Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Kembali ke Kampus


__ADS_3

Begitu sampai di Medan kami tidak pulang kerumah Ibu, tapi pulang kerumah yang menjadi Mahar ku kemarin sewaktu menikah.


Ya...! Aku saja sudah lupa lah. Karena lelah kuseret Jojo sambil bertanya dimana kamar kami.


" Mana kamar kita kepalaku pusing, aku hampir kehabisan nafas!! Aduh...!?".


Nadaku datar dengan lemas membuat Jojo panik dan bingung.


" Ayo kuantarkan kekamar kita sayang. Tutup saja matamu...!".


Kata Jojo menggendong ku dibelakang.


Sampai dikamar entah apalah yang dikerjakannya, aku hanya menutup mata dan hanya mengistirahatkan tubuhku .


" Hei...? Bocah nakal....!!!? Mau kuambilkan sesuatu sayangku?".


Katanya menawari aku bantuan.


" Aku mau rujak uleg dan EsTeler. Bisa tidak?". Ketusku tiba-tiba menginginkan makanan itu.


" Baiklah tunggu disini, segera akan datang pesanan mu sayangku...!".


Kata Jojo dengan sigap.


Jojo keluar kamar dan ku dengar suaranya memanggil Pak Jamal.


Jojo itu orangnya teliti, tekun dan tegas, aku saja sering ketakutan kalau Jojo berbicara. Selagi aku beristirahat alias tidur Bibi dan Jojo membereskan kamar.


" Tolong jangan sampai dia bangun sebelum selesai beres-berea... Aku takut dia ikut membantu dan manjat-manjat lagi. Bisa kan Bibi? Tolonglah...?".


Pintanya lembut pada Bibi.


" Ya tuan. Jangan kuatir...!".


Kata Bibi dengan lembut dan tenang.


Bik Zuriyah datang sambil membawa kain untuk lap semua benda yang disana. Sementara itu Bibi Jum sibuk membereskan dapur, Jojo sengaja menggunakan 3 Bibi dan 1 Sopir untuk mengurus rumah mungkin Om tahu kalau aku tidak mungkin bisa mengurus seluruh rumah dengan baik. Untuk mengurus diriku saja aku tak mampu, apa lagi rumah yang ini dan itu banyak yang tak kupahami. Jadi seperti Putri Raja saja aku selama menikah dengan Jojo, semuanya diatur oleh Jojo. Uang ini dan itu dikasi oleh Jojo dan kesana-kemari diantar oleh Jojo, kan mantap banget sih.


Kadang aku berpikir, aku durhaka pada suami karena cuma tahu enaknya saja.


Ku buka mata, alangkah terkejutnya aku. Melihat isi kamar yang simpel namun kesannya mewah sekali, lemari baju ku dan Jojo bersatu. Meja hiasku sungguh indah dan penuh dengan kosmetik dan farfum, kulirik juga ada benda milik Jojo juga yang terpajang.


Kubuka lemari pakaian dan aku terkejut akan isinya..... Aku terkejut....!!! 😱😱😱


"Wow... Jojo tahu saja ukuran dadaku. Iiiih dalamnya juga lucu-lucu dan unik. Tak kusangka selera Jojo sebagus ini. Pakaianku pun banyak yang baru, kulihat masih ada labelnya gitu. Modis dan nyaman itulah yang kulihat dari pakaian yang dipilihkannya, warna nya mendominasi warna terang dan lembut. Didalam lemari juga kulihat ada kotak perhiasan dan kulirik. Yup tebakanku benar, itu adalah mahar yang diberikan Jojo padaku sewaktu ijab kabul. Uang dan perhiasan lengkap dengan sertifikat rumah yang kami tempati ini tak lupa juga mobil yang beratas namakan Ulan Nafisah Anggara. Kusungguh terharu melihatnya, karena dia tepat janji. Aku mulai merasa bersalah padanya. Ku beranjak keluar kamar, kuseret langkah kaki ku kedapur. Tak seorangpun didapur, entah dimana mereka semua tanya dalam hatiku.


" Malam ini enaknya masak sup ayam, tempe goreng sambal kecap. Ah pasti masakanku laris manis nih!".


Sambil kulirik kulkas melihat apakah bahan yang kucari ada.


Yup, Alhamdulillah semua bahan ada dikulkas. Hampir sejam aku berperang didapur dan masakanku selesai juga... Kutata dimeja makan, aku agak lapar dan mencoba ingin memakan buah apel.


Baru selesai mengupas 2 apel... Tiba-tiba saja bel berbunyi dan kubuka coba buka pintu.


Alangkah terkejutnya aku karena Jojo seperti hendak menerkam ku saja.


" Sayang...! Kamu sedang apa pegang pisau. Itu benda tajam, kamu bisa terluka!".


Sambil merebut pisau ditanganku


" Ah bikin kaget saja. Aku lagi kupas apel loh Jojo ... Mau tidak?".


Tanyaku polos padanya.


" Sayang! Aku tidak suka kamu seperti tadi. Aku tak mau kamu terluka loh!".


Katanya lagi sambil memeriksa tubuhku apakah ada yang luka atau hilang secuil.


" Ya ampun aom... Aku tak apa loh. Aku baru saja siap masak. Yuk cicipi masakanku!". Kuseret Jojo menuju meja makan diikuti oleh Bibi dan Pak Jamal .


" Oh sayang? Kamu yang masak ya?".


Tanya nya dengan riang dan bahagia.


" Ya, mulai sekarang aku yang masak makan buat Jojo. Tiap hari aku akan bangun cepat biar akm bisa buat bekal ke rumah sakit... Kan lebih sehat dan higienis...?".

__ADS_1


Kataku dengan begitu percaya diri.


" Ya. Asalkan kamu yang masak akan aku makan kok. Makasih ya sayang!".


Kata Jojo memujiku dengan tulus.


" Aku ingin belajar jadi istri yang baik, kalau ada yang kurang bilang saja. Biar aku tahu memperbaikinya... Jojo ajari aku buat jadi istri yang baik dan penurut. Oke!".


Kataku sambil main mata kepadanya.


" Apapun itu, semua akan kulakukan asalkan kamu senang sayang...!".


Katanya lagi padaku.


Bibi Zuriyah dan Bibi imah memuji masakanku, begitu juga Pak Jamal dan istrinya juga bilang aku pandai masak.


Jojo makan begitu banyak dan sampai tambuh, katanya enak masakanku.


Hatiku senang melihat mereka lahap memakan masakanku itu, aku sangat bahagia karena Jojo baik padaku.


Ya hitung-hitung balas budiku karena hampir sebulan ini Jojo yang mengurusku dengan sangat baik dan menyenangkan.


Embun pagi menyapaku, angin subuh mengantarkan suara azan dan kubangun dari tidurku.


" Hei sudah Subuh, ayolah kita solat berjamaah. Habis ini biar aku buatkan bekal makan siang nanti....?".


Kataku sambil membangunkan Singa Hutan.


" Hm.....mmm iya sayang. Cium dulu aku sampai puas baru aku bangun...! Ayolah hanya cium saja tak lebih!"


Kata Jojo manja padaku seperti anak ayam yang bawel.


"Assalamualaikum imamku, selamat pagi!". Ku kecup keningnya dan duduk dipangkuan nya sambil menggoda.


Jojo kemudian terbangun dan tersenyum manis melihat tingkah ku itu.


Kami bangun dan segera mandi. Selesai itu kami langsung solat subuh berjamaah, selesai solat aku hendak membuat jendela dan tiba-tiba perutku terasa sangat mual dan ingin muntah


"Huueee.......eek, hu....uuueeek!".🀒🀒🀒


"Kamu tak apakan sayang? Ada yang terasa tak nyaman? Dimana yang sakit sayang?". Katanya panik padaku.


" Tidak apa. Aku hanya mual saja...!".


Kataku padanya pelan.


Aku kemudian menuju dapur dan tentu saja aku diekori oleh seorang Makhluk Tuhan yang paling Sexy. Malaikat Tuhan yang tak punya sayap, super ganteng dan menawan lah menurut orang banyak. Siapa lagi kalo bukan Jojo, yang mengulitiku seperti anak ayam saja. Selama aku memasak dia hanya melihatku sambil senyum-senyum dan kadang bertanya hal yang konyol menurutku sih.


" Kamu mau anak cewek apa cowok?".


Katanya padaku sekedar bertanya. Kepo...!


" Apa saja boleh yang penting sehat! Jangan usil kenapa, aku sedang masak. Gosong? Mau makan yang gosong?".


Jawabku ketus sambil memasak.


Jojo hanya mengangguk saja melihatku.


Aku masak ayam semur, tumis brokoli udang dan tak ketinggalan tempe goreng... Makanan favoritku loh.


" Kamu suka banget tempe ya...?".


Tanya Jojo melirikku tajam.


Hm.....mmm hanya itu jawabku


"Aku juga suka tempe, tapi bungkus kain!".


Kata Jojo tertawa geli dan pergi meninggalkan ku didapur karena Jojo tahu pasti aku akan marah dan berteriak padanya.


Kami semua sarapan bersama, kubuatkan bekal Jojo untuk pergi kerja ke rumah sakit.


" Aku masuk pagi, jadi berangkat saja duluan. Aku masih ingin nyusun buku. Nanti aku naik angkot atau ojol saja..!".


Kataku menjelaskan pada Jojo dengan rinci.

__ADS_1


" Tak usah. Aku nyetir sendiri sayang, kamu diantar saja sama Pak Jamal. Oke!".


Katanya lagi dengan tegas.


" Ya sudah. Baby selamat bekerja ya!".


Kataku lagi padanya.


" Kamu juga, belajar yang baik. IP nya tinggi aku ajari nyetir loh. Oke?".


Katanya sekedar janji palsu saja.


Mana mungkin dia membiarkan aku menyetir mobil sendiri, Jojo itu orang nya terlalu Over Protektif dan mengesalkan saja.


" Benar ya. Aku yakin pasti bisa!".


Kataku dengan semangat 45.


Setelah itu Jojo pergi kerja, kuantarkan dia sampai keluar rumah dan sebelum pergi Jojo mengecup bibirku.


Cup....cup...πŸ’‹πŸ’ž


Bibirnya nan Sexy mendarat di bibirku yang manyun itu.


" Ah aku harus mandi lagi, aku bau asem pula. Kalau tak cepat terlambat ke kampus lah...!".


Kataku sambil berjalan kembali kekamar.


Ku bersiap-siap dan membawa sebagian ole-ole yang kujanjikan pada sahabatku. Ditengah jalan Wa ku masuk pesan baru, ya tentu saja dari Jojo.


Kami melakukan video call di WaπŸ“²


" Ya ada apa?".


Tanyaku.


" Kamu sudah berangkat sayang?".


Tanya Jojo padaku.


" Ya sudah ditengah jalan? Ada apa sih? Tumben? Sibuk tidak....!?".


Tanyaku balik.


" Iya aku teringat kamu saja loh. Aku merindukanmu sayang...!".


Katanya dengan wajah malu.


" Baru saja sampai rumah sakit sudah bilang kangen. Tak jelas kamu!".


Kataku sambil tertawa lebar.


" Iya sih jadi bagaimana?".


Dengan nada yang manja dan membuatku kesal.


" Ya. Nanti pulang kampus aku datang kesana. Tapi jeput aku diparkiran. Aku tak mau keulang seperti yang lalu. Oke!".


Kataku lagi dengan tegas


" Oh baik. Kabari saja kalo suah pulang dari kampus ya sayangku. I love you..!".


Katanya dengan tawa lebar.


" Love you too! Sudah sampai nih...?".


Kuputuskan percakapan kami karena sudah hampir sampai kampus.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,

__ADS_1


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2