
Kembali ke depan ruang operasi, tidak lama kemudian setelah 8 jam lampu itu pun padam.
Abi bergegas berdiri, dan disana dokter Renold kelihatan lelah bersama tim operasi.Abi sangat terharu, para dokter menghargai kebaikan kakek nya selama ini, beberapa dokter bedah saraf berada disana.
" Bagaimana kondisi kakek saya dok ? " .
" Kakek kamu keadaannya stabil, dia sangat kuat , dia selalu bilang ,ingin melihat cucu nya menikah. Setelah di bius ngigaunya juga gitu Bi."
" Kondisi kakekdok?".
" Semua tumor sudah di angkat, di posisi sulit sekalipun susah di angkat, kalau lihat dari fisik, tidak ganas, tetapi wajib di cek Bi."
" Ya dok...., makasih dok."
" Kakek mu setelah sadar baru di ruang rawat inap Bi, buat tugas kamu 3 hari ke depan saya beri buat jagain profesor, guru saya."
" Makasih dok".
" Sudah seharusnya ilmu dan pengalaman di dunja kedokteran saya sumbangsihkan buat dosen saya Bi, saya malahan bangga bisa menangani dosen saya yang terpintar ,menyembuhkan nya tugas saya Bi."
" Istirahat ya Bi, matamu udah kayak mata panda."
__ADS_1
Beberapa dokter tertawa dengan ucapan dokter Renold.
Abi pun mengangguk.
Benar saja, begitu di ruangan kamar kakek, Abinlangsung tertidur.Smith perlahan membuka sepatu dan kaus kaki Abi.
Smith bisa merasakan kekhawatiran Abi tentang penyakit sang kakek.
Smith membelai wajah Andien dan mengecup bibir Andien.
" Good night honey".
Smith menarik selimut buat Andien.
Walau sang kekasihnketakutan denhannya, menganggap dia mafiaπ π€£π.
Abi sangat lucu.Menggemaskan, polos dan tomboy. Penampilannya sangat beda dengan wanita yang gila merek brended.
Penampilannya sederhana , namun sangat manis.
Smith membelai tangan Abi.Smith bersyukur kondisi kakek sejauh ini baik, operasinya berhasil. Abi pasti kelelahan dalam profesinya ,tubuhnya kurus ,walau makannya lumayan banyak. Namun Smith bisa merasakan. Abi sangat baik menjadi seorang dokter, emosinya ter kontrol dengan baik, mau pasien se cerewet apapun, mau pasien banyak keluhan, sebagai dokter yang baik, dia gak ngamuk ngamuk, malahan meredam kekesalannya, karena Abi sangatbpaham emosi akan menghancurkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Abi sangat sopan pada sesama rekan kedokterannya.Sopan pada dokter senior dan pengajarnya, walau dia sejak kecil kehilangan ledua orangtua, namun kesopanan nya tertata, ramah pada siapapun, bahkan di manapun bersikap ramah. Tidak terpancing emosi, begitulah tante dan kakek nyaengajarinya.
Bukan suatu kebanggaan kita bertengkar sama pasien , atau sama orang lain. Abi banyak belajar sama perawat dan dokter luar, mereka sabarnya tingkat dewa, namanya juga pelayanan jasa. Melihat yik tok kejadian dokter koas, Abi hanya menggeleng gelengkan kepala.
Masalah parkir , jadi begitu besar. Secapek apapun, selelah apapun, bagi Abi mengontrol emosi perlu,melawan orang yang lebih tua tidaklah terpuji, karena sedari kecil di ajari menghormati orang yangnlebih tua, mau benar atau salah, mengalah bukan berarti kalah, attitude cerminan diri, cerminan didikan orang tua.Abi gak mau,dia yang yatim piatu , dikatain siapa mamadan bapak anak ini, kok gak sopan. Malu dia pada dirinya dan pada almarhum orangtuanya.
Bahkan Smith melihat Abi menjelaskan penhakit seorang nenek yang budek sabar banget, duduk dekat sang nenek.
Abi banyak belajar dari dokter luar, sangat total menangani pasien, tidak arogan, ngamuk ngamuk, merasa setengah dewa, dokter luarbitu disiplin banget, praktek pukul 9.30, datang lebih cepat. Maaf bukan mau menjatuhkan di negara sendiri, sering keluhan pasien itu karena dokter datang telat, praktek jam 9.30 datangnya 10.30, mana ada dokter anak, anaknya rewel ,nangis nangis, demam., si ibu pasti kewalahan menenangkan anaknya.
Pembelajaran sih bagi dokter ,disiplin waktu penting.Penjelasan penyakit pada pasien detail.Jangan hemat bicara. Pasien wajib tahu apa pun yang ingin di ketahui tentang penyakitnya, itu juga hak pasien kan.
Smith memejamkan matanya, berbaring di sofa, sambil menggenggam tangan Abi.
π₯°ππ€©π₯°ππ€©ππ€©
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment