
Acara nya berjalan lancar, aku bahagia sekali karena dalam hidupku... Akhirnya hilang pelakor. Sumpah membuat aku bahagia, melihat si kembar yang tumbuh dengan baik.
Mertuaku sangat bahagia dan membangga-bangkan si kembar kepada khalayak umum. Dan aku masih diam duduk ruangan dengan minum jus jeruk.
" Aaah, Hidupku akhirnya tenang juga tanpa pelakor disana sini. Alhamdulillah!!".
Kataku menghela nafas lega.
Mataku terbelalak melihat semua anak ayamku membawa pasangan mereka.
" Hei laku juga Kelen....!!! Ha....ha....aaa!".
Kataku mengejek mereka sambil tertawa lebar bukan main.
" Beby, habis wisuda pesta kawinku. Datang ya bawa kado yang besar. Hi...hi...!"
Kata Nael sambil ketawa geli menggodaku.
Aku sih sudah terbiasa digoda begitu, hampir tiap hari selama dikampus. Aku hanya senyum saja, maklum dilawan bakal tak terlawan. Pada akhirnya mereka yang menang.
" Ya beb. Rame nanti pesta si Nael. Pakai kibot Karo perkolong-kolong dia, maklum orang kaya! Mantap pokoknya Beby???".
Kata Darwis menyahut sambil memberikan aku dua jempolnya.
" 2 hari 2 malam full musik kita, gawat ah sikawan. Encok pinggang joget terus!".
Kata Seto sambil berjoget ria.
" Sudah tak tahan si Nael Beby... Kalah tender sama mu katanya. Hauaa.....aaa!".
Sahut Yudi dengan nakal dan genit semakin kencang tertawa lebarnya.
" Entah. Bukannya kerja dan karir dipikirkannya....!!? Eh malah kawin pula!".
Kata Salman sinis menatap Nael.
" Macam tak paham saja kalian sifat si Nael. Santai saja coy? Pokonya makan enak kita?".
Kataku sambil menepuk jidat Salman.
" Sebentar lagi PKL kita loh, pasti kita pisah semua. Tak seru ah. Kalau Nael sih gampang, bisa PKL di tempat bokap nya kan. Kita mau dimana pula? Terpaksa sibuk mencari...!!".
Kata Maretno dengan wajah sedih.
Mereka diam sejenak dan berpikir.
" Sudah jatuhkan saja kerumah sakit suamiku, nanti kubilang kan sama dia. Biar di ijin kan. Aman itu? Kalau aku yang minta, dikasih...!".
Kataku sekedar menghilangkan risau dihati mereka saja.
" Betulkah Beby? Nanti PHP?".
Tanya Yudi serius menatapku.
" Kapan aku bercanda sama kalian masalah serius, aku tak main-main kok!".
Aku tersenyum dan main mata.
" Aku ditempat orang tua. Kalian enaklah sama Beby, kan tiap hari bisa jumpa!".
Kata Naek dengan raut wajah sedih berpisah dari kami semua.
" Ya terserah kalian lah mau apa tidak. Kalau aku sih juga ambil nilai dari suamiku, karena kujatuhkan di rumah sakit suamiku kerja. Lagian suamiku Big bos disitu... Aman aku. Ngurus anak saja dirumah, nilaiku A+ lah. Ha....ha...aaa!! Selamat aku.... Selamat....!!".
Aku tertawa puas melihat penderitaan mereka bertambah. Alangkah jahatnya aku tertawa diatas penderitaan orang lain... Tetapi itulah nikmatnya.
" Okelah aku mau PKL disitu. Tinggal mikirkan judul saja lah!!".
Kata Darwis serius menatap kami semua.
" Aku saja tinggal sidang sajalah. Suamiku yang urus, sekali-sekali aku datang ke kampus lihat kalian ya. Masih boleh?".
__ADS_1
Tanyaku sambil bercanda.
Mereka tersenyum bahagia mendengarnya sambil jawab serentak.... Ya!
" Bawalah si kembar biar rame....!".
Kata Seto kepadaku.
" Aku tak mau repot. Jangan libatkan aku dalam masalah bayi!!!".
Kata Maretno sinis melihat Seto yang aneh.
" Ya sudah.... Kami makan dulu. Lapar sekali ah. Mau mampus aku....!!".
Kata Yudi lagi.
" Iya lapar lah! capek bicara saja, berbuih ini muncung mendengar bacot kalian!".
Kata Nael dengan polos.
" Iya sudah nikmatilah. Perbaikan gizi kalian anak kos itu. Hi...hi....hi....iiii!!".
Kataku sambil tertawa.
Mereka meninggalkan aku dan menikmati makanan yang tersaji. Kulihat si Papa tampang tersenyum kearahku dan mendekati aku sambil melambai.
" Eh sayang... Tiba-tiba aku ingin makan yang manja-manja dan gurih begitu!!!".
Katanya menggodaku sesuka hatinya, maklum mesumnya tingkat dewa.
" Ya sudah mau apa? Biar kuambilkan saja makanan untuk papa!!!"
Kulirik matanya berkaca-kaca dan senyum tak jelas begitu, membuat aku merinding.
" Jangan tatap aku begitu??? Seram...!!".
Kataku sambil bergedik Ngerih.
Tangannya memegang erat tanganku.
" Ya suamiku tersayang, paling ganteng seantero jagat raya. Kamu paling tampang diantara makhluk Tuhan paling Sexy di dunia ini. Puas....? Kurang apa lagi, huh???".
Aku kemudian mengecup keningnya dengan lembut, aku berhasil membuatnya Falling in love lagi padaku.
Sejak ada si kembar aku mulai sadar akan keberadaan suamiku itu, ternyata dialah Makhluk Tuhan yg paling Sexy di duniaku. Tak diragukan lagi, aku benar-benar jatuh cinta padanya setengah mati.
" Kalau sikembar udah telungkup, kita liburan lagi yuk keJepang sayang?"
Nada bicaraku membuat si Jojo itu kembali menjadi si Om genit tingkat dewa dan membuatku kesal dan kesal.
Tangannya menepuk pantatku dan membisikkan kalimat yang sensitif ditelingaku. Waduh..... Gawat..... Cilaka.
" Sayang, olahraga yuk??? Setelah pesta berakhir kita main enjot-enjotan yuk??".
si Mesum berbisik di telingaku.
Kujadi malu dan gugup karena nya.
" Om mesum dan genit,......!! Menjauh lah...!".
Kataku dengan wajah malu.
Jojo pergi dariku dan main mata, dia berhasil membuatku kesal bukan main.
" Sialan. Dasar genit, ku doakan supaya si kembar tidak meniru sifat papanya yang satu ini. Kalau menurun, mati aku!!! Amin.....!!"
End....
3 bulan berlalu, dan saatnya Festival Jepang di Usu. Kami ikut berpartisipasi selama 3 hari..... Dan jauh-jauj harinya si Papa kuminta untuk cuti karena kami ikut jadi peserta.
" Sayang.... Kamu yanv benar saja sih? Masa aku juga harus ikut???!".
__ADS_1
Kata Jojo dengan wajah kaget dan bingung.
" Sayang... Kamu ikon penting dalam even ini. Kamu kan bisa bahasa Jepang kayak air lancarnya. Aku pengen kamu bagi-bagi ilmu dong sayang.... Ayolah cinta....!!".
Bujukku kepada si Om mesum.
Aku memeluknya dari belakang dengan erat dan melancarkan aksi jahatku.
" Kan tidak selamanya kita disana. Mungkin ini sekali dalam seumur hidup kita loh sayang... Kan kamu janji mau bawa aku liburan ke Jepang. Ingat gak????".
Aku bermanja padanya, dan memeluk nya dengan erat,
" Demi kamu deh. Aku nurut saja....! Tapi ada imbalannya loh?".
Katanya dengan tatapan jahat kembali.
" Hm.....mmm!? Apa sih sayang?"
Kulepaskan pelukanku dan berbalik melingkarkan tanganku ke pinggangnya itu dengan lembut dan manja.
" Kita olahraga berat setiap pulang dari festival, sebagai imbalan?".
Katanya dengan senyum jahat.
Sumpah nada bicaranya membuatku geram dan menggigit bibir bawahku dengan erat.
Aku' Iiih geram nya lihat si Om genit ini. Pengen aku remas saja itu mulut, mesum saja pikirannya. Tak pernah baik, selalu menggodaku. Dasar sapi tua yang bikin kesal dan geram saja. Entah apa yang dipikirannya itu. Sangkin pintar dan jeniusnya otaknya geser mau *main enjot ayunan* saja setiap malam. Sumpah aku kewalahan menghadapi sifat mesumnya!'.
Gumamku dalam hati kecil.
" Bagaimana? Jadi tidak sayang?".
Tanya nya lagi dengan berharap.
" Baiklah. Aku setuju, tapi ada syaratnya juga lah!! Bagaimana?".
Kataku bernegosiasi padanya.
" Tak boleh ditawar? Oke???".
Katanya singkat
" Tiap malam kamu nyanyikan aku lagu jepang yang enak didengar? Bagaimana?".
Tanyaku padanya lembut.
" Daijobu, wakatta...!".
Katanya singkat.
" Ya sih, tidak masalahkan? Masa kamu saja yang bisa dengar, aku juga mau?".
Kataku lagi sambil manyun dan mencubit hidungnya yang tinggi seperti Tembok Cina l.
" Ya bolehlah sayang! Apa sih yang tak bisa buat kamu? Cie... Cie...???".
Katanya sambil senyum sendiri.
Aku dan Jojo berangkat ketempat Festival Jepang di USU.
Sepanjang jalan Jojo menyalakan music bahasa Jepang yang begitu enak didengar ditelinga ku. Sumpah romantis banget kurasakan saat ini.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€
__ADS_1