Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Hipokalemia


__ADS_3

Kembali ke rumah sakit. Dan sudah beberapa hari Abi bertugas kembali bersama dokter lainnya.Sudah pasti UGD tidak pernah sepi.


Beberapa perawat mendorong brankar.


" Detak jantung 96, oksigen darah 70, " ujar petugas ambulans.


" Dokter ,kamu harus menyelamatkan anak saya," ujar sang ibu yang turut mengantar sang anak ke rumah sakit.


" Saya akan observasi ya bu, tolong tunggu di luar," ujar Abi.


" Beri pasien 2 miligram propofol, pasien butuh USG di bagaian dada dan perut, " ujar Abi setelah memeriksa dengan stetoskopnya.


" Bagian perut aman dok, hasil tulang punggung ini dok."


Abi pun memanggil keluarga pasien.


" Bu, anak ibu mengalami tulang punggung dan dadanya mengalami pendarahan Perdarahan subarachnoid ."


" Artinya apa dok?".


" Pendarahan subarachnoid adalah pendarahan di ruang antara otak dan membran di sekitarnya (ruang subarachnoid). Gejala utamanya adalah sakit kepala parah yang tiba-tiba. Sakit kepala kadang-kadang dikaitkan dengan mual, muntah, dan kehilangan kesadaran singkat, " ujar Abi.


" Dalam hal ini, kita tidak bisa melakukan operasi, harus di awasi di ruang EICU".


" Baik dok," ujar sang ibu.


Dokter Reyhan membaca hasil USG dan mengangguk pada Abi atas diagnosanya sudah tepat.


Abi kemudian menangani pasien lain.


" Hasil cek pasien, kadar kalium darah rendah dok".


" Yah ,dapat menyebabkan Aritmia."


" Detak jantung yang tidak normal, apakah tidak beraturan, terlalu cepat, atau terlalu lambat.


Aritmia jantung terjadi saat impuls listrik di jantung tidak bekerja dengan baik, " ujar Abigail.


" Jika diperlukan, pengobatan termasuk obat antiaritmia, prosedur medis, perangkat implan, dan operasi."


" Apa keluarga pasien sudah bisa di hubungi Sus?".


" Sudah dok, sudah menuju kesini."

__ADS_1


" Resiko kematian dan serangan jantung besar sus."


" Baiklah Sus, pantaw pasien ya ."


" Baik dok."


" Kalium darah hanya 2.8 dok".


" Ya sus, pasien bisa terkena serangan jantung kapan saja."


Dokter Doni dan Dokter Reyhan memantau kerja Abi, mereka selalu salud melihat Abi, Abi begitu menguasai berbagai bidang. Sewaktu UGD tanpa Abi, biss di rasakan , para dokter koas lainnya kocar kacir.


Abi sedang memeriksa pasien hipokalemia.


Kalium rendah dapat disebabkan oleh hal-hal di luar penyakit yang mendasari. Contohnya meliputi kurangnya asupan makanan kalium, muntah, diare, efek samping pengobatan, makan akar manis (licorice), atau kafein.


" Pasien mengalami hipokalemia."


" Kadar potasium, zat kimia yang penting bagi tubuh, yang rendah dalam darah. Masalah ini dapat menyebabkan lelah, kram otot, irama jantung tidak normal."


" Hipokalemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan kalium atau potasium. Kondisi ini dapat dialami siapa saja, terutama penderita diare atau muntah-muntah. Penanganan hipokalemia perlu segera dilakukan guna mencegah komplikasi serius, seperti gangguan jantung.


Kalium adalah mineral dalam tubuh yang mengendalikan fungsi sel saraf dan otot, terutama otot jantung. Kalium juga berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mengatur tekanan darah. Ketika kadar kalium dalam tubuh berkurang, berbagai gejala akan muncul, tergantung kepada jumlah kalium yang hilang, " ujar Abi pada sang perawat Ratna.


" Penyebab Hipokalemia


Hipokalemia terjadi ketika tubuh terlalu banyak mengeluarkan kalium. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor penyebab kekurangan kalium yang paling umum adalah:


Muntah-muntah


Diare berlebih


Penyakit ginjal atau gangguan pada kelenjar adrenal


Konsumsi obat diuretik".


" Meskipun jarang terjadi, kekurangan kalium juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor di bawah ini:


Kekurangan asam folat


Ketoasidosis diabetik


Rendahnya kadar magnesium dalam tubuh (hipomagnesemia)

__ADS_1


Konsumsi obat asma atau antibioitik


Penggunaan obat pencahar dalam jangka panjang


Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan


Kebiasaan merokok ".


" Beberapa sindrom juga dapat menyebabkan rendahnya kadar kalium dalam tubuh, di antaranya sindom Cushing, sindrom Gitelman, sindrom Liddle, sindrom Bartter, dan sindrom Fanconi, " ujar Abigail.


" Kadar kalium dalam darah yang sangat rendah, yaitu kurang dari 2,5 mmol/L, dapat berakibat fatal. Kondisi ini tergolong hipokalemia berat. Beberapa gejala hipokalemia berat yang dapat muncul adalah:


Ileus paralitik


Kelumpuhan


Gangguan irama jantung (aritmia)


Henti napas".


" Jadi pantau ya Sus".


" Baik dok".


" Jika menderita penyakit yang memerlukan konsumsi obat diuretik dalam jangka panjang. Obat diuretik merupakan salah satu penyebab hipokalemia. Dokter dapat mengurangi dosis atau mengganti jenis obat diuretik yang tidak memicu hipokalemia, seperti spironolactone atau amiloride."


" Untuk mengukur kadar kalium dalam darah, dokter akan melakukan tes darah. Kadar kalium normal adalah 3,7-5,2 mmol/L. Jika kadar kalium lebih rendah dari angka tersebut, maka pasien didiagnosis menderita hipokalemia."


" Ya dok."


" Pengetahuan dan diagnosa dokter sangat tepat, dokter paham dengan gejala pasien dan pengecekan dokter tepat, " ujar sang perawat


" Benar sus, diagnosa wajib tepat, kalau tidak pasien penanganan nya bisa bahaya."


😍🥰😍🥰😍🥰😍🥰


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2