Seperti biasalah Nael jahilnya minta ampun padaku. Aku sudah terbiasa.


" Maaf ya. Kami ganggu? Waduh sudah tekor meski baru 3 ronde. Gawat ah Beby... mengerihkan sekali ya selera orang hamil!".


Kata Nael bercanda pada kami.


Si Jojo kesal dan agak emosi, kulihat dia sedang meredam amarahnya.


" Nael...! Kau bangunkan singa tidur. Nanti diterkam sampai mati baru tahu rasa ya dirimu. Hi....hi....hi...!!".


Kataku sambil bercanda karena kutahu si Jojo sudah mau meledak marahnya.


" Iya mengganggu bulan madu orang saja!!? Datang seperti jelangkung begitu...?".


Kata Jojo kesal pada Nael.


" Ya sudah kami balik kanan ya. Selamat bersenang-senang...! Cuaca dingin begini! Enaknya olahraga berat...???".


Kata Nael menggoda si Jojo tanpa rasa takut dan basa-basi lagi.


Hi....hi....hi....!!! πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Nael ketawa genit dan pergi meninggalkan kami.


" Kok kamu bisa bertemu dengan tikus curut itu sayang? Dia mengekori kamu ya...?".


Tanya Jojo Dnegan penuh curiga padaku.


" Jumpa diluar pas makan. Tadi kamu tidur... Aku lapar dan cari makan diluar...?".


Jawabku sambil rebahan disamping nya.


" Iya. Aku rindu kamu loh. Aku kangen banget sama kamu cintaku...?".


Kata Jojo mulai lagi genitnya.


" Ah...? Mulai deh gombalnya...? Sudah enakan belum? Masih pusing tidak?".


Tanyaku memastikan keadaannya.


" Sdah kok. Aku sudah lumayan. Yuk kita olahraga ringan saja?".


Katanya menggodaku, padahal masih sakit tapi Anunya segar bugar pula.


" Maksudnya ringan bagaimana sih?".


Tanyaku keheranan. Ada saja istilah baru yang dibuatnya untuk kami.


Om: sudah. Ikuti saja. Gimana?


" Hm....mm terserah kamu saja...!!".


Kataku pasrah. Berdosa menolak suami sayang-sayangan, mau jadi istri Duralex.


Masuk api neraka awak tahu...?


Kami olahraga ringan....!!!πŸ˜”


Ujungnya olahraga berat naik kuda-kudaan! 😭😭😭


Satu jam baru selesai.


Parahkan tidak bisa pegang janji sih?


End...


Malam tiba dan aku sudah bersih begitu juga dengan Jojk, sumpah pake kaos oblong dan celana training saja dia keren abis... Apa lagi casual? Seperti Oppa Korea... πŸ€“


" Oh ya aku sampai lupa bilang. Tadi ada mantan pasien kamu yang 4 tahun lalu katanya. Pak Merigat kalau tidak salah, rumahnya dekat sini. Beliau undang kita makan malam dirumahnya. Bagaimana?".


Tanyaku padanya, maklum Jojo rada-rada aneh. Seleranya tidak bisa ditebak. Pikirannya bisa berubah sewaktu-waktu juga.


" Terserah kamu mau bagaimana?".


Katanya sambil melirikku.


Jojo duduk dikasur dan aku duduk dipangkuannya dengan mesra. Kebiasaan Jojo itu kalau aku duduk dipangkuannya adalah mencium aroma tubuhku dari rambut sampai dadaku.


Ya cuma digituin saja sih...😀


Selesai itu kami pergi menuju apotik, tempat orang yang mengundang kami.


Eh.... Ternyata tuan rumahnya memang benar masak enak loh. Kelihatan dari menu makan malam yang disajikan diatas meja.


Ada gulai labu kuning, sirup markisah, ayam goreng, sambal belacan dan rebusan daun ubi begitu. Mantap ah.


Makan besar lah kami malam ini, gratis pula sampai kenyang. Alhamdulillah... Efek punya suami super ganteng dan baik hati ... Rejeki istri Soleh.


Kami makan dengan dihiasi canda dan tawa dirumah itu. Dan kami ucapkan terimakasih kepada tuan rumah yang sudah menerima kami dengan baik dan ramah tamah... Sungguh nikmat yang indah bagiku. Tidak percuma suami terkenal.


Keesokan harinya kami mandi dipermandian air panas. Ah...Enak banget kurasakan.


Terasa rileks dan tenang sekali, tapi meski dengan dongkol. Karena di Jojo memaksaku untuk selalu menempel bersamanya, dia memelukku dari belakang selama kami berendam.


Aku tanya kenapa harus peluk aku, ya dia cuma bilang kangen saja. Ah.... Saraf sekali Jojo padahal aku selalu dihadapannya tapi dia kayak anak kecil saja.


" Aku kangen kamu loh...!!!".


Katanya dengan wajah memerah.


" Iya terserah...!!! πŸ˜‘".


Jawabku cuek.


" Sebenarnya ada yang mau kuberitahukan padamu... Penting? Takut kamu marah...!".


" Apa itu? Bilang saja...!!!".


Tanyaku padanya.

__ADS_1


" Aku tak yakin, kamu yakin?".


Katanya ragu dan bimbang.


Aku menatapnya tajam dan curiga, aku menaikkan alis sebelah dan dagu sejengkal.


" Hm......mm iya, tidak apa?".


Kataku lagi dengan mantap.


" Sebulan aku mau dinas diluar negeri? Kamu harus tinggal sayang! Bagaimana...?".


Kata Jojo sedih dan memelukku erat.


" Ya sudah. Demi Karir kamu, aku tak masalah kalau kamu tinggal. Ya sudah...!?".


Aku mencoba untuk tabah dan sabar


" 3 hari lagi aku berangkat? Kamu tak apakan? Kita pulang saja kerumah. Kamu kunci saja pintu sayang. Jangan biarkan siapapun masuk. Oke?".


Katanya meyakinkan aku agar selamat.


" Ya aku tahu. Aku juga mau bilang sama kamu tentang sesuatu. Bisa?".


Kataku dengan serius lagi.


" Apa itu sayang?".


Tanya Jojo.


" Aku tak mau kekampus lagi. Bisa atur bagaimana caranya aku bisa wisuda?".


Tanyaku serius.


" Iya bisa. Aman itu?".


Katanya lagi sambil tersenyum.


" Aku tak mau Ibu dan Bapak kecewa karena sudah 5 semester mereka yang biayain. Boleh kan kamu atur bagaimana pun itu?".


Tanyaku meyakinkan dia lagi.


" Ya. Asalkan kamu suka, ku usahakan...!".


Katanya dengan lembut.


Akhirnya aku merasa lega juga, tak kusangka dia bisa begitu setuju dan membuatku aman.


Kurasakan burung Pipit menghentakkan dudukanku yang pas... Sekarang aku jadi gelisah. Ya kalau tidak ngoceh-ngoceh dan ribut... Aku aman. Kalau ribut dan berisik... Habislah aku hari ini.


Selesai mandi kami langsung pulang ke Medan, tak lupa beli oleh-oleh juga buat Keluarga Yang.


Kalau suami yang belanja mana pikir panjang dan pikir kedepannya. Asal saja.


Jeruk 10 kg, beef 3 kg, sawi 3 kg, semua hampir dibelinya. Bagasi belakang penuh semua lah... Seperti orang mau jualan saja.


Keluarga Yang, bahagia melihat kami lebih akrab lagi. Apalagi Jojo memberikan hampir setengah oleh-oleh yang kami bawa.


Kami kemaai barang, dan menuju kerumah ibuku buat antarkan oleh-oleh. Alangkah kagetnya Ibu melihat kami datang membawa sayur mayur yang banyak sekali.


Selesai minum teh sejenak, kami pulang ke istanah kami di Setia Budi 2.


Alhamdulillah kami sampai dengan selamat, Pak Jamal dan bibi hanya ketawa geli saja melihat ulah kami. Mereka kelihatan bahagia melihat kami semakin akrab saja... 😍


3 hari kemudian, aku mengantarkan suamiku itu dinas diluar negeri tujuan China. Kuteteskan air mata berpisah dengannya, sebulan penuh.


" Sudah jangan menangis lagi. Kunci pintu rumah rapat-rapat ya...!".


Katanya padaku.


" Hati-hati ya. Kabari kalau sudah sampai disana. Jangan lupa? Oke...?".


Kataku padanya. Supaya tidak lupa.


" Oke. Tiap malam video call ya?".


Katanya lagi dengan senyuman.


" Oke. Selamat jalan ...!!!".


Kataku lembut dengan air mata menetes.


" Aku mencintaimu....! Tunggu aku ya?".


Katanya padaku.


Cup...cup...cup..cup....!!! 😍


Semua wajahku dicium, kulambaikan tangan meski berat hatiku melihat dia pergi sambil menyeret koper.


Kulihat juga wajah tampannya itu meneteskan air mata yang banyak, bayangkan saja sebulan loh. Sehari saja tak jumpa denganku seperti cacing kepanasan. Apalagi sebulan, entah bagaimana dia bisa melewatinya tanpa aku disana.... 😭😭😭


Ah....ah....aaaa sepilah kurasakan. Mana acara syukuran kami juga tertunda.


Apa yang akan kulakukan selama sebulan penuh ya? Sumpah aku bingung...😟


Sesuatu yang terlihat tapi tak terlihat.


Ketika kita kehilangan sebuah benda baru kita menyadari bahwa begitu berartinya benda itu dalam hidup kita.


Dunia ini cuma panggung sandiwara, jadi mainkanlah ceritamu sesuai dengan peranmu saat ini. Jalani saja dengan seluruh kemampuanmu, maka kamu akan baik-baik saja dan berhasil...


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,

__ADS_1


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2