Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Persiapan Bulan Madu


__ADS_3

Tak lama aku setelah kejadian yang memilukan itu Jojo keluar dan masuk keruang security dan memeriksa rekaman tadi. Alangkah terkejutnya Jojo melihat kelakuan Mery dan semua perkataannya yang membuat istri kesayangannya itu menjadi trauma berat.


Mery dan temannya dipanggil kesebuah ruang rapat, dan hati Jojo benar-benar marah tak sabar melihat iblis yang sudah menyakiti hati istrinya itu.


Mery beserta 2 orang temannya, 3 Perawat Senior dan 4 Sekurity itulah jumlah calon yang akan dipecat oleh Jojo saat ini.


Mereka masuk dengan pilu keruangan itu.


" Tak kusangka orang yang berpendidikan tinggi... Belum tentu lisannya bisa terjaga... Apa mau kalian dari istriku...? Cepat jawab?".


Tanya Jojo marah dan membentak.


Braaak.....!!!πŸ’’


Suara meja yang disentak dengan keras.


" Maaf, saya keceplosan... Saya tidak sengaja melakukannya. Saya menyesal...!".


Kata Mery lembut sambil menundukkan wajahnya karena malu.


" Kalian tahu siapa dia bukan...? Beraninya kalian menghina nya? Dia itu istriku... Sungguh kecewa saya?".


Kata Jojo sambil memijit dahi karena kesal.


" Saya ingin menolong tapi Ibu menolak pak!".


Kata Security membela dirinya.


" Wajar dia menolak, kalian semua memperlakukan dia seperti binatang...! Sebenarnya kalian pantas yang disebut Hina... Kalian semua besok tulis surat pengunduran diri atau kasus ini akan naik ke kantor polisi dengan wacana penganiayaan, pencemaran nama baik dan kekerasan. Silahkan kalian buat keputusan sendiri...!".


Kata Jojo mengancam mereka dengan kejam.


"Maafkan kami pak, kumohon jangan pecat kami. Tolonglah pak maafkan kami!".


Pinta teman Mery itu dengan air mata berderai deras mengucur.


" Maaf katamu? Tidak ada itu! Kalian semua memang pantas mendapatkan nya!".


Jojo berteriak dan kembali keruangan nya untuk memastikan istrinya apakah sudah bangun.


" Seperti kataku sayang, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi semua keinginanmu. Maafkan aku sayang, kamu jadi begini...! Maafkan aku tidak bisa menjagamu".


Jojo meneteskan air mata.


Andrew Zack adalah Dokter Senior disana juga Hernandes Yang juga teman baik Jojo. Merekalah teman yang paling bisa dipercayai oleh Jojo sejak 10 tahun lalu.


Zack dan Yang mengetahui hal ini langsung berlarian keruangan Jojo, langsung masuk saja tanpa permisi lagi.


" Maaf Jojo....? Kami tidak ketuk pintu? Bagaimana keadaan nya?".


Tanya Yang dengan panik.


" Sumpah aku tidak percaya mereka memperlakukan istri mu dengan keji! Ulah siapa sih? Berani sekali?".


Kata Zack dengan geram.


" Iya siapa? Biar kuselesaikan saja!".


Kata Yang dengan begitu geramnya.


" Kecilkan suara kalian, nanti dia bangun dan menangis lagi. Itu membuatku hampir gila karenanya! Aku tidak bisa berkata apapun lagi setelah melihat dia diam saja...!".


Jojo duduk disofa sambil mengajak temannya itu berdiskusi.


" Ulah siapa lagi yang mampu melakukan hal segila ini? Kalian juga pasti sudah tahu...!?".


Kata Jojo dengan pelan.


" Hah? Jangan bilang dia? Apa Mery.....?".


Mata Yang melotot kaget dan bingung.


" Ah masa sih? Sampai se Extrim itu Jojo? Astaga... Wanita itu sudah gila!!".


Sambil menggelengkan kepala dan menepuk jidat dengan kuat.


" Gila ah... Berani dia? Lalu sekarang bagaimana menurutmu?".


Kata Yang dengan nada kecewa dan lesuh.


" Besok mereka harus mengundurkan diri, habis cerita!".


Kata Jojo dengan nada kecewa dan marah.


" Gila.... Gila... Otaknya tak berfungsi lagi rupannya. Sabar ya Jo... Kami bersama mu!!".


Sambil menepuk bahu Jojo.


" Katakan itu pada istriku... Aku hampir gila karena dia. Dan sekarang aku hampir mati dibuatnya...!!! Aaaahk....!!! Sial...???".


Sambil menghembuskan nafas berat nan panjang seakan penuh dengan kecewa.


" Kalau istrimu trauma ajak liburan saja dulu. Mau kuaturkan tidak...?".


Yang menawarkan bantuan nya pada Jojo.


" Hm......mm!!? Bagaimana ya?".


Jojo terdiam dan berpikir sejenak.

__ADS_1


"Sepertinya aku kelupaan sesuatu deh...Tapi apa ya? Coba kuingat dulu sebentar! Apa ya?". Kata Jojo sambil berpikir keras.


Yang dan Zack melirik istri Jojo yang masih dibalut dengan kain seperti bayi yang tidur, wajahnya kan Baby Sugar...


"Oh iya. Besok kami mau ke Bali...?".


Kata Jojo karena ingat sesuatu.


" Baguslah. Biar dia bisa move on lagi, setidaknya dia tenang? Sedikit....!".


Kata Yang dengan perasaan lega.


" Iya. Aku dukung... Masalah kerjaan disini akan kami tangani...! Percayalah...!".


Kata Zack dengan bahagia.


" Berapa lama? Pulang bawa kabar baik ya, bawakan aku keponakan?".


Kata Yang menggoda Jojo.


" Iya jangan sampai tidak jadi, nanti kuberikan obat supaya kuat dan subur untuk istri mu. Buatmu juga biar tahan naik kuda Berjam-jam tanpa jeda iklan. Percayalah aku ahlinya...!?".


Kata Zack tersenyum licik.


" Kami sudah punya anak loh, kamu kapan lagi? Jangan ketinggalan terlampau jauh ya?".


Kata Yang sambil senyum jahat kepada Jojo.


" Kalian pikir aku lemah? Itu sudah kulakukan 2 sesion hari ini? Sejam tanpa jeda, paham?".


Senyum Jojo licik dan sambil tertawa jahat.


" Apa....? Secepat itu? Gawat ah...?".


Zack hanya geleng kepala seperti tak percaya dengan ucapan Jojo.


" Baguslah. Sudah tak sabar lihat Jojo junior yang menyebalkan lahir??".


Kata Zack lagi.


" Kalian doakan saja yang terbaik buat kami berdua nanti, aku ingin yang terbaik!".


Kata Jojo dengan senyum.


Tidak lama setelah diskusi berakhir Jojo dan temannya itu kembali bekerja, Yup... Ruang operasi menanti mereka.


Zack kembali keruang Jojo sambil membawakan obat yang dijanjikan tadi. Zack masuk dan terkejut melihat istrinya sudah bangun dan duduk di tempat tidur.


Zack awalnya takut kalau istrinya itu berteriak tapi dilihatnya aku masih dengan tatapan yang kosong. Zack kemudian menyapa.


"Hai. Ulan sudah bangun ya? Mau kuambilkan sesuatu? Atau kamu haus atau lapar...?".


Zack menyapa lembut namun aku hanya diam dengan tatapan mata kosong.


Kata Zack sambil meraba ponselnya dikantong dan berusaha menelpon Jojo.


Ting...!!!


Ting....!!! πŸ“²


Zack is calling...!!!


" Kamu dimana. Istri mu bangun nih, kusapa dia kok diam saja, tatapannya kosong gitu. Aku takut nih...!".


Tanya Zack.


" Iya makasih. Tunggu aku disana, aku segera datang!".


Kata Jojo.


Jojo menutup telpon dan bergegas kembali keruangan nya itu.


Klaaak.....!!! πŸ’’


Suara pintu dibuka dari luar, tidak lama setelah itu Jojo masuk.


" Bagaimana?".


Tanya Jojo dengan wajah panik.


" Lihat saja sendiri, aku akan kembali keruangan operasi. Aku akan lakukan persiapan, sementara kamu disini saja. Kalau sudah selesai, aku telpon lagi!".


Zack keluar meninggalkan Jojo didalam.


' Waduh kacau berantakan. Kasian sih istrinya sampai begitu!!'.


Gumam Zack dalam hati kecilnya itu.


" Sayang! Kamu sudah bangun ya?".


Sambil mengecup kening ku.


'Oh si Jojo genit, sepertinya aku merasakan sesak lah. Entahlah... Entah apa yang terjadi kenapa air mataku mengalir terus dan hatiku sakit. Si Jojo tumben baik kepadaku, aku merasa risih juga. Tapi kalau mengingat tentang tadi sore hatiku sakit sekali, kenapa Allah memberikan aku cobaan seperti itu ya? Ah sudahlah... Mulai sekarang aku harus terbiasa diperlakukan seperti tadi. Lain kali aku akan membalas jika diperlakukan seperti itu, aku bukan bocah yang lemah. Aku harus kuat... Lihat saja kubalas semua orang yang menghujatku!'.


Gumamku dalam hati.


Jojo meneteskan air mata sedih melihat kondisiku.


" Maafkan aku sayang! Aku yang tidak bisa melindungimu!! Maaf sayang...!!?".

__ADS_1


Katanya dengan penuh kelembutan.


" Sudah jam berapa ya?".


Kataku membuat Jojo terkejut saja.


" Jam 8 malam sayang...! Kenapa?".


Tanya Jojo menatapku aneh.


" Mau solat lah. Apa lagi...? Waktunya Isya!".


Kataku lagi memperjelas padanya.


" Iya aku paham, aku akan membawakan mukena mu...! Tunggu sebentar sayang!?".


Katan Jojo sigap berdiri dan mengambil bajunya dilemari.


"Ini pakai kemejaku saja dulu, sampai baju ganti datang!".


Katanya sambil memberikan aku kemeja.


" Iya... Lagian pakaian dalam yang kamu belikan kubawa kok... Aku bisa sendiri. Jangan kuatirkan aku ya...! Tenanglah!".


Kataku sambil tersenyum


"Itulah syarat untuk menjadi Nyonya Malik, harus tegar dan mandiri. Oh ya sayang, besok kita OTW bulan madu ke Bali. Jadi buat malam ini kamu istirahat saja disini, nanti aku beritahu keluarga biar tak kuatir. Aku cemas dengan keadaanmu sayang!!".


Jojo mengatakan manja padaku sambil memelukku erat penuh kasih sayangnya.


" Baik lah sesuai keinginan Om!".


Kataku sambil senyum.


" Malam ini ada 3 jadwal operasi lagi sayang. Selesai pekerjaan aku akan segera menemui mu... Tunggu aku ya! Jangan beranjak tinggalkan ruangan ini...!?".


Sambil mengecup keningku dan keluar ruangan.


"Pak... Tolong bawakan mukena untuk istri saya dari musollah, jangan tinggalkan nyonya sedetikpun dari ruangan sampai saya kembali. Tolong pak, saya kuatir akan keadaan nya...!".


Kata suamiku tegas yang membuatku mendengarkan semua perkataan nya jelas.


Aku hanya tersenyum saja didalam.


Kemudian dia menelpon seseorang, πŸ“²


"Halo, ini Malik. Bawakan aku seluruh baju koleksi terbaikmu di butik, untuk istriku kira-kira ukuran M. Bawakan segera keruangan ku, istriku menunggu. Malam ini juga, makasih?".


Tegasnya seperti menelpon sebuah toko baju, untuk ku.


Aku hanya diam saja.


Kuseret langkah ke kamar mandi, kupakai kemeja suamiku itu dan mengambil wudhu. Tak lama kemudian Pak supir alias tangan kanan suamiku itu datang membawakan bungkusan.


Tok....tok....tok....too.....ookπŸ’’


Pintu diketuk dan aku membuka pintu,


"Ya sebentar....!".


Kataku menyahut begitu saja.


" Ini nyonya tuan suruh antarkan ini. Ada lagi nyonya? Saya standby di luar nyonya, kalau ada perlu panggil saja. Tak usah sungkan!".


Kata pak supir dengan lembut.


Aku menggelengkan kepala dan menutup pintu lagi, kemudian aku mengerjakan kewajibanmu sebagai Makhluk Tuhan yang beriman dan bertaqwa pada Nya.


"Ya Allah, aku hanya manusia kecil tak punya daya apapun. Kau pilihkan aku suami yang baik dan bertanggung jawab menurut kehendakmu dan aku tidak bisa menolaknya. Bukakanlah pintu hatiku untuk bisa menerimanya, karena sejujurnya aku bukan membencinya tapi aku belum mengenalnya sedikitpun. Aku masih belum terbiasa dengan dia disisiku, karena saat aku terbangun biasanya ada dalam buaian orang tuaku. Sekarang ketika aku membuka mata, aku melihatnya didepanku dan membuatku belum terbiasa dengan keadaan itu. Ajarilah aku untuk dewasa dan menjadi istri yang baik untuknya, ampuni dosaku. Aku sayang padaMu... Namun Kau lebih sayang lagi padaku. Amin!!".


Doaku kupanjatkan pada Allah Maha suci.


Masih dengan mukena yang kukenakan, kudengar pintu diketuk.


Tok...!!!!πŸ’’


Tok....!!!πŸ’’


"Ya masuk saja. Tidak dikunci!!".


Kumenjawab dengan lembut.


Beberapa orang masuk dan membawakan segudang barang yang menurutku berlebihan. Aku hanya melotot sambil bingung melihatnya.


"Kami dari Butik yang dipesan tuan Malik, tolong anda lihat koleksinya dulu. Ini sudah kami bawakan koleksi terbaru dari butik!". Seorang wanita cantik dari butik itu menyapaku dengan begitu ramah.


" Ya. Letakkan saja. Saya lihat dulu...!".


Kataku sambil berjalan menghampirinya.


Kupilih saja sesuai selera ternyata ada lebih dari 10 pasang.


🚴🚴🚴🚴🚴🚴🚴🚴🚴🚴🚴🚴🚴🚴🚴


Thor ikut lomba 17'an dulu ya... Lomba makan kerupuk dan lari goni khusus buat emak-emak gaul. Mama Zaman Now...! πŸ˜†


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak

__ADS_1


Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2